Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
Keberangkatan Arthurro


setelah satu Minggu berlalu, seperti yang Arthurro bilang, saat itu, dia kembali ke Paris, saat ini dia langsung menemui kedua orang tua nya, Sinan dan Kenan, Arthurro tidak ingin menyembunyikan pernikahan nya lagi dengan Terry, sekalipun dia akan terbuang dari keluarga nya.


sesampainya di Mension, Kenan, langsung menyambut kehadiran putra kedua nya itu saat ini, mereka tersenyum bahagia termasuk Sharena, yang ada di mension tersebut selama Arthurro, pergi ke Indonesia,Kenan menjemput nya saat itu juga.


di sana juga ada Arthur, dan istrinya yang kini tengah mengandung sembilan bulan, mungkin tinggal menghitung hari atau jam.


juga Jessi, yang baru kembali dari studio, Arthurro, tidak menyia-nyiakan kesempatan dia langsung berbicara serius dengan semua nya.


"Daddy, mommy, Arthurro ingin bicara serius saat ini"ujar Arthurro.


"bicaralah nak, kenapa harus izin dahulu"ucap Sinan, lembut.


"momm... aku tau ini terdengar keterlaluan, tapi ini adalah kenyataan nya, aku sudah menikah dengan istriku Terry,jauh sebelum aku menikah dengan Sharena, dia kini tengah mengandung darah daging ku buah cinta kami"ujar Arthurro.


"apahhhh, apa kamu gila Arthurro kamu itu sudah memiliki anak dari ku"teriak Sharena, lantang, dia terduduk lemas dan Sinan, langsung memeluk dan menguatkan Sharena.


"itu adalah kenyataan nya, kamu juga tau sendiri apa hubungan ku dengan nya, selama ini tapi kamu selalu menjebak ku, Sharena"ucap Arthurro, sedikit keras.


"Arthurro, apa yang sedang kamu bicarakan, saat ini Daddy, tidak akan menerima pernikahan kalian, sampai kapan pun"ucap Kenan.


"tapi, Daddy, aku sangat mencintai nya,kami saling mencintai dan bahkan kami sudah menikah secara resmi sebelum aku menikah dengan dia"ucap Arthurro.


"Daddy, tidak ingin tau segera urus perceraian kalian dan soal anak itu setelah lahir akan di rawat di sini"ucap Kenan tegas, sementara itu tidak ada yang bisa menentang kata-kata Kenan.


Arthur, sangat tau perasaan adik kembar nya saat ini, dia begitu terpukul, tapi dia juga tidak bisa menentang ucapan Daddy, nya itu, begitu juga dengan Jessi, dia hanya menitikkan air mata nya, bagaimana pun dia sangat tau keinginan kakak nya sedari dulu, dia ingin menikah dengan wanita yang sangat di cintai nya, dan yang akan menunggu nya saat dia pulang kerja.


Arthurro, pun tidak melanjutkan ucapannya saat ini dia langsung pergi menuju apartemen nya, dia begitu frustasi dia bahkan hampir kehilangan kendali atas dirinya sendiri, Jessi dan Arthur yang mengetahui hal itu dia langsung bergegas menemui Arthurro.


"Arthurro, aku tau ini sangat berat tapi coba kamu kendalikan diri mu, aku akan berusaha membantu mu, untuk bicara dengan Daddy, nanti,ujar Arthur.


Arthurro, masih menatap kosong,ke arah lain Jessi, tiba-tiba menangis dia memeluk Arthurro, saat itu dia berkata kakak, aku tau kakak begitu menyayangi kakak,ipar dan aku berharap hubungan kalian akan baik-baik saja, jika Daddy, meminta kalian berpisah, aku harap kakak , tidak akan pernah melakukan itu, aku tau ini sulit, tapi cobalah diam-diam mempertahankan hubungan kalian berdua.


"aku tidak tahu Jessi, aku lebih baik mati saja dari pada harus melepaskan nya, dia adalah segala bagiku setelah kalian keluarga ku, aku sangat mencintai nya, bahkan rela mati untuk nya, tapi kenapa Daddy, menentang hubungan kami, dia adalah wanita baik-baik, dan tidak pernah sekalipun meminta uang kepada ku, bahkan kartu yang ku berikan kepada nya pun tidak pernah dia gunakan"ujar Arthurro sambil menyesap rokonya.


sementara itu di Indonesia, Terry, tengah sibuk mengurus toko nya, dan memesan bunga kepada pemasok nya.


dua hari berlalu, Terry tidak pernah mendapat kan kabar apapun dari Arthurro, saat ini dia sudah mengerti mungkin Arthurro, terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan nya saat ini dan masih ada istri nya yang butuh perhatian nya.


sementara itu di Paris, Arthurro kini masih berkutat dengan pekerjaan nya, dia bukan tidak ingin menghubungi istri itu bahkan saat ini dia begitu merindukan nya, tapi dia tidak bisa menahan kepedihan nya saat mengingat semua ucapan Kenan saat itu.


dua bulan sudah Arthurro, sampai saat ini tidak pernah memberikan kabar, saat ini bahkan Terry, tengah mengadakan syukuran, bersama anak panti asuhan syukuran empat bulan yang biasa orang Islam lakukan, setiap kandungan memasuki usia tersebut.


