Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
bertemu kembali


gadis buta itu, pun berjalan menuju pintu masuk, saat ini dia seperti nya, sudah terbiasa di sana, Arthurro, mengikuti nya dari belakang, dia hanya ingin memastikan bahwa gadis itu sampai dengan selamat.


seorang wanita datang menyambut nya, dia sedikit menyeret langkah nya saat ini.


"Nona,Terry...simbok sangat khawatir, kenapa baru pulang jam segini, apa Nona, baik-baik saja??"ucap wanita itu,sambil memperhatikan seluruh tubuh gadis itu.


"aku baik-baik saja mbok, tidak usah khawatir,ada tuan ini yang menolong ku saat aku di jambret"ujar Terry.


"owh, tuan, saya ucap kan terimakasih yang sebesar-besarnya, silahkan duduk tuan maaf, karena khawatir saya tidak memperhatikan anda"ujar mbok Lasmi.


"tidak masalah ,saya juga sedikit buru-buru, mungkin akan langsung pamit"ujar Arthurro.


"tolong, tunggu,dulu tuan,saya ingin memberikan anda sesuatu sebagai ucapan terima kasih"ujar Terry, yang langsung bergegas menuju kamar nya.


tidak lama, dia kembali, saat itu juga dengan tersenyum manis dia berkata "Tuan, aku tidak punya apapun, yang berharga tapi ini adalah punya sesuatu untuk mu,ini adalah jimat keberuntungan, untuk mu, aku yang membuat ini dengan janji, jika suatu saat ada seseorang yang menolong ku, aku akan memberikan ini, mungkin ini bukan barang berharga tapi,di sini ada do'a terbaik untuk mu" ujar gadis itu.


"terimakasih, untuk ini, semoga kelak kita bisa berjumpa kembali"ujar Arthurro.


"satu lagi tuan tolong izinkan aku mengenal mu, jika kelak,ada keajaiban dan aku bisa melihat kembali, aku ingin mengenalimu"ujar Terry.


"silahkan"jawab Arthurro.


Gadis itu meraba wajah Arthurro, dengan sangat hati-hati dan sangat lembut, setelah nya ia langsung berterimakasih.


"maaf kan saya jika saya kurang sopan"ujar Terry.


"tidak masalah"ucap Arthurro.


"namamu Terry,kan nama yang sangat cantik , aku Arthurro"ujar Arthurro,


"terimakasih tuan Arthurro"ujarnya lagi.


Arthurro, pun pamit, dia langsung bergegas pergi menuju mobilnya, dan langsung tancap gas, saat itu juga dia pulang ke Mension nya, hadiah, yang di berikan oleh Terry,ia lihat sambil menyunggingkan senyum manis nya.


hadiah,itu berupa,gelang, yang di buat entah dari bahan apa tapi sangat indah dan nyaman untuk ti pakai, pembuatan nya sendiri seperti nya sangat rumit, gadis seperti Terry, yang tidak bisa melihat tapi, sebuah anugerah,di memiliki bakat khusus.


sesampainya di Mension, dia langsung masuk ke dalam kamar nya dan bergegas meletakkan barang pemberian Terry,di sebuah kotak kecil di dalam laci.


"kamu adalah, wanita yang istimewa yang di ciptakan tuhan, semoga kelak, kamu akan menemukan bahagia mu"ucap Arthurro lirih, dia pun pergi menuju kamar mandi saat itu juga dia merilekskan otot nya yang terasa kaku dengan cara berendam di bathtub.


Arthurro, pun menyelesaikan mandi nya, hari sudah sore dia langsung bergegas menuju keruang baca, dia kembali berkutat dengan pekerjaan nya,di Mension, yang sangat sepi itu kini dia tengah mengerjakan pekerjaan nya yang sempat tertunda.


sementara itu Terry, tengah pergi menuju kafe, tempat nya bekerja sebagai penyanyi di sana, dia begitu menghayati setiap lagu yang di bawakan nya, Terry, mengingat pertemuan nya siang tadi dengan Arthurro.


