
berkali-kali, Siena melewati maut saat ini sudah satu bulan dari insiden,bunuh diri itu justru Siena kini tengah mengandung anak pertama Fero, saat ini Fero tengah menyiapkan, pesta pernikahan dengan Sania sementara Adan, yang merasa sedih kini ia tengah menyiksa diri sendiri,di klub malam, iya sudah menghabiskan, minuman nya, seorang bartender sudah menelepon, Gladdiss, yang kini tengah mengandung anak nya.
"mas Adnan mau sampai kapan, kamu begini terus demi wanita sialan itu, tidak kah kau kasihan dengan, anak kita"
ucap Gladdiss, namun Adnan tidak pernah perduli, yang dia perduli kan saat ini adalah,rasa sakit hati nya karena harus kehilangan sosok yang paling ia cintai seumur hidup nya.
"Siena, sayang... kenapa kau tega meninggalkan aku untuk dia, kenapa,,,,?"
ucap Adnan yang kini berteriak memanggil Siena.
...di Paris Sien, sedang menangis ia terbangun dari tidurnya, iya mendengar panggilan dari Adnan, untuk nya,biar bagaimanapun ia masih terjebak, dalam hati Adnan....
"maaf kan aku mas, aku tidak berdaya, aku tidak mau kehilangan kamu,tapi aku juga tidak mungkin harus memilih mu, aku mengandung anak KA Fero saat ini,hiks,,, hiks,, hiks"ucap Siena.
ternyata Fero ada di samping nya saat ini dia bahkan mendengar kan perkataan Siena tadi jadi saat ini Fero,marah iya bahkan bergegas pergi mengambil minuman, di laci nakas saat itu juga dan langsung meminum nya, dari botol nya, Siena yang tahu Fero sedang marah saat ini dia hanya bisa menangis pasrah.
"kenapa kamu menangis, apa kamu menyesal dengan semua yang terjadi kini, apa semua, tidak pernah berarti untuk mu, heeuh, apa cinta yang dulu sudah tidak ada lagi"
lagi-lagi, Fero,marah dia tidak bisa di kendalikan, Siena memeluk Fero dari hadapan nya.
"KA,maaf kan aku aku tau aku salah tapi aku tidak sengaja, aku tadi mendengar dia memanggil ku, aku mohon, maaf kan aku hiks,,, hiks,,, hiks,,maaf ka maaf"
Siena, menangis meminta maaf sambil mengalungkan tangannya ke leher Fero, namun Fero hanya membuang muka, dan berusaha melepaskan, tangan Siena, setelah itu ia bahkan pergi begitu saja tanpa memperdulikan teriakan Siena, saat ini.
"KA Fero, aku mohon maaf kan aku ka,aku terlalu sayang kamu, tapi aku juga belum bisa melupakan dia, aku mohon jangan pergi,hiks hiks hiks hiks,....."
tidak ada yang perduli dengan nya saat ini, Siena, meratapi nasibnya, tidak ada yang benar-benar serius, dengan perasaan nya, kalaupun ada, mereka hanya pria egois seperti kedua nya, yang kini ada di hidup nya.
dua bulan berlalu Fero tidak pernah datang lagi ke hadapan Siena, Siena memutuskan untuk kembali ke Indonesia bersama kedua anaknya dari, Adnan, iya saat ini menetap di Bali, tanpa Jimi di sisinya, karena Jimi saat ini sedang berada di Kalimantan,di rumah nenek nya Siena setelah, ibunya yang tua renta itu, meminta maaf, kepada Jimi,atas keangkuhan nya selama ini.
"Bunda, Daniel, dan Ade,mau pergi ke sekolah yang baru saat ini,kami di antar sopir saja kalo Bunda sedang tidak enak badan Ok, Bunda istirahat saja, jangan lupa sarapan, semua sudah siap ko" ucap, Daniel yang kini mencium tangan dan pipi sang bunda.
sementara itu, Adnan yang mengetahui bahwa Siena,berada di Bali, saat ini ia langsung terbang ke Bali, langsung waktu itu juga dengan di ikuti oleh Harry sang asisten, yang selalu setia mendampingi dia kemanapun pergi"
Siena,kini sedang, rebahan di atas ranjang empuk yang ada di samping kolam renang,ia sedang melamun, saat ini Adnan datang, tanpa memberitahu terlebih dahulu, dan saat ini ia langsung masuk dan mencari Siena ke setiap sudut ruangan, sampai akhirnya, Siena,di temukan sedang melamun di ranjang nya yang berada dekat pinggir kolam renang.
"sayang ternyata kamu ada di sini, aku mencari mu, dari tadi, sedang apa hmmm ko melamun"
tanya Adnan, yang kini langsung duduk dan mencium kening Siena, Siena hanya terdiam sambil menatap nya.
"mas dari mana tau aku ada di sini, dan sejak kapan mas datang?"tanya Siena lagi.
"hmm kamu melamun sih jadi tidak tahu, aku datang, sedang melamun kan apa hmmm, coba ceritakan, siapa tahu aku bisa bantu"
ucap Adnan lantang sambil melirik bagian perut Siena, yang mulai sedikit terlihat menonjol.
