Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
kembali tenang


Fero, sedang mengelus rambut istrinya saat ini di samping Siena.


"maaf kan, aku Hanny aku tidak bermaksud untuk berbohong pada mu, saat itu aku melindungi perasaan mu agar kau tidak terluka, aku tidak pernah mencintai nya apa lagi berniat untuk kembali kepada nya, aku sangat mencintaimu sedari dulu aku cinta mati pada diri mu" ucap Fero.


sementara itu, Siena yang sempat terbangun dan pura-pura tertidur saat ini, dia sangat bahagia mendengar pengakuan Fero saat ini.


Siena memutar badan nya memeluk dan mencium bibir Fero, dan Fero yang mendapat serangan dadakan dari istrinya itu kini dia begitu bahagia dan langsung membalas nya mereka pun tersenyum.


"benarkah itu Daddy?"tanya Siena.


"tentu saja Hanny, kamu pun pasti bisa merasakan hal itu "jawab Fero.


sementara itu, Fero pun menatap wajah istrinya itu yang kini mengangguk, Siena pun tersenyum.


"tidur lah, sayang kamu pasti lelah" ucap Siena.


"aku tidak merasa lelah, saat ini setelah melihat wanita tercinta ku tersenyum di hadapan ku,rasa lelahnya hilang Hanny"ujar Fero.


mereka pun akhirnya bercinta malam itu juga sementara itu Daniel, yang juga merasa kehilangan ibunya, dia langsung menemui Jimi dan bertanya.


"kakek bunda di mana bukan nya dia sudah janji akan menjaga kedua cucunya Daddy tidak menepati janji nya" ucap Daniel kecewa.


"Dan... sayang jika kamu ingin pergi maka pergilah biar kakek yang menjaga kedua anak mu saat ini, lagian di sini juga banyak pelayan dan juga pengasuh mereka Kakek bisa mengawasi mereka.


" aku tidak ingin kakek lelah, nantinya" ucap Daniel.


"kakek bisa istirahat percaya lah kakek, akan baik-baik saja" ucap Jimi sambil menepuk pundak cucu pertama nya itu.


akhirnya Jimi pun lagi-lagi, harus mengalah demi kebahagiaan mereka, karena Jimi tau mereka juga sangat menyayangi nya, sebagai orang tertua di keluarga nya.


sementara itu, sebelum Daniel pergi Fero dan Siena pun kini kembali, dan Daniel pun pergi ke tempat yang ingin dia tuju dengan istrinya Juli.


sementara itu kini Fero langsung masuk kedalam ruangan baca nya untuk memeriksa laporan yang di sampaikan oleh anak buah nya.


Fero menyuruh mereka mengawasi pergerakan mantan istri nya itu, saat ini semua laporan tentang nya sudah sampai pada Fero.


lain Fero lain pula Kenan saat ini Fero sedang berada di Paris, dia kini tengah mengantar Sinan pergi ke rumah sakit untuk melakukan cek up untuk kehamilan istri itu.


sesampainya di ruangan dokter kandungan saat ini dia langsung di suruh berbaring saat ini di atas ranjang pemeriksaan untuk lakukan USG Kenan sangat bahagia karena putra kembar nya kini dalam keadaan baik-baik saja.


Kenan, dia begitu, bahagia hingga dia mencium kening istrinya itu berulang ulang saat ini.


"Hanny, aku akan lebih menjaga kalian saat ini dan selamanya" ucap Kenan.


"aku sangat mencintaimu Ken..." ucap Sinan.


akhirnya mereka pun pulang dengan rasa bahagia dan sangat bersemangat hanya ada senyuman manis dari bibir mereka.


sesampainya di rumah Sinan langsung di angkat oleh Kenan,ke dalam kamar nya bahkan Kenan tidak memperbolehkan istrinya itu untuk berjalan sendiri, tapi saat ini Sinan sedikit tertekan dengan sifat posesif terhadap nya Sinan pun sedikit protes tapi Kenan tetap ingin dia menurut dengan permintaan Kenan.


Sinan pun menurut apa yang di inginkan oleh suaminya saat ini dia bahkan tidak ingin berdebat dengan Kenan karena dia tahu berdebat dengan Kenan tidak akan pernah menang.


"Ken, aku ingin pergi ke taman belakang saat ini, aku ingin melihat bunga-bunga itu bermekaran" ucap Sinan.


"baiklah sayang ku ayo aku gendong" ucap kenan.


"baik lah"jawab Sinan.


mereka pun pergi ke taman belakang Mension tersebut saat ini mereka tengah bersantai di bangku taman, saat ini jangan tanya apa yang di lakukan Kenan saat ini, Sinan pun hanya tersenyum saat Kenan memberikan setangkai mawar putih pada Sinan.


"Hanny setangkai mawar putih untuk ratu di hatiku selama nya, muachh" ucap Kenan.


"terimakasih sayang, ku aku juga sangat menyayangi mu saat ini nanti dan selamanya"ucap Sinan.