Terry, sudah membawakan lima buah lagu saat ini dia pun menyudahi pekerjaan nya, dan langsung mendapat kan bayaran, dari pemilik kafe, yang sudah meminjam kan uang padanya, untuk menebus rumah nya, saat itu.


"Terry,ini bonus untuk mu malam ini sekaligus bayaran mu semua satu juta lima ratus ribu rupiah, oya kamu pulang naik apa"ujar Dandi, pemilik kafe tersebut.


"aku naik ojek langganan saja"ujar Terry.


Dandi pun mengantar nya, hingga keluar kafe nya saat ini dia langsung memanggil tukang ojek langganan Terry,sambil memberikan ongkos nya langsung, setelah di pastikan dia berangkat, Dandi, langsung bergegas masuk kafe, karena sebentar lagi akan tutup.


Dandi adalah, kekasih, mendiang kakak,Terry, yang tewas akibat kecelakaan yang hingga saat ini belum di ketahui apa penyebab nya,Tita ,kakak, Terry, mengalami kecelakaan mobil saat hendak menyusul sang ayah yang juga tewas akibat kecelakaan itu, saat ini Terry, harus menyaksikan dua orang tercinta nya tergeletak tak bernyawa,di ruang jenazah.


Terry,jatuh pingsan hingga kedua nya,di kebumikan saat itu, bahkan dia tidak sempat melihat nya saat pemakaman itu di lakukan, hidup Terry, pun tidak semulus saat ayah nya masih hidup, dia mendapatkan penyiksaan saat itu dari ibu tiri nya hingga akhirnya dia juga mengalami kecelakaan saat akan pergi dari rumah itu, dan mengakibatkan kebutaan.


Dandi, yang baru saja kehilangan, cinta nya, dia harus merawat adik dari kekasihnya itu hingga keluar dari rumah sakit, dan mendapati kenyataan bahwa, Terry, mengalami kebutaan akibat benturan keras di saat kecelakaan, Dandi, hanya bisa pasrah karena saat itu, semua masih dalam suasana berkabung, dan dia pun tidak punya uang sebanyak itu untuk membantu pengobatan Terry.


lebih menyakitkan lagi, semua aset peninggalan almarhum ayahnya Terry,di pindah jadi atas nama ibu tiri nya Terry bahkan tidak mendapat kan sepeserpun, saat itu dan saat akan di usut mereka sudah pergi jauh rumah peninggalan keluarganya pun sudah di gadaikan saat itu, hingga Terry, hampir jadi gelandangan, Dandi, mungkin tidak punya uang untuk mencari donor mata tapi dia bisa menolong nya menebus rumah itu dari pegadaian, saat itu , dan dia tidak ingin melihat Terry, jadi gelandangan dengan alasan bahwa Terry, bisa mencicil hutang nya pada Dandi, sebesar dua miliar rupiah.


sudah lima tahun terakhir ini dia membayar hutang nya pada Dandi, bahkan Dandi, tidak memberitahu keluarga, atau pun istrinya itu, saat ini, Dandi sudah memiliki istri, karena orang tua nya khawatir, saat mendengar Dandi memutuskan untuk tidak menikah selama hidupnya.


hari berlalu bergati Minggu, dan bulan, sejak saat itu, Terry, tidak pernah bertemu dengan Arthurro, lagi tapi ada satu hal yang mbuat Terry, bertanya-tanya saat ini ada seorang dermawan,datang menemui nya, mengajak nya untuk berobat,di luar negeri, dan orang itu meyakinkan Terry, bahwa dia adalah seseorang yang di kirim kan tuhan untuk menolong nya.


akhirnya, Terry, pun percaya bahwa mungkin Tuhan sudah memberikan jawaban atas doa-doa nya selama ini, dia sudah putus asa dengan kebutaan nya, berkali-kali, Terry hampir di lecehkan orang, dan berkali-kali juga hampir menjadi korban jambret.


satu bulan kemudian, saat ini Terry, tengah menjalani operasi, untuk matanya, tepat nya mengganti matanya dengan mata orang lain yang sudah meninggal, dunia keluarga nya mendonorkan matanya saat itu, pada Terry,ya walaupun dengan bayaran yang setimpal.


