Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
Adnan memberikan izin


setelah satu bulan berlalu, Fero tidak lagi menghubungi, Siena,kini. merasakan kerinduan yang teramat sangat, Adnan yang sudah kembali ke, tanah air, iya memberikan waktu untuk Siena berpikir, saat ini keputusan apa pun yang Siena ambil iya pasrah kan pada sang waktu toh Adnan tidak bisa memiliki Siena seutuhnya, karena ia masih berstatus suami dari Gladdiss, yang kini tengah hamil anak ketiga nya,berbeda dari saat itu Adnan selalu menyentuh Gladdiss bila ia sedang rindu terhadap, Siena bagaimana Siena bisa memaafkan Adnan kalau ternyata Adnan bisa menghamilinya istrinya berkali-kali, apa itu yang namanya cinta mati, yang selalu di katakan oleh nya, Siena tidak perlu lagi repot-repot menghindari dari semua nya kini ia memutuskan untuk hidup sendiri sampai jodoh yang sebenarnya, datang kepadanya,


ya, jodoh apa itu benar, Siena kini, tengah merenung di sebuah taman, yang ada di dekat butik nya, saat ini ia berurai air mata lagi-lagi cinta itu begitu menyakitkan, saat Siena sedang menundukkan kepalanya tiba-tiba sebuah tangan menghampiri nya ia mengulurkan tangannya di hadapan Siena.


saat Siena mendongak kan kepalanya tiba-tiba, iya melihat sosok yang ia rindukan selama ini.


"KA,,, Fero!!" ucap Siena.


"ya ini aku, apa kau tidak senang bertemu dengan ku saat ini"


Fero,kini telah berubah menjadi dingin dan sedikit egois, Siena terdiam ia tahu sekali pun ia menjawab semua tidak berguna Fero yang sekarang tidak seperti Fero yang dulu yang penyabar dan penyayang.


"Aku bertanya kepada mu apa kau tidak senang bertemu dengan,ku heeuh...ayo jawab?"


Siena diam seribu bahasa, iya menatap laki-laki yang ada di hadapannya.


"kenapa kau tidak senang ya karena yang datang adalah aku bukan Adnan cinta sejati mu"


Fero menatap dingin pada Sien, saat ini.


"Ayo jawab apa susah nya jawab ia atau benar ?"


ucap Fero lagi.


Siena bangun dari duduknya saat ini ia berjalan menuju ke arah Butik nya, saat ini dia benar-benar kecewa, dengan sikap Fero yang mengolok-olok dirinya,Siena menangis sejadinya di kamar mandi, miliknya di atas sana ia tidak tahu Fero datang kesana dengan istrinya untuk mengambil baju pengantin yang sudah di pesan nya jauh-jauh hari, bahkan setahun yang lalu.


saat Siena keluar dari kamar mandi nya iya kaget Fero sudah duduk di sofa bersama sang istri tercinta nya, saat ini.


"Maaf ada perlu apa nyonya dan tuan datang keruangan saya?"


tanya Siena, yang kini menggenggam erat jari tangan nya.


"seperti yang anda tau setahun yang lalu aku memesan baju pengantin khusus lima biji, aku sekarang ingin mengambilnya untuk peresmian pernikahan kami sekalian fitting baju pengantin,kami ingin langsung lakukan di sini saat ini juga"


ucap Fero, dan istrinya bersamaan.


"Baik lah ikut saya ke bawah karena kamar pas nya ada di bawah kenapa tidak menggunakan kamarmu saja seperti nya itu cukup baik, ujar Fero.Siena mungkin bisa menahan rasa perih ini, sendiri tanpa siapapun yang tahu.


"baiklah jika itu yang anda mau saya punya kamar sebelah, yang cocok, untuk menggti kamar itu, karena ini kamar khusus anak-anak dan saya"


jawab Siena.


"sudah di putuskan, mulai saat ini aku ingin ganti baju di kamar ini titik."


ucap Fero, lagi.


Siena pun mengalah, iya membuka kamar yang sedari tiga bulan yang lalu ia tempati.aroma parfum Adnan masih menyeruak di sana.


dan ini membuat Fero semakin geram, terhadap Siena.


"Nona sepertinya anda sedang berkencan dengan seorang pria,bau dari parfum mahal ini masih menyeruak di sini"


ucap Fero menyindir, rasanya terlalu menyakitkan, hati Siena, iya sudah tidak tahan lagi.


"Ya dia suamiku, dan aku merasa bahagia dia datang dan tinggal di sini untuk waktu yang lama, sehingga aku bisa bersama dengan nya setiap hari"


ucap Siena menjawab asal, dan hal itu cukup membuat Fero mengepalkan tangannya.saat ini juga.


"Owh begitu ya hebat juga sebagai pelakorr apa anda tidak merasa malu, terhadap sesama wanita"


ucap Fero yang kini tersenyum sinis kepada Siena, sontak Siena pergi masuk kedalam kamar,ia tidak kuasa lagi menahan rasa sakit atas penghinaan terhadap Siena yang di lakukan oleh Fero.


