Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
#Mengenal mu


Di sebuah panti, seorang gadis cantik, yang bernama Siena, sedang membantu anak-anak batita, yang kurang beruntung itu, dengan cara menghibur mereka, Siena yang kini berusia 22 tahun, iya hidup hanya dengan seorang ayah, yang bernama Jimi, iya seorang duda keren sang istri, sudah meninggal dunia, sejak Siena berusia 12 tahun, berarti sudah sepuluh tahun istrinya itu meninggal kan mereka berdua,Jimi tidak mau menikah lagi karena dia begitu mencintai sang istri.


Siena yang kala itu tengah bermain bersama anak-anak, penghuni panti, iya mendapat panggilan dari seorang pria, yang tampan dan sangat cool, yang bernama , Adnan Sanjaya


seorang pengusaha sukses, yang memimpin, perusaha, yang cukup besar di Asia, ya itu Sanjaya group.


anak dari Adrian Sanjaya dan Inez Sanjaya


pasangan, yang sangat serasi itu memiliki dua anak ya itu Adnan Sanjaya dan Agnes Sanjaya.


"hey, cewek bisa minta tolong gak, tolong bawakan ini kesana"


ucap Adnan dengan nada sedikit memerintah.


"Maaf, tuan memangil saya?,,,,"


tanya Siena bertanya pada Adnan.


"iya memang kamu pikir siapa lagi,,,!"


nada bicara Adnan, seperti orang jutek saat itu


lalu Siena, berjalan mendekat ke arah Adnan yang sibuk, menurunkan, tiga dus besar tanpa bantuan sang asisten, karena sang asisten sedang menemui ketua panti tersebut.


"Apa, yang bisa saya bantu tuan?,,,"


tanya Siena saat mendekat.


"tolong saya bantuin angkat kardus ini ke tempat anak-anak yang sedang kau asuh itu,,,!"


"owh baik lah, tapi saya bukan pengasuh di sini saya hanya sering main di sini bersama anak-anak Malang itu"


Siena menjelaskan takut Adnan salah paham.


"Emangnya siapa yang nanyain kamu pengasuh atau bukan heeuh"


Adnan, sedikit jutek.


"baik lah kalau begitu siapa juga yang mau bantu kamu, aku hanya mau mengambil bola ini wleeeee,,,,"


Siena tiba-tiba mengejek, Adnan yang mematung saking kesalnya.


tiba-tiba sang asisten datang menghampiri nya .


"tuan anda di tunggu ketua yayasan di dalam katanya ada yang ingin di bicarakan dengan anda"


kata Harry,sang asisten.


"baik lah aku kesana, dan kau bantu aku membagikan,ini pada anak-anak yang ada di sana"


Adnan, berkata pada sang asisten,tapi matanya tetap memandang ke arah gadis yang tadi sempat membuat nya kesal.


sambil berlalu, Adnan tak lepas dari rasa penasaran nya pada gadis tersebut, sesampainya di ruangan itu Adnan langsung di persilahkan duduk oleh seorang wanita bernama Halimah, beliau adalah ketua yayasan tersebut.


"maaf tuan saya menyita waktu anda, saya ingin membicarakan perihal pembangunan yang akan di jalankan, mulai Minggu depan


apa sekiranya dapat dilakukan dengan cepat soal nya kebutuhan menyangkut bangunan tersebut, sangat di butuhkan secepatnya, banyak anak-anak yang sudah mengeluhkan kondisi nya saat ini karena harus berbagi ruangan yang sempit secara, hari demi hari anak-anak makin bertambah"


kata, Bu Halimah.


"kalo soal itu saya akan diskusi kan lagi nanti dengan papah saya dan saya usahakan secepat mungkin akan segera di laksanakan,"


Kata Adnan, singkat padat dan jelas.


"Baik lah tuan, hanya itu yang mau saya sampaikan langsung pada anda.


"saya ingin bertanya sesuatu pada anda, apa anda kenal dengan gadis yang sedang bermain bola dengan anak-anak usia batita, itu"


tanya Adnan, pada Halimah.


