Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
#Bertanggung jawab#


Sherly, pun hanya bisa pasrah dan hingga saat ini hubungan mereka masih tetap sama, hingga Devan, menegaskan dia akan segera menikah dengan Sherly.


Jessica, yang mendengar kan cerita Tante sekaligus kakak ipar nya tersebut dia hanya ikut prihatin, bagaimana tidak nasib mereka pun sama sampai sekarang ini harus terjebak di poligami .


setelah kepergian Jessica, kembali ke rumah nya, saat ini dia kaget melihat kedatangan shanty,di rumah tersebut.


"shanty"ujar Jessica sedikit kaget.


"ya,ini aku, langsung saja aku kemari untuk menjelaskan bahwa mulai saat ini Ferdinand, akan tetap tinggal bersama ku, dia akan menemui mu, jika aku mengizinkan nya, tapi jika, kamu melanggar aturan kamu harus siap kehilangan dia"ujar shanty.


Jessica, yang sungguh tidak tahu menahu ada masalah apa dengan shanty dan Ferdinand, sehingga mereka membuat perjanjian itu, Jessica, hanya diam tanpa kata sampai saat shanty , berlalu pergi dari kediaman nya, saat ini.


"ini yang kamu bilang bahagia, Ferdinand , aku sungguh sudah benar-benar menyerah"gumam Jessica, lirih dia terduduk di lantai penyesalan nya saat ini begitu mendera hatinya betapa tidak dia dengan bodohnya percaya dengan ucapan Ferdinand, untuk mengikuti nya kemana pun ia pergi, Jessica langsung menelpon Arthurro.


📱"halo sayang,ada apa heumm"ucap Arthurro.


📱"kak,tolong jemput aku sekarang juga, aku ingin pulang"ucap Jessica.


📱"ada, apa kamu dimana sayang, baik'lah tunggu kakak, jangan kemana-mana"ujar Arthurro.


📱"Indonesian Kak, aku sudah tidak kuat lagi untuk bertahan"ujar Jessica, yang kini memasukkan barang-barang nya, semua tidak ada yang tertinggal, Jessica, sudah menyerah apa pun yang terjadi nanti dia sudah tidak perduli lagi.


setelah selesai membereskan barang-barang nya, tiba-tiba Arthurro, sudah berada di halaman rumah tersebut, karena dia tengah berada di Bali, setelah kemarin menjalankan bisnis baru bersama dengan kolega nya yang ada di sana, Arthurro, tidak akan membiarkan adiknya terluka sedikitpun, dia langsung masuk kedalam rumah peninggalan nenek nya Siena, tersebut dan langsung bergegas menuju kamar Jessica, dilihat nya adiknya kini tengah terduduk di lantai sambil menangis sesenggukan.


"Jessica, sayang ada apa kenapa kamu seperti ini"ucap Arthurro, yang langsung memeluk adiknya, yang tengah menderita sendirian, Jessica, yang dulu begitu manja dan ceria,kini dia harus menderita sendirian tanpa keluarga nya tau.


"ayo kak, segera bawa aku pergi jauh aku tidak ingin lagi hidup seperti ini, sudah cukup pengorbanan ku selama ini,hiks hiks hiks"ucap Jessica, yang kini masih menangis sesenggukan.


Arthurro, pun menelpon seseorang untuk datang membawa kan barang-barang milik adiknya tersebut, dan kini Arthurro, tidak menunda waktu nya lagi dia langsung membawa Jessica, pergi saat ini dia sudah putuskan untuk bertindak tegas, Jessica tidak boleh lagi menderita sampai kapan pun.


sesampainya di bandara Ngurah Rai Bali, Jessica langsung memasuki jet pribadi milik Arthurro, yang kini berada di sana tidak menunggu lama ia kembali terbang menuju Singapura, tempat nya, tinggal kini bersama sang istri tercinta Terry, yang kini tengah kembali mengandung untuk yang kedua kalinya.


sementara itu Ferdinand, yang sedari tadi menelpon Jessica, namun tidak pernah ada jawaban bahwa pesan nya pun tidak pernah di balas, Ferdinand, langsung pulang ke rumah tersebut, dia begitu kaget saat melihat semua barang-barang nya kosong melompong, Jessica, hanya meninggalkan ponsel miliknya, dan secarik kertas yang bertuliskan beberapa kata.


