
waktu berjalan begitu cepat kini kedua anak kembar yang bernama Arthur dan Arthurro,tengah berada di kantor sang Daddy karena mommy nya menitipkan mereka di sana hari ini Sinan memiliki jadwal yang padat mungkin akan berakhir pada saat tengah malam, bukan nya tidak ingin membawa mereka seperti biasanya tapi mereka butuh istirahat, kalau terus-terusan Sinan bawa takutnya, mereka jatuh sakit saat ini jadwal Sinan semakin padat Kenan juga sudah menyuruh nya untuk berhenti bekerja tapi tidak mungkin Sinan berhenti begitu saja hanya bisa mengatur jadwal sebisa mungkin.
di kantor Kenan tengah sibuk mengadakan rapat dadakan karena ada masalah di kantor cabang dia harus sesegera mungkin mengatasi nya, setelah satu jam akhirnya rapat pun selesai Kenan sudah mengirim orang kepercayaan nya ke kantor cabang saat itu juga langsung karena dia tidak ingin menunda-nunda pekerjaan.
sesampainya dia di ruangan nya di lihat nya kedua anak nya kini tengah tertidur lelap ti ruang istirahat nya di temani para Nanny yang kini duduk menunggu mereka sebenarnya ruang itu begitu pripasi tapi demi kedua putranya dia akhirnya membiarkan para pengasuh nya masuk kedalam sana.
"tuan,tuan muda kecil keduanya baru tertidur"ucap pengasuh nya.
"baiklah kalian boleh pulang duluan biar saya yang akan menjaga mereka"ujar Kenan,akhirnya
keduanya nya pun pergi setelah pamit penuh hormat pada tuan nya itu.
Kenan pun kini membersihkan diri setelah itu ia ikut berbaring di samping mereka berdua, dia juga sudah sangat lelah setelah seharian bekerja.
setelah dua jam mereka pun akhirnya terbangun dan Daddy nya juga ikut terjaga karena mereka menangis memanggil mommy nya setiap kali dia bangun tidur.
"sayang ini ada Daddy sudah ya jangan menangis lagi, saat ini Daddy yang akan mengurus kalian berdua mommy mungkin masih bekerja,apa kalian lapar biar Daddy buatkan susu dulu ya"ucap Kenan lembut dia pun bergegas menuju tempat membuat minum Kenan ingin menyeduh susu untuk kedua putranya itu, setelah selesai dia langsung kembali setelah nya dan langsung memberikan setiap botol susu untuk kedua nya, beruntung mereka adalah anak yang penurut dan pintar'.
"Daddy, mau mommy"ucap Arthurro.
"iya sayang sebentar lagi kita pulang mommy pasti juga akan pulang"ucap Kenan lembut.
mereka pun tersenyum dan Kenan pun menyiapkan semuanya sebelum mereka kembali, Kenan membawa tas kerja nya dan menggendong kedua anak nya itu.
sungguh pria Maco yang sangat tampan dan sangat bertanggung jawab dia adalah pria idaman setiap wanita, seorang pengusaha sukses dan juga seorang ayah yang sangat keren, tanpa bantuan asisten dia pun berangkat menuju mobilnya setelah turun di lobi kantor nya menuju mobilnya yang sebelumnya sudah di siapkan untuk nya oleh sopir pribadi nya.
sesampainya di sana Kenan pun langsung memasukkan putranya itu kedalam mobil dia memasangkan sabuk pengaman di kedua nya mereka juga duduk dengan sangat anteng di belakang sementara Daddy nya duduk di depan dengan sang sopir sambil melirik ke arah kedua putranya yang kini tengah asik melihat film kesukaan mereka di depan mereka Kenan memang sudah menyiapkan itu jika sewaktu-waktu mereka ikut dengan nya ke mana pun.
setelah sampai di Mension milik nya, Kenan di bantu para pengasuh membawanya ke dalam rumah nya, dia kaget ketika di beritahukan bahwa istrinya kini sedang tidak enakbadan dan tidak mau kerumah sakit.
Ya... Sinan pulang lebih awal karena ia tidak enak badan, saat ini dia bahkan menolak untuk pergi ke dokter, Kenan langsung terburu-buru masuk kedalam kamar nya di lihat nya istrinya tengah terduduk lemas depan kamar mandi wajah nya begitu pucat saat ini mungkin karena terlalu lelah itu pikir Kenan yang langsung membopong tubuh istrinya itu yang kini sudah tidak berdaya.
"sayang,ada apa dengan dirimu,heumm... kenapa menolak ke rumah sakit kita pergi kesana sekarang ya Hanny"ucap Kenan sambil melepaskan baju istrinya itu bermaksud mengganti dengan yang baru karena bajunya sedikit basah dan ada noda bekas muntah.
setelah Kenan selesai mengganti baju Sinan dia langsung menghubungi dokter pribadi nya karena Sinan kekeuh tidak ingin kerumah sakit.
setelah dokter memeriksa Sinan dan kini memasang infus di tangan nya Dokter pun menjelaskan bahwa Sinan terkena mah saat ini dia harus banyak istirahat dan makan yang teratur dokter juga menyarankan agar Sinan hanya makan bubur saja sementara waktu untuk mempercepat proses penyembuhan.
