Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
menyesal


Adnan, yang sedang memperhatikan, kedua anak nya dari Siena, iya merasa begitu teriris hatinya, kini rasa sesal menggerogoti hati nya.saat itu melihat Daniel, yang menjaga sang adik, ketimbang berbaur bermain bersama, Daniel, bahkan menunggui tempat perosotan untuk menjaga sang adik yang sedang meluncur, dari atas, betapa sedihnya Adnan kali ini bahkan saat Daniel mengelus puncak kepala Sinan, saat Sinan mengeluh kepalanya pusing Daniel, membawanya ke pinggir kursi dan mengelus-elus lutut, sang adik yang sedikit lecet, iya pun membawa Sinan keluar dari dalam tempat permainan itu.melewati Adnan, dan mencari Fero .


"Daddy , Sinan kepalanya pusing, dan kakinya lecet"


ucap Daniel,pada Fero sementara Adnan, hanya bisa mengelus dada.


"owh kenapa bisa lecet sayang sini Daddy lihat, dan Daddy ,tiup Ok!"


Fero, kini bahkan langsung berjongkok untuk melihat Sinan yang sedang meringis kesakitan.


"Daddy sebaiknya kita pulang saja kasihan Sinan kepalanya pusing, dan saat ini kakinya juga sakit!"


ucap Daniel lagi.


"Baik lah sayang ayo kita pulang, biar Daddy gendong ya sayang!"


ucap Fero begitu lembut, kepada kedua anak Siena, itu.


Adnan, sebenarnya ingin berlari, kearah Daniel dan juga Sinan, tapi ia merasa tidak berdaya, hanya penyesalan, yang kini iya rasakan kenapa saat itu dia mengiyakan keputusan Jimi untuk, menceraikan Siena, mungkin sekarang mereka,


tidak akan berpisah walau pun iya tetap tidak akan bisa, merubah keadaan, karena dia juga memiliki, istri lain.


sesampainya,Fero di butik, iya langsung membawa Sinan yang iya gendong dan Daniel berjalan sambil di pegang oleh Fero persis seperti Ayah,membawa kedua buah hatinya.


"Sinan kenapa ko di gendong oleh Om Fero kamu kenapa sayang?"


tanya Siena.


"Sinan, sedikit pusing,mungkin karena kurang hati-hati saat main dia bahkan lutut nya lecet!"


ucap Fero yang kini sedang memangku anak itu di pangkuan nya setelah mendarat kan bokong, nya di kursi.


"owh, anak bunda, sini Bunda,obati luka nya sebentar ya bunda ambilkan dulu salepnya, biar nanti cepat sembuh lukanya!"


ucap Siena.


"gak mau Bunda, nanti perih gimana?"


ucap Sinan.


"Gak perih ko cuman, terasa dingin di kulit dan sebentar juga sembuh" ucap Siena.


"Bunda, aku mau pindah saja dari sini biar kita tidak bertemu lagi dengan mereka, semua!"


kata Daniel.


"Nanti ya sayang, Bunda harus mengurus surat-surat perpindahan,mu jadi tidak segampang itu sayang!"


jawab Siena lagi.


"Biar aku yang , mengurus semua nya, dan semoga semua nya lancar ucap Fero.


Sinan pun si bawa ke tempat istirahat, sementara,dan di baringkan di sana.


"Tidur lah sayang, istirahat lah kau pasti lelah jangan terlalu kecapean nanti bisa sakit, dan kakak, juga harus istirahat bareng Ade saat ini!"


ucap Siena.


"Baik,Bun ,,,!"


jawab Daniel yang saat ini langsung naik ke atas kasur iya berbaring bersama Sinan.


Siena pun bergegas pergi ke bawah untuk menemui Fero, di sana.


"Fero makasih ya udah mau jaga anak-anak ku dan semua kasih sayang mu aku tidak tahu harus dengan apa membalas nya!"


"Siena, aku ikhlas melakukan itu semua, karena


aku sudah menganggap mereka sebagai anak-anak ku!"


jawab Fero .