✉️"aku pergi , mulai sekarang kamu bisa bahagia tanpa aku , jangan mencari ku lagi kita akan segera bercerai.


Ferdinand, langsung berteriak dia begitu kecewa dengan semua ini, tanpa alasan yang jelas, Jessica, pergi .


"Jessica, aku bersumpah aku tidak akan pernah melepaskan mu, sampai kapan pun, dan jangan salah kan aku jika, aku berbuat kejam, untuk bisa mendapatkan mu kembali ke sisi ku"teriak Ferdinand, yang kini menangis sesenggukan, dia memeriksa rekaman cctv rumah nya, sampai dia mulai mengerti semua permasalahan nya, Ferdinand langsung bergegas menuju rumah nya bersama dengan shanty saat itu juga dia bahkan bersikap kejam pada shanty, dia langsung menampar dan menyeret shanty saat itu juga.


"ahhhhhh.... sakit', Ferdinand, kenapa kamu sekejam ini"ucap shanty, yang mendapat kan tamparan keras dari Ferdinand.


"kau bertanya apa salah mu,kau pikir aku tidak tahu kau sudah membuat Jessica, pergi dari ku"ucap Ferdinand.


"aku tidak meminta nya pergi, aku hanya berkata mulai saat ini kamu hanya akan menemui nya, jika aku mengizinkan nya"ucap shanty.


"lancang sekali kau memangnya kau pikir siapa diri mu heuhh,kau pikir, aku boneka, yang bisa seenaknya kau perlukan iya begitu"ucap Ferdinand, murka, dia bahkan menjambak rambut shanty, saat ini.


Ferdinand, langsung membawa pergi anak pertama nya, dia adalah darah daging nya, sementara anak bungsu nya adalah hasil perselingkuhan shanty, dengan pria lain, Ferdinand, sudah lama mengetahui nya, tapi dia mencoba untuk memaafkan perbuatan shanty, tapi saat ini dia tidak ingin kehilangan cinta nya Jessica.


"Daddy, kita mau pergi ke mana"ucap Ferdian anak laki-laki berusia lima tahun tersebut,kini terus bertanya pada ayahnya.


"Daddy, akan membawa mu pergi ketempat mommy, Jessica, sekarang juga"ucap Ferdinand, sementara itu Ferdian, hanya mengangguk.


Ferdinand, menelpon asiten pribadi nya, saat ini dia menugaskan nya untuk menjaga perusahaan selama dia pergi, dan Ferdinand, pun langsung bergegas menuju bandara, dia pergi dengan menggunakan penerbangan umum , bersama dengan putra semata wayangnya, saat ini.


sementara Jessica, yang sampai lebih dulu, saat ini dia sudah berada di Mension, Arthurro,di sambut oleh Terry, dan kedua keponakan nya, yang kini berusia empat tahun, Jessica, bisa melupakan sedikit rasa sedihnya saat melihat keponakan nya yang kini memanggil nya dengan panggilan mommy, Jess.


"bintang dan langit, adalah nama anak Arthurro, yang selalu di panggil ,skay dan Star mereka selalu bermain bersama, tanpa pernah bertengkar mereka selalu akur bahkan selalu saling menolong satu sama lain.


"Jessica, sebaiknya kamu istirahat,dulu setelah itu kita akan makan malam bersama"ucap Arthurro.


"iya kak, aku juga lelah, jagoan mommy, mommy istirahat dulu ya, nanti kita main lagi"ucap Jessica,sambil mengelus puncak kepala keduanya, mereka hanya tersenyum sambil mengusap rambut nya yang di acak-acakan oleh aunty nya itu.


sementara itu, Terry, yang kini tengah duduk, di sofa dia merebahkan diri di pangkuan suaminya saat ini.


"sayang, ada apa dengan Jessica"ucap Terry , penasaran.