"jangan katakan, kamu sedang melakukan si Fero, yang kini tinggal bersama istrinya di Kanada!"ucapan, Adnan sontak membuat Siena kaget, dan saat ini,ia berurai air mata.
"ternyata benar dugaan ku kau tahu Fero sedang menemani istrinya, yang baru saja, melahirkan,buah hati mereka"kata Adnan.
"stop,mas, jangan terus kan aku tidak ingin mendengar nya saat ini, aku ingin sendiri tolong tinggal kan aku,aku mohon tinggalkan aku,hiks,,,, hiks,,, hiks,, hiks... aku mohon biarkan aku sendiri" Siena menangis sesenggukan sambil, memeluk lutut nya sendiri, iya saat ini sangat putus asa, tanpa sang ayah di sisinya.
"Ayah, aku tidak kuat lagi melewati ini tanpa dirimu, sampai kapan aku harus terus begini, aku tidak kuat kalo harus terjebak dalam lubang yang sama, selain ayah tidak ada yang benar-benar menyayangi ku,dan tidak ada cinta tulus seperti dirimu yang mencintai Bunda, semua pria yang mendekati ku semua nya egois, tidak mau mengerti, dengan perasaan ku, saat ini"ucap Siena lirih.
saat ini, Siena tertidur,di ranjang milik Ayahnya, saking lelahnya sehabis menangis, iya bahkan bermimpi Fero, sedang duduk di ayunan bersama istri nya sambil memangku bayi nya, saat ini Siena hanya bisa memandangi, nya dari jauh karena, Fero tidak pernah melirik kearahnya walau sebenarnya dia tahu Siena ada di sana saat ini.siena menangis pilu, tanpa siapapun, yang memperdulikan nya.hingga suara ketukan pintu kamar terdengar bersahutan yang langsung membuat nya kini tersadar.
"Siena,, sayang ini ayah kamu sedang apa di dalam,hmmm buka pintu nya Sien ayah tau kamu ada di dalam" ucap Jimi, yang baru saja tiba di sana saat itu juga.
"Ayah, ucap Siena sambil membuka pintu dan langsung menghambur ke pelukan, Jimi, ayah.
🌹💖💖💖🌹
satu bulan berlalu, dari saat itu kini usia kandungan Siena, menginjak lima bulan, saat ini Siena di temani Jimi, memeriksa kan kandungan, nya.
"bayi anda jenis kelamin nya perempuan,dan sangat sehat, semoga tidak ada gangguan yang berarti, dengan kesibukan nyonya saat ini, sebaiknya anda mengurangi, kegiatan, yang berhubungan dengan pekerjaan, dan sering, sering lah mengikuti senam hamil yang sering di adakan di berbagai tempat, atau anda bisa, ikut jadwal yang saya sering bagikan setiap seminggu dua kali dengan saya sendiri yang menjadi pembimbing nya"
ucap Dokter, yang bernama Ashanti, itu.
"Baik Dokter"ucap Siena.
"Oya, dari mulai Anda memeriksa kondisi kandungan anda saya tidak pernah melihat suami anda, padahal,ini juga penting untuk di ketahui oleh suami nyonya, mungkin dia, bisa membantu nyonya, nanti saat kesulitan, pasca melahirkan, maaf bukan nya lancang tapi, biasanya, saat hamil begini Ayah bayi pada umumnya selalu mendampingi bumil"
ucapan Dokter tadi sontak membuat Jimi, kesal.
"tidak perlu saya juga bisa mengurus putri saya, dan cucu saya kelak,kami tidak membutuhkan dia" ucap Jimi tegas, yang membuat Sien, tidak enak hati dengan sang dokter yang kini langsung berwajah pucat.
"maaf Dokter, saat ini suami saya sedang berada di Kanada, jadi karena kesibukan nya, dia tidak bisa hadir di sini"ucap Siena sambil mengelus-elus punggung sang ayah, yang di Landa emosi, belakangan ini, Jimi sering sekali naik darah, bahkan ia berani menampar, Adnan dan mengusir nya, dia bahkan, berkata kasar pada nya menyuruh nya, untuk pergi selama-lamanya, dari kehidupan, Siena dan cucunya.
"maaf Dokter jika sudah tidak ada lagi, yang perlu di bicarakan kami permisi dulu" pamit Siena pada sang Dokter, yang masih kaget.
"ya silahkan,maaf kalau saya salah berkata" ucap Ashanti, sambil tersenyum.