Terry, hanya diam dan tersenyum kecut saat ini saat mendengar pertanyaan, yang menanyakan keberadaan suaminya itu, dia hanya berkata suaminya sedang sibuk mengurus perusahaan milik nya di Paris.


orang-orang pun percaya dan mereka mendoakan, semoga,jabang bayi nya di beri kekuatan dan kesehatan, serta umur panjang hingga melahirkan nanti sehat selama nya, Terry, yang mendengar kan do'a tulus dari mereka saat ini dia begitu terharu dan menitikkan air mata.


sementara itu Arthurro, yang baru kembali dari kantor, dia langsung pulang ke apartemen, nya saat ini di sana Sharena, juga sudah menunggu nya, untuk makan malam, Arthurro, pun berprilaku seperti biasanya, saat ini dia tidak ingin menyakiti wanita yang kini juga tengah mengandung anak nya.


sementara itu di mension Arthur, tengah sibuk membantu istrinya, mengurus anak semata wayangnya, yang kini berusia dua bulan,bayi laki-laki yang sangat tampan, seharusnya anak mereka kembar tapi yang satunya meninggal saat melahirkan nya .


duka, yang mendalam di rasakan keluarga nya saat itu, tapi beruntung nya,di antara mereka salah satu nya ada yang selamat.


Arthur, begitu menyayangi istri dan anak nya saat ini, dia rela begadang untuk menemani istri nya, mengurus buah hati nya saat ini.


sementara Sinan, masih mencoba meluluhkan hati Kenan, saat ini dia bahkan tidak tega melihat putra keduanya, hidup dalam kehampaan seperti saat ini, Sinan, yang awalnya juga tidak pernah menyetujui pernikahan Arthurro, dan Terry, dia kini luluh hatinya, saat melihat foto dan video tentang Terry, dan keseharian nya saat ini di saat ia hamil muda, dia mesti jauh dari suaminya, bahkan tanpa kabar berita, bahkan dia tidak pernah mengeluh dengan pekerjaan nya saat ini , Terry masih bekerja di kafe tersebut sebagai penyanyi, dan pulang larut malam, dia benar-benar gadis yang mandiri.


"Daddy, lihat lah keseharian menantu kita yang satu ini"ujar Sinan.


"aku tidak ingin melihat nya"ucap Kenan.


"heumm... baik'lah, kita memang harus membuang berlian, yang berkubang lumpur, dari pada kumbang yang berwarna indah yang selalu merayu Madu nya"ujar Sinan, menyindir Kenan.


"sayang, kenapa kamu seperti nya, sedang tidak berdaya seperti itu, jangan bilang kalau kamu juga menyukai wanita itu"ucap Kenan ,penuh curiga.


"ya, Daddy benar sebagai seorang wanita , aku lebih memilih, Terry,di bandingkan Sharena, yang kerjanya hanya menghamburkan uang, Terry, adalah wanita baik-baik, dia tau suaminya bukan orang biasa, tapi dia tidak gila harta dia bahkan lebih memilih bekerja keras, untuk menghidupi dirinya sendiri, dan anak yang tengah di kandung nya, ketimbang menggunakan uang suaminya, yang bahkan tidak pernah memberikan kabar pada nya selama ini, aku merasa sangat prihatin, pada nya, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa"ucap Sinan, yang langsung beranjak dari duduknya sambil menghela nafas panjang.


sementara itu Kenan,mematung saat ini dia kepikiran, tentang ucapan istrinya, bahkan ketiga anaknya yang jelas-jelas berada dekat dengan nya pun saat ini seperti menjauhi nya.


"sayang, apa tindakan ku salah??"ucap Kenan, bertanya.


"tidak ... kamu selalu benar dan seorang Kenan, tidak mungkin salah menilai orang"ucap Sinan,sambil menatap lekat wajah Kenan.


"maaf kan aku honey, semua itu aku lakukan demi kebaikan bersama, aku tidak ingin Sharena, menjadi Boomerang suatu hari nanti untuk Terry, kalian tidak tahu maksud ku bukan"ucap Kenan.


"maksudnya"ucap Sinan.


"kamu tahu latar belakang keluarga Sharena"tanya Kenan , serius.


"tidak Daddy"ucap Sinan.


"apa maksudnya Daddy, Terry pernah buta"ucap Sinan.


