Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
selalu ada


hari berganti bulan, Siena kini tengah menikmati kesehariannya, sebagai wanita karir sekaligus,ibu bagi Sherly dan sang adik, yang berada dalam kandungan nya.


Siena kini merasa di cintai karena Fero telah memilih untuk tinggal bersama dengan nya, begitu pula Adnan yang saat ini sudah membuka hati nya untuk seorang wanita cantik bernama Liliana, dia adalah wanita malam namun Adnan tidak mempermasalahkan hal itu.yang penting Liliana, menyayangi kedua anak nya.


ya, Adnan hanya akan mencintai Siena seorang, tapi dia juga butuh teman hidup, yang bisa mengurus nya, setiap saat ia butuhkan, dan yang terpenting Liliana adalah wanita yang baik dia masuk dunia malam karena,di jebak oleh seorang, teman yang menjual dirinya kepada lelaki hidung belang.


pertemuan Liliana dan Adnan adalah suatu kebetulan, saat Adnan melintas di, jalanan yang sepi, iya melihat seseorang sedang di seret paksa, oleh beberapa preman, untuk melayani ***** bejat nya beruntung Adnan datang dengan Harry, yang saat ituembawa senjata api.


Adnan selalu mbawa, senjata api, ketika ia bepergian malam hari untuk berjaga-jaga dari kejahatan,malam senjata nya pun memiliki surat yang lengkap jadi biarpun di jalan ada Rajia, Adnan selalu lolos karena itu dia selalu membawanya ke mana-mana.


Liliana, di bawa Adnan kerumah nya saat itu kebetulan Daniel, dan Sinan tengah menginap di rumah Oma nya, dan saat itu rumah dalam keadaan sepi hanya beberapa, orang penjaga dan asisten rumah tangga, di sana yang membantu memberikan tubuh Liliana ketika pingsan, saat di bawa kesana, Adnan meminjam kan pakaian milik Siena yang masih tertata rapi di ruang ganti kamar Adnan, Siena masih jadi ratu di rumah itu padahal tidak pernah sekalipun Siena kembali bersama dengan nya, saat setelah mereka memutuskan untuk berpisah.


hati Adnan, menerima Liliana karena rasa iba terhadap nya.


sementara itu di Bali,sore ini Siena tengah duduk di sofa tempat nya bekerja, dengan perut buncit nya kini kandungan Siena sudah menginjak usia 7 bulan, dan dokter memastikan bayi yang di kandungan nya itu berjenis kelamin laki-laki, Fero yang mengetahui, itu dia sangat bahagia, pasalnya anak yang di gadang-gadang milik nya saat shelin, hamil ternyata bukan anak nya, shelin selingkuh dengan teman dekat Fero dan ibu nya kini merasakan penyesalan yang teramat sangat, karena telah menyia-nyiakan Siena.


Siena, hari ini di temani Jimi dan Sherly, yang selalu ada di samping mereka, sementara, Fero sedang di kantor, saat ini.


"πŸ“± Halo, sayang, kamu sudah makan siang belum,hmmm"


"πŸ“± Halo, Daddy, belum aku lagi nunggu ayah beli di restoran bawah"


" πŸ“± sayang nanti kalo mau pulang jangan lupa hubungi aku ya biar aku yang jemput kasihan ayah kalo harus nyetir sendiri terus dia pasti lelah"


"πŸ“±baiklah sayang, terserah kamu saja Daddy sekarang, lagi apa"


"πŸ“± kenapa kangen ya, aku sedang mithing di restoran, saat ini karena,ada klien, dari Jepang"


"πŸ“± laki-laki atau wanita Daddy?"


"πŸ“± wanita sayang, tapi tenang saja, kamu itu tetap ratu di hatiku, tidak ada yang lain Sayang ku"


"πŸ“± aku mau kita Vidio call Daday sekarang juga"


"πŸ“± sayang, kamu tidak percaya pada suamimu yang tampan ini!"


