Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
pindah rumah


setelah mengobrol dengan Siena, Jimi, dan Fero Daniel hari ini memutuskan untuk pindah ke, Jakarta, Daniel akan menempati rumah yang dulu Siena beli rumah mewah itu masih sangat terawat dengan baik Siena memang sangat menjaga aset kekayaan nya.


sesampainya di rumah tersebut Daniel dan Juli di sambut oleh beberapa pelayan yang kini akan bekerja di sana, Daniel mengurus cabang perusahaan, Jimmi yang ada di Jakarta biar bisa sekalian mengurus perusahaan milik Adnan yang masih di kelola oleh ayah nya tersebut.


"selamat datang tuan muda, dan nona muda" ucap mereka berbarengan.


"terimakasih, Oya, apa kamar utama sudah di bersihkan"tanya Daniel.


"semua, sudah bersih tuan anda tinggal menempati nya makan siang juga sudah tersedia sesuai pesan nyonya Siena" ucap kepala pelayan di rumah tersebut.


"terimakasih kami akan segera bersih-bersih dulu baru makan tolong bawakan koper dan barang-barang kami ke atas" pinta Daniel.


"sayang ayo naik kamar kita ada di lantai dua" ucap Daniel.


"baik lah sayang, aku sudah lelah dan ingin segera berendam biar seger" kata Juli yang kini berjalan menaiki tangga di ikuti oleh Daniel.


"sayang, mulai saat ini kita tinggal di sini semoga kita selalu bersama dengan hidup kita" ucap Daniel.


"amiin sayang" jawab Juli.


mereka pun langsung pergi ke, kamar dan langsung bergegas menuju kamar mandi, karena merasa lengket setelah perjalanan dari Bali ke Jakarta.


setelah mandi bersama mereka turun untuk makan siang saat ini, dan selama makan mereka tidak ada yang bersuara hanya sesekali saling menatap.


"Hanny, apa kamu sudah siap untuk memiliki bayi" tanya Daniel.


"hmmm... aku belum tahu sayang tapi tergantung tuhan saja,sedikasih nya saja Sayang, lagian aku juga harus menyesuaikan keadaan ku yang masih baru menikah ia kan kita, harus siap semua nya, selain materi mental juga harus sudah siap karena tidak mudah bagi orang tua seperti kita yang masih labil" ucap Juli yang sempat kuliah jurusan psikolog...


"hmm... kamu benar sayang ku, baik lah tapi jika itu hadir saat ini juga kita tetap harus siap" kata Daniel.


"hmmm.. itu sudah pasti Sayang"ucap Juli..


mereka pun memutuskan untuk istirahat, saat ini di kamar mereka.


sementara itu di Paris Sinan tengah mengadakan peragaan busana,di hotel milik Daniel, iya mendatang kan model papan atas dan beberapa teman di desainer yang selalu bekerja sama dengan nya,di tempat duduk VVIP, seorang pria asal Jerman sedang memperhatikan Sinan yang kini berpidato untuk pembukaan acaranya,ini Sinan yang di dampingi Jimi dan Sherly yang selalu mengikuti sang kakek kemana pun mereka pergi, saat ini Sherly. minta di antar ke toilet oleh asisten Jimi yang seorang wanita.


"baiklah untuk mempersingkat waktu saya ingin menghadirkan sebuah maha karya yang sengaja kami berdua rancang maha karya yang telah lama tersimpan kini akan kami tampilkan di sini berawal dari, kegigihan mommy ku yang seorang desainer terkenal di masanya hingga saat ini, saya hadir untuk melanjutkan karya nya di masa depan, wanita tangguh dan sangat kami cintai selama ini telah melahirkan putra putri seperti kami dan dengan di bantu orang-terhebat di dalam nya yaitu tuan Jimi Hendrix pemilik perusahaan ternama di beberapa negara, dia lah pedoman kami, acara hari ini adalah sebuah penghargaan untuk kakek saya dan mommy saya tercinta pesta pagelaran mahakarya S2 di gelar..." Siena


berpidato kurang lebih seperti itu,lalu ia turun, perlahan menuruni anak tangga,di sambut oleh Jimi yang lang memeluk dan mencium kening cucunya itu, semua orang bertepuk tangan dengan meriah.


