
sementara itu di Paris, tepat nya di kediaman Mateo, saat ini dia begitu menginginkan sesuatu yang entah bisa dia dapat dari mana, Mateo, bahkan berkali-kali, melihat di internet gambar makan tersebut, yang bernama rujak asli Indonesia.
"sayang kamu sedang apa ini sudah malam ayo tidur,ujar Jessi,sambil mengelus perut nya, yang sudah terlihat buncit, walaupun kehamilan nya masih empat bulan.
"sayang aku ingin makan ini , seperti nya ini enak dan segar"ujar Mateo.
"kemarilah coba aku lihat "ucap Jessi.
Mateo, pun mendekat dia duduk bersandar di kepala ranjang,sambil memperhatikan gambar tersebut.
"owh ya ampun, sayang kamu ingin rujak malam-malam begini, dan itu tuh nyarinya susah hanya ada di Indonesia, tapi aku akan coba tanya mommy, apa dia bisa buatkan itu"ujar Jessi,sambil mengelus rahang suaminya yang terlihat sangat kokoh.
"sayang aku ingin segera"ujar Mateo.
📱"Halo momm... apa mommy, bisa buat Rujak ??"tanya Jessi, tanpa basa-basi.
📱"bisa sayang, memangnya kamu sedang ingin makan itu ya??"ujar Sinan.
📱"Mateo, yang mau momm"jawab Jessi.
📱"datanglah besok , kerumah mommy, akan buatkan dan semoga sesuai selera yang di inginkan oleh suami mu itu"ucap Sinan.
📱"baiklah momm... besok kami datang"ucap Jessi.
📱"di tunggu sayang"ucap Sinan.
"sayang sekarang kita tidur besok mommy, akan buatkan apa yang kamu inginkan, Ok"ujar Jessi.
"heumm baik'lah sayang ku Ayo kemarilah "ucap Mateo, Sambil berbaring dan memeluk istrinya itu, mereka pun tertidur pulas hingga pagi menjelang Mateo, sudah bersiap untuk pergi ke kantor, tapi Jessi, menghentikan nya.
"sayang bukan nya ini adalah hari weekend, dan kamu sudah janji mau kerumah mommy"ucap nya mengingat kan.
"aku hampir lupa sayang, kamu benar aku sangat penasaran ingin makan Ruj apa itu??"ucap Mateo terhenti.
"rujak sayang ku"ucap Jessi,sambil memberikan secangkir kopi dan roti sandwich.
"terimakasih sayang, apa anak kita tidak nakal"ucap Mateo,sambil mendekat dan mengelus perut Jessi, sebelum meminum kopi nya itu.
"tidak, sayang mereka sangat anteng"ujar Jessi, ya sudah di pastikan anak mereka adalah anak kembar berjenis kelamin perempuan.
"syukurlah kalau begitu, Ayo kita sarapan dulu"ucap Mateo.
"aku minum susu saja sayang aku ingin sarapan di tempat mommy, aku rindu masakan mereka"ujar Jessi.
"baiklah sayang ku"ucap Mateo.
setelah selesai sarapan Mateo,membantu Jessi, untuk membawa tas milik istrinya itu, walaupun tidak seberat yang diperkirakan tapi Mateo, begitu memanjakan Jessi, selama ini.
lain Jessi, lain' pula Terry, yang kini tengah berbadan dua sama seperti Jessi, bedanya dengan Jessi, dia sudah menginjak usia kehamilan tujuh bulan, saat ini.
"sayang, aku akan ke Indonesia,besok kamu mau aku bawakan sesuatu"ucap Arthurro.
"Daddy, boleh kah aku ikut, aku rindu rumah ku"ujar Terry.
"sayang aku janji setelah kamu melahirkan, kita akan berlibur di sana bagaimana??"ucap Arthurro.
"masih lama Daddy, aku ingin kita tinggal di sana lagi"ujar Terry.