🌹💖💖💖🌹


beberapa bulan kemudian, Terry, yang sudah bisa melihat,kini dia sudah bisa beraktivitas normal kembali, dia bekerja dengan giat, dari btempat ketempat Terry, bahkan membuka toko bunga, dia sudah bisa melunasi hutang nya pada Dandi, tapi dia masih tetap bekerja sebagai penyanyi di kafe tersebut.


di suatu tempat, tepat nya di Mension, milik Kenan, Arthurro,kini baru saja kembali dari Paris, setelah sang Daddy, memutuskan untuk memberikan perusahaan di Indonesia sepenuhnya kepada Arthurro, dan mau tidak mau Arthurro, harus mengikuti keinginan Daddy nya itu.


dia pun langsung beristirahat, sejenak, setelah itu dia memutuskan untuk pergi ke suatu tempat, saat ini, dia merindukan seseorang, yang pernah di temui nya dulu.


Arthurro, pun singgah di toko bunga saat itu, dia berniat memberikan bunga tersebut, pada gadis itu.


saat Arthurro, hendak memesan bunga, dia begitu kaget, saat seorang wanita menyapa nya.


"ada yang bisa saya bantu tuan"ujar wanita tersebut, wanita yang dulu dia temui itu dalam keadaan, memperhatikan saat ini dia tampil menawan, dia begitu cantik dan sangat mempesona, dengan penampilan sederhana tapi sangat cantik.


"ya,saya mencari bunga lili putih untuk seseorang yang kurindukan "ucap nya, sambil tersenyum.


"baiklah tuan"ujar Terry, yang tidak mengenali Arthurro, saat ini.


"Ini,tuan"ujar Terry,sambil memberikan sedikit bunga yang sudah di kemas sedemikian cantik.


"berapa semua nya"ujar Arthurro.


"hanya dua ratus ribu tuan"ujar nya.


"Terry, apa kamu tidak mengenaliku"ujar Arthurro.


"maaf tuan, apa sebelumnya kita saling mengenal"ujar Terry, bingung.


"kau tidak mengenali suara ku"ucap Arthurro lagi.


"aku "ucap Terry, terpotong "gelang ini"ucap Terry.


"Tuan, Arthurro"ucap Terry, meyakinkan.


"kamu masih ingat aku"ujar Arthurro, begitu bahagia karena ia masih mengingat nama nya.


"boleh aku mengenal mu"ujar Terry, dan Arthurro, pun mengangguk.


Terry, pun memejamkan mata nya dia meraba wajah Arthurro, dan kini dia sangat yakin, bahwa dia memang Arthurro.


"tuan, maaf kan aku, yang tidak langsung mengenali Anda"ujar Terry.


Arthurro, pun tersenyum ke arah nya.


"ini untuk mu"ucap Arthurro lagi,sambil memberikan buket bunga lili putih tersebut.


"terimakasih"ucap Terry, silahkan duduk maaf tempat nya mungkin terlalu sederhana"ujar Terry.


"tidak apa-apa, Oya, gimana kabarmu saat ini"ucap Arthurro.


"seperti yang anda lihat, terimakasih untuk waktu itu"ucap Terry.


"sudah lah tidak perlu di bahas yang penting kau baik-baik saja"ujar Arthurro , lembut.


"Oya, tuan sudah lama tidak bertemu bagaimana kabarmu"ucap Terry,baru bertanya kabar.


"baik, aku bahkan baru kembali ke sini hari ini tadinya aku mau langsung ke rumah mu"ujar Arthurro.


"heumm, begitu ya"ujar Terry,sambil tersenyum.


mereka pun berbincang hingga menghabiskan waktu, untuk membantu Terry, melayani pelanggan, saat ini Arthurro, merasa sangat senang, entah kenapa melihat senyuman yang terpancar dari gadis, cantik itu rasanya ada yang aneh di hati Arthurro.


"aku sudah akan tutup, sebentar lagi, apa kamu tidak lapar"ucap Terry.