"tidak ko Dokter, saya yang harus nya minta maaf, saya terbawa emosi, tidak seharusnya saya, berbicara kasar seperti tadi" ucap Jimi meminta maaf, saat ini, mereka langsung pergi ke butik, Siena selalu meminta ayahnya, untuk menemani nya kemanapun, karena sumber kekuatan nya adalah sang ayah, sedari dulu Siena,sangat dekat dengan Jimi.
di Kanada, Fero sedang di sibukkan dengan urusan pekerjaan, selama, ini iya hanya mengerjakan pekerjaan nya di rumah karena sibuk membantu mengurus putra nya yang baru dua bulan di lahirkan, Fero,merasa bahagia, memiliki keturunan, pertama nya, seorang, anak laki-laki, yang tampan sangat mirip dengan nya,tapi bukan berarti ia lupa dengan cinta pertama nya yang kini sedang mengandung buah hati nya juga.ya mungkin cinta Fero, begitu Egois untuk Siena, tapi semua itu tulus, walau saat ini ia sedang merasa, bahagia atas kelahiran putra pertama nya. Fero selalu memikirkan, Siena.
"Sedang apa kamu Sien, Maaf kan, aku selama ini tidak pernah menengok mu dan anak kita, aku sangat sibuk dengan urusan ku di sini, maafkan aku juga karena telah mengkhianati dirimu, aku lepas kendali hingga, membuat ku memiliki anak dari istri ku disini, aku tidak bisa menepati janjiku padamu, Maaf kan semua kesalahanku" Fero berurai air mata.saat ini ia bahkan, merasa sangat sakit hati nya terasa teriris,kala membayangkan, hubungan nya dengan Siena, yang hanya bisa, menyentuh tanpa bisa memiliki, sebesar apapun cinta nya pada Siena sejak, dia kecil hingga saat ini,restu orang tua yang selalu menjadi penghalang nya, dan kini iya hanya bisa pasrah, tanpa bisa berbuat apa-apa, apa lagi dengan kehadiran putra nya kini, yang akan mengikat nya semakin erat.
hari berganti Minggu berganti bulan,tak terasa saat ini sudah waktunya Siena melahirkan, Siena harus berjuang, sendiri untuk melahirkan putri nya, yang kini sudah sembilan bulan sepuluh hari,tumbuh di rahim nya, Siena yang mengalami kontraksi dari sejak pagi dini hari iya kini tengah berada di ruang bersalin, menunggu, beberapa saat lagi bayi perempuan nya akan segera lahir,di ruangan itu iya di temani Jimi, dan kedua anak mereka, sementara Alina yang baru datang di temani oleh Harry tunangan nya, yang tak lain adalah asisten Adnan, iya menunggu di luar belum di perbolehkan masuk Jimi dan kedua anak nya pun,kini keluar dari ruangan itu,kini Siena benar-benar sendirian, hanya dokter dan dua orang suster yang membantu, melahirkan anak nya kini.
setelah dua jam berlalu kini suara tangis dari bayi perempuan mungil yang sangat cantik perpaduan Fero, dan Siena, telah lahir kedunia, dengan,berat tiga lima,kg panjang lima puluh sentimeter, dan di beri nama Sherly, Siena tidak memberi nama panjang terhadap ketiga putra-putri nya, karena dari ketiga anaknya, tidak ada satu pun,suami yang mendampingi nya saat hamil sampai melahirkan, bahkan tidak ada kartu keluarga yang bertuliskan nama sang ayah hanya nama ibunya saja yang di tulis, apa lagi saat ini, Siena tidak pernah dinikahi oleh Fero, jadi semua, tidak memiliki latar belakang keluarga ayah nya entah suatu hari nanti, mungkin tidak akan pernah terjadi.tapi semua sah di mata hukum karena Siena dan pengacara nya mengurus legalitas ketiga anaknya, saat itu juga, seminggu sudah, Siena di rawat pasca melahirkan, saat ini dia sedang berada di rumah megahnya yang sengaja di bangun oleh Jimi di atas tanah puluhan hektar,di kawasan, itu ini adalah Mension, keluarga Siena yang di beri nama sang ayah yang berarti, Mension Jimi, Sudah dua Minggu lebih dari saat melahirkan, Sherly, Siena tidak pernah beraktivitas, seperti biasa nya, iya kini di sibukkan dengan mengurus ketiga anaknya, yang sangat membutuhkan perhatian nya.
"Bunda,Ade Sherly,pipisin aku, bagaimana ini?"
ucap Daniel, sambil kegelian, iya minta tolong kepada ibu nya.
"Jangan,heboh sayang, nanti Ade nangis gimana Bunda lagi nyiapin sarapan untuk kita, tadi kan Bunda bilang Ade belum pakai popok kakak,sih ngeyel pengen gendong Ade begini nih jadi nya" ucap Siena, memberikan pengertian, pada Daniel, berbeda dengan Sinan, yang kadang cemburu dengan Sherly, karena dia tidak jadi anak bungsu.
saat ini Sinan, sedang bermanja-manja,di pangkuan Jimi kakek nya, dan saat ini ia tengah minta di gendong,seberti bayi padahal sudah usia tiga belas tahun, dan kini Sinan, masih seperti anak usia lima tahun minta di gendong, Daniel, hanya tersenyum melihat tingkah adik perempuan pertama nya itu.
"sekarang kakak, bersihkan bekas pipis, nya di toilet, dan segera ganti baju ok Bunda, akan mengganti, pakaian adik sekarang juga" ucap Siena, yang langsung mengangkat tubuh si kecil dari pangkuan Daniel,... saat ini.