karya terbaik rancangan Sinan dan Siena pun kini, tengah di pertontonkan oleh model papan atas di negara itu,deretan para selebritis, dan juga pengusaha ternama hadir di acara tersebut,salah satu nya adalah kenan Anderson. pria asal Jerman tersebut tidak pernah berpaling sekejap pun iya melihat, Sinan yang begitu cantik dan elegan, bahkan di antara para tamu yang hadir, Sinan lebih cantik dari mereka itu menurut Kenan ya.


selain acara ini di adakan untuk memperingati hari ibu bagi Sinan, tapi juga ini di adakan untuk amal, dan mereka sangat antusias, bahkan beberapa kawan desainer Siena hadir ikut memberikan dukungan dan berpartisipasi untuk memeriahkan acara, Sinan yang seorang peragawati juga desainer yang cukup di akui karya nya meski pendatang baru di sana tapi semua hasil karya nya telah banyak di eluh-eluhkan oleh para pecinta fashion, mulai dari kalangan artis hingga rakyat biasa.


Sinan tidak hanya membuat baju yang bisa di nikmati oleh orang-orang papan atas tapi juga kalangan bawah seperti sang ibu dulu yang selalu menjadi contoh untuk nya.


acara fashion show.. yang sengaja di gelar nya kini telah memasuki,tahap kedua dimana hasil karyanya saat ini tengah di pamerkan, oleh model-model papan atas, yang bekerja sama dengan nya.


Kenan berbisik pada asisten nya namun matanya tetap fokus pada Sinan.


"tolong,buat janji temu dengan nya setelah acara ini selesai aku malam ini juga" ucap Kenan tegas.


asisten Kenan..pun pergi menemui langsung Sinan, dengan alasan ingin bekerja sama asisten Kenan meminta waktu Sinan setelah acara ini selesai,namun Sinan menolak nya, karena acara ini akan berakhir sekitar pukul dua dini hari.


"maaf, tolong sampaikan pada tuan anda jika masih kekeuh ingin bertemu dan berbicara bisnis,buat janji dulu dengan asisten saya, nanti karena malam ini aku terlalu sibuk" ucap Sinan, dengan sopan.


Jerry, asisten Kenan pun kembali ke tempat duduk nya ia kembali melaporkan penolakan Sinan untuk malam ini karena jadwal yang terlalu padat mungkin baru Minggu depan baru bisa kalau Kenan masih ingin bertemu dengan nya.


Kenan mengangguk dia tau untuk bertemu dengan orang sibuk seperti Sinan pasti perlu buat janji dulu dan itu baru akan tercapai jika ada waktu luang dan entah kapan.


Sinan, saat ini sedang mengobrol bersama Jimi dan Sherly dia minta kakak nya untuk mengantarkan nya tidur walau keadaan tidak memungkinkan tapi Sinan tidak pernah menolak permintaan Sherly walaupun hanya sekedar mengantarkan nya ke tempat tidur itu adalah kebiasaan Sherly, Jimi saat ini masih duduk di kursi paling depan menyaksikan acara yang masih berlanjut sedang Sinan pergi bersama dengan Sherly dan asiten Jimi dengan yang mengurus segala keperluan Sherly.


"kakak, setelah aku kekamar untuk istirahat apa kakak akan naik panggung"ucap Sherly.


"tidak sayang semuanya ada yang urus kakak hanya tinggal menyaksikan itu saja" ucap Sinan yang kini menggunakan gaun paling cantik yang di rancang khusus untuk nya oleh Sinan.


"kalo mommy,di sini pasti dia sangat bangga dengan kakak, dan kalau aku sudah besar nanti aku mau jadi seperti kakak" ucap Sherly.


mereka tidak sadar bahwa ada seseorang yang mendengar kan mereka ya Kenan sangat ingin berkenalan dengan Sinan.


🌹💖💖💖🌹


setelah mengantar, Sherly untuk tidur Sinan kini berjalan sendiri di lorong hotel tersebut saat akan, masuk kedalam lift, tiba-tiba sebuah tangan kekar menghalangi jalan nya.