"justru aku ingin mengajak mu makan"jawab Arthurro.


"baiklah bagaimana,kalau kita pulang kerumah ku saja, aku akan buatkan makan malam untuk mu"ujar Terry.


"ide bagus"ucap Arthurro, mereka pun menutup toko bersama-sama, entah kenapa Arthurro nyaman bersama dengan Terry.


mereka pun pergi dengan mobil Arthurro, saat di jalan Arthurro, berhenti tepat di depan super market, dia langsung mengajak Terry, turun.


"mau apa berhenti di sini??"ujar Terry.


"katanya kamu mau masakin aku makanan,ayo turun kita harus belanja"ujar Arthurro.


"baiklah, Aku juga lupa bertanya, pada mu, saat ini kamu mau makan apa"ujar Terry.


"apa saja aku tidak pemilih makanan"ujar Arthurro.


pria tampan itu, pun berjalan berdampingan dengan, Terry, yang saat ini sedikit berpikir.


"masuk lah"ucap Arthurro sambil menggenggam tangan Terry, tanpa sadar, Terry langsung melirik ke arah tangan nya yang saat ini tengah di genggam nya.


"maaf, tapi tidak apa-apa kan"ucap Arthurro.


"ti tidak"jawab Terry , gugup.


mereka pun langsung masuk dan Arthurro,membawa keranjang belanjaan nya, dia membantu Terry memilih, dia bahkan memasukkan, yang menurut nya, perlu saat ini.


"tuan,itu kebanyakan,uang ku tidak cukup"ujar Terry.


"tenang saja aku yang bayar"jawab Arthurro.


"tapi kan aku yang akan mentelaktirmu saat ini"ujar Terry.


"cukup dengan memasak makanan untuk ku, kamu sudah lebih mentelaktirku "ucap Arthurro.


Terry, pun hanya pasrah saat ini dia membawa itu semua ke tempat pembayaran.


Arthurro, membayar nya, dengan black cards nya.


akhirnya selesai belanja saat itu Arthurro, langsung membawa beberapa kantung plastik ke dalam bagasi mobil nya.


dia pun membuka kan pintu untuk Terry, saat itu juga mereka pun langsung tancap gas, dan pergi menuju rumah Terry.


sesampainya di sana, Arthurro, melihat ada perubahan, saat ini rumah itu lebih terawat dari sebelumnya, dan sangat nyaman.


setelah masuk membawa kantong plastik berisi belanjaan nya tadi, Terry, langsung mempersilakan Arthurro, untuk duduk,sambil menunggu di ruang televisi.


Terry, pun memberikan dia secangkir,kopi ya walaupun tidak ada yang bertamu ke rumah nya tapi Terry, selalu membeli kopi, untuk nya di sela kesendirian nya.


kopi,itu terasa sangat berbeda, dari yang biasa di minum nya, rasanya sangat spesial, seperti kopi di kafe-kafe yang sangat punya ciri khas.


"terimakasih,kopi nya enak"ucap Arthurro.


"syukur lah jika kamu suka"ujar Terry, yang hendak melangkah ke dapur.


"simbo... kemana,ko tidak kelihatan"tanya Arthurro, lagi.


"mbok Lasmi, sudah meninggal dunia dua bulan lalu, dia bahkan tidak sempat melihat aku yang saat ini"ucap Terry, sedikit sedih.


"maaf kan aku, aku tidak bermaksud"ucap Arthurro


"tidak apa-apa, aku tau kamu pasti penasaran"ucap nya lagi sambil pamit menuju dapur.


Terry, begitu cekatan saat ini dia memasak dengan begitu lihai nya, bukan hanya satu wajan yang di gunakan nya berbarengan, tapi juga ada beberapa panci yang dia gunakan, tidak lama hanya empat puluh lima menit, dia sudah selesai memasak semua nya, saat ini dan langsung menghidangkan nya di meja.


Arthurro, yang melihat itu dia begitu tergoda, dengan masakan Indonesia yang di buat oleh Terry,


di sana ada daging kecap, dan ikan balado juga tumis kangkung ,dan capcay ,tak lupa juga nasi


"wah sepertinya nya sangat lezat"ujar Arthurro.