"ya... Terry, adalah gadis buta, yang bertemu dengan Arthurro, saat dia akan di copet, tapi Arthurro, menolong nya saat itu juga, walaupun kebutaan Terry bukan bawaan lahir, Terry, dan kakak, juga Ayah nya, saat itu mengalami kecelakaan yang di sebabkan oleh ibu tiri nya dan mafia, yang melakukan itu tak lain adalah ayah Sharena, dan kakak kandung dari ibu tiri Terry, yang membawa kabur hatra kekayaan nya hilang tanpa jejak, beruntung gadis itu masih bisa selamat saat itu walau harus menerima pil pahit atas kebutaan yang di alami nya selama lima tahun, setelah kepergian kakak perempuan dan juga Ayah nya itu"ucap Kenan.


kini Sinan, pun mengerti, dan paham kenapa Kenan bersikap seperti itu pada putra keduanya Arthurro, Kenan, hanya mengulur waktu hingga Terry, melahirkan dengan selamat dan untuk menyelamatkan cucunya itu, Kenan, sudah menyiapkan rencana matang, bahkan hingga saat ini dia menyuruh pengawal bayangan untuk melindungi Terry, itulah kenapa Terry, terbebas dari teror yang sebenarnya sudah di mulai oleh Sharena, melalui orang-orang kepercayaan nya.


lima bulan sudah Arthurro tidak pernah memberikan kabar atau bertanya tentang kabar dia dan anak nya, saat ini tapi Terry, selalu yakin bahwa suatu saat Arthurro, akan kembali pada nya, hari-hari di lewati Terry, dengan menyibukkan diri, namun, saat ini dia sudah berhenti bernyanyi, karena perut buncitnya yang sudah memasuki usia tujuh bulan, lagi-lagi Arthurro, tidak menghadiri acara syukuran tersebut, dan Terry, masih sabar dengan semua itu, Terry berpikir mungkin saat ini Arthurro, tengah sibuk mengurus istrinya yang sudah melahirkan.


Arthurro,memang sangat sibuk dengan mengurus perusahaan dan juga membantu perawat yang tengah mengurus putri nya itu, saat ini Sharena, melahirkan seorang bayi perempuan, yang begitu mirip dengan Arthurro, saat ini mungkin Sharena benar itu adalah anak dari Arthurro, saat dia bertengkar hebat dengan Terry, saat mereka masih berpacaran itulah kenapa Arthurro, sempat menghilang.


namun Sharena, seakan tak pernah perduli dengan bayi nya itu, saat ini dia lebih sibuk mengurus diri sendiri dan berpergian, seperti layaknya gadis remaja pada umumnya bahkan dia lebih sering menghabiskan waktu untuk minum bersama dengan teman-teman baru nya, setiap hari, selalu saja shopping dan barang-barang limited edition, sudah memenuhi wal-k in closed miliknya sendiri.


dua bulan berlalu, saat ini Terry, sedang berada di kamar nya seorang diri, dia bahkan sudah sangat kesakitan, saat ini beruntung handphone nya berada di samping nya dia menghubungi Dandi, dan meminta tolong untuk membawa nya ke rumah sakit.


tidak sampai lima belas menit mobil ambulans datang di susul oleh Dandi, saat itu juga dia membantu petugas kesehatan untuk mbawa nya ke dalam ambulans tersebut dan bergegas menuju rumah sakit.


hati Dandi, begitu perih saat melihat Terry, yang sebatang kara,di saat akan melahirkan anak nya bahkan dia tidak di dampingi oleh siapapun saat ini hanya Dandi, itupun sekedar menunggu di luar ruangan bersalin tersebut.


setelah menunggu hampir dua jam akhirnya, Terry, berhasil melahirkan bayi kembar laki-laki, seperti prediksi dokter dan hasil USG saat itu, Terry, melahirkan secara normal saat itu dia bahkan menolak untuk operasi sesar, karena ia merasa sudah sangat sakit selama perjalanan hidup nya saat ini dia yakin bahwa untuk melakukan persalinan normal pun dia mampu.


kedua bayi kembar itu di beri nama .


sky dan star Terry menitikkan air mata nya saat ini saat kedua bayi kembar tersebut bergerak aktif di atas dadanya dia mendekap mereka seperti saran doktor, selagi Terry, masih di bersihkan dan di jahit bekas jalan lahir nya itu saat ini.


setelah selesai bayi pun sudah di bersihkan dan kini sudah dalam ruangan rawat inap, Terry, dan kedua bayi nya saat ini tengah di jaga oleh Saras, dan Dandi.


"Terry, kedua jagoan ini begitu mirip ayah nya, mungkin mereka takut tidak di kenali oleh nya"ucap Dandi.