Kenan pun langsung menyuruh koki membuat bubur saat itu juga setelah Dokter kembali Kenan menatap wajah istrinya dia minta penjelasan kenapa sampai bisa seperti ini.
"Ken, aku malas makan akhir-akhir ini jadi aku menunda-nunda, waktu makan ku"jawab Sinan sambil tertunduk ia merasa bersalah pada suaminya itu.
"mulai saat ini kamu berhenti bekerja aku tidak mau ini terjadi lagi apa uang ku kurang untuk menghidupi mu Hanny, aku sudah bilang sama kamu apa pun yang kamu butuhkan aku akan memenuhi nya, apa kau meragukan ku?"ucap Kenan penuh penekanan Karena sangat marah.
"Ken, aku hanya bosan kalau harus tinggal di rumah terus"ucap Sinan.
"kamu bisa shopping atau pun gabung dengan sosialita, seperti yang lain, tapi ingat kewajiban mu bukan hanya itu saja kamu juga masih harus memperhatikan keluarga mu masih ada aku dan anak kita yang sangat membutuhkan perhatian khusus dari mu"ujar Kenan.
"aku tau Sayang maaf kan aku"jawab Sinan.
"aku tidak marah karena kamu sibuk aku hanya tidak ingin kamu seperti ini, aku tidak bisa melihat kamu sakit"kata Kenan.
"baiklah sayang maafkan aku, aku hanya lupa waktu makan"ucap Sinan.
"jangan ulangi lagi"ucap Kenan sambil mengelus rambut istrinya dan mengecup puncak kepala nya.
"istirahat lah, aku akan melihat kedua jagoan kita"ucap Kenan sambil kembali mengecup bibir istri.
Kenan pun membantu, istri berbaring dan menyelimuti tubuh nya itu, saat ini Kenan pun langsung bergegas menuju dapur memastikan koki nya masak bubur dengan baik setelah itu dia langsung pergi keruangan tempat anak nya bermain di sana mereka sedang di suapi oleh pengasuh nya.
"Hay...boy... kalian sedang makan mommy kalian sedang sakit jadi besok saja kalian ketemu mommy setelah ini kalian istirahat sama Nanny kalian dulu besok baru temui mommy"ujar Kenan sambil mengelus kedua ya.
mereka pun mengangguk patuh dan Kenan pun bergegas kembali menuju kamar nya membawa bubur yang masih panas dua mangkuk bubur untuk nya dan istrinya itu saat ini Kenan, menyuapi istri nya, setelah nya dia juga memberi kan nya obat.
Kenan pun memakan bubur miliknya dengan berbagai macam toping.
🌹💖💖💖🌹
setelah dua hari kini keadaan Sinan sudah membaik dia kini tengah menemani putra nya bermain bola di halaman Mension yang luas kebetulan ini adalah hari weekend, dan Kenan libur dia menemani keduanya bermain bola Sinan duduk di bangku taman sambil mencoret-coret, kertas desain nya.
"momm...ayo gabung"ucap Arthur.
"tidak boleh Sayang mommy baru sembuh"kata Kenan.
mereka pun kembali bermain dengan tawa riang gembira saat ini tapi setelah itu mereka pun masuk ke dalam rumah untuk membersihkan tubuh yang sudah sangat lengket dan setelah itu, mereka pun duduk santai di samping Sinan.
"sayang, apa kamu,haus "tanya Sinan.
"tidak sayang, aku sudah minum tadi"ujar Kenan.
mereka pun mengobrol dengan canda dan cinta saat ini mereka tersenyum dan sesekali saling mengecup bibir masing-masing.
"sayang, aku kangen dengan semua ini rasanya sudah terlalu lama kita tidak begini bagaimana jika kita membuat adik untuk, mereka berdua"ujar Kenan.
"sayang, mereka masih sangat kecil aku belum siap untuk hamil lagi, coba saja kamu yang hamil"ujar Sinan,sambil bercanda.
"ya ampun sayang aku ini laki-laki mana mungkin bisa hamil, yang benar saja membayangkan nya saja aku sudah tidak bisa"ujar Kenan.
"hahaha, makanya jangan keterlaluan sayang aku juga butuh waktu untuk memulihkan tubuh ku dulu"ucap Sinan.
"iya sayang aku tau"jawab Kenan.
"baiklah sayang tapi aku tetap ingin kita Bobo bareng'"ucap Kenan.
"hemmm baiklah"ujar Sinan.
mereka pun akhirnya kembali tertidur saat ini mereka bercinta di tengah hari bolong mereka begitu terlarut di dalam nya hingga berkali-kali mengulang nya dan peda akhirnya mereka pun langsung tertidur saking lelahnya.
setelah bangun mereka pun langsung bergegas membersihkan tubuh nya bersama-sama.
setelah itu dia turun untuk makan siang yang sudah terlewat.
mereka pun makan dengan lahap saking lelahnya tadi tenaga nya terkuras setelah olahraga ranjang nya saat itu.
