Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
kecelakaan Kenan


Kenan, saat ini sebenarnya belum berangkat ke Jerman dia hanya sedang menyelesaikan pekerjaan nya di kantor, saat ini agar bisa segera pergi dengan berat hati dia harus menyelesaikan urusan nya di Jerman kali ini bahkan dia harus meninggalkan istrinya yang saat ini sedang hamil enam bulan.


Kenan, tetap fokus pada layar laptop nya, saat ini jari-jari nya dengan lincah menari di atas keyboard laptop nya itu.


pikiran Kenan terbagi dua saat ini, antara pekerjaan dan istri nya itu.


Kenan pun mengambil ponsel nya saat ini lalu melakukan panggilan video pada istrinya itu.


"πŸ“± halo, Hanny kamu sedang apa hmm"


"πŸ“± ya Ken,ada apa hmmm?"


"πŸ“± aku kangen kamu Hanny, kamu sedang apa hemm apa tidak apa-apa aku berangkat malam ini?"


"πŸ“± pergi lah, Ken aku akan baik-baik saja, dan lagi kakek akan menjaga ku mungkin besok dia berangkat"


"πŸ“± baik lah Hanny,I love you so much muachh muachh muachh"


"πŸ“± love you to,my husband, muachh muachh"


"πŸ“± tunggu aku kembali sayang ku"


"πŸ“±tentu saja Sayang, hati-hati di jalan ingat jangan terlalu lelah bekerja Ken, aku dan anak mu menunggu kepulangan mu"


"πŸ“± baiklah Hanny muachh"


telpon pun berakhir Kenan pun akhirnya berangkat langsung dari kantor nya karena tidak mungkin dia akan putar arah untuk kembali ke Mension.


karena letaknya bandara dan kantor nya itu sangat lah dekat sementara ke,rumah masih jauh lagi.


setelah, selesai dengan pekerjaan nya asisten nya langsung mendampingi nya menuju jet pribadi milik nya, Kenan, langsung masuk kedalam jet tersebut dan bersiap, untuk take off


sementara itu, setelah Kenan berangkat Sinan yang sudah membersihkan tubuh nya kini dia merebahkan tubuhnya sambil berdoa untuk keselamatan suami nya, saat ini


setelah Kenan, sampai di Jerman, dia sempat menghubungi Sinan langsung mengabarkan nya bahwa ia sudah sampai di Mension milik nya, dan akan segera ke kantor hari itu juga Sinan merasa tenang dua hari berlalu dia tidak mendapatkan lagi kabar mungkin Kenan sibuk pikir Sinan, hari ketiga masih sama, saat itu Untung Jimi datang bersama dengan kakak nya Daniel


"apa kabar sayang, bagaimana kabar mu hmm apa kamu baik-baik saja" ujar Jimi sambil memeluk dan mencium puncak kepala cucunya itu.


"aku alhamdulilah baik kek,kabar kakek sendiri bagaimana?"tanya balik Sinan.


"puji Tuhan kakek baik nak"jawab Jimi


"syukurlah" jawab Sinan.


"adikku yang cantik ini apa kabar hemm"ucap Daniel.


"alhamdulilah aku baik kak,kabar kakak sendiri bagaimana?" tanya Sinan pada Daniel.


"alhamdulilah kakak juga baik, syukur lah jika kamu juga baik.


"Kenan sudah berangkat Sayang"ujar Daniel.


"sudah kak, sudah tiga hari,hari pertama sih dia masih memberikan aku kabar, tapi setelah itu sampai saat ini belum juga menelpon, padahal Sinan sedikit cemas kak!"


ujar Sinan.


"tidak apa-apa,doa kan saja dia baik-baik saja di sana, dan semoga secepatnya urusan nya selesai,agar dia segera kembali"ucap Daniel.


"iya kak, istirahat lah dulu kakak' pasti cape dengan kakek, aku ada sedikit pekerjaan di luar" ujar Sinan.


