
satu bulan berlalu, saat ini Jessi, tengah berada di kantor bersama Jessica, yang memantapkan hati untuk kembali ke Paris bersama Ferdinand, walaupun Ferdinand, selalu bolak-balik, Paris Indonesia, Jessica , tidak ingin ambil pusing toh Ferdinand, selama ini masih terikat dengan pernikahan nya dengan shanty.
sementara itu di Singapura, Arthurro, saat ini sedang sibuk mengurus perusahaan milik nya, dan sepulang dari kantor dia selalu disambut oleh tawa riang dari kedua pangeran kecil dan istrinya Terry, Arthurro selalu membawakan mereka mainan seperti robot atau mobil -mobilan.
"Hay, jagoan Daddy, kalian sedang apa ayo coba lihat ini apa??"tanya Arthurro, pada kedua anak nya yang kini sedang meminum susu,di botol milik mereka masing-masing.
keduanya langsung menyimpan botol tersebut di pangkuan ibu nya, dan berhambur memeluk Daddy, nya walau pun mereka baru bisa berjalan dengan tertatih tatih .
"owh, giliran Daddy, nya pulang saja mommy, dilupain nih"ucap Terry,sambil menyimpan botol tersebut di meja.
"sayang kamu apa kabar hari ini"ucap Arthurro, yang langsung mencium bibir istrinya, setelah memangku keduanya, saat ini.
"aku baik Daddy , gimana pekerjaan nya apa lancar??"ucap Terry,balik bertanya.
"tentu saja Sayang berkat doa mu"jawab Arthurro.
mereka pun langsung duduk bareng di atas karpet yang empuk tersebut,sambil membantu kedua putranya mbuka bingkisan yang berisi mainan.
"sayang, jangan terus membelikan semua itu mereka belum bisa menggunakan nya, sebaiknya nanti saja kalau mereka ingin, lihat lah kamar mereka sudah hampir penuh dengan mainan"ucap Terry.
"tapi aku suka banget pas lihat ini setiap kali lewat, aku ingat sky dan star "ucap Arthurro.
"iya tapi tunggu mereka besar jangan sekarang"ujar Terry, lagi.
"iya mommy, Daddy janji ini terakhir kali nya sebelum mereka minta sendiri"ucap Arthurro, yang kini menatap penuh cinta pada sang istri.
"momm... aku laper"ucap Arthurro.
"baiklah ayo makan dulu aku sudah masak lima belas menit yang lalu"ucap Terry.
Arthurro, tidak ingin orang lain yang masak, dia lebih suka masakan istri atau mommy nya.
"aku ganti baju dulu Ok sayang"ucap Arthurro,sambil mengelus puncak kepala kedua putranya, yang kini tengah asik bermain di atas karpet tersebut.
Terry, hanya tersenyum,sambil menganggukkan kepalanya, saat ini.
Arthurro, berlalu ke dalam kamar mandi, dia langsung membersihkan diri, setelah di rasa gerah dia tidak butuh waktu lama saat ini sudah selesai bahkan langsung menggunakan T-shirt dan celana pendek,lalu turun setelah menyisir rambut dengan jari nya, Arthurro, begitu fresh, dan wangi.
"heumm, pantesan lama Daddy, mandi ya???"ucap Terry.
"iya Honey,biar seger "jawab Arthurro.
"ya sudah ayo makan dulu"ucap terry,,sambil menyiapkan nasi panas dan daging kecap kesukaan Arthurro,tak lupa juga cah kangkung dan capcay goreng ikan ,itu menu Indonesia, yang selalu wajib ada permintaan Arthurro.
"sayang,ini enak banget"ucap Arthurro.
"emang dari kemarin tidak gituh??"tanya Terry, penasaran.
"enak donk ... tentunya tapi ini lebih enak cobain deh"ucap Arthurro,sambil tersenyum.
Arthurro, menyuapi istri nya makan makanan yang sedang di santap nya saat ini.
"sayang perasaan biasa aja deh , lidah mu kali yang bermasalah"ucap Terry, menatap curiga.