Kenan pun selesai lebih dulu dia masih setia menunggu istrinya yang masih makan Maktum Sinan dari kemaren hanya makan bubur itu pun hanya sedikit karena sedang tidak enak badan tapi saat ini segala hidangan yang ada di hadapannya dia coba memakan nya.
"sayang apa kamu sangat lapar saat ini, makan mu sedikit lebih banyak dari kemaren"ujar Kenan.
"aku harus mengisi lebih banyak agar tenaga ku cepat pulih jika nanti kamu meminta nya lagi"ujar Sinan sambil sedikit tersenyum kearah Kenan, dia tau dia sedikit bercanda yang dia rasakan saat ini adalah ***** makan yang teramat tinggi.
"heumm... baik'lah jika begitu aku tidak akan sungkan lagi"ujar Kenan menyeringai.
padahal Sinan sudah bergidik ngeri, membayangkan yang tadi saja lemesnya belum hilang saat ini Kenan,malah berniat ingin memakan nya lagi, jangan-jangan besok dia sudah tidak bisa berjalan lagi.
"Ken jangan sekarang aku masih sangat lelah sayang"ucap Sinan lembut.
"aku tau Sayang ku kamu tenang saja, tidak usah khawatir"ucap Kenan sambil mengelus puncak kepala istrinya itu.
kini, Sinan pun selesai makan dia langsung menuju ke arah ruang keluarga dia hendak bersantai sambil menonton film berdua karena kedua putranya masih tertidur pulas saat ini.
Kenan memutar film romantis, saat ini hingga mereka pun terbawa suasana tapi tidak mengulangi yang tadi hanya saja sesekali mereka saling mengecup satu sama lain nya.
sementara itu di Indonesia Daniel sedang sibuk mengurus kedua putra-putri nya, dia menemani anaknya sebelum mereka tidur malam Juli dan Daniel,begitu kewalahan menjaga mereka berdua yang begitu aktif.
mereka pun akhirnya tertidur setelah puas bermain saking lelahnya Daniel pun membawa mereka ke dalam kamar nya.
setelah itu Juli dan Daniel tertidur di kamar nya saat ini dengan posisi saling berpelukan.
sementara itu Siena yang kini tinggal di Bali ia pun sedang melewati malam panjang dengan suami nya itu,saling memberikan kecupan dan saling memuaskan satu sama lain nya.
...sementara itu Jimi kini sedang memancing ikan di atas kapal bersama sahabat nya, pria tua tersebut masih dengan lihainya bisa mengimbangi tarikan ikan yang kini sedikit menguras tenaga nya tapi itu adalah sebuah hiburan bagi dirinya di masa tua nya saat ini walau pun Siena selalu melarang nya untuk pergi memancing seperti saat ini....
ke esokan pagi nya Jimi baru berlabuh di pelabuhan bersama dengan rekan nya saat ini dia membawa begitu banyak iklan di dalam book, yang sudah di kasih bongkahan es,agar mengawetkan ikan hasil pancingan nya.
Jimi pun kembali ke Mension nya pagi ini dia langsung di sambut oleh kedua cucunya dan putri nya yang begitu mencemaskan nya.
"kalian menunggu kakek,ini kakek bawakan ikan hasil tangkapan malam tadi ini masih sangat segar kita harus bakar-bakar ikan saat ini kakek akan istirahat dulu sebentar selagi ikan nya di bersihkan oleh koki nya Ok sayang"ucap Jimi yang langsung bergegas menuju kamar nya.
dia di bantu asisten nya untuk menyiapkan perlengkapan nya setelah mandi, Jimi pun sudah harum dan kini ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang nya.
satu jam sudah dia tertidur kini dia sudah kembali segar bugar dan setelah mencuci muka dia pun pergi ke luar di lihat nya Fero sedang sibuk menyiapkan semua perlengkapan untuk membakar ikan di bantu oleh asisten nya sementara anak dan istri nya hanya duduk manis di bangku yang tersedia di taman belakang Mension tersebut.
setelah berkutat dengan ikan di bantu koki akhirnya ikan bakar pun jadi dan mereka langsung mencicipi ikan bakar yang di jamin seratus persen sangat lezat hingga mereka sanggup menghabiskan ikan bakar yang cukup besar, melihat hal itu Jimi begitu bahagia, dia masih bisa memberikan, makanan kesukaan Siena sejak kecil, dia pun berkata dalam hati nya.
"lihat lah istri ku, aku masih bisa melakukan hobi ku hingga usia ku saat ini dan putri juga cucu kita sangat menyukai ikan hasil tangkapan ku ini andaikan kamu masih bersama kami mungkin aku orang yang akan paling bahagia, saat mencicipi ikan bakar yang di lakukan dengan tangan mu sendiri sayang ku, semoga kita bisa bersama di surga nanti I love you so much sayang ku"gumam Jimi dalam hati hingga tetes air mata nya membasahi pipinya yang sudah mulai keriput itu.