"tidak mungkin sayang, untuk saat ini kamu sedang mengandung dan aku juga mengurus perusahaan ku disini , aku janji sesekali kita akan berlibur di sana"ucap Arthurro, dengan sabar.
"baiklah"ucap Terry, dengan berat hati sebetulnya dia sangat ingin kembali ke Indonesia, dia rindu dengan suasana di sana tapi dia tidak mungkin egois dan memaksa kan kehendak nya, apa lagi saat ini dia sedang hamil besar.
Terry,kini mengandung bayi tunggal berjenis kelamin perempuan, seperti yang selalu di harapkan oleh dia dan suaminya, makanya Arthurro, begitu perhatian terhadap istri dan bayi yang ada di kandungan nya Terry tersebut.
" sky dan star mana??"tanya Arthurro, yang sedari tadi belum melihat kedua putranya itu.
"mereka sedang asik menggambar bersama dengan gurunya,di kamar mereka"jawab Terry,sambil tersenyum.
"kenapa sayang apa ada yang lucu"ujar Arthurro.
"kamu lihat saja,ada gambar kamu berkostum robot, hahahaha, mereka menggambar kita sekeluarga menjadi keluarga robot"ujar Terry, tertawa.
"masa sih sayang, tapi biarlah itu imajinasi anak kita, tapi aku bangga mereka sangat giat belajar, semoga kelak seperti aku yang selalu giat bekerja"ucap Arthurro.
"iya,giat pula ngejar cewek cantik kaya mommy nya"ujar Terry.
"heumm...itu harus dan yang terpenting, mereka harus setia seperti Daddy, nya"ujar Arthurro lagi.
"setiap tikungan ada"ujar Terry,sambil terkekeh.
"kamu jangan ngaco sayang ku, aku hanya jatuh cinta sama kamu seorang dan tidak ada wanita lain lagi, yang bertahta di hati ku"ujar Arthurro.
"terus yang waktu itu bergelayut manja di lengan mu,sambil belanja barang branded itu apa??"ucap Terry,sambil membuang muka.
"hey... sayang aku hanya ingin membuat mu cemburu pada ku "ujar Arthurro.
"nyatanya kebablasan hingga bekas kissmark bertabur di leher mu itu"ucap Terry, tidak kalah sengit.
"sayang jangan mulai deh,itu tidak di sengaja karena aku frustasi, oleh sikapmu, dan lagi tidak sampai berlanjut karena aku yang pertama kali melakukan itu hanya dengan mu"ujar Arthurro,sambil memeluk erat istri nya itu dari samping.
"heumm... apa iya??"canda Terry,sambil senyum mengejek.
"mau bukti sayang"ucap Arthurro.
"tapi aku mau jenguk babby, sayang"ujar Arthurro,yang langsung mengangkat tubuh istrinya itu.
"wow... Daddy, aku tidak mau kamu pasti tidak akan berhenti hanya dengan satu kali aku sangat tau itu"ujar Terry, yang sudah berteriak minta di lepaskan.
"sayang aku janji satu kali saja, hanya satu jam Ok"ujar Arthurro.
"tuh kan sudah aku tebak aku gak mau ah itu kelamaan"ucap Terry.
"baik lah, sayang hanya sebentar kok"ucap Arthurro,sambil tersenyum manis ke arah Terry.
setelah berdebat dengan perdebatan manis mereka pun melanjutkan itu dengan bercinta di sore hari, sementara itu di Paris, Mateo, langsung di larikan ke rumah sakit, karena, menghabiskan rujak buah,satu mangkuk besar, saat itu padahal masih pagi dan dia juga sudah sempat sarapan,tapi mag nya langsung kambuh dan terkena diare gara-gara ke enakan makan pedas.
"sayang, kamu sudah baik kan ??"tanya Jessi yang kini ditemani oleh Sinan.
"sudah jauh lebih baik kok, sayang tidak usah khawatir,ujar Mateo, menenangkan istri nya yang sempat nangis histeris, karena melihat Mateo, tak sadarkan diri.