"baiklah Sayang ku, aku akan kekamar" ucap Daniel.


"semua sudah di siapkan"ucap Sinan.


"sayang, apa kamu ingin kakek temani"tawar Jimi.


"tidak usah kek, aku di antar sopir dan orang-orang Kenan" jawab Sinan.


"baiklah kakek istirahat dulu sayang ku" ujar nya sambil mencium puncak kepala Sinan dan Sinan pun mencium punggung tangan Jimi sambil mengucapkan salam.


"wa Alaikum salam, sayang" jawab. Jimi.


mereka bertiga pun berpisah Sinan pergi bersama orang kepercayaan Kenan hari ini dia ada pemotretan, untuk baju musim dingin kebetulan sekali cuaca di sana sedang sangat dingin, dan Sinan menggunakan baju tebal pemotretan pun,di lakukan di sebuah Mall saat ini yang sudah di tata sedemikian. apik hingga saat, selesai acara pemotretan Sinan duduk di sebelah kanan tempat nya beristirahat.


saat itu ia tengah bosan sambil menunggu fashion show yang akan di gelar langsung hari itu juga, dia melihat ada sebuah surat kabar media cetak atau koran.


saat Sinan melihat koran tersebut ia syok melihat berita kecelakaan yang di alami oleh Kenan tiga hari yang lalu hingga saat ini Kenan di kabarkan masih belum sadarkan diri, Sinan tiba-tiba pingsan dan orang-orang di buat kaget dengan semua itu, orang-orang Kenan langsung bergegas membawa Sinan ke rumah sakit.


setelah sampai di sana tiba-tiba,dua orang tersebut saling berbisik.


"kenapa bisa kita kecolongan,sialan, siapa yang menyimpan koran di sana bagaimana ini jika terjadi apa-apa dengan nona muda"ucap Hansen.


"semoga Nona,muda dan bayi nya akan baik-baik saja kita berdoa saja kalo tidak kita pasti akan mati sama-sama setelah bos kembali.


Jimi dan Daniel setelah di beri kabar oleh orang-orang kepercayaan Sinan kini mereka langsung bergegas menuju rumah sakit, tempat Sinan di rawat.


"bagaimana keadaan cucu saya?" tanya Jimi saat melihat Dokter baru keluar dari kamar rawat Sinan.


"nyonya Sinan sudah sadar, bahkan saat ini dia sudah bisa pulang" ujar dokter.


"syukur lah" jawab Daniel.


"Dan...kakek ingin menemui nya terlebih dahulu kita harus tau kenapa Sinan bisa pingsan" kata Jimi.


saat Jimi kedalam Sinan sedang terisak dan dia menangis menyebut nama Kenan saat ini.


"kakek aku ingin menemui Kenan di Jerman dia masih koma, dan belum sadar sampai saat ini" ucap Sinan.


"ko bisa, tenangkan diri mu dulu sayang kasihan anak mu kalau kamu sedih baik'lah kita akan segera terbang ke sana tapi kamu harus janji kamu harus kuat sayang" ucap Daniel Jimi hanya mengelus puncak kepala Sinan.


dan mereka pun berangkat ke Jerman setelah pulang dan bersiap.


Daniel dan Jimi yang kini duduk berhadapan dengan Sinan, mereka selalu mengutamakan Sinan memberikan rasa aman untuk adik dan juga cucunya itu.


sampai sekarang mereka masih di dalam pesawat, setelah perjalanan yang lumayan melelahkan Sinan pun kini sudah mendarat ia langsung di sambut oleh anak buah Kenan dengan mobil mewahnya, mereka bertiga di kawal oleh dua mobil,dari depan dan belakang Jimi hanya merasa takjub dengan perhatian Kenan terhadap cucunya itu.


sesampainya di rumah sakit Sinan langsung bergegas masuk kedalam ruangan ICU, tempat Kenan kini berbaring tak sadarkan diri, dengan beberapa alat pernapasan menempel di tubuh nya.


πŸŒΉπŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸŒΉ


Sinan, menangis melihat keadaan Kenan wajah tampan dan gagah yang selalu tersenyum pada nya saat ini, terlihat pucat.


"Hanny, bangun sayang ini aku datang, kamu sudah berjanji pada ku, bahwa kamu akan hati-hati tapi apa,kenapa harus seperti ini,hiks hiks hiks" air mata Sinan jatuh di pipi Kenan karena posisi Sinan. sedang di hadapan wajah Kenan iya berdiri sambil sedikit membungkuk dan menangis saat ini.


"Ken, bangun aku dan anak kita ada di sini menunggu mu sadar sayang hiks hiks hiks" ujar Sinan yang belum juga berhenti menangis tiba-tiba Kenan mengerjakan jari telunjuk nya yang saat ini tengah,di genggam oleh Sinan.


Sinan pun merasa senang, dan perlahan Kenan membuka mata nya,sangat pelan.


"Han ny ka mu di si ni" ucap Kenan terbata-bata.


"Ken, aku sangat takut kehilanganmu aku mohon jangan pernah pergi lagi tanpa aku hiks hiks hiks" Sinan menangis sambil mencium kening Kenan setelah itu ia memijit tombol emergency, yang berwarna merah untuk memanggil dokter dan suster yang berjaga.


tiba-tiba, saja pintu ruangan terbuka menampakkan wajah dokter wanita dan beberapa perawat datang untuk memeriksa keadaan Kenan.


sementara itu, Kenan masih menggenggam erat tangan Sinan.


"Ken, sayang kamu harus segera di periksa dulu,biar aku tunggu di sofa dulu ok" ucap Sinan.


Kenan pun sedikit menggeleng, Dokter pun tidak mempermasalahkan hal itu Sagi baik untuk perkembangan pasien,dokter pun berkata,ini adalah sebuah keajaiban, Kenan mengalami kecelakaan bahkan mobilnya terperosok ke jurang yang sangat dalam, tapi berhasil selamat dan tubuhnya hanya mengami luka-luka ringan, hanya keterkejutan nya saja yang membuat ia tidak sadar kan diri.


Sinan, pun semakin kaget mendengar penjelasan dokter, ternyata doa-doa nya di kabulkan oleh Allah untuk melindungi suaminya dari,mara bahaya.


setelah pemeriksaan selesai Kenan langsung di pindah ke ruang rawat VVIP, Sinan tidak luput dari pandangan Kenan saat ini, karena sikap posesif Kenan, semakin besar.


sementara itu kini Daniel dan Jimi di tampat kan di sebuah hotel berbintang yang berada di sana, karena mereka berdua terlihat sangat lelah.


"Hanny, aku sudah kenyang kemari lah tidur lah di sini bersama ku aku tahu kamu sangat lelah" ujar Kenan sambil melihat, dan mengelus tangan Sinan.


"tidak usah sayang, aku rebahan di sofa saja aku takut menyakiti mu jika aku tidur di ranjang yang sama dengan mu " jawab Kenan.


"Hanny, aku baik-baik saja, ayo kemari lah kasihan anak kita pasti kelelahan" ujar Kenan.


Sinan pun menurut ia berbaring di samping Kenan saat ini,ia pun meluk Sinan menyamping.


"Hanny, aku merindukan mu" ucap Kenan berbisik.


"Ken aku lebih dari merindukan mu aku hampir mati saat melihat surat kabar itu, aku mohon jangan pernah pergi jauh lagi dari ku" ucap Sinan yang kembali terisak.


"hey.. Hanny aku sudah baik-baik saja berkat doa kamu" ucap Kenan.


"iya, tapi aku masih merasa takut Hanny" ucap Sinan.


Ken, pun memberikan ciuman bertubi-tubi untuk memenangkan istrinya itu, saat ini.


"besok kita pulang ke Mension, kita ok!"kata Kenan.


"Ken, kamu belum pulih dan rumah kita sangat jauh dari sini" ucap Sinan.