"owh, gadis itu bernama Siena dia anak nya pak Jimi rumah nya tidak jauh dari sini,anak itu anak yang sangat baik, dia selalu meluangkan waktu, untuk bermain bersama anak-anak Malang itu, dia selalu bisa membuat mereka tertawa riang gembira, saya sangat menyukai nya gadis yang penuh dengan kelembutan silat ke ibuan nya selalu terlihat, padahal dia belum menikah, setelah lulus kuliah dia memilih untuk membuka usaha sendiri, dia memiliki butik yang tidak jauh dari Dareh sini juga di sela kesibukan nya dia selalu menyempatkan untuk bermain bersama mereka"


penjelasan, dari ibu Halimah, begitu jelas untuk sedikit mengenal nya, Adnan berkata dalam hati.


"Lumayan, juga tidak terlalu buruk cukup cantik dan baik hati hmmm aku penasaran dengan wanita ini"


Gumam, Adnan dalam hati.


"kalau sudah tidak ada lagi yang perlu untuk di bicarakan saya pamit dulu"


kata Adnan, berpamitan.


"Baiklah semoga Allah membalas semua kebaikan yang telah anda sekeluarga lakukan"


kata Bu Halimah.


Adnan pun berlalu dari ruangan tersebut, dan langsung bergegas kearah mobil yang terparkir di halaman depan sebelah taman bermain milik panti tersebut, yang kini di jadikan tempat bermain bola oleh Siena dan anak-anak penghuni panti tersebut.


"Anak-anak Kaka pamit pulang dulu ya Minggu depan kalo ada waktu sepulang dari luar kota Kaka kemari lagi, dan kalau Kaka punya rejeki lebih Kaka akan bawa oleh-oleh buat kalian do'a in ya sayang-sayangku semua"


ucap Siena, yang meminta di do'a kan oleh mereka, iya tidak sadar bahwa ada seseorang yang telah lama memperhatikan nya sambil berdiri bersandar di pilar besar panti tersebut.


"Baik,,,,,,,Kaka semoga Kaka selalu sehat dimana pun berada Amiin, cepat balik lagi ya kami akan selalu kangen Dengan Kaka"


jawab anak-anak tersebut kompak banget kaya paduan suara, Siena pun bergegas masuk mobil nya, dan melambaikan tangan pada semua orang di sana,dan iya pun melajukan mobilnya itu hingga hilang dari pandangan nya mereka,tak terkecuali Adnan.


"Tuan, seperti nya anda sangat memperhatikan, gadis itu"


kata Harry mengejutkan tuan nya itu.


" dasar gak ada ahlak, Lo ngagetin gue aje"


sahut Adnan, kesal karena di kaget kan oleh Harry.


"Ayo, kita balik ke Apartemen, sekarang juga"


Adnan mengajak Harry untuk kembali ke Apartemen yang kini ia tempati karena Adnan malas untuk pulang kerumah besar nya itu dengan alasan jauh dari kantor.


sesampainya di butik Siena, langsung masuk menerus kan pekerjaan nya yang tertunda yaitu men desain gaun pengantin yang sudah di pesan oleh seseorang di keluarga ternama, di kota itu,tak lupa juga iya menunaikan kewajiban nya terhadap sang pencipta walau belum bisa menyempurnakan nya dengan berhijab sebagai seorang yang terlahir dari keluarga beda agama Siena, yang mengikuti, keyakinan sang ibu yang seorang muslim, iya harus bisa menghargai sang ayah yang beragama Katholik, namun ayah nya tidak melarang, atau pun mengekang terhadap keputusan, sang anak yang memilih mengikuti keyakinan,sang istri tercinta nya yang telah lama meninggal kan dunia ini.


"Siena,ada seseorang mencari mu "


Alin berteriak memanggil Siena yang berada di lantai dua ruang kerja, sekaligus tempat istirahat nya.


"iya tunggu sebentar, aku baru habis shalat"


🌹💖💖💖🌹


seseorang, datang ke butik nya dengan, angkuh nya iya, berjalan melewati Alina, menuju ke atas tidak mau mendengar perkataan Alina yang menyuruh nya untuk menunggu.


"siapa,,,,Alin,,, Aku turun sekarang"


tapi dia langsung berhenti berkata dan melotot kearah, Agnes yang berdiri di hadapan nya.