"dia sedang bermasalah dengan Ferdinand, suaminya, saat ini "jawab Arthurro, Terry, pun akhirnya mengerti karena sebelumnya Ferdinand, sempat menelpon Terry, untuk meminta tolong mengabari nya, saat Jessica, sampai, dan Terry, pun sudah memberi kabar tersebut pada Ferdinand.


lain Ferdinand, lain pula Sherly, yang kini tengah di hadapkan dengan sebuah pilihan yang diberikan oleh Devan pria itu mengajak nya untuk pindah ke Bandung, saat ini dia bahkan belum sempat menjawab tapi pria itu, saat ini sudah memaksa Sherly, untuk bersiap.


🌹💖💖💖🌹


Bandung, tepat tengah malam, mereka sudah sampai di sana, saat ini Devan , sudah membuka pintu, sebuah rumah mewah, walaupun tidak semewah Mension, peninggalan Jimi, saat ini Sherly, bahkan harus bersiap untuk pernikahan nya besok bersama dengan Devan, entah keluarga nya mengizinkan atau tidak yang pasti dia hanya bisa pasrah.


"istirahat lah sayang,besok, adalah hari pernikahan kita, seperti yang kamu inginkan tidak akan ada pesta meriah hanya ada acara pesta sederhana yang hanya di datangi para kerabat"ucap Devan, tegas.


"Apa keluarga mu akan menerima ku, seorang pelakon??"ucapan Sherly, berhasil melukai hati Devan, saat ini, bagaimana tidak rasa cinta nya yang sudah tumbuh saat ini dia tidak pernah mau mendengar wanita yang sangat di cintai nya, merendahkan diri sendiri, lagian, semua adalah salah dirinya, bukan salah Sherly, yang bahkan baru mengetahui kalau Devan sudah memiliki istri.


"siapa yang akan berani berkata seperti itu pada mu, aku pastikan mereka akan menyesalinya, saat itu juga"ucap Devan, yang begitu marah saat ini, namun Sherly,tau kalau Devan , melakukan itu karena dia begitu mencintai nya.


"sudah lah, aku ingin istirahat"ucap Sherly, sedikit takut,baru kali ini dia melihat ,Devan , benar-benar murka.


Devan, mencoba menghilangkan emosi nya, dengan memeluk dan mencium Sherly, mereka pun berbaring di ranjang dan tidur seperti biasa tanpa melakukan apapun saat ini.


mereka pun langsung tertidur saking lelahnya saat ini, hingga jam sembilan pagi, Ferdinand, dibangunkan oleh putra nya yang merasa laper.


"Daddy, bangun aku sangat lapar"ucap Ferdian.


"iya sayang sebetar ya Daddy, pesankan makanan dulu setelah itu kita makan tapi sekarang kita mandi dulu Ok"ujar Ferdinand, yang langsung menggendong putra nya itu masuk ke dalam kamar mandi, dan membantunya mandi, setelah selesai dia langsung memasang kan pakaian Ferdian, yang baru di beli nya saat di perjalanan kemarin, sebelum masuk bandara.


setelah itu Ferdinand, langsung mandi, setelah memastikan putra nya sudah rapih saat ini .


"tunggu Daddy,di sini sebetar lagi kita akan segera turun untuk sarapan Ok"ucap Ferdinand, yang buru-buru masuk kedalam kamar mandi dan langsung mandi tidak butuh waktu lama hanya sampai sepuluh menit, dia sudah keluar dari kamar mandi dan sudah sangat fresh, saat ini dia langsung berpakaian dan menyisir rambut nya tidak lupa memberikan wewangian pada tubuh nya.


setelah itu pesanan, nya tiba di kamar mereka, mereka tidak jadi turun untuk sarapan, saat ini mereka sarapan di kamar, Ferdinand, dengan telaten menyuapi putra nya itu sarapan, dan setelah selesai, dia pun langsung mengajak Ferdian, untuk bertemu dengan Jessica, Ferdinand, berharap Jessica, mau menemuinya, saat ini agar dia bisa meluruskan permasalahan mereka saat ini juga.