"πŸ“± pokoknya sekarang atau Daddy pulang ke butik saat ini juga"


Tut...Tut..Tut...


telpon mereka terputus Siena, kini tengah cemberut karena Fero tidak juga melakukan panggilan video.


Jimi yang baru datang, iya tau Siena sedang kesal karena dia sangat mengenal putri semata wayangnya itu.


"sayang,ada apa? hemmm, apa kamu ingin sesuatu? atau ada masalah apa ayo bicara sama ayah"tanya Jimi.


"Sien, sedang kesal Ayah KA Fero mithing dengan seorang wanita asal Jepang saat ini di restoran"jawab Siena.


"hmmm itu ya sayang, tapi kamu tau dari mana? dan kapan kamu keluar ?"


"Sien, barusan, di telpon KA Fero katanya, dia sedang mithing bareng perempuan asal Jepang" jawab Siena lagi.


"sudah-sudah jangan terlalu di pikirin nanti cucu, ayah ikutan pusing.


"Siena, hanya kesal saja ko ayah" ucap Siena.


"ia sekarang biar kesal nya hilang kamu makan dulu ok sayang ayah,hmmmm...tuan putri ayah masih suka ngambek rupanya" ucap Jimi, yang kini tengah, mengelus Sayang kepala putri nya itu.


mereka pun,makan dengan lahap nya ya Siena,sangat doyan makan semenjak kehilan nya menginjak tiga bulan, mungkin karena ini pertama kali nya ada suami di samping nya selama iya hamil beda dengan dua kali kehamilan nya dulu, suaminya tidak ada yang menemani nya yang pertama adnan, tidak pernah tahu Siena hamil dan Sherly, saat itu Fero tengah sibuk mengurus istri tua nya yang sedang hamil tua itu.


kehamilan, nya kali ini, iya merasakan sempurna nya menjadi istri yang paling di cintai, walau di awal selalu ada insiden, yang hampir merenggut nyawa sang bayi nya saat itu.


tidak lama setelah Siena selesai, menghabiskan makanan nya,kini Fero datang, ketempat nya.


"sayang, kamu kenapa ponsel mu di matikan terus, aku jadi khawatir" ucap Fero, saat ini sambil memeluk Siena dan mencium bibir nya sekilas,di depan Jimi,dan Jimi hanya tersenyum.


"ayah kalo ayah mau pulang dan istirahat,di bawah ada supir yang akan mengantarkan ayah pulang,biar aku yang jaga Sien, saat ini Sherly gak usah di ajak nanti ganggu istirahat ayah lagi!" kata Fero menawarkan tumpangan pada mertua nya yang sudah kelihatan letih.


"baik lah,ayah pulang dulu,ayah bisa tenang kalo, kamu sudah ada,Sien sebaiknya istirahat lah,biar asisten mu yang mengerjakan sisanya ayah pulang dulu ya hati-hati, jangan kelelahan" ucap Jimi sambil bergegas pergi, dari butik tersebut.


"Daddy, aku bisa jalan sendiri, tidak usah kamu bimbing seperti ini, aku masih normal " ucap Siena kesal dengan perlakuan, suaminya yang berlebihan itu.


siang berganti dengan senja, Siena dan fero membawa, Sherly pulang,ke Mension jimi.saat ini.


sesampainya di Mension Siena segera menuju ke kamar nya Sherly di bawa pengasuh nya saat ini, dan Fero menyimpan laptop, dan tas kerja nya di ruang baca, Siena pun membersihkan diri nya saat ini.


kamar Siena saat ini, pindah jadi di lantai bawah karena, perutnya kini telah membesar dan langkah nya sedikit terbatas Siena menurut saja dengan saran dari sang ayah.


πŸŒΉπŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸŒΉ


tak terasa,dua bulan sudah terlewati,kini Siena tengah menantikan detik-detik kelahiran anak laki-laki nya itu.


sementara di ibukota, Jakarta Adnan tengah melangsungkan pernikahan, dengan Liliana,Adnan menikah tanpa restu untuk kedua kalinya, Inez, tidak ingin memiliki menantu bekas wanita malam, dan saat ini ia hanya di dampingi, kedua anaknya.


beruntung kedua anak nya sudah bisa mengerti, keadaan kedua orang tua nya, sampai saat ini, Adnan, masih kagum dengan cara Jimi mendidik, kedua anak nya, yang sampai saat ini tidak pernah protes,atau mengeluhkan sesuatu.


Daniel dan Sinan,kini tengah duduk berdampingan dengan sang ayah.


"Nak, terimakasih atas restu yang kalian berikan kepada ayah, untuk menikahi Tante Liliana, ayah sangat bangga pada kalian yang selalu bersikap bijak dalam menyikapi, sesuatu di sekitar kalian, ayah janji Bunda mu tetap lah no satu di hati Ayah" ucap Adnan, dan Liliana yang mendengar kan hal itu hanya tersenyum tanpa rasa sakit, sedikit pun.


Liliana, menerima Adnan sebagai suami nya karena, terikat hutang Budi, Liliana menerima pernikahan itu walau di jadikan yang kedua, dia di beritahukan oleh Adnan,bahwa Siena adalah ratu di hatinya hingga kini,sekali pun Adnan jatuh hati pada Liliana, tetap Liliana jadi yang kedua.


malam pertama pun tiba, di sebuah hotel tempat dimana ia melangsungkan pernikahan,kini pasangan baru nikah itu tengah menikmati malam pertama nya,di saksikan, cahaya lampu temaram, di dalam kamar hotel tersebut, tengah saling memuaskan satu sama lain nya.


Adnan berencana, untuk membeli rumah sederhana untuk Liliana tinggal dan dirinya, karena rumah yang kini di tempati oleh Adnan, adalah rumah yang ia hadiah kan saat pernikahan nya dengan Siena.


itu adalah istana milik Siena sampai kapan pun bukti cinta nya pada Siena tersimpan kenangan manis di dalam nya.


"lili... terimakasih kamu telah bersedia menjadi istri kedua ku dan menyayangi anak-anakku.saat ini, mulai besok kita akan membeli rumah baru, untuk kita tinggal bersama , semoga kamu suka, dan maaf bukan nya aku tidak mau membawa mu kembali ke rumah itu, tapi itu adalah istana ku dengan Siena, itu adalah hadiah pernikahan yang ku berikan pada nya walau Siena, tidak pernah mengambil nya, ya Siena adalah gadis kaya raya di usia belia nya dia sudah memiliki butik, dan dan beberapa rumah mewah juga Mension.


tapi dia tidak pernah memperlihatkan itu, dia lebih memilih, hidup sederhana,di balik kekayaan nya, hingga saat ini, harta yang berlimpah tidak membuat nya sombong dan seenaknya, apa kamu tau selama menikah dengan ku, dia tidak pernah meminta sepeser uang pun bahkan semua uang yang ku berikan masih tetap utuh di dalam kartu-kartu itu.


Siena, adalah seorang gadis sederhana di balik kemewahan nya, Jimi sang ayah memiliki beberapa perusahaan,di luar negeri, dan puluhan unit apartemen, di negara tetangga dan di sini, tapi dia juga tidak pernah memamerkan harta nya, dia hanya mengurus toko bangunan yang sering kita lewati, saat mau ke panti asuhan, Siena juga memiliki beberapa rumah mewah di sini dan di bali.mereka benar-benar sosok panutan dan itu menurun kepada kedua anak ku, mereka tidak pernah hura-hura, walaupun, ibunya memberikan pasilitas yang sangat lengkap.aku bangga pada ayah mertua ku dia sangat baik, dalam mendidik, cucunya kedua anak ku,lili... jika kelak kau bertemu dengan Siena aku harap kamu bisa bersikap baik pada nya, karena dia lah yang menyuruh aku untuk menikah dengan mu" kata Adnan panjang lebar dia menjelaskan sedetail mungkin, tentang wanita yang selalu menjadi ratu di hatinya itu.