"tidak ada yang salah sayang aku hanya ingin makan bersama dengan mu"ucap Arthurro.
"Tapi Daddy, aku sudah makan siang tadi dan masih kenyang"ucap Terry.
"heumm, gak apa-apa dong sayang aku hanya ingin makan bersama"ujar Arthurro, lagi.
"lain' kali saja Daddy, Ok"ucap Terry, dengan sabar memberitahu suaminya, yang kadang tidak bisa mengalah.
"heumm baik'lah honey, tapi urusan adik mereka jangan di tunda-tunda ok"ucap Arthurro.
"ya ampun Daddy,diem jangan mulai deh, mereka juga masih sangat kecil, nanti lima tahun lagi baru beri mereka adik"ucap Terry, sedikit jengah.
"tapi honey!!"ucap Arthurro terhenti saat Terry, menutup mulut nya dengan satu sendok berisi daging, Arthurro , pun mau tidak mau langsung mengunyah itu.
sementara kebahagiaan Arthurro, semakin bertambah saat ini,beda dengan Jessi, yang mendapat kiriman foto pernikahan suaminya, dengan orang lain yang pernah di temui nya saat mereka menikah dulu, Jessi saat ini sedang melamun sepulang dari kantor dia bahkan belum sempat mencicipi makan malam nya.
"Mateo, apa ini benar"ucap Jessi,sambil berurai air mata, Jessi bahkan melempar ponsel nya hingga hancur berkeping-keping.
"hiks hiks hiks,,,,, kamu tega Teo, kamu tega kenapa tidak jujur kalo selama ini kamu memiliki wanita lain di belakang ku"ucap Jessi,sambil berlari menuju kamar nya dia menangis sesenggukan tanpa henti rasanya hati nya begitu sakit saat ini hingga dia tertidur pulas di sela Isak tangis nya.
ceklekk....suara pintu terbuka, seorang laki-laki masuk dan langsung menghambur memeluk Istrinya yang sudah dua bulan ini tidak bertemu bahkan tidak bertegur sapa lewat telepon sama sekali, entah apa yang mereka lakukan saat mereka jauh.
"Jessi, sayang aku pulang, aku sangat merindukan mu"ucap Mateo,sambil mencium pipi istrinya bertubi-tubi, tapi sesaat Mateo,membisu melihat Jessi, dengan sisa air mata nya.
"Jessi, bangun sayang aku pulang"ucap Mateo ,sambil memeluk erat Jessi, dari samping, Jessi pun membuka mata perlahan, dan menatap Mateo,tak percaya, dia tidak berkata atau pun memeluk Teo, suaminya yang selama ini ia rindukan, tapi Jessi, bangkit dan berjalan menuju kamar mandi, sementara itu Mateo, menatap nya penuh tanda tanya.
setelah selesai membasuh wajah nya Jessi, pun langsung bergegas menuju, kamar tidur nya, saat itu dia hanya diam tanpa ada sambutan apa pun pada Mateo.
"Jess,ada apa ?apa kamu tidak senang aku pulang"tanya Mateo, tapi Jessi hanya terdiam dan membuang pandangannya ke arah lain.
"sayang, bicara lah ada apa?? heumm"ucap Mateo masih bingung.
"Teo, kita bercerai saja, karena percuma saja pernikahan ini di lanjutkan, jika masih ada dusta diantara kita, aku sudah tidak sanggup"ucap Jessi, menatap tajam kearah Mateo,sambil bercucuran air mata.
"apa... apa yang kamu katakan Jessi, jangan bicara sembarangan,itu tidak baik aku minta maaf, aku tau aku salah karena pulang terlambat tapi semuanya karena ada alasan lain"ucap Mateo, tidak meneruskan ucapannya.
"alasannya, cukup jelas karena kamu memiliki wanita lain di sana dan kalian sudah menikah"ucap Jessi, yang kini pergi meninggalkan Mateo, yang hendak mendekati nya.