"kamu,benar kak"ucap Saras.


sementara itu Terry, hanya memejamkan mata nya, yang terasa sangat mengantuk setelah dua bayi itu menyusu dengan sangat kuat secara bergantian, ingin rasanya Terry, menjerit saat ini menerima kenyataan hidup nya yang sungguh berat bahkan hingga saat melahirkan bayi tersebut pun Arthurro, tidak pernah menampakkan batang hidungnya.


jangan kan datang bahkan sekedar pesan saja rasanya sangat tidak mungkin.


dua hari setelah Terry,di rawat pasca melahirkan, Kenan, datang diam-diam bersama dengan sang istri dia sengaja melakukan itu supaya tidak di ketahui gerak-geriknya oleh orang suruhan Sharena.


"halo sayang,kami datang "ucap keduanya.


"kalian, siapa"ucap Terry , yang sangat merasa aneh dengan kedatangan kedua paruh baya yang masih terlihat Gagah dan cantik.


"kami adalah orang tua Arthurro, saat ini suamimu, sedang menunggu kedatangan mu,di sana,kami sengaja datang diam-diam, karena ada sesuatu hal yang harus kami jaga aku harap kalian sudah siap untuk ikut bersama kami, Sinan langsung mengendong bayi gembul itu bersamaan dengan Kenan, yang sangat bahagia mendapatkan cucu kembar kedua nya sangat tampan dan Mirip dengan Arthurro , saat bayi.


setelah Terry, melihat video suaminya yang saat ini tengah menunggu nya di Singapura dia pun yakin kedua paruh baya itu bukan orang jahat.


Terry,di bantu oleh tim dokter yang di siapkan oleh Kenan, untuk keselamatan bayi dan ibunya saat ini, sudah berada dalam jet pribadi milik Kenan.


rencana nya dia akan singgah di Singapura, dan tinggal di sana sampai kedua anak nya itu kuat untuk terbang lebih jauh lagi ya itu tujuan Jerman, setelah mereka aman di sana Arthurro, akan menceraikan istrinya itu, dan membawa serta putri kecilnya itu.


sesampainya di Singapura, Terry dan juga kedua buah hatinya nya mendarat dengan selamat di temani kedua orang tua Arthurro saat ini mereka tiba di Mension,milik Arthurro, yang di belinya saat dia masih bujangan dulu.


"sayang, aku sangat merindukan mu, dan aku sangat mencintaimu, maafkan aku selama ini kamu harus tinggal sendirian tanpa aku, setelah ini tidak lagi, aku akan tetap bersama dengan mu dan kedua anak kita"ucap Arthurro, yang mencium seluruh wajah cantik istri nya itu.


setelah puas melepas rindu, saat ini Arthurro, langsung beralih kepada kedua buah hatinya,sky dan star .


"sayang Daddy, selamat datang di dunia ini, semoga kalian selalu sehat dan bahagia selalu panjang umur sayang Daddy muachhhh"Arthurro, seperti memiliki nyawa baru.


"terimakasih, Daddy,maaf jika selama ini Arthurro, sudah mengecewakan Daddy"ucap Arthurro.


"kau adalah segalanya bagi kami, aku dan mommy mu sudah sepakat untuk merahasiakan hal ini dari kalian semua, dan perjuangan Daddy, tidak sia-sia lihat lah kebahagiaan Daddy, saat ini"ucap Kenan ,sambil mengelus kedua bayi yang sedang tidur nyenyak,sambil tersenyum manis sesekali.


"momm... terimakasih I love you momm"ucap Arthurro, yang langsung memeluk dan mencium pipi ibunya.


"hey,boy itu bagian Daddy"ujar Arthurro begitu posesif.


"Daddy,...."ujar Sinan, yang merasa malu dengan menantu nya itu.


"kenapa sayang itu benar bukan"ucap Kenan.


"Daddy,di sini ada menantu kita"ucap Sinan,sambil tersenyum malu pipinya merah dan itu membuat Kenan, semakin gemas.


"sayang omah tinggal dulu ya mau mengurus opah mu dulu"ucap Sinan.


"iya Omah" ucap Terry dan Arthurro , berbarengan mereka pun saling pandang saat ini setelah kedua orang tua nya pergi dari kamar mereka, Arthurro langsung memeluk dan mencium bibir istrinya penuh cinta dan nafsu yang sekian lama tertahankan,namun Arthurro, tidak berbuat lebih setelah itu karena dia tau istrinya kini tengah menjalani masa nifas nya yang lumayan panjang.


"sayang, aku ke kamar mandi dulu"ujar Arthurro, yang hendak menidurkan junior nya, Terry, tersenyum dia tau suaminya , tidak pernah bisa menahan hasrat nya ketika sedang bersamanya.


setelah Arthurro, masuk kedalam kamar mandi,kini Terry, memandangi wajah tampan kedua putranya itu yang masih anteng tertidur semenjak sampai di Mension milik Daddy nya