setelah proses, melahirkan secara normal,kini bayi laki-laki, dengan berat empat koma dua kilo gram, serta tinggi limapuluh cm, telah di beri nama Ferdinand putra Atmaja.


ya, anak Fero yang kedua ini memiliki wajah sangat tampan, perpaduan Siena dan Fero .


saat ini Jimi tengah berbahagia menyambut cucu, baru nya, dengan tak henti-hentinya ia meminang cucunya tersebut.


"Sien sayang apa Daniel dan Sinan sudah di beritahukan bahwa adiknya kini telah lahir" tanya Jimi.


"belum ayah aku tidak ingin mengganggu, mas Adnan, kini tengah berbahagia, karena tengah melangsungkan pernikahan nya mungkin, saat ini mereka sedang, bulan madu" jawab Siena.


"ya sudah biar besok ayah yang akan jemput mereka ke Jakarta, ayah ingin kita berkumpul bersama seperti dulu" ucap Jimi yang langsung mengajukan diri untuk menjemput anak sambung nya itu saat ini juga dengan pesawat pribadi milik nya, ya Fero saat ini adalah pengusaha sukses.


"aku yang akan menjemput nya saat ini juga ayah, dia harus segera melihat adik kesayangannya" ucap Fero yang langsung bergegas pergi meninggalkan, ketiga nya dengan sangat antusias.


Fero, adalah ayah sambung yang sangat bertanggung jawab, bahkan sebelum ia menikah dengan Siena dan terjadi beberapa konflik, perhatian dan kasih sayang Fero pada mereka tidak pernah pudar, Fero tulus menyayangi kedua nya.walau kada sifat egois nya, pernah melukai hati mereka, tapi Daniel bisa memahami nya.


tidak memakan waktu lama dengan bantuan asisten nya kini ia telah berada di rumah keluarga Adnan ya Sinan dan Daniel,di titipkan di sana karena Adnan tengah melewatkan malam pertama pernikahan nya, dengan Liliana.


"Daddy, kapan Daddy sampai" teriak Sinan yang teramat manja pada ayah sambung nya itu.


"baru saja sayang, bagaimana kabar mu, saat ini muachhhh Daddy rindu kalian,ayo bersiap kita ke Bali, mommy sudah melahirkan" ucap Fero, yang membiasakan mereka untuk memanggil mommy.


"apa,Ade suh lahir owh KA Daniel, saingan keren mu telah lahir, hahahaha, aku suka,sekali ternyata bukan hanya aku yang gagal menjadi bungsu tapi kamu,kalah tampan pastinya" Sinan, sangat gembira, saat ini Daniel langsung mencubit hidung Sinan.


"kau bahagia sekali, tapi sayang aku tak pernah merasakan tersaingi, saat ini, yang ada aku bangga punya teman sama-sama tampan" ucap Daniel sangat bijaksana.


"Fero, masuk lah dulu, apa kabar mu saat ini" ucap Agnes, mantan kekasih nya dulu, tepat nya dia yang mengklaim, Fero sebagai kekasih nya.


"kabar aku sangat baik, gimana kabar mu saat ini lama tidak bertemu" tanya balik Fero.


"aku baik, seperti yang kau lihat bahkan saat ini aku tengah mengandung" jawab Agnes.


"syukur lah,kalo begitu, aku kesini untuk menjemput anak. ku Siena baru saja melahirkan dan dia ingin berkumpul untuk merayakan kelahiran, anak ke empat kami" ucap Fero yang tidak segan mengakui dirinya sebagai ayah Daniel dan Sinan.