
satu Minggu berlalu seperti janji yang di ucapkan oleh Sherly, dia berangkat ke Paris dengan di antar oleh, Daniel sang kakak, dengan berbagai cara iya berusaha melawan rasa takut nya akan, pesawat terbang.
Daniel selalu memeluk nya erat, dia tidak ingin adiknya itu, kenapa-napa saat ini sambil mengajak nya berbicara.
"Sherly, kakak akan berusaha mencari keberadaan, orang tua kita,kakak yakin mereka masih hidup, hingga kini"ujar Daniel.
"semoga, saja kak, aku tidak ingin seperti ini, terus"ujar Sherly.
lama-lama Sherly pun, tertidur karena pengaruh obat bius, yang di berikan oleh dokter sebelum dia berangkat.
dengan perjalanan yang sangat panjang, Sherly sempat terbangun dua kali, dan itupun, masih dalam pengawasan agar dia tidak histeris, saat dia tau sedang berada di pesawat.
sesampainya di, Paris.
"kakak,...hiks hiks hiks..kakak datang"ucap Sinan, yang langsung memeluk erat tubuh Daniel, keluarga tertua yang masih tersisa hingga saat ini.
"iya, sayang kakak, datang bagaimana kabarmu, dan keluarga?"ucap Daniel yang mengusap-ngusap air mata nya yang jatuh, entah kenapa, semenjak kepergian kedua orang tua nya, Daniel dan yang lain menjadi sangat Melo.
"Sherly, apa kabarmu sayang??"ucap Sinan sambil memeluk erat adiknya itu.
Sinan, menangis sesenggukan, pasalnya wajah Sherly, lebih mirip Bunda nya, yang kini di nyatakan telah meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat yang tidak pernah di temukan.
"kabar, Sherly baik kak, Sherly walaupun semua terasa berat, Daddy sudah tidak ada lagi, dan perusahaan nya kini jadi milik orang,hiks hiks hiks"Sherly tak kuasa menahan tangisnya.
"sebaiknya kalian istirahat dulu, setelah itu kita bicarakan semuanya"ujar Kenan yang selama ini mengetahui sesuatu.
Sherly dan Daniel pun istirahat di kamar yang berbeda,di pagi ini, ya mereka tiba, saat pagi menjelang.
sementara itu,Kenan sibuk menghubungi seseorang, saat ini seperti nya Kenan,tahu sesuatu tentang semua nya, yang telah terjadi.
"flashback on"
dua tahun yang lalu, setelah beberapa lama mereka melakukan pencarian, tiba-tiba,ada seseorang yang mengirim beberapa barang bukti, kepada Kenan mulai dari foto pesawat foto keberadaan keluarga istrinya tersebut.
Kenan, tidak langsung percaya akan hal itu dia berpikir mungkin itu adalah,jebakan dan saat itu juga Kenan langsung mengirim pasukan, yang kesemuanya itu adalah para ahli dalam segala bidang, Kenan tidak main-main,demi kebahagiaan istri nya apa pun akan dia lakukan.
hingga akhirnya di ketahui, bahwa yang mengirim semua bukti tersebut adalah anak buah seorang mafia, yang kabur karena tidak tahan dengan kekejaman bosnya itu.
hingga akhirnya, Kenan,mendapatkan bocoran, bahwa anggota keluarga yang selama ini dia cari ternyata masih hidup, dan dalam keadaan memprihatinkan, karena siksaan, yang mereka dapatkan.
mereka,di tidak hilang, akibat kecelakaan pesawat tapi pesawat mereka sengaja di bajak atas perintah asisten Fero, yang ternyata memiliki dendam pribadi, ya asisten Fero, adalah mantan pacar dari istrinya yang pertama, dan anak yang dulu di lahir kan oleh mantan istri nya itu, adalah anak asisten nya tersebut, dia tidak terima anak nya,di coret dari ahli waris,atas kekayaan yang Fero miliki.
hingga, Kenan, memutuskan untuk membebaskan Sandra, lewat orang-orang kepercayaan nya, Fero, dan Siena masih hidup, dan juga Ferdinand, tapi karena siksaan yang mereka dapatkan, mereka akhirnya koma, selama dua tahun ini, dan di rawat di Jerman.
