
setelah satu Minggu berlalu kini Sinan tengah bersiap untuk kembali ke Paris sudah terlalu banyak pekerjaan yang menumpuk.
Kenan kini sedang membantu istrinya itu bersiap dan setelah selesai mereka pun kini berangkat ke bandara untuk penerbangan ke Paris saat itu juga karena pesawat sudah menunggu mereka saat ini.
setelah mereka duduk di pesawat kini pesawat pun mengudara di langit yang biru cuaca kebetulan sangat cerah saat, ini Sinan pun kini menyusui bayi Arthur, dengan tenang nya karena Kenan membantunya, dia memangku bayi Arthurro, yang sedang tersenyum manis ke arah ayah nya.
tumben anak nya itu mau di ajak bercanda oleh ayah nya itu padahal dari awal dia selalu menangis jika Daddy nya yang gendong atau apapun itu.
"Hanny, apa mereka sudah terbiasa dengan candaan kakek buyut mereka ya ko... saat ini Arthurro mau di ajak bermain dengan ku"ucap Kenan.
"tentu saja kamu itu Daddy nya seharusnya sedari dulu seperti itu, jadi anak-anak mau dekat dengan mu kamu sih terlu dingin Sayang"ucap Sinan,puas.
"sayang mana ada aku Dingin buktinya kita punya mereka berdua itu artinya aku sangat romantis"ujar Kenan tidak mau kalah.
"iya romantis saat dengan mommy nya giliran sama anak-anak kamu begitu kaku"ucap sinan.
"heumm...gitu ya mungkin aku belum terbiasa Sayang ku, tapi saat melihat kakek, saat itu dia begitu hangat dan sangat ceria saat bersama dengan mereka aku jadi kepikiran apa iya aku terlalu kaku Hanny" ucap Kenan.
akhirnya mereka pun beristirahat bersama,namun saat ini mereka beristirahat di kursi penumpang yang sangat nyaman itu, mereka tidak mau tinggal di ranjang yang tersedia di pesawat itu saat ini mereka saling mengelus satu bayi dengan tangan nya masing-masing hingga kedua putranya kini tidur dengan lelap nya.
sementara itu, di Jakarta, Daniel dan Juli sedang berjalan-jalan malam hari ini hanya mereka berdua karena Jimi yang mengasuh putra putri nya itu, saat ini mereka bahkan makan malam romantis dan juga menikmati suasana malam di tempat yang indah dan sangat banyak pengunjung saat ini dunia. serasa milik mereka berdua, andaikan saja, saat ini anak mereka sudah besar mungkin inilah saatnya dia akan punya anak lagi.
Daniel dan Juli memutuskan untuk tidak pulang saat ini mereka bahkan menginap di hotel milik nya, Daniel begitu terbawa suasana saat ini seakan mereka seddang berpacaran ya karena memang saat itu Daniel belum sempat berpacaran mereka langsung menikah, Karena kebersamaan nya dulu masih dalam pendekatan karena Daniel, belum dewasa.
mereka pun menghabiskan malam nya dengan bercinta hingga pagi dini hari barulah mereka terlelap hingga pagi menjelang.
di Mension, milik, Siena kini tengah ramai dengan tangisan kedua bayi itu di pagi hari rupanya mereka sudah minta minum susunya setelah Jimi dan Siena memberikan botol pada mereka berdua kini mereka dengan anteng nya minum susu dari botolnya.
"momm...susu punya ku mana??""ucap Ferdinand.
"sebentar sayang kasihan keponakan mu juga sudah sangat lapar saat ini"ucap Siena.
"baiklah momm... aku tidak mau sekolah hari ini boleh ya momm... soalnya hari ini aku ada lomba lari maraton tapi kakiku saat ini sedang sakit"ucap Ferdinand beralasan padahal hari ini adalah ulangan fisika, dia begitu malas untuk berpikir bukan nya otak nya bodoh tapi rasa malasnya itu karena dia harus mengulang pelajaran lama nya.
