
setelah, selesai makan Sinan pun duduk sejenak setelah itu,ia kembali merebahkan diri di samping Kenan, Ken yang baru saja memejamkan mata nya kini dia kembali terbangun.
"Hanny, kamu sudah selesai?" ucap Kenan.
"hemm,, ya maaf aku tidak sengaja membuatmu terbangun" ucap Sinan.
"tidak masalah mendekat lah,biar aku bisa memeluk tubuh mu Hanny" ucap Kenan.
"Hem...baikl, Hanny" Jawab Sinan dia pun menggeser posisi tidur nya menghadap Kenan mereka pun tidur dengan posisi saling berpelukan.
malam pun berganti siang mereka berdua mengerejap kan mata, karena sinar matahari yang masuk lewat celah gorden.
Sinan pun bangkit terlebih dahulu, setelah itu ia membuka gorden dan jendela kaca, yang langsung tembus ke balkon,angin segar pun masuk, saat itu juga.
setelah itu Sinan langsung membersihkan tubuh nya, karena sudah terasa lengket setelah bangun tidur saat ini Kenan hanya bisa memandangi istrinya dengan perut buncitnya, dia masih bisa bergerak bebas sementara itu di kamar mandi, Sinan berendam di bathtub sekitar lima belas menit, dan setelah merasa segar ia pun langsung membersihkan diri di ruang shower.
beberapa menit kemudian Sinan keluar dengan lilitan handuk yang membalut kepala dan handuk di badan karena kimono mandi nya tidak bisa menutupi perut buncitnya itu.
"Hanny, kamu sudah selesai mandi masuk lah ke room closed di sana sudah tersedia baju milik mu" ucap Kenan, yang tidak ingin melihat istrinya kesulitan.
"terimakasih sayang ku, kalau begitu aku langsung ganti baju saja" ucap Sinan.
"iya, nanti aku bantu kamu mengeringkan rambut mu" ucap Kenan lagi.
"tidak usah Hanny,kata dokter kamu belum di perbolehkan beraktivitas" ucap Sinan.
"tapi aku lebih suka,dokter yang ini" ucap Kenan.
Sinan hanya geleng-geleng kepala saat ini karena, Kenan pasti tidak akan berhenti bicara jika dia tidak langsung pergi.
setelah selesai memakai baju Sinan pun keluar dari room closed, Kenan pun tersenyum saat ini melihat dress selutut yang di pakai istrinya itu begitu longgar di bagian perut karena memang Kenan minta perancang khusus membuat itu, untuk Sinan.
"Hanny, kamu ko senyum-senyum sendiri sih ada apa hemm?" ucap Sinan.
"aku suka melihat mu dengan dress itu kamu tambah cantik Hanny" ucap kenan.
"ya ampun ken.ini masih pagi kamu sudah berkali-kali menggombali ku" ucap Sinan.
"itu wajar kan namanya juga,,,,,!"ucapan Kenan terhenti saat seseorang langsung membuka pintu kamar nya.
"hey, apa kau tidak punya sopan santun" ucap Ken, lagi-lagi terhenti.
wanita yang baru saja masuk ke kamar itu adalah Sarah, Sinan hanya pura-pura tidak mengenal dia langsung duduk depan meja rias nya saat ini karena, tidak mau memperhatikan interaksi Sarah yang kini tengah memohon pada Kenan agar dia ikut dengan, nya saat ini.
"Sarah kita sudah bercerai kamu mau apa lagi, aku sudah memberikan mu sebagian harta itu agar kau bisa hidup layak" ucap Kenan.
"tidak Ken, aku tidak mau itu aku ingin kita hidup bersama kembali itu yang aku mau" ucap Sarah,sambil memohon.
"itu tidak mungkin aku sudah memiliki istri yang sangat aku cintai, jadi sebaiknya kamu pergi dan renungkan kesalahan mu masih Untung aku, tidak menghukum mu saat tau bayi itu bukan anak ku" ucap kenan tegas.