tidak butuh waktu lama, saat ini Ferdinand, dan putra semata wayangnya sudah memasuki gerbang Mension Arthurro, dia di sambut oleh pelayan, yang di perintahkan oleh Terry, sebelumnya, dan Arthurro, tidak tahu itu, mereka saat ini tengah berada di halaman belakang, menemani putra nya itu untuk bermain bola dan Jessica, berbaur dengan kedua nya, Terry, yang mengetahui kedatangan Ferdinand, dia langsung mempersilakan Ferdinand, menemui Jessica, saat itu juga Terry, mengerti bagaimana perasaan mereka saat ini.


sesampainya di taman belakang, Ferdinand, langsung menghampiri Jessica, yang kini mematung sambil berderai air mata, saat Ferdinand, hendak mendekapnya, Jessica langsung menghindar dan mencoba untuk pergi tapi tangan nya di cekal Ferdinand.


"sayang, apa salah ku, hingga kamu bahkan pergi begitu saja meninggalkan aku, aku tidak tau apa yang terjadi kemarin tapi jika kesalahan ku teramat besar, aku mohon maafkan aku, jangan pernah pergi dari hidupku, jujur, aku bahkan tidak sanggup lagi untuk bernafas jika kamu melakukan itu"ucap Ferdinand, yang kini membawa Jessica, kedalam dekapannya.


"kita akan bercerai secepatnya,agar hidup mu tenang tanpa gangguan dari ku"ucap Jessica, dingin tanpa menoleh pada Ferdinand.


"Jess,tatap aku, apa kamu benar-benar tidak mencintai ku lagi??"ucap Ferdinand, tapi Jessica, hanya menunduk tanpa bisa berkata apa-apa.


"kamu , tidak perlu bertanya ada atau tidak rasa itu, tapi yang jelas aku sudah menyerah"ucap Jessica,lirih, dia mencoba melepaskan tangan Ferdinand, tapi dia tidak pernah bisa melepaskan diri.


"baiklah, jika itu mau mu, kita bisa berpisah, dengan begitu kamu juga menginginkan kematian ku, saat ini juga, sayang Jessica, terimakasih atas semua nya, aku pergi, tapi sebelum itu aku titip putra ku satu-satunya, jika dia bertanya tentang ku, tolong katakan bahwa aku sudah berada di surga"ucap Ferdinand, yang kini menodongkan pistol di kepalanya.


"Ferdinand, jangan lakukan itu, aku mohon, aku menyerah dan ingin berpisah dengan mu, karena aku ingin melihat mu bahagia dengan nya tanpa harus memikirkan keberadaan ku, turun kan pistol nya aku mohon"ucap Jessica,memelas.


"kamu bilang ingin melihat aku bahagia Jessica, bagaimana aku bisa bahagia, heuhhhhh, sementara kebahagiaan ku hanya kamu, dan kamu tega meninggalkan ku, berarti kamu menginginkan aku mati!!!"""teriak Ferdinand, sambil bercucuran air mata.


"tidak Ferdinand, aku mohon jangan katakan itu, hiks hiks, aku sangat mencintaimu, aku ingin melihat mu bahagia aku mohon jangan lakukan itu"Jessica,kini bersujud memohon kepada Ferdinand, untuk membuang pistol tersebut, dia bersujud di kaki Ferdinand, tiba-tiba.


"mommy"ucap Ferdian, yang berlari ke hadapan mereka, dia tiba-tiba syok... melihat Daddy, nya sedang memegang pistol yang di arahkan ke kepala nya.


"Ferdian, mommy mu tidak memaafkan Daddy, dan dia ingin Daddy, segera mati"ucapan Ferdinand, terhenti kala Jessica, membungkam bibir Ferdinand, dengan ciuman saat ini dia bahkan tidak menghiraukan tatapan putra Ferdinand, Jessica merampas pistol tersebut dan melemparkannya ke sembarang arah dia tidak ingin kehilangan Ferdinand, jika mereka harus berpisah gara-gara bubuh diri.


"aku mencintaimu maafkan aku"ucap Jessica, lirih, Ferdinand langsung mencium bibir Jessica, dengan Sangat rakus mereka bercumbu di tengah taman yang luas tersebut seorang pelayan membawa pergi Ferdian, saat ini atas perintah Terry.