🌹💖💖💖🌹
sementara itu di Jakarta,Daniel yang sudah satu tahun lebih memiliki wanita lain selain istrinya itu, dia merasa sangat berdosa, saat ini dia tidak ingin menduakan Juli, tapi dia juga tidak tega dengan keadaan Messi, yang kini tengah mengidap kanker payudara, pertemuan Daniel dan Messi, saat itu adalah dimana Messi, sudah berusaha menolong nya secara mati-matian dari para preman yang menghajar nya dan saat itu dengan susah payah Messi, yang dalam keadaan sakit berusaha melawan para preman tersebut, kebetulan Messi', adalah seorang yang jago bela diri.
Messi, saat itu sempat terkena tusukan pisau yang dilakukan oleh para preman tersebut, saat dan preman itu berhasil Messi, lumpuhkan Daniel, saat itu langsung membawa Messi,ke sebuah rumah sakit terdekat di Bali, dan beruntung nyawa nya tertolong, tapi ada satu hal yang membuat Daniel,iba ternyata Messi, adalah gadis sebatang kara, dan dia juga memiliki penyakit yang bisa merenggut nyawa nya sewaktu-waktu.
Daniel, bahkan tidak tega untuk meninggalkan gadis itu sendirian walaupun dia sudah membayar biyayanya rumah sakit, sekaligus untuk mengangkat sel kanker yang ada di tubuh Messi.
Daniel, sempat menghubungi Juli, untuk mengabari bahwa dia masih sangat sibuk saat itu, dan untungnya Juli, begitu perhatian, wanita yang sangat di cintai Daniel tersebut,, dia begitu mensuport apa pun yang dilakukan Daniel.
tapi tidak dalam hal negatif seperti saat ini, Daniel,menang tidak menikah dengan Messi, tapi dia begitu memperhatikan dan menyayangi Messi, seperti Juli, beda nya Messi, saat ini baru berusia tiga puluh tahun, dan masih melajang dia memutuskan untuk tidak menikah, setelah sadar hidupnya tidak akan bisa lebih lama lagi, hingga pertemuan nya dengan Daniel, yang berhasil menyelamatkan nyawa nya melalui bantuan yang Daniel berikan, materi yang tidak sedikit, untuk mengangkat sel kangker payudara nya itu hingga dia juga kehilangan apa yang menjadi daya tarik seorang wanita, selain wajahnya yang cantik, tapi Messi, tidak mengeluh semua sudah takdir Allah.
"Messi,mas harus segera kembali ke Jakarta kamu mau ikut atau masih ingat tetap tinggal di sini??"tanya Daniel.
"mas, pergi saja hati-hati di jalan,salam untuk keluarga"ucap Messi.
"Messi, aku punya pertanyaan satu kali lagi, tolong jawab dengan jujur, apa kamu benar-benar tidak ingin aku nikahi??"ucap Daniel.
"tidak mas, aku tidak ingin merusak kebahagiaan mu, sudah cukup aku, melakukan dosa, yang mungkin tuhan pun tidak pernah bisa untuk memaafkan ku, dengan cara membebani suami orang selama satu tahun ini, dan untuk kejadian itu tolong lupakan saja anggap saja kita tidak pernah melakukan nya"jawab Messi, sambil menunduk.
"Messi, aku bukan pria yang bisa lepas tanggung jawab begitu saja, aku tidak ingin berbuat dosa, dengan tidak mempertanggung jawabkan perbuatan ku, aku tau itu salah maafkan aku, tapi aku hanya ingin bertanggung jawab atas perbuatan ku"ucap Daniel,tegas.
"mas aku mohon, lupakan semua nya, anggap saja aku wanita penghibur, yang hanya datang untuk menawarkan jasa pada mu, jadi kamu tidak perlu bertanggung jawab, karena bayaran yang aku terima jauh lebih besar dari itu aku bahkan masih bisa hidup selama ini"ujar Messi, yang kini tersenyum pada Daniel, yang menatap tajam kearah nya, Daniel, tidak terima Messi, membandingkan dirinya dengan seorang pelacur, di luaran sana.