"Ada apa anda datang kemari bukan kah sudah saya jelaskan, saya tidak ada hubungannya dengan pacar anda saya hanya menolongnya waktu itu"


kata Siena, menjelaskan kejadian waktu itu.


"Gue hanya ingin bilang sama Lo jauhi pacar gue, dan satu lagi Lo itu jangan ke Centil an deh harus nya Lo ngaca biar Lo tahu diri siapa Lo, yang mau saingin gue, Lo itu gak ada apa-apa nya"


teriak Agnes yang merendahkan Siena.


"Nona, sudah cukup anda menghina saya, karena saya sudah menjelaskan nya dari kemaren pada anda tapi anda tidak mau mengerti, sekarang anda malah membandingkan, anda dengan saya, jelas saya tidak seperti anda tapi tidak semua bisa di nilai dengan uang,dan saya bersyukur masih memiliki akal sehat"


Siena, membalas hinaan dari Agnes yang selalu merendahkan nya.


"oh jadi kau bilang aku aku tidak punya otak begitu"


Agnes semakin marah dan kini dia mendekati Siena, bermaksud untuk menampar nya, namun Siena, langsung menangkis nya dengan tangan nya dan langsung memelintir tangan Agnes, langsung menjerit kesakitan namun tiba-tiba ada yang menghentikan nya ya itu, Adnan, yang datang untuk menjemput sang adik.


"cukup, lepaskan ada apa ini kenapa kalian ribut?,,,"


Adnan yang berhasil melepaskan lengan Agnes dari cengkeraman tangan Siena, iya menatap Siena, meminta penjelasan terhadap nya.


"Apa hubungannya dengan mu?,,, wanita ini yang datang-datang buat kegaduhan di sini dan berani menyerang dan menghina saya"


ucap Siena lantang.


"tapi kau yang mulai duluan kau merebut kekasih ku"


sahut Agnes.


"mana buktinya, kalau aku merebut kekasih mu, gak ada bukti bukan, lagian siapa yang tertarik sama Casanova seperti dia, aku hanya menolongnya saat dia mabuk dan akan di serang, orang yang ingin melukai nya"


tutur, Siena lagi.


"Alah alasan, saja bilang saja kalau kau gatel secara dari dulu kau tidak pernah punya pacar"


Agnes, sengaja merendahkan Siena.


"Apa kau bilang,gatel heeuh justru cewek seperti kau itu yang suka ke gatelan,,, "


Siena, semakin terpancing emosi nya.


"Sudah-sudah apa kalian tidak malu menjadi tontonan, banyak orang gara-gara salah paham"


potong Adnan berusaha melerai kedua gadis di depan nya.


"Awas ya lo berani deketin dia,Lo habis di tangan gue"


ancam Agnes pada Siena.


"huuh dasar cewek rese Lo beraninya cuman ngancem,kalo berani sini Lo gak usah minta bantuan orang lain"


teriak Siena, yang sudah kepalang kesal dengan sikap Agnes.


Adnan pun menelpon,Harry untuk membawa Agnes dari tempat itu, karena dia ingin berbicara pada Siena untuk meluruskan masalah sang adik dengan Siena, Harry yang sedang menunggu di mobil langsung masuk ke dalam butik pengunjung butik yang berkerumun langsung, membubarkan diri untuk memilih barang yang mereka cari.


"Agnes, kamu pulang bersama Harry, Aku masih ada perlu"


titah sang kakak,dan Agnes yang tau sifat sang kakak yang tidak pernah bisa di bantah iya pun pergi mengikuti Harry yang mempersilahkan nya untuk berjalan lebih dulu.


"maaf nona saya hanya ingin meluruskan masalah di antara kalian sebenarnya apa yang terjadi?,,," kata Adnan sopan.


"kalau begitu silahkan ikuti aku ke ruangan saya"


Siena, mempersilahkan Adnan mengikuti nya, dan Adnan pun menuruti apa yang di perintahkan oleh Siena.


setelah Adnan duduk di sebuah sofa Siena duduk di kursi depan meja kerja nya menghadap Adnan.