"aku tau kalian saling mencintai, dan tidak akan pernah sanggup untuk kehilangan satu sama lain nya"Gumam, Terry, lirih.


Ferdinand, masih memeluk Jessica,sambil menangis sesenggukan saat ini dia benar-benar putus asa jika Jessica, benar-benar pergi dari hidup nya.


"sayang maafkan aku , setelah ini kita akan tinggal bertiga dengan anak kita, aku sudah putuskan tidak akan pernah menuntut anak lagi, dari mu, terserah yang kuasa, memberikan atau tidak yang pasti aku hanya ingin hidup bahagia bersama dengan mu, selama nya, aku sudah putuskan untuk tinggal di sini kita akan membeli rumah baru untuk kita"ucap Ferdinand,sambil kembali mengecup bibir istri nya itu.


mereka pun duduk di kursi yang tersedia di sana, seorang pelayan membawa kan minum untuk mereka berdua.


"aku sudah meninggal shanty, dan secepat nya proses cerai akan segera selesai, mulai saat ini kita hanya akan hidup bahagia bersama dengan Ferdian, apa kamu bisa menerima dia sebagai anak mu??"ucap Ferdinand.


"dia putra mu, dan itu berarti dia juga anak ku,tentu saja dengan senang hati, aku akan sangat senang menerima nya, semoga dia juga bisa menerima ku , sepenuhnya"ucap Jessica,sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Ferdinand.


"terimakasih sayang ku, aku sangat mencintaimu dan sampai kapan pun aku akan tetap mencintai mu hingga akhir hidup ku"ucap Ferdinand,sambil memeluk dan mengecup puncak kepala istrinya.


"dimana ??Ferdian, aku harap dia tidak sedih karena tadi aku belum sempat memeluk nya"ucap Jessica.


"dia pasti baik-baik saja sayang, tidak usah khawatir mari temui dia"ucap Ferdinand.


"aku sudah tidak sabar ingin memeluk nya"ucap Jessica, yang kini bangkit bersama dengan Ferdinand, mereka melangkah bersama masuk kedalam rumah tersebut, dan Ferdinand,kaget saat melihat putranya sedang menangis di pelukan Terry.


"Ferdian sayang, kamu kenapa??"ucap Ferdinand, yang langsung mendekat.


"Daddy, jangan bunuh diri, Ferdian takut kalau Daddy,mati nanti Ferdian tidak punya siapa-siapa lagi"ucap nya polos.


"tidak sayang Daddy, tadi hanya bermain akting bersama dengan mommy, iya kan momm..."ucap Ferdinand, meminta persetujuan dari Jessica.


"tentu saja Sayang, mommy kan sering berakting jadi Daddy, bantuin mommy"ucap Jessica,sambil membawa Ferdian, kedalam pelukannya, seketika tangis nya terhenti Jessica, mengecup puncak kepala nya dengan sayang.


"makanya jangan pernah bertengkar depan anak"ucap nya lirih.


"iya kak, maaf"ucap Jessica.


"sayang, aku pergi dulu, aku mau cari tempat tinggal kita untuk sementara, sebelum kita dapat rumah baru, aku titip Ferdian di sini setelah dapat aku akan segera menjemput kalian berdua"ujar Ferdinand.


"tidak perlu cari hunian, apartemen milik kita juga banyak yang kosong"tiba-tiba Arthurro, menyahut perkataan Ferdinand.


"Arthurro"ucap Ferdinand.


"ya, aku tidak mengizinkan mu membawa pergi adikku jauh dari jangkauan ku, uncle, aku sudah menyiapkan apartemen untuk kalian tempati terserah mau sampai kapan, yang pasti aku tidak mengizinkan adikku untuk menangis lagi, camkan itu"tegas Arthurro.


"aku tidak pernah menginginkan itu, sama seperti mu, tapi adikmu yang terlalu cengeng, ucap Ferdinand,sambil tersenyum.


"terserah apa pun itu yang pasti jangan pernah menyakiti hati nya,atau itu akan jadi hari terakhir mu bersama dengan nya"ancam Arthurro.