"Ken, aku mohon tidak adakah cinta mu yang dulu sempat kau ucapkan untuk ku?" ucap Sarah.
"aku tidak mau bahas itu lagi, pergilah" ucap Kenan yang secara kebetulan Sinan pergi ke luar kamar.
"Hanny, aku tidak menyuruh mu pergi" ucap Kenan pada Sinan.
"aku hanya tidak ingin mengganggu obrolan kalian lanjutkan saja aku ada di taman belakang" ucap Sinan.
"tidak Hanny kamu akan tetap di sini" ucap Kenan.
"ken, aku lapar ingin sarapan apa tidak boleh?" ucap Sinan.
"tidak biar mereka yang mengantar kan sarapan ke sini" ucap Kenan sambil memijat tombol di samping ranjang nya.
"bawakan sarapan untuk istri ku tercinta" ucap Kenan tegas.
"baiklah tuan"jawab pelayan di sebrang panggilan.
Sinan pun kini terpaksa duduk di sofa dan menunggu, kedatangan pelayan yang membawakan sarapan pagi nya.
"Ken, aku mohon berikan aku kesempatan" ucap Sarah memohon.
"Ken, kenapa tidak kembali saja pada nya kasihan kan bayi nya membutuhkan perhatian khusus dari mu"ucap Sinan menengahi .
"apa yang kamu ucapkan Hanny, aku tidak akan pernah melakukan hal itu" ucap Kenan tegas j
kini menatap pada mata istri nya,Ken tau Sinan sendiri sedang gusar.
"Hanny kemari lah!"pinta Kenan.
"tidak Ken, aku sedang menunggu sarapan" tolak Sinan.
"kamu bisa sarapan di sini" ucap Kenan lagi.
"aku tidak mau sarapan di situ" ujar Sinan.
"baik lah aku yang akan kesana" ucap Kenan.
"tidak Ken, aku tidak ingin kau kemari ingat kata dokter kamu belum boleh bergerak" ucap Sinan.
"kalo begitu kamu kesini atau aku yang kesana" ucap Ken, sedikit meninggi.
"ya baiklah-baiklah aku ngalah" ucap Sinan yang kini berjalan menghampiri Kenan dari arah kiri karena di kanan ada Sarah yang masih menatap sendu pada Kenan, ingin di maafkan agar bisa kembali lagi.
"Hanny, sejak kapan kamu jadi susah di bilangin" ucap Kenan.
"aku tidak merasa Ken" ucap Sinan tanpa menoleh.
"tatap aku saat aku bicara"ucap Kenan kesal tapi Sinan langsung pergi dari dalam kamar nya.
"Hanny, tunggu jangan pernah berani keluar satu langkah pun jika kau masih ingin melihat ku baik-baik saja"ucap Kenan yang langsung menghentikan langkahnya.
"Ken, aku lapar!" ucap Sinan.
tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dan Sinan langsung membuka nya.
"nona muda ini sarapan pagi anda!" ucap pelayan tersebut.
"apa kau tidak ingin bekerja lagi di sini sudah berapa lama istri ku menunggu untuk sarapan" ucap ken, membentak pelayan tersebut.
"Ken" ucap Sinan sambil melirik ke arah Kenan meminta agar dia tidak marah.
"pergi lah sekarang kau selamat berkat istri ku yang cantik ini" ucap Ken
Sinan pun membawa nampan Tersebut dan duduk di sofa dia asik sarapan sendiri tanpa perduli pada mereka yang sedang menatap nya.
"segitu lapar nya kah kau Hanny sehingga tidak ingat dengan suami mu ini" ucap Kenan.
"aku tidak mau di ganggu saat sarapan pagi karena perutku sudah sangat lapar"jawab Sinan.
tiba-tiba, Kenan menekan tombol di samping nya lagi.
"aku akan mandi tolong cepat kemari" ucap kenan.