"Terimakasih, banyak Fero aku sebenarnya, sudah menyerah melihat kesedihan, yang begitu dalam, luka di hati anak-anakku begitu membekas, bahkan kau tahu sendiri,kan tadi Fero, mereka ingin sekali pergi menjauh dari ayah nya"


ucap Siena yang sambil berurai air mata.


"Hey, itu hal yang wajar, sayang kamu harus bisa membuktikan, bahwa kamu adalah wanita yang kuat, karena itu lah kamu, jarang loh ada wanita, yang bisa melewati semua nya dengan sangat baik seperti mu"


ucap Fero sambil memeluk Siena,agar bisa menenangkan nya.


"Fero, sebenarnya, aku ingin pergi jauh saat itu juga tapi melihat kondisi, ayah yang kurang sehat waktu itu, aku menahan nya hingga akhirnya mereka terluka, seperti sekarang ini!"


"Flashback on"


Hari itu Senin pagi saat saat Adnan, mulai berbohong, kepada nya dengan sering memberi alasan lembur di kantor, pada siena.saat Siena bertanya, kemana saja Adnan, selalu tidak pulang, beberapa Minggu ini dia hanya singgah, di rumah nya pagi-pagi untuk sarapan, bahkan Daniel, yang kangen dengan sang ayah pun kembali, bertanya pada sang ayah.kemana dia akhir-akhir ini tidak pernah pulang,dan jawaban yang mereka dapatkan adalah dinas luar kota.


padahal Siena sering menelpon Harry secara diam-diam, untuk menanyakan Adnan, dan Harry yang sangat jujur, dia selalu mengatakan yang sebenarnya,bahwa akhir-akhir ini, Gladdiss, selalu datang kekantor dan selalu mengajak nya pergi siang-siang saat jam kerja dan kembali lagi besok pagi kekantor nya.


Siena yang mendengar hal itu iya berusaha menjelaskan, bahwa yang ia lihat tidak benar ayah nya sedang dinas luar. namun keyakinan Daniel, iya bahkan sempat memergoki sang ayah menggandeng wanita itu dengan mesra sambil mengikuti, anak kembar itu sambil membahas, Siena sang ibu.


wanita itu bahkan sempat menjelekan sang ibu di hadapan Ayah nya, dia bilang bahwa Siena, sudah tidak bisa memuaskan,sang ayah.


bahkan kata-kata itu di dengar oleh anak kecil yang belum seharusnya tau urusan orang dewasa,miris nya lagi ketika Adnan menjemput si kembar cowok itu di hadapan anak-anak nya yang sedang menunggu jemputan dari sang ibu, dia bahkan pura-pura tidak mengenal nya walau Sinan sempat memanggil-mangil dirinya, hingga Sinan di bully, oleh teman-teman sebayanya, telah mengaku-ngaku ayah orang lain, hingga dia di dorong dan di tendang oleh mereka yang mem bully nya, hingga Daniel, ikut-ikutan terluka gara-gara melindungi sang adik yang sedang,di bully saat itu.


Siena makin terluka lagi saat dia mendengar penjelasan, dari guru nya bahwa Sinan dan Daniel, sering sekali tidak mengikuti lomba yang di adakan,pihak sekolah untuk mengetes kekompakan Ayah dan anak, bahkan mereka, selalu berdiam diri di toilet saat lomba itu di adakan.