Kenan, sengaja tidak memberitahu kan pada istri nya itu, karena dia tidak ingin membuat istrinya semakin putus asa, biarlah mereka mengira, bahwa kedua orang tua nya sudah tidak ada, untuk saat ini, karena Kenan juga belum bisa memastikan bahwa mereka akan berumur panjang atau tidak.
Kenan merawat mertua nya dengan sangat baik segala usaha sudah ia lakukan, walaupun dalam keadaan koma, dia tidak ingin mertua nya itu, kekurangan perawatan.
hingga saat ini.
rencana nya, Kenan, akan memberitahu mereka setelah mereka bangun dari koma.
"flashback off"
siang hari pun tiba, keduanya sudah tampak segar, setelah istirahat yang cukup, mereka kini tengah berada di meja makan, menghabiskan makan siang nya.
"setelah selesai makan kalian semua ikut aku,ada hal yang ingin aku jelaskan"ujar Kenan yang selesai lebih dulu.
"aku, sudah selesai kak"ucap Sherly,di susul Daniel, dan Sinan.
mereka semua pun ikut serta ke dalam bioskop mini, yang ada di Mension tersebut.
Kenan, menyuruh asisten nya untuk memutar video rentetan peristiwa tersebut, awal nya mereka bertiga heran apa yang ingin di tonton hingga, semua terpangpang nyata, semua dokumentasi tentang perjalanan Kenan, yang mulai dari pencarian hingga pembebasan Sandra, dan terakhir kondisi kedua orang tua nya.
Sherly, dan Sinan sudah menangis histeris sedari awal betapa tidak hatinya seperti di tusuk belati, saat melihat semua dokumentasi tentang kedua orang tua nya itu.
Daniel, menitikkan air mata, kesedihan nya dia memeluk kedua adiknya yang kini duduk di kedua sisi nya.
"Bunda, akhirnya kalian bertiga di temukan"ujar Daniel.
"mommy, Daddy ,Ferdinand, aku merindukan kalian,hiks hiks hiks hiks"Sherly menangis sejadi-jadinya.
"rencananya, saat ini juga mereka akan di bawa mengunkan jet pribadi Daddy ku, semoga semua nya lancar"ujar Kenan.
"Daddy, terimakasih untuk semua yang kamu lakukan, aku sangat mencintaimu, semoga kamu selalu berumur panjang, dan selalu berbahagia"ujar Sinan yang kini berhambur ke pelukan, suaminya itu.
"sayang, kamu tidak perlu berterimakasih, semua itu aku lakukan untuk kebahagiaan mu dan seluruh keluarga kita"ujar Kenan, sambil memeluk dan menciumi seluruh wajah istrinya itu,kini beban berat di hati Kenan, sudah sedikit berkurang, setidaknya mereka bisa berkumpul meski dalam keadaan yang sangat menyedihkan itu.
Kenan, berharap perjuangan nya tidak sia-sia.
setelah mereka keluar dari ruangan itu Daniel masih setia mendampingi kedua adiknya itu, saat ini duduk di sofa ruang keluarga, keadaan Mension, masih sepi karena rasa sedih dan bahagia bercampur aduk, saat ini mereka masih menanti kedatangan ketiga orang tercinta nya.
hingga sore tiba, ke empat putra-putri Sinan datang suasana nya jadi sangat berbeda semua sedikit menghangat walaupun mereka tidak di beritahukan, tentang masalah tersebut tapi ke empat nya, bahagia bertemu saudara kandung ibunya tersebut.
"uncle, kapan datang aku sangat kangen"ucap ke empat nya saling berpelukan, bergilir termasuk Jesica dan Jessi yang asik bergelayut manja di antara kedua nya.
"aunty, aku kangen kenapa baru kemari aku cape tau bantuin perusahaan mommy, hampir setiap hari apalagi, harus kuliah"ujar Jesica yang terus menciumi pipi aunty nya itu saking kangen nya dia memang lebih manja.
sementara Jessi, masih duduk di pangkuan Daniel saat ini, dia menganggap Daniel seperti Daddy nya sendiri.
"owh putri Daddy yang manja, apa kabar mu sayang??"ucap Daniel.
"kabar aki baik Daddy, aku bahkan selalu kangen Dengan mu, kapan kakak, akan di ajak kemari??"ujar Jessi yang kangen dengan sepupunya itu.
"memang nya, kalian tidak pernah bertemu, mereka kan sudah satu bulan tinggal di Paris sayang,di rumah omah buyut nya"ucap Daniel.