"sudah selesai bicara mu heuhhhhh!!!"bentak Daniel, yang sangat kecewa mendengar perkataan Messi, seketika wanita itu menunduk kan wajah nya,air mata nya mengalir deras,baru kali ini dia melihat kemarahan pria yang sangat berharga bagi hidup nya.
"Messi, kamu boleh menolak untuk ku nikahi tapi jangan pernah sekali-kali kamu bandingkan dirimu dengan wanita murahan yang berada di luaran sana, kamu bukan mereka, dan kamu jauh lebih baik dari mereka"ujar Daniel.
Messi, masih tertunduk, dia tidak berani menatap wajah Daniel.
"mas bisa pergi kapan pun, jangan pikirkan aku, aku akan baik-baik saja "ucap Messi, yang kini bangkit dari duduknya, dia berjalan menuju tangga, tapi langkah nya terhenti karena Daniel, mencekal lengan nya dan membawa Messi, dalam dekapan nya.
"Messi, aku minta maaf, aku hanya tidak terima kamu menyamakan posisi mu dengan orang lain, aku sudah merusak masa depan mu dan izin kan aku untuk bertanggung jawab atas perbuatan ku"ujar Daniel.
"tidak mas aku tidak bisa, aku mohon, jika kamu ingin melihat ku, baik-baik saja tolong jangan lakukan itu, karena aku akan sangat merasa bersalah jika kamu menikah dengan ku, kamu punya dia wanita yang sangat kamu cintai, aku tidak ingin merenggut kebahagiaan kalian"ujar Messi,sambil melepaskan diri dari pelukan Daniel.
"Messi, please "
"tidak mas, keputusan ku, sudah bulat, jika kamu maksa terus aku akan pergi dari sini"ancam Messi, dia pun bergegas menuju kamar nya, dan menutup rapat pintu kamar nya.
Daniel, mematung, dia begitu dilema dengan semua itu,di sisi lain Daniel, masih punya Juli, yang sangat ia cintai, tapi di sisi lain ada wanita yang sudah di renggut mahkota nya, oleh Daniel, secara sadar, bahkan itu terjadi berkali-kali, bukan hanya satu kali, Daniel, selalu terbawa suasana,meski Messi, selalu berusaha untuk menolaknya, tapi akhirnya, Messi, menyerah dengan itu karena merasa berhutang Budi , bahkan rasa bersalah yang selama ini menghantui nya, dia kesampingkan demi balas Budi tersebut.
walaupun tidak munafik, Messi, memiliki perasaan lebih pada Daniel, pria tampan dengan postur tubuh yang sempurna, walaupun dengan usia matang, dia masih terlihat seperti pria berusia tiga puluh tahun, karena Daniel, selalu menjaga penampilan dan kebugaran tubuh nya selama ini.
usia lima puluh lima tahun, tidak menghapus ketampanan pria yang selama ini di sibukkan dengan perusahaan raksasa milik nya, itu bahkan Daniel, masih sempat merawat tubuh nya.
"Messi, aku berangkat, baik'lah lupakan semua nya, aku tidak ingin kamu pergi dari sini,ini rumah mu, dan aku akan menjenguk mu dua Minggu lagi,jaga diri baik-baik dan jangan lupa untuk periksa kesehatan dengan rutin"ucap Daniel, yang kini berdiri, dengan koper di tangan kiri dan jas di tangan kanannya dia berdiri di depan pintu kamar Messi.
"pergilah mas,maaf aku tidak bisa mengantar mu"jawab Messi, dari dalam saat ini tanpa mau menemui Daniel, karena dia sedang tidak baik-baik saja.