" maaf Anda siapa dan ada perlu apa menghalangi jalan saya"tanya Sinan yang masih kaget.


"saya hanya minta waktu anda sebentar, saja perkenalkan nama saya Kenan Anderson,saya asal Jerman, ingin minta waktu anda sebentar saja apa boleh" tanya Kenan sopan.


"tapi saat ini saya sedang buru-buru, mungkin setelah selesai acara saya usahakan untuk berbicara" ucap Sinan menolak halus, karena memang, dia sedang di tunggu saat ini.


Sinan punasuk kedalam lift, tiba-tiba ada telpon yang masuk Sinan langsung menggeser layar ponsel nya untuk menjawab nya, Sinan bicara dengan sangat serius, saat dia ingin memencet tombol lift tangan kekar itu sudah meneken nya terlebih dahulu.


Sinan yang hendak berbalik, dengan reflek, wajah nya tepatnya bibi Sinan bertemu dengan bibir nya Kenan ciuman singkat itu terjadi kedua nya, sangat gugup, mereka saling minta maaf, hingga lantai yang di tuju telah di pijak nya Sinan hanya menundukkan kepalanya saking malunya,ini adalah ciuman pertama nya.


Sinan beruntung karena Kenan adalah pria yang sangat tampan dan gagah, walau dia tidak tahu kenan Anderson telah memiliki istri.


pengusaha sukses itu menikah karena perjodohan politik kerjasama bahkan istrinya sering main gila di belakang, Kenan dengan kekasih lama nya.


Kenan dan Sinan kembali duduk di kursi nya masing-masing, namun Sinan sesekali melirik ke arah Kenan, entah apa yang mereka pikirkan saat ini,Kenan tersenyum pada Sinan dan di balas oleh Sinan.


setelah acara selesai Jimi pamit untuk pergi ke kamar nya yang di tempati Sherly saat ini, ya Sherly tidak pernah jauh dari kakeknya kini.


Sinan yang masih membahas pekerjaan nya saat ini dia menutup pembicaraan nya dan pamit bersama dengan asisten nya menuju kamar nya, tiba-tiba saat dia akan masuk ke dalam kamar tersebut, tangan kekar itu kembali menahan nya.


"nona, kamu masih ingat dengan janji mu tadi" kata Kenan mengingat kan.


"maaf tuan hari ini saya benar-benar lelah, bagaimana kalau besok siang saja" pinta Sinan tapi Nona, saya akan pergi ke Jerman saat ini juga hanya sebentar please" pinta Kenan.


"baik lah tuan silahkan anda masuk" ucap Sinan.


Kenan pun masuk ke dalam kamar Sinan, entah kenan ada perlu apa.


"silahkan duduk tuan" ucap Sinan sopan.


"terimakasih, Nona" ucap Kenan sambil mendarat kan bokong nya di sofa empuk tersebut.


"silahkan tuan anda mau bicara apa?" kata Sinan mempersilahkan.


"Nona, kamu tidak menawarkan aku minum maaf aku haus" ucap Kenan, tanpa rasa malu.


"maaf tuan saya hampir lupa" ucap Sinan sambil beranjak ke lemari pendingin ia mengambil minuman, kaleng beralkohol rendah .ia memberikan nya pada Kenan.


"maaf hanya ada itu tuan aku sudah lama tidak kesini" ucap Sinan.


"tidak apa-apa, Oya aku ingin menawarkan kerjasama, dengan mu aku memiliki pabrik tekstil, dengan kualitas terbaik, jika anda berminat, kita bisa bekerja sama bagaimana" tanya kenan.


"owh, nanti aku pikirkan lagi silahkan tinggalkan kartu nama mu di sini nanti setelah aku Santai aku, akan menghubungi mu"ucap Sinan.


"tidak sebaiknya di putuskan sekarang aku tidak suka menunggu"ucap Kenan yang sudah tidak sabar.


"tuan aku perlu menyiapkan berkas nya tidak semudah itu" ucap Sinan yang mulai jengah dengan sikap kenan yang pemaksa, menurut Sinan padahal Kenan melakukan itu hanya pada Siena yang sangat di sukai nya.


"baik lah,kalau begitu ini kartu nama ku, dan aku minta kartu nama mu saat ini juga" ucap Kenan sambil memberikan kartu nama nya pada Sinan.