"sayang apa yang kamu katakan, aku tidak pernah melakukan hal yang kamu tuduhkan"ucap Mateo sambil berusaha mengejar Jessi, namun naas Jessi tergelincir dari tangga, dia berguling-guling hingga ke lantai, Mateo, pun langsung berlari menolong istrinya itu, namun terlambat dararah mengalir deras dari ************ Jessi, dan saat ini Mateo langsung membawa pergi Jessi, ke rumah sakit terdekat.
🌹💖💖💖🌹
"maaf kan aku sayang, aku yang salah andaikan waktu itu aku pulang secepatnya mungkin,ini semua tidak akan pernah terjadi, tapi mommy, lebih membutuhkan ku setelah Daddy,meningal dunia"ucap Mateo.
Ya... Mateo menunda kepulangan nya saat itu di karena kan Daddy, nya meninggal dunia dan mommy nya masuk rumah sakit , hingga dua Minggu lamanya, Mateo, sengaja tidak memberitahu kabar duka tersebut di karena kan,ia tidak ingin istrinya terbebani.
setelah beberapa jam di ruang perawatan, saat ini Jessi, sudah sadar, bahkan dia menangis sesenggukan saat ini, dia yang hanya ingin memberikan kejutan untuk Mateo, pasca kehamilan nya kini sudah tidak ada lagi, bahkan dia memiliki penyesalan karena telah menyembunyikan itu semua dari keluarga besar nya, hanya karena ingin Mateo, yang tau lebih dulu.
"sayang, maaf kan aku, aku salah aku tidak pulang tepat waktu andaikan saja, saat itu aku pulang mungkin kejadian nya tidak akan seperti ini, aku kehilangan Daddy, dan juga buah hati kita"ucap Mateo, lirih sambil menatap sendu pada wajah istrinya.
"apa...a ... apa yang kamu katakan Teo, Daddy Daddy meningal"ucap Terry,tak percaya, dia bahkan baru berjumpa satu kali di pesta pernikahan mereka.
"iya sayang, Daddy, sudah tiada, dan kini anak kita juga pergi,hiks hiks hiks, apa aku tidak di berikan kesempatan untuk bahagia hiks hiks hiks"Mateo menangis tersedu-sedu di pangkuan istrinya saat ini.
"Mateo, aku turut berduka cita, maafkan aku juga yang tidak pernah memberitahukan soal anak kita padamu, rencananya semua akan jadi kejutan saat kamu kembali, aku bahkan tidak memberi tahu mereka semua, aku sengaja ingin kamu yang tau lebih dulu, tapi Tuhan berkehendak lain"ucap Jessi, yang rapuh saat ini dia bahkan tidak bisa meneruskan kata-katanya.
"aku yang salah sayang, andaikan saja aku membawa mu saat itu mungkin kenyataan nya tidak akan semenyakitkan itu"ucap Mateo.
"sudah lah Mateo, semua tidak akan pernah kembali apa yang sudah pergi hanya akan menjadi kenangan, selamat untuk pernikahan mu"ucap Jessi,sambil mengubah posisi tidur nya membelakangi Mateo.
"Jessi, tolong jelaskan aku tidak mengerti pernikahan, apa dan siapa yang menikah??"tanya Mateo.
"sudah lah Mateo, aku lelah sekarang anak itu sudah tidak ada lagi, dan kamu bisa bebas hidup dengan nya, sampai kapan pun"ucap Jessi.