"Messi, aku mohon keluar lah dulu temui aku sebentar"ujar Daniel, yang tau Messi, sedang tidak baik-baik saja.
terdengar suara langkah dari dalam kamar, perlahan tapi pasti, Messi, membuka kan pintu tersebut lalu berdiri di hadapan Daniel.
"mas, maaf aku tidak bisa mengantar mu"ucap Messi, yang langsung memalingkan pandangannya nya, Air mata nya tidak bisa ia kendalikan,ada rasa sakit saat melihat wajah pria yang selalu hadir untuk menemani nya selama satu tahun ini, walaupun bisa di hitung dengan jari tapi Messi,jatuh kedalam perasaan yang tidak bisa ia ungkapkan.
"Messi, lihat aku, aku tidak akan pergi jika kamu seperti ini"ucap Daniel, yang kini mendekat memandang Messi, yang masih membuang pandangannya, Messi, mengusap air mata nya tanpa sepengetahuan Daniel, setelah itu dia memasang senyum manis walaupun sangat di paksakan.
"tidak ada alasan, untuk kamu tidak jadi pergi mas, aku akan baik-baik saja, percayalah, aku hanya sedang lelah"ujar Messi, yang masih tersenyum.
"kamu tidak bisa menipuku, Mes ... aku tau kamu tidak baik-baik saja,ayo bersiap dan ikut aku pulang"ujar Daniel.
"tidak-tidak mas jangan lakukan itu, atau aku akan pergi jauh untuk selamanya dari hadapan mu, mas bisa bayangkan gak, betapa sakit nya perasaan Emba Juli,kalo aku tiba-tiba muncul bersamaan dengan kedatangan mu, tidak mas cukup kita dan tuhan saja yang tau, aku tidak ingin menyakiti hati siapa pun"ucap Messi.
"Messi, kenapa kamu sangat keras kepala heuhhhhh, aku sayang sama kamu kamu mengerti itu kan"ucap Daniel, yang kini mencium bibir Messi, dengan kasar tapi sepersekian detik, ciuman itu melembut, tapi Messi, tidak membalas nya,sama sekali hingga Daniel, menggigit bibir bawahnya sontak Messi, membuka bibir nya dan Daniel, melanjutkan ciuman tersebut, hingga Messi, hampir kehabisan nafas.
"mas, aku mohon jangan pernah lakukan itu lagi, atau aku akan salah mengartikan nya, aku mohon jangan"ucap Messi.
"kenapa Messi, apa aku salah jika aku memiliki perasaan lebih pada mu, dan apa salah nya kamu juga merasakan hal yang sama dengan ku, ayolah Mes ... akui saja semua nya, aku lebih suka kamu berkata jujur"ujar Daniel.
"tidak mas tidak semua nya, benar-benar salah kamu salah mengartikan semua nya, kamu hanya merasa iba, pada ku, dan benar-benar hanya itu, aku mohon jangan lakukan hal itu lagi, atau aku akan benar-benar pergi dari sini"ucap Messi.
"kamu yang keliru Messi, aku memiliki cinta untuk mu, aku jatuh cinta pada mu, sejak pertama aku melihat mu,siang itu dan asal kamu tahu saat kau menolong ku,itu adalah pertemuan kedua kita, apa kamu paham"ucap Daniel,sambil menatap sayu mata mereka bertemu tapi sedetik kemudian Messi, memalingkan pandangannya.
"baiklah mas, jika itu yang kamu mau aku akan berkemas saat ini juga, kamu bisa mengunci rumah ini selamanya, aku akan segera pergi"ucap Messi,sambil berjalan dia mengeluarkan beberapa baju miliknya yang sudah lama tidak pernah ia gunakan, lagi hanya itu yang dia miliki, sedangkan semua yang dia kenakan saat ini adalah pemberian Daniel, langkah lebar Daniel, berhasil menghentikan Messi, yang kini tengah berkemas Daniel, menghempaskan koper usang itu ke lantai, dia benar-benar marah saat ini.