"flashback off"


🌹💖💖💖🌹


Dua Minggu berlalu, dari saat pertemuan terakhir, Siena dengan Fero, mereka kini sudah tidak pernah bertemu, Siena mendengar kabar bahwa Fero telah di jodohkan, dengan seorang wanita asal Kanada, maklum karena selama ini pun Fero tinggal di sana Anak-anak pun sering bertanya, kemana Deddy nya pergi, menghilang tanpa jejak, Siena sangat sedih lagi-lagi iya hanya bisa melihat anak-anak nya kembali kehilangan sosok, pengganti sang ayah walau tidak ada hubungan darah, dengan mereka, Siena yang saat itu sedang mengantar pesanan seseorang lewat telepon, ke Alamat, yang di tuju, ternyata,alamat rumah Fero, yang sangat megah, Siena saat itu membawa serta kedua anak nya, iya menyuruh nya menunggu di mobil, Siena, saat itu memijit bel berulang kali, tapi tidak ada jawaban, hingga mobil mewah itu memasuki halaman,dan mobil Siena menghalangi, jalan kendaraan tersebut,Fero turun dari mobil nya iya masih, menggunakan kacamata, dan Siena pun tidak mengenalinya, mungkin karena pangling, karena stelan jas limited edition, yang dia kenakan dan tatanan rambut yang berbeda dari biasanya.


"maaf tuan kalo mobil saya menghalangi jalan anda tadi saya lagi buru-buru, mau mengantar kan pesanan, pemilik rumah ini"


ucap Siena, Fero pun tersenyum lebar iya membuka kaca mata nya lalu berkata.


"Baru saja dua Minggu kita tidak bertemu, sekarang kamu bahkan sudah tidak mengenaliku!"


ucap Fero sambil tersenyum.


"Fero ini beneran kamu, apa kabarnya, kamu kemana saja selama ini, aku dengar kamu sudah menikah ya selamat ya!" ucap Siena sambil menjabat tangan Fero yang terbengong pasalnya dia kaget dari mana Siena tahu tentang pernikahan tertutup nya dengan istri kontrak nya kini, yang tidak ada satu pun yang di beri tahu kan.


"Hanny,,, lama sekali sih, aku sampai kepanasan di mobil eh kamu malah ngobrol di sini dan dia siapa?"


tanya Alicia, pada suaminya.


"Oh,, maaf aku tidak sengaja, Oya kenalin dia teman ku, Siena, dan Siena ini Alicia, istri ku!"


saat Siena ingin berjabat tangan Alicia, menolak nya dia kaya nya jijik menyentuh tangan Siena padahal tangan Siena putih mulus bersih, Siena pun langsung terdiam, sambil menetralkan pikiran nya, bagaimana tidak setelah dia sudah mulai membuka hati Siena malah harus. mengubur perasaan itu kembali, tiba-tiba,


"Daddy,,, Daddy kemana saja, aku kangen Daddy


ucap kedua anak itu kompak memeluk pinggang Fero keduanya, langsung di dorong oleh Alicia yang sangat kasar saat itu.


"ini apa-apa an siapa kalian pergi sana,,!!!"""


teriak Alicia dengan logat bule nya dan dengan kasarnya iya mendorong, anak-anak itu hingga terjatuh di lantai,teras sontak anak-anak itu terbengong, dan me ngaduh ke sakit tan.


"maaf nyonya Fero kalo anak saya lancang, tapi tidak seharusnya anda kasar sama mereka, saya saja tidak pernah menyakiti nya apa lagi anda yang bukan siapa-siapa bagi mereka!"


Fero yang kala itu langsung membantu kedua anak itu dan mengelus-elus kedua nya sambil meminta maaf, dia, kini berbalik melihat ke arah Siena.


"Siena, tolong maafkan istri ku ya dia tidak tahu tentang mereka, sekali lagi atas nama istri ku tolong maafkan dia!"


ucap Fero, yang kini mengatupkan kedua tangannya memohon maaf kepada Siena.


"sudah,lah tidak apa-apa,toh anak ku dan aku lah yang salah, telah lancang, pada kalian berdua maaf, saya permisi!"


ucap Siena sambil meraih kedua tangannya anak-anak itu dan bergegas pergi tanpa menghiraukan,Fero yang meminta nya untuk berhenti, Siena langsung tancap gas saat itu juga, iya kini terdiam sejenak,di dalam mobilnya sambil menyetir.