"kamu, pernah makan,ini rasanya aku ragu"ujar Terry.


"aku memang belum pernah makan ini tapi aku yakin ini sangat lezat"ucap Arthurro.


Terry, pun memberikan piring, yang sudah di isi dengan masakan nya pada Arthurro, dan Arthurro, merasakan,ada sesuatu yang tidak biasa, dia seperti melihat mommy, nya yang melayani Daddy,nya.


"kenapa, apa kebanyakan"ujar Terry, heran melihat Arthurro, sedikit bengong.


"owh, tidak aku hanya teringat ibu ku"ujar Arthurro, yang langsung menyantap makanan tersebut, dan Arthurro, sempat berhenti sejenak.


"kenapa, apa makanan nya tidak enak,biar aku pesan saja dari luar ya"ujar Terry, sedikit ragu dan malu.


"siapa, bilang ini justru terlalu lezat aku suka, bahkan mungkin aku bisa makan lebih dari biasanya"ucap Arthurro,sambil kembali memakan nya, dia benar-benar menghabiskan makanan tersebut hingga tandas, Terry, sebenarnya sedikit tidak yakin dengan apa yang di lihat nya saat ini tapi dia juga tidak tau harus berkata apa.


"Terry, terimakasih, masakan mu sungguh sangat enak, aku mungkin akan ketagihan jika kamu tidak keberatan memasakan makan ini untuk ku"ucap Arthurro, sambil tersenyum.


"syukurlah jika kamu suka,lain kali aku akan memasak nya lagi untuk mu,kalau kita bertemu lagi"ujar Terry.


"aku akan selalu datang kemari, saat aku ada waktu, aku harap kamu tidak bosan bertemu dengan ku"ujar Arthurro.


"tentu saja"ujar Terry.


"tuan, maaf sebentar lagi, aku akan pergi bekerja, mungkin ini tidak seharusnya karena, kamu baru saja bertamu kembali, tapi ini sudah pekerjaan ku"ujar Terry, tidak enak hati.


"tidak masalah aku akan mengantarmu ke tempat kerja sebelum aku pulang"ujar Arthurro.


"baiklah sekali lagi aku minta maaf"ujar Terry, merasa tidak enak hati.


"sudah lah segera lah bersiap kalau tidak kau akan terlambat"ujar Arthurro.


Terry, pun berlalu menuju kamar nya saat ini, dia langsung mandi dan bersiap, dengan menggunakan, T-shirt dan celana jins warna hitam dan topi juga polesan make up tipis, dia sudah sangat cantik sempurna, saat dia keluar, Arthurro, terpana di buatnya.


"tuan"ucap Terry,sambil menggoyangkan tangan nya di, hadapan Arthurro.


"Eh.. maaf kau sudah siap mari berangkat ujar Arthurro,sambil tersenyum.


"Terry, kamu begitu cantik, saat ini hanya dengan penampilan sederhana mu"ujar Arthurro, dalam hati.


Arthurro, pun membukakan pintu mobil untuk Terry, setelah itu dia masuk,di dan langsung menghidupkan mesin mobil nya dan melajukkan nya.


"kalo boleh tau kamu bekerja sebagai apa dan dimana"tanya Arthurro.


"aku bekerja di kafe xxx sebagai penyanyi, setiap jam delapan hingga jam dua belas malam"jawab Terry.


"pasti suara mu merdu"ujar Arthurro,memuji.


"ah...biasa saja tuan, mungkin, karena terbiasa mereka mendengar kan nya,suara pas-pasan pun seperti terdengar merdu hehehe"ujar Terry merendah .


perjalanan pun sampai, mereka berdua langsung masuk kafe, Arthurro,sangat penasaran ingin mendengar kan Terry, bernyanyi saat ini dia duduk di pojokan, dan memesan secangkir kopi.


Terry, pun mulai bernyanyi tepuk, tangan para pelanggan begitu menggema bahkan kebanyakan, dari mereka adalah para ABG, yang sangat mengagumi keindahan suara Terry.