"owh,ya ampun dasar kakak, tidak punya ahlak,Ade sendiri di lupain"ujar Jessi yang sedikit kesal.
"Jessi, tidak baik bicara seperti itu"ucap Kenan.
"sayang, kakak' mu sibuk mengurus perusahaan milik nya saat ini mungkin belum Anda waktu untuk berkunjung"ucap Daniel, menenangkan.
"awas, saja kalau nanti ketemu akan aku kasih pelajaran"ucap Jessi penuh semangat, semua orang pun hanya tertawa melihat tingkah si bungsu, yang menggemaskan.
Daniel pun langsung menghubungi, kedua anak nya itu, saat ini mereka begitu bahagia, mengetahui Daddy nya,ada di Paris juga.
🌹💖💖💖🌹
ke esokan hari nya, semua orang sedang menunggu, dengan cemasnya, berharap keluarga, yang di nanti kan akan mendarat dengan selamat.
"kak, mommy kapan sampai nya"ujar Sherly yang sudah tidak tahan menahan rindu.
"sebentar lagi sayang bersabar lah"jawab Daniel.
sementara itu di mension tepat nya,tim medis sudah bersiap dan ruangan untuk mereka bertiga pun kini sudah di siapkan ruangan yang begitu besar dan Megah itu sengaja di siapkan untuk ketiga keluarga nya itu.
dengan ranjang king'size yang berjajar dan sofa yang sangat luas sengaja di siapkan untuk menjaga mereka nanti.
begitu pun dengan peralatan medis yang canggih Kenan, banyak menggelontorkan dana hingga triliunan hanya untuk itu semua.
tidak lama yang di tunggu pun datang ketiga ambulans, yang datang ke dalam halaman Mension pun, sudah di sambut oleh beberapa tenaga medis yang langsung akan membawa mereka ke, dalam kamar perawatan.
Sherly Daniel dan Sinan langsung bersujud di lantai ketika melihat kedua orang tua nya,kini berada di hadapan nya, yang pertama di bawa masuk adalah Ferdinand,di ikuti Fero dan terakhir Siena.
"Bunda, Daddy"ucap Sinan sambil bercucuran air mata di dampingi oleh suaminya, Kenan.
"mommy, Daddy, Ferdinand"ujar Sherly sambil berlari mengikuti mereka semua.
kini para ahli medis pun sedang menangani mereka semua, dengan memasang alat di tubuh mereka bertiga.
"kalian tunggu di sini dulu "ujar kenan.
sementara ke enam putra-putri mereka saling memeluk sambil meluapkan tangis nya.
ketiga putra putri Siena kini duduk di sofa menunggu mereka bekerja ekstra, saat ini hingga keadaan pasien mulai kembali stabil walau masih belum sadarkan diri saat ini.
Kenan pun keluar, dan mengajak ketiga nya masuk setelah menunggu lama mereka akhirnya bisa memeluk anggota keluarga nya itu dengan sangat hati-hati.
tangisnya, mereka pun kembali pecah, Sinan mencium ketiga nya, mereka adalah orang-orang yang sangat berharga dalam hidup nya.
"Daddy, segera lah bangun kami sangat merindukan mu, dan butuh bimbingan mu"ujar Sinan,sambil memeluk dan mencium kening Fero."mommy aku tidak tau lagi harus bagaimana jika Bunda tidak kembali,aku dan Sherly juga kakak, sangat membutuhkan Bunda, Ferdinand kakak, menunggu kamu bangun, bukan kah, sudah sangat lama kalian tidur panjang apa kalian tidak merindukan kami yang selalu mengharapkan kalian kembali"ujar Sinan, yang kini berlari ke pelukan Kenan.
"sabar, sayang yakinlah mereka akan baik-baik saja dan akan segera sadar"ucap Kenan, memeluk erat tubuh istrinya yang kini tengah berguncang karena menangis.
"semoga saja Daddy, aku tidak kuat melihat semua ini"ujar Sinan.
sementara itu Daniel,kini tengah menggenggam tangan Bunda, nya sambil mencium menunduk kan kepalanya di atas tumpuan tangan nya Air mata nya mengalir deras.