"Bunda, apa Bunda, marah sama kita karena kita buat malu Bunda,di depan mereka, maaf Bunda,kami tidak sengaja!"


ucap Daniel, yang melihat raut sedih dari wajah ibu nya,lalu Siena, berhenti, sejenak di pinggir jalan.


"Hey,,, sayang Bunda, tidak pernah marah ko sama, kalian, kalian itu anak kesayangan Bunda, jadi mana mungkin, Bunda marah, sama kalian, cuma Bunda, minta tolong, please jangan sembarang memanggil orang lain, apa lagi memeluk nya, seperti tadi Bunda, ngerti kalo kalian sayang sama Om Fero. tapi Bunda mohon, jangan panggil lagi sebutan itu untuk Om Fero, kalau nanti kalian bertemu di mana pun dan kapan pun, karena Om Fero sudah memiliki, istri dan istri nya itu keberatan Sayang, jadi Bunda, mohon sekali lagi, jangan lakukan,hal seperti tadi.


Bunda tau sayang, kalian membutuhkan sosok Ayah, tapi ingat lah semua sudah di atur oleh yang maha kuasa, kalian di takdir kan hanya memiliki Bunda, dan kalian harus syukuri itu, seperti, Bunda, juga hanya memiliki kake jadi, Sinan, dan Daniel juga harus bersyukur, karena banyak dari mereka di luaran sana bahkan tidak memiliki keluarga, tapi mereka selalu bersyukur, dan tidak pernah mengeluh, harus nya kalian juga begitu apa lagi kalian masih punya Bunda,dan kakek yang sangat sayang dengan kalian sudah mengerti sayang nya Bunda?"


Siena, adalah ibu yang terbaik untuk mereka, dia selalu menjelaskan, dengan sangat lembut dan perlahan,agar anak-anak nya mengerti, apa yang di sampaikan, nya .


"Iya Bunda kami mengerti" mereka pun langsung, berangkat lagi menuju ke mall kebetulan hari ini libur, Siena,ingin membawa kedua anak kembar nya ke mana pun yang mereka inginkan saat ini, mereka meminta nonton di bioskop, Siena pun mengikuti kemauan, anak-anak nya itu, sehabis menonton, Siena membawa mereka, kesebuah restoran untuk, makan siang bersama kedua buah hatinya itu, mereka asik mengobrol sambil makan setelah itu Siena, bergegas menuju sebuah toko mainan, iya bahkan memborong setiap jenis mainan di sana hingga satu mobil boks kini telah penuh oleh mainan tersebut, melaju mengiringi mobil Siena.


"Bunda, kita mau kemana,ko aku tidak di beritahukan, akan membuka toko mainan ?"


rasa penasaran dari mereka muncul hingga mobil Siena memasuki gerbang panti yang sudah lama tidak di jumpai nya.


"Bunda ini tempat apa?"


tanya Sinan.


"ini tempat dimana anak-anak kurang beruntung itu tinggal sayang"


jawab sang ibu.


Daniel pun mengikuti nya dari belakang Siena menggenggam kedua tangan anak-anak yang sekarang sedang ber pegangan,pada nya.dia tidak tahu seseorang, tengah menatap sendu kearah mereka dari balik mobil hitam tersebut.


"Sayang, apa selama ini kalian baik-baik saja tolong maafkan aku yang tidak bisa mendampingi kalian saat ini"


Gumam Adnan yang baru saja menemui ibu ketua panti, dan kini ia menunggui di dalam mobilnya,di tempat tersebut.


sementara di dalam ruangan ibu panti merasa begitu bahagia karena telah lama Siena tidak pernah datang setelah dua belas tahun dan kini dia kembali hadir untuk memberikan sumbangan seperti biasa nya, mobil boks yang kini sudah terparkir saat itu seorang sopir, turun dan mengangkut mainan dari dalam mobil nya di bawa ke dalam Daniel, saat ini sedang kagum pada sang Bunda, yang menurut pengakuan ibu panti itu Bunda, nya selalu berbagi untuk anak-anak nya yang kurang beruntung itu.