Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
Terpisah


setelah pesta selesai Adnan dan Liliana kini pulang ke Jakarta tanpa pamit pada Siena karena Siena tengah tertidur saat ini.


di Paris seorang wanita tengah mengamuk pada puluhan anak buah nya karena cucunya telah hilang selama dua hari ini.


sementara itu yang menjadi cucunya kini tengah asik berkeliling kota dengan seorang pria tampan dan kaya raya, yaitu Daniel kekasih nya saat ini mereka tengah jalan bertiga bersama Sinan. dengan pengawalan ketat karena Daniel tidak mau ada yang mengganggu aktivitas nya bersama dengan Juli dan kekasih nya itu.


rencana nya Daniel akan segera kembali ke Indonesia bersama dengan Juli, dia lebih suka tinggal di Bali ketimbang di negri orang.


setelah puas berkeliling, Sinan Daniel dan juga Juli kini tengah menikmati makan siang di sebuah restoran mewah.


tiba-tiba, saja ada seseorang wanita tua yang masih terlihat cantik dan sangat berkuasa dia menarik tangan Juli dengan kuat.


dia berbicara menggunakan bahasa Perancis, yang tidak di mengerti oleh orang asing yang tidak pernah belajar bahasa negri itu.


seketika Juli berteriak


"kak, tolong aku dia mommy, ingin membawa ku pergi,momm... please lepas kan aku dia ada di sini kak, Daniel datang untuk mencari ku" pinta Juli, seketika nenek Juli menatap ke arah Daniel.


"jadi kau anak muda yang telah membuat cucuku menderita selama ini heuhhhhh"ucap Natalia, yang kini menatap tajam kearah Daniel dengan Santai nya Daniel menjawab.


"aku adalah lelaki yang sangat mencintai cucu mu ini,mari kita bicara nyonya silahkan anda duduk kita akan bicara" ucap Daniel.


" hmmm ternyata kau adalah seorang pemberani juga rupanya, baik lah aku ingin tahu seberapa besar keberanian mu itu" ucap sang nenek.


Daniel dan Natalia saling berhadapan, saat ini dan dengan wajah sangat tegas tidak tergambar sedikit kehalusan pun sikap Natalia, sebagai mana mestinya seorang wanita cantik Natalia punya aura pemburu .


"kau, bilang kalau kau mencintai cucu, kesayangan ku lalu apa yang kau punya untuk bisa membahagiakan nya saat ini dan kelak saat kau menikah dengan nya" tanya Natalia tegas.


"jika kau orang penting di negara ini atau kau seorang penguasa kau pasti tahu aku adalah cucu dari Jimi Hendrix, yang memiliki beberapa cabang perusahaan,di sini dan beberapa negara lain, kurasa itu cukup untuk bisa membahagiakan cucu mu itu" Daniel bukan nya ingin sombong tapi itu karena desakan, Daniel tau Natalia bukan orang sembarangan.


" hmmm... aku tau bahkan kau itu anak siapa aku tau tapi ada satu hal yang harus kau tau, cucuku akan segera menikah dengan pengusaha sukses dari Amerika, jadi kau sudah terlambat, anak muda" ujar Natalia santai.


"tidak bisa dia adalah kekasih ku dan kita sudah melakukan hubungan suami istri, jadi sebenarnya kau lah yang kalah nyonya" ucap Daniel.


"kurang ajar, kau berani menodai cucu ku,, kau akan tahu akibat nya"ancaman Natalia padahal Daniel mengatakan itu adalah dengan maksud agar Natalia mengalah tapi sayang keras kepala nya tidak bisa di runtuh kan begitu saja.


"aku tidak takut dengan ancaman mu nyonya,kau sendiri yang akan menanggung malu karena tidak ada seorang pun yang akan menikah dengan cucu mu yang sudah tidak virgin lagi" tantang balik Daniel.


"bawa dia pergi sekarang juga, dan kau anak muda,kau akan tau akibat nya nanti"ancaman yang terus di lontarkan oleh Natalia pada Daniel sementara itu Juli di bawa paksa namun Daniel tidak kalah cerdik dari mereka iya memasukkan ponsel dan kalung kedalam kantong baju Juli saat itu juga dan memberikan kode pada Juli untuk tidak khawatir.


Juli pun di bawa pulang oleh Natalia, dan sebenarnya, Natalia bukan lah orang yang jahat hanya saja dia terlalu waspada dengan orang yang menginginkan cucunya itu, karena bukan hanya Daniel yang kini menginginkan cucunya itu,ada sepuluh orang pengusaha sukses, yang mendambakan cucunya yang sangat cantik bak model papan atas itu.


"Juli mommy tidak ingin kau berbohong, apa benar kau dan dia saling mencintai, dan apa benar kau telah di nodai oleh nya saat ini" pertanyaan itu sangat menakutkan bagi Juli iya tau Nenek nya sangat lah tegas.