"aku memang pelakorr tapi itu bukan keinginan ku, dan aku memang bukan wanita yang baik pantas saja semua orang membenciku, dimana salah nya aku, aku tidak merebut dan aku juga tidak, mengambil harta nya barang sedikit pun, kamu memang benar aku tidak punya perasaan"


Siena menangis kemudian ia menelpon asisten pribadi nya untuk membantu Fero dan istrinya bergati, dan setelah Siena mencuci muka nya yang sembab,kini iya keluar dan mengambil tas dari meja tanpa menghiraukan mereka yang bermesraan, di sofa nya kini, Siena bergegas pergi dari tempat itu dan ia tidak menghiraukan teguran dari Fero,Siena turun dengan wajah sembab menahan tangisnya, iya pergi dengan mobilnya, kini entah kemana ia pergi Siena kini pergi kesebuah klub malam untuk menenangkan pikiran dan hati nya yang begitu terluka parah,


Siena kini sedang duduk di depan meja bar tersebut, saat ini dia tengah meminum, minuman keras, yang mungkin kadar alkoholnya tinggi, jadi beberapa teguk saja sudah membuat nya mabuk, Siena kini memesan minuman nya lagi saat dia mau mengambilnya, tangan Fero sudah lebih dulu menepis Nya.


"Begini kah kelakuan mu, saat kau kecewa dengan sikap ku?"


tanya Fero, namun tidak di jawab oleh Siena Siena kini mengambil dompet dan mengeluarkan uang untuk membayar, minuman nya tadi , dan Siena pergi tanpa melirik Fero, lagi.


"Siena,... mau sampai kapan kau akan keras kepala heeuh "


tanya Fero lagi sambil berusaha menggapai tangan,namun buru-buru di tepis oleh Siena.


Siena langsung bergegas menuju mobil namun lagi-lagi langkah kaki nya di, cegah oleh Fero.


"kenapa anda selalu menghalangi jalan ku tolong minggir aku mau pulang"


ucap Siena berbicara formal terhadap Fero, Namum Fero tetap kekeuh, ingin membawa Siena pulang ke apartemen nya .


namun Siena tidak menghiraukan nya iya langsung masuk ke dalam mobil nya itu, dan langsung tancap gas,,,mobil Fero kini kejar-kejaran dengan mobil Fero.


"Sien... sayang, maafkan aku, aku memang pria Egois, aku tidak memikirkan betapa terluka nya kamu saat ini"Fero bergumam dalam hati nya saat ini tak terasa air mata nya meluncur di pipi mulus nya.


🌹💖💖💖🌹


seminggu berlalu dari saat itu Siena kini lebih banyak mengurung diri di kamar, iya bahkan tidak mau makan, kondisi tubuh nya lemah, saat ini, Daniel dan Sinan, yang saat ini tinggal di asrama sekolah, tidak mengetahui keadaan ibunya, bahkan Jimi yang saat ini sedang berada di Indonesia, tidak bisa menemani putrinya yang sedang sedih itu tiba-tiba Fero datang mendobrak pintu, Siena kaget' dan iya menoleh.


"Begini cara mu memperlakukan, diri sendiri heeuh, jawab aku Siena"


ucap Fero yang kini memegang dagu Sien.


Siena tetap tidak menjawab, tiba-tiba Fero mencium bibir Siena, dengan rakusnya iya membawa, Siena ke atas ranjang namun Siena, memberontak, tapi sekuat tenaga, walau tidak berhasil, Siena kini, hanya bisa pasrah dengan perlakuan Fero terhadap nya.


Fero,kini mulai menginginkan lebih dari itu rasa sakit yang kini di rasa Fero, iya lampiaskan kepada Siena, Siena sekarang sudah tidak memakai sehelai pun.


"KA Fero aku mohon lepaskan aku aku tidak mau, yang lalu terulang lagi please, tolong lepas kan aku!!!""


ucap Siena,namun tidak di lepas kan juga hingga akhirnya Siena mengalah dan


Fero,kini sudah mengungkungnya, Siena tidak bisa bergerak sama sekali.


"sayang, aku tak mau lagi membiarkan kamu berbuat semaunya, mulai saat ini, aku ingin kau mengandung anak kita, dan ingat lah aku mengawasi mu jadi kau tidak bisa mengugurkan kandunganmu ingat itu" Fero, saat ini sudah melakukan pelepasan beberapa kali hingga memenuhi rongga rahim Siena, Siena kini tengah, menangis, kenapa Fero begitu Egois saat ini bahkan rasanya tidak sanggup untuk menolak.


Siena yang merasa lelah akhirnya tertidur di pelukan Fero, lagi-lagi Fero, mencium bibir Siena dengan rakusnya, hingga dia kembali mengulang kisah yang tadi sudah di akhiri, Siena lagi-lagi hanya bisa pasrah sambil menangis,


"KA Fero aku lelah tidak bisa kah kau biarkan aku istirahat,"


kata Siena.