"Jessi, apa yang kamu katakan aku tidak mengerti menikah dia siapa yang kamu maksud, aku tidak pernah berbuat yang tidak-tidak di belakang mu, setelah selesai dengan urusan ku , aku akan pergi saat itu, tapi Daddy, dan mommy meminta ku untuk hadir di pernikahan shiyera mantan ku yang juga masih kerabat, dekat Daddy, dan aku tidak ingin mengecewakan Daddy, saat itu aku menyetujui nya, dan setelah aku mendampingi shiyera, aku langsung pulang karena Daddy, kecelakaan tepat saat acara berlangsung, aku langsung pergi ke rumah sakit, dan mommy juga terkena serangan jantung, aku begitu panik saat itu tidak ada yang hadir satu orang pun karena mereka masih fokus , dengan pernikahan shiyera, mereka datang ke esokan hari nya saat jenazah Daddy, akan di makamkan, dan aku meninggalkan mommy, sendirian di rumah sakit bersama suster dan pelayanan,lalu kapan aku menikah, dan dengan siapa sementara mommy, saja terbaring koma selama dua Minggu itu, dan setelah itu aku fokus mengurus mommy, kamu salah paham sayang, Aku tidak akan pernah mengkhianati cinta kita, aku bahkan sangat merindukan mu saat kita jauh, andaikan saja tidak ada halangan aku akan segera kembali dan memeluk mu dengan erat bahkan kita tidak akan pernah kehilangan buah hati kita"ucap Mateo, menjelaskan.
Jessi , masih berdiam diri saat ini dia mencerna semua nya, saat ini dia berurai air mata,ada rasa sakit karena kehilangan dan ada rasa bersalah, dan dia merasa Mateo, akan membencinya jika dia tau dia keguguran, akibat kecemburuan nya saat itu.
pagi menjelang, Mateo, masih tidak bisa tidur barang sekejap saja, karena ia masih belum mendapatkan kata maaf dari istrinya saat ini.
"sayang, aku tau aku salah tapi aku mohon maafkan aku, aku janji mulai saat ini tidak akan pernah pergi lama dan kemanapun aku pergi akan selalu membawamu bersama ku"ucap Mateo.
"kamu janji"tanya Jessi.
"ya, aku janji sayang"jawab Mateo,sambil memeluk jessi,, mereka kini berbaikan.
"Teo, bisakah aku minta kamu pindah ke Paris, saja dan bawa mommy,biar dia tinggal bersama dengan kita di sini, aku tidak mau kamu bolak-balik terus kesana"ucap Jessi.
"itu juga yang sedang aku upayakan sayang ku, aku akan mulai mengurus cabang perusahaan Daddy, yang ada di negara ini, dan akan menyatukan dengan yang ada di sana,agar aku bisa fokus dengan rumah tangga kita, tapi mommy tidak ingin kemari sampai kapan pun dia hanya ingin tinggal,di rumah yang penuh kenangan bersama Daddy, dia meminta ku untuk membawa serta kamu, tapi aku sudah katakan bahwa kamu adalah wanita yang cukup sibuk, jadi tidak mungkin untuk tinggal di sana"ucap Mateo, menjelaskan.
"aku mengerti, rasanya pasti sulit untuk mommy, tapi tak apa mungkin nanti mommy, akan berubah pikiran, dan aku berharap hari itu akan jadi hari bahagia kita bertiga"ucap Jessi, sambil membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
"Jessi, sayang istirahat lah, kamu harus cepat pulih, agar nanti kita bisa secepatnya memberikan cucu untuk mommy, Daddy , juga berpesan untuk kita agar selalu harmonis, dan segera memberikan cucu untuk mereka,di akhir nafas nya , dia meminta ku untuk membahagiakan mommy, dengan memberikan nya cucu sesegera mungkin"ucap Mateo,sambil berurai air mata.
"sayang, maaf kan aku, aku tidak bisa menjaga nya, semoga saja kelak secepatnya kita mendapatkan kebahagiaan itu"ujar Jessi,sambil mendongak ke arah atas menatap wajah suaminya, yang semakin terlihat tampan.
"tidak apa-apa, sayang kamu sudah berusaha, tapi Tuhan lebih sayang dia"ujar Mateo, memberikan ketenangan untuk istrinya, mereka pun berbaring di ranjang itu sambil berpelukan hingga dokter, yang datang hampir tiga kali untuk memeriksa kondisi Jessi, terpaksa mengganggu tidur mereka, saat ini Mateo langsung masuk ke dalam kamar mandi, dan Jessi, sedang di periksa dokter, Dokter menyarankan setelah selesai nifas , Jessi, bisa mulai untuk program kembali tentunya dengan arahan dokternya.