"iya mommy kami saling mencintai sedari dulu,kami terpisah karena kecelakaan itu, dia lah Daniel yang sering hadir di mimpi ku selama ini, kalau tentang itu mommy pasti sangat tau, aku tidak harus menjawab nya tapi please momm... jangan pisahkan kami"jawab Juli sambil memohon.


dua bulan berlalu mereka tidak bertemu satu sama lain tapi Juli selalu menghubungi Daniel secara diam-diam, mau itu panggilan video atau pun, lewat pesan.


Daniel sedang di sibukkan oleh pekerjaan nya selama dua bulan ini Juli pun tau itu dan tentang perjodohan nya dengan pengusaha asal Amerika itu di batalkan pihak pria karena Daniel menekan nya secara besar-besaran, Natalia tidak tahu kalau yang di jodohkan dengan cucunya itu adalah rekan bisnis Daniel.


ada rasa lega di hati Natalia, karena dia tidak perlu merasa malu dengan pbatalan perjodohan itu, pasalnya tekad awal Natalia adalah, ingin cucunya bahagia tanpa memikirkan laki-laki yang tidak pernah jelas keberadaannya.


ya Natalia, tidak mengenal Daniel tapi dia kenal dengan, Jimi bahkan dulu Jimi adalah teman satu club' saat mereka kuliah dulu sering hangout bareng, mereka tidak pernah tahu itu.


Jimi adalah teman lama Natalia, yang sangat dekat, hingga Jimi pernah jatuh cinta dengan nya namun sayang Natalia menolak nya, mungkin bukan cinta yang di berikan pada mendiang istrinya tapi Jimi hanya menyukai sifat Natali yang keras.


saat ini Daniel berada di Indonesia tepat nya di Bali,ia tengah beristirahat sejenak, dari rasa lelah yang menderanya, saat ini Daniel juga sangat rindu dengan Bunda dan Daddy nya yang selama ini selalu mberikan dukungan, pada nya, dan selalu mengajarkan kiat sukses pada Daniel selain Jimi.


Jimi saat ini tidak menggunakan kursi roda lagi setelah operasi nya berhasil, Jimi memiliki, penyakit ginjal, saat itu dan tidak di sadari nya tapi setelah operasi ia kini kembali sehat seperti sedia kala dan Daniel sangat bahagia selama ini ia merasa kehilangan sosok yang jadi, penyemangat hidup nya.


Jimi saat ini tengah menikmati camilan yang di buat oleh putrinya Siena, sepotong cheese cake, dan segelas susu hangat.


itu adalah susu pengganti kopi, yang selama ini dia minum.


Jimi kini tengah mengobrol santai dengan cucu dan juga menantunya yang tampan ia adalah Fero meski usia Fero sudah lima puluh tahun, tapi tubuh dan ketampanan nya tidak pernah berubah, dia seperti pria berusia tiga puluh tahun.


🌹💖💖💖🌹


Bali, tepat nya Bandara Ngurah Rai Bali.


seorang wanita cantik kini tengah berdiri menunggu taksi,dialah Juli yang sengaja datang, Karena ingin mberikan kejutan terhadap Daniel, yang tidak tahu kalau Juli sudah mendapatkan izin, dari Natalia, untuk bersama dengan nya saat ini.


taksi pun datang Juli tengah masuk kedalam mobil tersebut dan menunjukkan Alamat yang sempat di berikan Sinan sebuah Mension yang di bangun dari di tengah tanah luas milik, Jimi Kakek dari, kekasih nya itu.


Daniel kini tengah berada di depan Mension untuk, bersiap pergi ke cafe bermaksud untuk menemui klien nya namun kedatangan mobil taksi depan gerbang Mension itu mengejutkan nya, karena ia melihat seseorang, yang sangat di rindukan nya kini turun dari mobil tersebut.


Daniel berlari, kearah Juli dan langsung memeluk nya erat Juli pun tersenyum manis mereka saling memberikan kecupan di bibir,lalu bergegas masuk ke dalam Mension sementara koper Juli di antar oleh asisten rumah tangga menuju kamar Daniel. atas permintaan Daniel karena Juli tidak akan bisa tidur jauh dari nya nanti saat mereka berada satu rumah.


"sayang sebentar tolong tunggu di sini aku panggil kan Bunda dan semua nya" ucap Daniel yang kini menuntun Juli untuk duduk di sofa yang sangat mewah itu


"Bunda, Bunda di mana aku mau kenalin seseorang pada kalian" teriak Daniel, tiba-tiba semua orang datang bersamaan dan langsung bertanya.


"siapa" kata Fero, dan Siena berbarengan.


"kenalin ini Juli, Bun.. Daddy" ucap Daniel.


"uncle, aunty kenal kan saya Juli calon istri nya ka Daniel" ucap Juli tanpa ragu.


"owh begitu ya, selamat datang" ucap Siena yang kini langsung memeluk Juli erat.


"panggil mommy.. sayang" ucap Fero.


"baik Daddy" ucap Juli.


"ehmm..." Deheman Jimi membuat semua nya menoleh.


"kek,,,ini " ucap Daniel belum selesai tiba-tiba .


"kau cucu nya Natalia bukan" tanya Jimi.


" iya, dari mana kakek tau" tanya Juli


"dia adalah sahabat ku, dan aku langsung tau saat melihat wajah mu, dan sebelum nya, Natalia pernah mengirim pesan padaku" jawab Jimi.