"sudah Sayang nikmati saja semua ini, kita akan secepatnya menikah setelah kau hamil anak kita ingat itu"


ucap Fero.


kakak kau tidak bisa egois begini dong kau itu sudah punya istri dan kalian juga ingin meresmikan hubungan kalian saat ini, kenapa kamu begitu Egois KA, aku salah apa pada mu hingga aku selalu di perlukan seperti, wanita jalang tidak berharga sama sekali, hiks,, hiks hiks"


Siena menangis."Diam.... aku tidak menginginkan kau bicara seperti itu, aku sangat tidak suka, kamu itu wanita terbaik untuk ku,maka dari itu aku memaksa mu untuk menjadikan mu ibu dari anak-nakku, camkan itu.


Fero,kini turun dari ranjang iya sudah mengunakan Kimono tidurnya, dan duduk di sofa yang ada di kamar Siena dia mengambil rokok dan meminum wine,,,di gelas tersebut iya merasa kecewa karena Siena, mengira dirinya memperlakukan Siena seperti wanita jalang, dan saat ini Siena, tidak mau melihat nya barang sedetik pun,ia tiba-tiba, Fero melepar gelas itu ke dinding dan pecahan itu pun berhaburan dia hanya melihat kearah Siena yang kini menutupi wajahnya dengan selimut tubuh Siena bergetar hebat,, iya menangis dalam diam, kenapa harus selalu seperti ini dia merasa, lelah dengan semua ini.lagi-lagi gelas itu di banting oleh Fero,,, masih dengan tatapan tajam namun sedikit sayu terarah pada Siena,namun Siena tidak mau mendengar nya.


"Sien,,, aku tanya pada mu sekarang mau mu apa heeuh,,, apa aku sudah tidak punya tempat lagi di hatimu, apa karena dia,heuuh jawab Sien,,, jawab aku tidak suka kamu terus menerus, mendiamkan aku begitu saja apa kau dengar heuhhhhh!!!"


Fero begitu marah saat ini ia bahkan berteriak memanggil nama sien,


"Aku ingin kita hidup masing-masing mulai saat ini karena aku sudah memutuskan, untuk hidup sendiri dari saat ini, lupa kan lah masa lalu saat ini kau sudah punya masa depan dan ku harap kamu bisa mengerti"


ucap Siena tiba-tiba, namun bukannya membuat Fero tenang kata-kata Siena semakin membuat nya murka saat ini, dia membanting barang-barang yang ada di kamar Siena hingga hancur berantakan.


"semudah itu kau bilang lupakan heuhhhhh, apa kau tidak ingat dengan perjuangan kita dulu kau pikir hati ini tidak merasakan sakit Siena kau pikir aku baik-baik saja heuhhhh saat melihat kau menikah dengan nya.tidak Siena, sedikit pun aku tidak akan lagi meninggalkan mu, dan melupakan, camkan itu, sekarang ikutilah dengan ku kita akan segera menikah saat ini juga"


ucap Fero, yang langsung, menggusur tangan Sien,


"KA, aku tidak bisa lagian kau sudah punya masa depan, lepas ka.. aku mohon lepas aku tidak mau jadi pelakorr, tolong lepaskan aku please, lepaskan"


Siena memohon.namun Fero tidak menggubris dia mengambil baju dan menyuruh Siena mengenakan nya.


"pakailah, dalam sepuluh menit kau harus sudah siap"


ucap Fero.


"KA ,,, kenapa tidak kau bunuh saja aku saja"


ucap Siena.


"Diam.... apa kamu tidak mengerti betapa aku mencintaimu heuhhhhh apa masih kurang Sien jawab!!""


"Apa kurang heuhhhhh jawab!!!"""


Fero makin emosi.


"kau bisa lakukan apapun terhadap ku, KA dengan begitu asal kamu bahagia aku rela, menderita, baik jika itu yang kamu mau KA Fero"


ucap Siena yang sukses membuat Fero menatap tajam kearah nya.


"baik jika begitu mau mu mulai saat ini jangan pernah kau bertanya lagi tentang kabar ku bahkan jangan pernah kau menangis di pusara ku nanti, aku akan pergi untuk selamanya darimu, semoga kamu bahagia dengan mantan suami mu itu"


Fero, bergegas pergi namun belum sampai di depan,pintu Siena berkata jika kau menginginkan ini baik pergilah, selamat tinggal KA Fero, selamat tinggal cinta sejati ku"


Siena, kini terjatuh di lantai perutnya bersimbah darah, Fero yang melihat itu langsung berteriak sambil membawa Siena ke rumah sakit, yang ada di sekitar sana ia langsung di bawa keruang operasi, dan Fero saat ini menangis sejadinya, dia tahu Siena, tidak ingin, semua nya terjadi tapi karena Fero tidak ingin lagi membiarkan Siena, di miliki oleh orang lain, mau tidak mau jalan ini lah satu-satunya yang, harus di ambil tapi Fero salah perhitungan.


kini Siena sudah selesai di operasi,kini dia di bawa di ruang ICU, untuk sementara, sebelum dia sadar dari pengaruh obat bius nya.


sementara itu Fero,kini tengah menyiapkan sesuatu, iya tetap akan melanjutkan, rencananya untuk menikahi Siena setelah, iya sadar nanti dan.