🌹💖💖💖🌹
setelah Sarah pergi dan bilang akan kembali, Ken, pun tidak ingin menggubris nya saat ini mereka hanya duduk diam setelah Ken mandi bersama perawat pria nya.
"Hanny, aku juga ingin sarapan" ucap Kenan.
"baiklah aku akan buatkan untuk mu" ucap Sinan.
"tidak, aku tidak ingin kau turun ke dapur, cukup suapi aku di sini" ucap Kenan.
tidak lama seorang pelayan datang menghampiri mereka mbawa satu nampan besar berisi dua gelas air putih dan dua gelas susu, juga ada pancake. dan sup iga, dengan roti isi daging.
" Hanny, apa perut kamu muat"ucap Sinan.
"aku ingin kan itu" ucap kenan sambil menunjuk roti isi daging.
"terus yang ini?"tanya Sinan menunjuk ke arah sup,iga dan pancake.
"itu untuk mu sayang ku, kamu butuh nutrisi lebih agar bayi kita tumbuh sehat" ucap Kenan.
"tidak Ken, aku masih kenyang" ucap Sinan
"setidaknya kamu cicipi saja"ucap Kenan.
mereka pun kembali makan sarapan bersama Sinan hanya mencicipi makanan yang tadi selebihnya Kenan yang habiskan karena Sinan bilang jangan membuang makanan Dosa.
pagi ini Kenan bosan terus berada di kamar nya makanya dia meminta untuk keluar kamar kepada para bodyguard nya.
Kenan sudah duduk di kursi roda ia pun di bawa turun oleh mereka di ikuti Sinan di samping nya.
mereka pun menuju taman belakang yang di penuhi berbagai macam jenis bunga mawar, sengaja Kenan buat untuk istrinya itu,di setiap rumah nya.
"Ken,,, taman nya indah" ucap Sinan takjub.
mereka pun duduk bersantai di atas sofa empuk yang sudah di rancang se nyaman mungkin Kenan berbaring di atas paha Sinan sambil sesekali mencium perut buncitnya
"Hanny, aku sangat bahagia, saat ini berhenti lah bekerja setelah anak kita lahir nanti aku hanya ingin kau fokus mengurus anak kita" ucap Kenan.
"akan aku usahakan sayang tapi tidak janji" ucap Sinan.
"sayang kamu punya banyak asisten kalau perlu aku bisa tambah kan lagi yang lebih mahir untuk mengurus pekerjaan mu" ucap Kenan.
"Ken, aku belum berencana untuk itu tapi setelah aku lahir nanti aku akan pikirkan lagi" jawab Sinan.
Kenan pun berhenti, berucap dia tidak ingin berdebat dengan istrinya lagi saat ini dia ingin ketenangan.
sementara itu di pun memejamkan mata nya, Sinan mengelus puncak kepala suaminya dengan sayang, saat ini bahkan dia juga, memejamkan mata nya dalam posisi duduk nya saat ini, hingga Ken tersadar karena sudah tidak bisa mendapatkan sentuhan lembut dari istrinya itu.
Ken, menyuruh bodyguard nya membantu dia duduk di kursi roda nya saat ini dan setelah itu dia menggeser posisi tidur Sinan.
"sayang,ayo bergeser ke sini kamu harus tidur dengan nyaman" ucap Kenan.
"aku ketiduran Ken, sudah sekarang aku sudah tidak ngantuk lagi" kata Sinan.
tapi aku ingin tidur bareng kamu di sini, ucap Kenan yang langsung mendapat anggukan dari istrinya itu.
Sinan pun pindah ke sebuah tempat santai khusus ranjang di tengah taman yang sudah di pasang atap otomatis.
"sayang nyaman sekali" ucap Sinan.