"jadi kakek, kenal dengan mommy" ucap Juli.


"tentu, dia sahabat ku sejak kuliah dulu"jawab Jimi.


mereka pun kini berbincang hangat dan Daniel lupa dengan janji bertemu dengan klien nya hari ini kalau Digo tidak mengingat kan nya.


" tolong hendel pekerjaan ku saat ini Digo. aku sedang ada urusan keluarga" pinta Daniel.


" baik tuan muda" ucap Digo di sebrang telpon.


" sayang apa?kamu sudah makan, kalau belum kita makan dulu, kamu pasti lapar bukan" kata Daniel antusias.


" hmmm, baik lah" ucap Juli yang langsung di gandeng Daniel.


"hmmmm,,, sweet nya Hanny"kata Fero sambil tersenyum kearah Siena.


"sayang, memang nya kau tidak pernah seperti itu"tanya Siena.


"justru itu, aku minta jawaban dari mu, saat ini.


jawab Fero.


"mungkin dengan mantan mu" kata Siena.


"heuhhhhh mulai deh,,,," ucap Fero.


"apanya yang di mulai" tanya Siena.


"tidak ada,ayo pergi sayang katanya mau pijitin aku" Fero mengingat kan.mereka pun pergi menuju kamar nya.


sementara Sherly,kini tengah bermanja-manja pada kakek nya minta di belikan boneka baru padahal boneka nya sudah sangat banyak dari mulai yang terbesar hingga yang terkecil.


"kakek boleh ya aku beli boneka yang kemaren soalnya, boneka itu lucu sekali kek..." rengek Sherly, yang kini duduk di pangkuan sang kakek, Sherly mencium pipi kakek nya agar Jimi mau membelikan nya.


"Sherly, sayang dengar kan Kakek, tidak baik Lo menumpuk barang yang sifatnya hanya di senangi sementara, lagian pertama sayang uang nya kalo di hambur-hamburin untuk yang tidak perlu, kedua lebih baik kamu sedekah kan uang itu untuk orang yang tidak mampu di luar sana masih banyak orang yang kekurangan sayang bahkan untuk makan pun mereka sulit jadi mulai sekarang lebih baik uang yang kamu punya sebagian di tabung dan sebagian kamu sumbangin,kan boneka Sherly udah numpuk banget tuh gimana kalau subangin ke panti asuhan seperti mommy dulu, apa kamu tau mommy mu adalah orang yang dermawan, dia tidak pernah Sayang uang atau barang selama ini dia selalu memberikan hasil kerja keras nya untuk orang-orang yang membutuhkan" kata Jimi memberikan nasihat untuk cucunya itu.


" baik lah,kek, besok Sherly sumbangkan boneka Sherly semua nya,agar Sherly menjadi seperti mommy" ucap Sherly antusias.


Daniel dan Juli yang mendengar kan hal itu, mereka tersenyum bangga ternyata selama ini, sifat kakek selalu jadi panutan bagi nya.


" sayang, ternyata kakek Jimi adalah guru yang baik untuk cucunya, tidak heran semua nya sangat baik ternyata kakek nya, juga orang yang sangat baik, seperti kamu" ucap Juli sambil mengecup bibir Daniel sekilas.


"tentu tapi ingat jangan naksir sama kakek ya" ucap Daniel bercanda.


"tidak lucu, sayang" jawab Juli sambil cemberut.


"hmm... kamu itu bikin gemas deh Sayang senyum gak, kalau gak senyum nanti aku tinggal, pergi loh..." ancaman Daniel.


akhirnya Juli pun tersenyum walau di paksa kan, karena tidak mau di tinggal pergi.


mereka pun kini pergi, ke kamar nya, untuk beristirahat sekalian Daniel ada tugas yang harus dia kerjakan, dan saat mereka sampai di kamar nya, Daniel memeluk tubuh Juli dengan erat, dan memberikan sedikit kecupan di leher jenjang milik. Juli.


"sayang, euhh.. jangan begini " ucap Juli sambil berusaha melepaskan diri.


"baik lah, aku berhenti saat ini selamat tidur sayang ku, aku akan mengerjakan pekerjaan ku saat ini" ucap Daniel sambil mengecup bibir Juli sekilas.


Juli pun merebahkan diri nya di ranjang empuk tersebut, perlahan matanya terpejam dan Daniel dengan usil nya memotret Juli yang sedang tertidur.


setelah dua jam mengerjakan pekerjaan, nya kini Daniel Akhirnya selesai juga, dia pun berbaring, di ranjang yang sama dengan Juli ia memeluk Juli saat ini, Daniel pun menyusul Juli ke alam mimpi.


hanya butuh tiga puluh menit, Daniel istirahat.


kini Daniel membuka mata nya perlahan tapi pasti ia melihat bibir Juli yang sejajar dengan nya Daniel tidak me nyia-nyiakan kesempatan itu dia langsung **********, perlahan tapi pasti, mereka pun kini bercumbu mesra, setelah selesai Daniel pun berkata.