"hemmm, baik'lah nanti akan mommy urus izin sekolah untuk mu"jawab Siena.
"Ayah, ayah pergilah sarapan dulu biar Sien, yang memberikan susu mereka"ucap Siena kasihan ayah nya yang sudah sangat tua itu masih harus bekerja keras, untuk mengasuh cucu buyut nya itu.
"nanti saja ayah, masih mau bermain dengan mereka saat ini"ucap Jimi.
"baiklah, ayah"ujar Siena yang kini masih memegang botol susu nya itu.
setelah selesai mereka pun sarapan bersama Sementara Fero saat ini sedang sibuk mengerjakan pekerjaan di ruang baca sedari pagi karena ada yang perlu dia selesai kan saat ini juga.
sementara itu Sinan yang baru saja mendarat kini tengah di sambut asisten pribadi Kenan, yang langsung membawa mereka kekediaman nya, beruntung bayi mereka baik-baik saja saat ini dan juga tidak rewel jadi perjalanan pulang pun lancar, Arthur dan Arthurro kini sedang tertidur nyenyak setelah minum asi mereka setelah sampai di Mension mereka di ambil alih oleh Nanny mereka masing-masing.
sementara Sinan dan Kenan kini mandi bersama, karena penat dan sudah sangat lengket rasanya belum sempat membersihkan tubuh mereka saat itu.
Sinan yang sudah selesai di bantu Kenan mengeringkan rambut nya setelah itu mereka bergati pakaian bersama-sama dan di lanjutkan dengan makan siang setelah selesai makan mereka pun langsung beristirahat di kamar nya hingga jam makan malam tiba.
tubuh nya Sinan sedikit terasa segar setelah beristirahat tadi dan kini mereka berdua sudah kembali makan malam bersama.
setelah selesai makan malam Kenan pamit pergi ke ruang baca saat ini Sementara Sinan melihat bayi nya yang kini masih terlelap setelah sebelumnya mereka di mandikan Sinan tidak memberikan asi langsung karena stok ASI untuk malam hari masih ada,kini dia pun kembali ke kamar nya dia sudah lama tidak mendesain pakaian semenjak kandungan nya berusia tujuh bulan.
saat ini dia mencoret-coret, kertas yang biasa digunakan untuk membuat gambar sebuah baju, hingga iya mendapatkan beberapa model itu khusus dibuat untuk kedua putranya itu.
"hemm...jadi juga akhirnya aku akan membuat baju ini untuk mereka melakukan pemotretan khusus satu Minggu lagi"ucap Sinan.
"heumm... sayang siapa yang ingin melakukan pemotretan,satu Minggu lagi??"ujar Kenan dari belakang.
"setelah selesai, membuat baju ini kita harus melakukan pemotretan khusus untuk keluarga kecil kita ini sayang kita belum membuat nya"ucap Sinan sambil menunjukkan gambar nya.
"owh itu ide bagus Sayang untuk ku mana"ucap Kenan yang cemburu dengan kasih sayang istri nya yang kini terbagi dengan anaknya.
"apa pun itu Sayang tapi aku minta jangan sampai kamu kelelahan ingat kita membutuhkan mu, setiap saat"ucap Kenan lembut,sambil membelai rambut istri nya itu Kenan, pun mulai menggerayangi tubuh istrinya itu, begitulah mereka menghabiskan malam nya berdua dalam cinta.
🌹💖💖💖🌹
satu tahun berlalu kini Arthur dan Arthurro, tengah di persiapkan untuk perayaan ulang tahun mereka, yang di gelar di hotel berbintang dengan ratusan kamera wartawan dari majalah bisnis maupun entertainment, mereka sengaja memperkenalkan kedua putra mereka yang begitu tampan ini dan sangat menggemaskan babby Arthur dan Arthurro kini sudah pandai berjalan tidak heran penjagaan yang di berikan Kenan begitu ketat.
Arthur dan Arthurro,sangat keren saat ini mereka di perkenalkan sebagai calon pewaris tahta kerajaan bisnis milik Kenan.