Jessi, yang mendengar itu akhirnya, bisa tersenyum lega, berarti tidak ada masalah dengan rahim nya saat ini, dia bisa tenang.
"sayang, apa kata dokter??"tanya Mateo.
"dokter, bilang setelah masa nifas, kita bisa mulai program kembali, untuk memiliki anak"ucap Jessi.
"syukurlah sayang"ucap Mateo,sambil mencium kening istrinya.
sementara itu Kenan, dan Sinan juga Jessica, saat ini baru tiba, setelah tau anak nya masuk rumah sakit, akibat keguguran, dan mereka cukup kaget, pasalnya mereka tidak tau Jessi, saat itu tengah hamil, itulah kenapa Sinan, masih mengizinkan nya untuk beraktivitas.
"putri Daddy, sayang, kenapa semua ini bisa terjadi dan kenapa kamu bisa merahasiakan hal ini pada kami"ucap Kenan, yang menitikkan air mata, saat memeluk erat, tubuh putri bungsu nya itu.
"aku hanya ingin suamiku yang pertama tau Daddy, maafkan aku, tapi Jessi, janji kalau bulan depan Jessi,hamil lagi Jessi, akan memberitahu kalian semua"ucap Jessi, yang kini tersenyum, seperti tidak bersedih sama sekali.
"dasar anak nakal, memangnya kau pikir, membuat anak itu segampang membalikkan telapak tangan"ucap Jessica, yang juga memeluk adiknya dengan tatapan sendu.
"buktinya, aku baru sekali tidur dengan Teo, sudah jadi anak"ucap Jessi, tanpa malu.
"owh ya ampun menantu ku,itu memang hebat"ucap Kenan,sambil memukul pelan pundak Mateo, yang kini tersenyum ke arah mereka.
"sayang apa kamu sudah makan,ini mommy, bawakan makanan kesukaan mu"ucap Sinan.
"momm....dokter bilang aku belum boleh makan yang itu, aku hanya boleh makan makanan yang lembut seperti bubur"ucap Jessi, yang terlihat bersemangat mungkin karena mereka adalah kekuatan nya saat ini.
"memang nya kamu pikir mommy,bawa apa ini bubur,buatan Daddy, seperti biasa saat kau sakit Daddy, selalu membuat ini untuk mu"ucap Sinan.
Jessi, pun tersenyum.
"aku senang putri ku tak terpuruk saat ini mungkin karena ada kamu di sini"ucap Kenan.
"dia tidak sedih karena Dokter, bilang padanya bahwa , dia akan segera memiliki anak lagi, Daddy,tau kan Jessi, seperti apa?? "ucap Mateo.
dan Kenan, pun tersenyum, putri nya memang sangat tegar sedari dulu, bahkan jika mendapatkan ganti atas kehilangan tersebut.
Sinan,sibuk menyuapi putri nya , yang juga sibuk mengoceh layaknya, saat ia masih ABG, saat ibunya menyuapi dia sedari kecil.
"momm... kalau aku hamil lagi mommy,seneng gak?? dan mommy ,mau cucu laki-laki atau perempuan"ucap Jessi,sambil mengunyah makanan tersebut.
"sayang habiskan makanan nya dulu, setelah itu baru bicara"ujar Sinan,sambil tersenyum kearah putri nya.
"mommy, jawab dulu"ucap Jessi kekeuh.
"mommy, tidak ada masalah mau itu perempuan atau laki-laki semua bagi mommy,sama, dan mommy, akan sangat bahagia"ujar Sinan,sambil mengelus puncak kepala putri bungsu nya, sementara itu Jessica, sedang duduk bersama dengan Kenan,sambil terus memperhatikan keadaan adiknya, yang tampak bisa mengatasi kesedihan atas kehilangan bayi nya.
"Jessi, mulai saat ini sebaiknya kamu berhenti bekerja, dan fokus mengurus tubuh mu,agar secepatnya punya anak kantor biar aku yang urus"ucap Jessica.