"thank you, Hanny, muachh muachh" ucap Kenan.


kebahagiaan mereka makin berlipat ganda saat ini semua perdebatan yang selalu terjadi dulu kini entah menguap kamana.


begitu juga dengan Daniel yang kini tengah sibuk mbelai istri nya di pergulatan panas nya, Juli dan Daniel begitu,


malam, dan siang mereka tidak pernah bisa melakukan hal itu, dan Daniel juga tidak ada lelahnya, seakan aura pengantin baru saat ini, mereka pun enggan untuk pulang andai saja Daniel merasa energi nya sudah terisi kembali,kini dia memutuskan untuk mbawa istrinya Juli kembali ke Jakarta untuk kembali tinggal di rumah milik mereka dulu.


Daniel pun meminta izin untuk kembali mengurus keluarga kecil nya saat ini, dan Jimi pun mengizinkan nya lagi pula di sana masih ada keluargganya yang lain yang mengawasi mereka.


Daniel, sangat senang, Daniel dan Juli pun akhirnya bersiap, dan membereskan keperluan nya, Juli dan Daniel pun menggendong anaknya satu-satu dan segera bergegas ke mobilnya saat ini.


Siena merasa sangat kesepian saat ini, karena kedua cucunya, Siena sudah di bawa pergi oleh kedua orang tua nya, Daniel pulang menggunakan pesawat pribadi nya.


Fero, pun mengajak Ferdinand untuk pergi berjalan-jalan dengan mommy nya dan Sherly mereka juga tidak lupa mengajak Jimi saat ini semua orang pergi ke pusat perbelanjaan karena ingin membuat mereka tidak merasa kesepian.


sementara itu, Sinan kini tengah makan malam bersama dengan Kenan mereka melakukan aktivitas nya selalu berdua dan Sinan merasa memiliki teman karena suaminya itu, sangat pengertian dan sangat memanjakan nya Kenan tidak pernah pergi kemana pun tanpa Sinan dan Sinan pun tidak merasa kesepian lagi.


hari-hari mereka begitu berwarna dan kini Sinan sudah masuk usia kehamilan sekitar delapan bulan, Kenan semakin berhati-hati menjaga Sinan bahkan dengan telaten Kenan pergi untuk berolahraga pagi untuk ibu hamil, seperti saat ini Sinan tengah berjalan-jalan pagi saat ini seperti seperti anjuran dokter.


Sinan, pun di bantu oleh ibu mertua nya, yang kini sedang merajut baju hangat untuk cucunya nanti.


" Mommy,ini sangat lah bagus aku sangat suka, bisakah mommy mengajari aku untuk membuat nya?" ucap Sinan.


"bisa saja Sayang hanya saja apa kau tidak melihat mata elang itu menatap kita" ucap ibu nya Kenan.


"tidak Hanny" ucap Kenan lembut.


🌹💖💖💖🌹


Sinan pun pergi ke, kamar nya karena marah pada Kenan yang selalu melarang nya melakukan ini itu.


Kenan pun, menyusul dia yang kini tengah menangis,di samping ranjang, Sinan, langsung bergegas memeluk istrinya itu.


"Hanny, aku melarang mu karena, saat ini keadaan mu sedang hamil kamu bisa lakukan itu, Ok" ucap Kenan lembut.


"aku mau nya sekarang, bukan nanti" ucap Sinan.


"baiklah sayang,baik ayo aku temani kamu bertemu dengan mommy, saat ini juga mommy pasti akan mengajarkan nya" ucap Kenan.


sementara itu Kenan sedang memperhatikan istrinya langsung bergegas menuju ruang baca untuk mengecek email, dari asisten nya saat ini.


sementara itu Sinan kini tengah belajar menyulam dengan ibu mertua nya dengan sangat serius, sementara ayah mertua nya sedang sibuk mengobrol dengan asisten rumah nya Kenan yang sama-sama seorang pria.


Sinan, langsung bisa melakukan apa yang di ajarkan oleh ibu mertua nya saat ini dia bahkan memulai membuat baju hangat nya.


saat Kenan, keluar dari ruang bacanya langsung bergegas menuju kearah Sinan dia kagum dengan Sinan.


"sayang kamu memang the best, baru sebentar saja kamu sudah pandai membuat nya" ucap Kenan.


"hemmm, tadi saja kamu melarang nya" ucap Sinan.


mereka pun akhirnya makan siang bareng keluarga nya Sinan sangat di perhatikan kebutuhan gizi nya bahkan Kenan memasak itu semua sendiri kemampuan Kenan dalam memasak tidak perlu di ragukan lagi dia adalah master chef dan tidak hanya belajar bisnis dia juga memiliki tiga kemampuan bisnis bela diri dan memasak adalah bakat nya saat ini.


Sinan sangat beruntung bisa menikah dengan Kenan saat ini.


setelah makan masakan yang di buat oleh suaminya, itu dia pun kini ingin langsung beristirahat dan kembali ke dalam kamar nya.


setelah di dalam kamar Kenan menyuruh nya bersandar, saat ini di kepala ranjang dia tidak pernah absen untuk memijat kaki istri nya itu.


Sinan adalah wanita yang paling beruntung karena bisa di cintai oleh pria baik saat ini yang selalu memperhatikan kondisi nya saat ini.