"maaf nona apa yang sebenarnya nya terjadi tapi sebelum nya perkenalkan nama saya Adnan Sanjaya saya Kaka dari Agnes gadis yang tadi bertengkar dengan anda"


Adnan memperkenalkan diri nya.


"saya sudah tahu karena adik anda yang sering mengeluh-eluhkan anda di hadapan teman-temannya termasuk kepada ku dia suka memanas-manasi ku dari dulu, dan satu lagi adik mu itu orang yang sangat angkuh dan begitu sombong suka menghina dan merendahkan yang lain termasuk saya sendiri"


penjelasan Siena yang tidak pernah ragu untuk mengkritik Agnes di hadapan saudara kandung nya itu.


"hmmm, saya suka dengan sikap terus terang mu yang blak-blakan , tanpa ragu bahkan kau berkata langsung di depan ku tanpa rasa takut sedikitpun"


Adnan tersenyum kepada Siena, yang memuji keberanian nya itu.


"kenapa saya harus takut toh saya tidak melakukan kesalahan apa pun dan lagi itu nyata adanya bukan fitnah"


sahut Siena tegas, Adnan mengangguk-anggukan kepala nya, iya semakin kagum, terhadap gadis di hadapannya itu.


"baiklah coba ceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada kalian sehingga membuat Agnes salah paham"


pinta Adnan.


"Flashback on"


saat itu setelah pulang kerja, Siena yang mengendarai mobil nya sendiri tepat di depan club' malam iya menghentikan mobilnya, karena tiba-tiba ada tiga orang lelaki sedang mengeroyok seorang pria yang sedang mabuk tepat nya tiga lawan satu, Siena yang tidak tega melihat ketidak Adilan terjadi di depan mata nya itu, iya turun dan membantu pria yang tidak di kenal nya, pria tersebut sudah babak belur tidak bisa melawan mungkin karena kondisinya sudah mabuk berat, waktu itu Siena yang pandai ilmu bela diri dia bisa menjatuhkan ketiga laki-laki tersebut, hingga tidak berdaya, Siena, membawa pria itu masuk kedalam mobilnya yang sedari tadi menyala, karena Siena sengaja tidak mematikan mesin mobil nya itu agar bisa mempermudah nya untuk pergi dari situ, Siena membantu mendudukkan pria yang bahkan tidak tahu siapa nama nya itu di kursi penumpang dan memasang kan sabuk pengaman di tubuh nya, lalu Siena membawanya kerumah sakit dan setelah sampai di sana para perawat menolong pria itu untuk segera di obati luka nya juga ada yang cukup serius ternyata ada luka robek di lengan kiri nya mungkin bekas sayatan pisau yang tajam, setelah beres di obati, pria itu tertidur mungkin karena pengaruh obat,Siena pun menitipkan nya pada seorang perawat dan menyimpan kartu nama nya di atas meja setelah membayar administrasi Siena bergegas pulang, karena dia juga sudah lelah setelah berkelahi dan juga baru pulang kerja iya pun pulang dan beristirahat di Apartemen nya itu karena kalo pulang kerumahnya terlalu jauh dari situ


keesokkan harinya Siena menyempatkan diri untuk menjenguk pria tersebut tapi sayang dia sudah tidak ada di situ kata dokter jaga saat itu katanya pasien yang di ketahui namanya Fero itu sudah di bawa pulang keluarga nya bahkan keluarga nya mengucapkan terima kasih lewat pesan yang disampaikan oleh dokter tersebut,


dari saat itu Fero selalu datang mengajak nya makan dan sebagai ucapan terima kasih nya dia ingin menjadikan Siena sebagai teman.


"flashback off"


"saya sebagai Kaka nya Agnes mohon maaf dan sebagai permintaan maaf saya akan meminta Anda untuk bekerja sama dengan perusahaan saya, di bidang fashion, bagai mana apa anda bersedia, seharusnya sih bersedia ya karena saya tidak suka penolakan"


ujar nya tegas.


"hmmm Kaka sama Ade sama saja"


jawab Siena menghela nafas panjang.


"dengan kejadian ini saya senang bisa sambil mengenal mu"