"sayang, kamu punya banyak rumah di beberapa negara, jadi tidak usah cemas kan itu, dan sekarang, aku sudah pulih berkat kamu" ucap Kenan lagi.


mereka berdua pun tertidur pulas di atas ranjang ruang rawat VVIP yang sangat nyaman itu, saat Dokter akan memeriksa, Kenan menunjukkan satu jari nya di bibir nya agar dokter tidak membangunkan istri cantik nya yang kini sedang tertidur.


Dokter yang memeriksa Kenan pun mengerti saat ini dia memeriksa Kenan dengan sangat telaten dan sedikit pelan, karena takut membangunkan istri pemilik rumah sakit tersebut.


"kapan saya bisa pulang?"tanya Kenan.


"tuan bisa pulang hari ini juga asal,anda tetap istirahat di tempat tidur dan tidak boleh beraktivitas dulu sebelum kondisi anda lebih baik, dan satu lagi obatnya harus teratur agar luka dalam nya cepat sembuh" ujar dokter tersebut.


"iya baik lah, aku tidak tega melihat istri ku ke kelelahan di sini" ucap nya.


saat kembali ke Mension pun tiba kini Kenan duduk, di kursi roda, dan di dorong pelan oleh asisten nya untuk men sejajar kan langkah Sinan, yang kini masih berpegangan tangan dengan Kenan.


kini mereka pun telah sampai di Mension, setelah lima belas menit, perjalanan, Kenan pun di sambut oleh dua puluh, pelayan Mension tersebut yang sudah berjajar menyambut kedatangan mereka berdua.


"selamat datang di Mension nyonya muda dan tuan muda." ucap semua pelayan kompak.


Kenan dan Sinan pun masuk lift untuk naik ke lantai tiga Mension tersebut,di sana kamar Kenan berada kamar yang sangat megah dan seluruh pasilitas lengkap ada di sana.


Kenan pun naik ke atas ranjang nya di bantu oleh asisten nya kini, Sinan pun membantu membetulkan posisi rebahan nya.


"Hanny, jangan lakukan apapun kau hanya perlu,diam di sini dan temani aku" ucap Kenan,sambil memeluk istrinya itu Kenan tidur menyamping dan kini dia memeluk istrinya dari mengelus perut Sinan yang kini tengah menginjak usia enam bulan lebih.


"para jagoan Daddy, sedang apa hemm, terimakasih ya sudah mau temani Daddy di sini Daddy sangat mencintai kalian bertiga semoga kalian bertiga selalu baik-baik saja, Daddy sangat beruntung memiliki kalian bertiga, terutama mommy mu" ucap Kenan.


"Daddy, yang kami inginkan sekarang adalah, kesehatan Daddy agar bisa kembali beraktivitas bersama kita" ucap Sinan menirukan suara anak kecil.


"eumuach... sayang kamu itu sangat imut"ucap Kenan yang langsung mencium bibir istri dengan sangat lembut, beberapa detik hingga Sinan mulai kehabisan nafas dan Kenan langsung melepaskan ciuman nya itu.


"sayang, bernafas lah " ucap Kenan sambil melepaskan bibirnya dan mengelus kepala istrinya itu.


"Hanny, tiba-tiba saja aku merasa lapar" ujar Sinan.


Kenan pun memijit tombol di samping ranjang nya, dan berkata"bawakan makanan terlezat untuk istriku saat ini juga" ucap Kenan.


tidak sampai beberapa menit kemudian mereka datang membawa troli berisi makanan mereka pun menyajikan makanan.


Sinan pun bangun ia mengambil makanan nya dan menyuapi Kenan saat ini mereka pun makan bersama Kenan tidak ingin, mengecewakan istrinya itu, saat ini.


"Hanny, aku sudah kenyang, kamu saja yang lanjut makan nya ok sayang ku " ucap Kenan lembut.


baik lah, Hanny, aku lanjutkan makan ku dulu ya,kamu istirahat saja sayang"