"maaf punya ku seperti nya saat ini sudah habis, tidak masalah kan tuan"tanya Sinan.


"berikan nomor ponsel mu" pinta Kenan Sinan pun mberikan no nya, pada Kenan setelah selesai mencatat nya,Kenan menatap wajah Sinan, ingin sekali rasanya ia ******* bibir ranum milik Sinan yang masih terasa hangat nya saat tidak sengaja berciuman dengan nya.


"masih ada lagi tuan" kata Sinan.


"kau mengusir ku" ucap Kenan.


"hmm..maaf hanya saja tidak baik berduaan di dalam ruangan,nanti ada yang ketiga " ucap Sinan.


"siapa yang ketiga" tanya Kenan bingung.


"setan' tuan" ucap Sinan sambil tersenyum.


Kenan makin gemas saja saat ini.


" tuan,maaf bukan nya aku mengusir mu, tapi aku harus mandi saat ini dan ingin segera beristirahat,kalo tuan tidak ada perlu lagi, tolong segera pergi" ucap Sinan lembut.


"hmm... baiklah-baiklah, aku pergi dulu secepatnya kau hubungi aku Nona ucap Kenan.


"ya nanti saya pikirkan" ucap Sinan lagi .


"jangan lupa mimpi kan aku Ok" ucap Kenan sambil tersenyum.


"tuan jangan bercanda" Sinan berkata demikian sambil menutup pintu dan mengunci nya. Kenan pun tersenyum manis, saat ini sambil bergegas turun ke lantai bawah dan menuju lobi hotel karena ini adalah saat nya iya kembali ke, Jerman.


satu bulan berlalu Sinan tidak juga menghubungi,Kenan tentang kerjasama yang Kenan tawarkan saat ini tapi sayang Sinan sudah lebih dahulu Bekerja sama dengan perusahaan, di Indonesia, menurut Siena kualitas kain yang di hasilkan oleh negara nya sendiri itu sangat kaya akan aneka ragam seperti kain tradisional,khas daerah di Nusantara itu,lebih berkualitas di bandingkan dengan luar yang harga selangit tapi monoton.


Sinan saat ini sedang berada di sebuah Cafe, bersama dengan asisten pribadi nya, menikmati sarapan pagi nya di temani secangkir kopi latte art dan cheesecake, yang seperti kebiasaan nya saat ini.


tiba-tiba, seseorang duduk di hadapan nya saat ini.


"kau lupa dengan janji mu Nona" ucap Kenan, yang kini menatap wajah cantik Sinan yang alami hanya menggunakan pelembab dan sedikit lipstik berwarna bibir, yang semakin membuat Kenan, tidak bisa menahan hasrat nya sebagai laki-laki normal.


"hmmm...maaf saya saat ini sibuk banget jadi belum sempat memikirkan itu saat ini, mungkin lain kali aku akan benar-benar, menghubungi anda tuan" ucap Sinan sedikit gugup.


"kau bercanda, ini sudah satu bulan aku menunggu kau menghubungi ku, tapi tidak juga kunjung datang" ucap Kenan sedikit menyelidik.


"aku benar-benar sibuk tuan maafkan aku sekali lagi, saya masih ada pekerjaan maaf saya tinggal dulu" kata Sinan yang saat ini sudah bangkit, dan bermaksud untuk pergi tapi ternyata, Kenan menangkap pergelangan tangan Sinan.


"nona, kita harus bicara, aku tidak ingin menunggu lagi" ucap Kenan sambil menggenggam tangan Sinan erat.


"maaf tuan saya sedang terburu-buru lain kali saja ya, dan ini tolong lepas kan malu di lihat orang banyak kita tidak punya hubungan apa-apa, jadi tolong jangan begini" ucap Sinan yang kini jemari nya di genggam oleh Kenan.


"siapa bilang tidak ada hubungan, kamu sudah mencium bibir ku saat di lift, apa itu bukan hubungan?"Kenan sengaja meninggikan suara nya, saat ini.


"jangan main-main tuan itu hanya ketidak sengajaan lagian itu salah kau, yang berdiri di belakang ku" ucap Sinan