"Bunda, Daniel rindu Bunda, bangun lah Bunda, sudah cukup dengan kepergian kakek dan juga ayah, hingga saat ini Daniel, mohon jangan tinggalkan Daniel lagi, Daniel, tidak sekuat itu untuk kehilangan kalian semua, lihat lah anak dan cucu Bunda, semua menunggu Bunda,di sini,mau sampai kapan Bunda, seperti ini, Daddy,ayo bangun berikan semangat untuk kami semua Ferdinand, kamu ingin seperti kakak, bukan ayolah kalian segera bangun,kakak, berharap kamu lebih hebat dari kakak, kamu harus bisa menjaga semua keluarga kita,ayo bangun bantu Kakak"ujar Daniel yang kini tengah menghampiri ketiga nya.
begitu juga Sherly yang sedari tadi memeluk dan menciumi wajah Daddy nya yang masih tak sadarkan diri, wajah Fero terkena tetesan air mata Sherly, tiba-tiba ada pergerakan dari tubuh Fero dan mereka juga menyadari itu.
"Daddy, bangun lah Daddy, Sherly terlalu takut menunggu sendiri di Mension kita, Sherly yakin Daddy akan kembali, dan akan baik-baik saja, dengan adik dan mommy"ujar Sherly.
perlahan tapi pasti,mata Fero terbuka Sherly langsung memeluk Fero.
"Daddy, Daddy sadar owh ya Allah terima kasih"ujar Sherly sambil bersujud.
sebuah keajaiban, datang Fero, sadar dari koma, nya setelah hampir dua tahun.
"Sherly, kakak bahagia Daddy bangun ucap Sinan dan Daniel bersamaan mereka bertiga mendekat dan memeluk Fero.
setelah itu, mereka langsung bergegas mundur karena Dokter, langsung memeriksa kondisi Fero.
"syukurlah ini sebuah keajaiban,tuan Fero sudah sadar tapi harus tetap dijaga jangan dulu terlu banyak berinteraksi, hingga kondisi tubuh nya stabil"ujar sang dokter.
"baiklah Dokter"ujar mereka semua.
sementara itu Fero menatap mereka semua Air mata nya menetes.
"an anak ku KA kali an di sini"ucap Fero yang terbata-bata.
"Daddy, syukurlah Daddy baik-baik saja ketiga nya mendekat dan memeluk juga mencium Fero,Fero tersenyum.
"Daddy sebaiknya istirahat dulu, jangan terlalu banyak bergerak,kami akan tetap di sini menjaga kalian semua"ujar Kenan.
"heumm"Fero bergumam pelan.
semua orang begitu bahagia saat ini, walaupun baru Fero yang sadar hari demi hari di lewati kini tinggal Siena dan Ferdinand yang belum sadar dari koma, mereka begitu telaten merawat keduanya,begitu juga Fero, yang kini masih menggunakan kursi roda,ia sering mengajak istrinya yang masih tidur panjang itu bicara.
"Daddy saat, nya Daddy melakukan terapi"ucap Daniel yang langsung membawa, Fero ke arah taman samping.
Daniel selalu setia, mendampingi Fero, setiap saat menjalani terapi seperti saat ini.
"Daniel, bagaimana kalian bisa menemukan Daddy"ujar Fero yang sangat penasaran.
"bukan Dan,,, Daddy tapi Kenan Daddy cerita nya sangat panjang nanti setelah Daddy sembuh, Daddy sudah bisa mengetahui nya kami tidak mau kesehatan Daddy terganggu"jawab Daniel.
"heumm, baik lah anak Daddy, Daddy sepertinya harus segera sembuh dan kembali sehat seperti dulu,agar bisa kembali menjaga kalian semua"ucap Fero.
"tentu saja Daddy itu yang selalu kami harapkan, apa Daddy tau, putri Daddy yang satu itu, tidak mau di ajak tinggal dengan kami berdua dia tetap ngotot ingin menunggu kalian pulang,di mension kakek, harapan nya begitu besar, dan dia termasuk gadis yang sangat kuat, dan sendiri tidak mampu berlama-lama di mension itu, bayangan kita semua selalu Dan, lihat di seluruh sudut ruangan dan tidak mau menangis depan adik Dan...""ujar Daniel, yang kini memeluk Fero erat, dia menangis sesenggukan melupakan kesedihannya yang, selama ini berusaha dia tahan Fero, adalah ayah kedua setelah Adnan, yang selalu melindungi nya sedari dulu.
"Daddy, cepat lah sembuh Dan.. tidak ingin Daddy seperti ini"ucap Daniel.
"tentu saja anak ku"ujar Fero,sambil mengelus puncak kepala Daniel.