Kenan pun membetulkan posisi tidur Sinan dan menyelimuti nya, saat ini juga dan mencium kening Sinan.


Sinan mulai memejamkan mata nya Sementara itu Kenan duduk di sofa saat ini dia menyelesaikan pekerjaan nya, yang masih sangat menumpuk, Kenan melihat istrinya sesekali untuk melihat kondisi nya.


Kenan sangat mencintai pujaan hati nya itu apa lagi kini ada dua buah hati nya di dalam rahim wanita yang sangat di puja nya itu.


sementara itu di Jakarta Daniel sedang kerepotan membantu Juli mengurus, anak-anak nya padahal dia sudah harus pergi ke kantor dan sudah hampir telat tapi saat ini putri nya itu begitu manja pada nya.


"sayang, berikan dia pada Nanny nya, kamu sudah hampir telat kekantor biar aku yang jaga mereka" ucap Juli.


"tapi sayang dia sangat manja saat ini sama Daddy nya" ucap Daniel.


"tidak sayang kalau di biasakan seperti itu nanti dia akan terbiasa susah bujuk nya lama-lama Daddy" ucap Juli.


"tidak masalah Hanny aku suka,dulu Sinan juga, begitu manja pada ku dan Kakek, tapi aku tidak pernah keberatan"ucap Daniel.


sementara itu, Daniel benar-benar terlambat dan, asisten nya sudah menelpon nya berkali-kali saat ini.


sementara, itu Juli langsung mengambil putri nya itu walaupun putri nya itu menangis karena tidak ingin berpisah dengan Daddy nya.


"sayang Daddy kerja dulu ya nanti kalau Daddy sudah selesai bekerja Daddy akan bawakan boneka untuk mu Ok sayang" ucap Daniel sambil memeluk dan mencium putri nya itu dan bayi itu seakan mengerti dia langsung terdiam


Daniel pun berangkat saat itu juga dan dia begitu berbunga- bunga saat ini menurut nya punya anak itu adalah kebahagiaan tersendiri yang belum tentu orang lain bisa dapat kan.


seperti halnya Adnan, entah apa yang terjadi pada nya padahal saat itu Daniel dan Sinan juga sangat lucu dan menggemaskan bahkan sangat manja pada diri nya, tapi sayang nya Adnan tidak bisa menentang apa yang di inginkan oleh kedua orang tua nya saat itu, hingga dia rela berpisah dengan Siena, dan kedua anak nya.


tapi Daniel tidak bisa menyalahkan Adnan sepenuhnya, saat itu mungkin saja ayah nya sedang tidak berdaya,meski dia adalah seorang pemimpin perusahaan yang berjaya hingga saat ini, tapi tetap saja dia adalah seorang anak yang harus patuh pada perintah ibunya itu.


Daniel, hanya bertekad bahwa apa pun yang terjadi, nanti dia tidak ingin anak nya kekurangan kasih sayang keluarga nya.


bahkan Daniel masih memperlakukan Sinan seperti adik bayi nya hingga kelas tiga SMA, mereka masih tidur bersama seperti saat mereka kecil dulu.


sore hari setelah selesai dengan kegiatan nya di kantor Daniel kini sedang berada di sebuah Mall untuk membeli kan putri nya boneka, dan anak laki-laki nya, robot yang bisa bergerak dan bisa bicara, walau hanya rekaman audio.


setelah membeli semua itu kini Daniel langsung bergegas pulang dia begitu Rindu dengan anak istrinya padahal baru beberapa jam di luar, Daniel langsung bergegas masuk ke dalam rumah nya tanpa menghiraukan tas nya yang dia bawa saat ini adalah boneka, yang sangat lucu untuk putri nya dan robot yang bisa berjalan untuk putranya.


sementara itu Daniel yang melihat mereka tengah di ajak bermain oleh Juli di dalam boks bayi, saat mereka langsung nangis minta di gendong mereka melihat ayah nya yang mengendap-ngendap di belakang mommy nya.


"heumm... kalian tau saja Daddy udah kangen kalian, dan ini Daddy bawakan robot juga boneka untuk kalian, ucap Daniel pada putra putri nya yang baru berusia dua bulan,itu mereka seperti mengerti langsung tersenyum.


"Daddy, mereka belum bisa main sayang!" ucap Juli.


"tidak apa-apa yang penting aku sudah menepati janjiku pada mereka berdua dan ini bisa bicara mungkin mereka bisa melihat atau sekedar, mendengar kan tuh lihat saja mereka tersenyum itu artinya mereka sudah mengerti ia kan putra dan putri Daddy.


Daniel pun langsung, menggendong bayi perempuan nya, saat dia mengangkat tubuh putri nya itu, putranya pun ikut nangis karena ingin di gendong.


Daniel pun duduk di sofa dan akhirnya Daniel memangku kedua nya dengan bantuan istrinya Juli.


"duh kalian anak Daddy tersayang baik-baik ya dan sehat selalu dan panjang umur Daddy sayang kalian Daddy janji Daddy, tidak akan pernah kekurangan kasih sayang muachh" ucap Daniel sambil mengecup kedua nya.