"syukurlah kalau kamu suka Hanny" ucap Kenan.
mereka pun, lanjut memejamkan mata nya sama-sama saling berpelukan.saat ini
hingga makan siang tiba mereka pun membuka mata karena merasa sedikit lapar, saat ini Sinan pun bergegas, mencuci wajah nya di wastafel sebelah samping di sana juga ada toilet,
"Nona, muda makan siang sudah siap" ucap para pelayan tersebut Kenan pun di bawa oleh orang-orang nya untuk membersihkan wajah nya di toilet.
setelah kedua nya duduk di sofa kembali Sinan dengan telaten menyuapi suaminya itu makan setelah itu, ia sendiri yang makan, Kenan merasa sangat bahagia saat ini bisa bersama dengan istri nya yang selalu menemani nya di keadaan apapun.
Kenan, pun tersenyum di saat ia menatap wajah istrinya itu, yang baru selesai makan, Kenan langsung menggenggam tangan istrinya dan berkata" terimakasih Hanny aku bahagia saat ini kamu adalah istri ku yang terbaik selain cantik dan baik hati kamu juga adalah bidadari yang aku temukan saat aku benar-benar,sangat kesepian hidup di dunia ini" ujar Kenan sambil mencium tangan Sinan.
sementara itu di Indonesia Daniel masih uring-uringan, saat ini bagaimana tidak Juli masih tidak bisa di sentuh nya padahal ia sangat merindukan istrinya itu, saat ini bahkan Daniel berjanji tidak akan pernah memiliki anak lagi jika harus tersiksa pasca istri melahirkan.
Daniel bahkan hanya ingin anak nya dua saja karena memang sudah lengkap saat ini, jadi tidak mau lagi bukan menolak rejeki yang di berikan oleh tuhan tapi ia tidak tahan dengan godaan rindu yang bahkan saat ini belum bisa di tuntaskan.
sementara itu Jimi hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala, Daniel tidak juga bisa mengendalikan, keinginan nya kalo bukan Adnan menyuruh nya menangani perusahaan nya di Jakarta itu pun suruhan Jimi agar Daniel mau jauh dari istrinya itu.
"kek, bagaimana ini Ayah menyuruh ku ke perusahaan nya" keluh Daniel.
"pergilah, mungkin ayah mu sedang kesulitan bantu lah dia" ujar Jimi sambil tersenyum.
Fero, masih tertawa melihat tingkah Daniel saat ini, betapa tidak anak pertama Siena ini begitu lucu hilang sipat dingin dan berwibawa nya hanya karena urusan ranjang yang semakin tertunda.
"Daddy, kenapa Daddy dari tadi ketawain aku" ucap Daniel mencabikan bibir nya.
"Daddy, tidak ketawain kamu Dan,, Daddy hanya lucu melihat tingkah Sherly lihat saja sana" ucap Fero mengalihkan perhatian.
"lucu apa nya Sherly, lagi nonton film juga" ucap Daniel.
tiba-tiba saja, Sherly mengejek, Daniel yang kini tengah kesal.
"awas ya kamu kalo minta di belikan sesuatu kakak tidak akan pernah kasih" ucap Daniel.
"tak masalah ada Daddy juga kakek" jawab Sherly cepat dengan cueknya.
Jimi hanya tersenyum melihat tingkah Sherly
dan langsung menuju tempat cucunya itu tengah menonton film.
"Sherly, tidak baik bilang begitu ke kakak' Dan, sekarang kan yang bekerja di perusahaan kakek kakak Dan.. jadi kalau dia tidak memberikan uang kepada Kakek otomatis kakek juga tidak bisa memberikan mu apa pun" ucap Jimi memberikan pengertian dengan lembut.
"iya kakek aku minta maaf" ucap Sherly yang langsung di sambut ejekan dari Daniel.
"hmm,, dasar anak manja" ucap Daniel.
"Daddy, aku di ejek kakak,hiks hiks hiks" ucap Sherly mengadu.
"Dan... jangan begitu kasihan adik mu" ucap Siena.
"habis suruh siapa dia mengejek aku Bunda" ucap nya membela diri.