Sinan dan suaminya juga akan nya ke empat nya menggunakan baju senada yang begitu menakjubkan hasil rancangan istri sendiri Kenan,sangat bahagia saat ini, dia tidak lepas dari istrinya itu saat ini mereka menggendong anak mereka masing-masing satu dan babby twins A tersebut begitu gagah mirip dengan kedua nya.
Kenan bahkan mengundang para pejabat pemerintah dan juga beberapa partner bisnis nya yang dari luar kota Paris, saat ini mereka semua hadir memberikan ucapan selamat dan tak lupa juga kado ulang tahun yang sungguh mahal untuk kedua nya.
Sinan pun tersenyum bahagia saat ini Daddy dan Bunda nya datang tidak lupa Jimi dan Daniel serta kedua anak nya yang kini berusia satu lebih.
mereka begitu mengenaskan saat ini Jimi yang masih tampak enerjik saat ini seperti biasa dia sibuk dengan cucu buyut nya, dia tidak memperdulikan keberadaan rekan bisnis atau yang lainnya rasa rindu pada mereka melupakan segala nya.
Sinan, pun sedikit berpidato untuk acara anak nya itu dia meminta doa dari semua yang hadir untuk kedua putranya itu.
semua desainer terkenal hadir memberikan ucapan selamat bahkan mereka masing-masing membuatkan baju khusus khas daerah masing-masing saat ini, dan Sinan merasa sangat beruntung karena mereka begitu peduli alhasil mereka pun mendandani anak Kenan dan Sinan tersebut secara bergantian di acara pemotretan itu di akhiri dengan tiup lilin dan nyanyian ulang tahun juga game bagi orang-orang yang hadir di pesta tersebut.
setelah seluruh rangkaian acara selesai mereka pun memutuskan untuk pulang ke Mension mereka, saat ini beserta seluruh keluarga besar Sinan dan Kenan.
malam pun berganti pagi,kini mereka tengah sibuk sarapan pagi bersama sambil melihat tingkah lucu dari para putra putri mereka, saat ini ada yang main, boneka ada juga pengganggu nya yaitu Arthur,si sulung yang sedikit jahil Jessi yang sedang bermain boneka di ganggu Arthur alhasil Arthur mendapatkan pukulan dari Jessi yang sedikit bar-bar itu.
Arthur pun menangis dan dia mengadu pada mommy nya yang kini sedang sarapan, pagi bersama keluarga nya.
"owh sayang,cup..cup..cup... jangan nangis kamu itu jagoan tidak boleh cengeng masa nangis karena kalah oleh perempuan, makanya tidak boleh usil ya"ucap Sinan memberikan pengertian sambil memeluk nya.
namun bukan nya diam diam malah tambah histeris dan meronta-ronta pada Daddy nya Mungkin minta di bela Kenan pun mengerti dia langsung mengambil alih Arthur dia dengan sabar memberikan rasa aman untuk putra nya itu.
"Jessi, jangan nakal sayang masa Ade nya di pukul"ucap Juli yang langsung mendekati putri nya itu,sementara Jordan,masih anteng bermain dengan Arthurro mereka berbagi mainan dan bermain dengan akurnya.
"Kenan berhasil membuat Arthur diam dari tangisnya kini dia menurunkan nya kembali untuk bermain tapi dia sendiri yang mengawasi.gelak tawa pun terjadi pada mereka yang melihat tingkah polos ke empat anak nya itu.
"Bunda bahagia mereka bisa tumbuh bersama dengan jarak usia yang tidak jauh"ucap Siena.
"iya Bunda, andaikan saja semua orang berkumpul di sini untuk selamanya kita bakalan kompak mengurus mereka bersama"ucap Sinan.
"kakek sangat bahagia di usia kakek yang sudah delapan puluh tahun ini masih bisa melihat mereka tumbuh"ucap Jimi sambil menitikkan air mata haru nya.
"semoga kakek selalu sehat dan panjang umur hingga mereka menikah nanti"ujar Daniel.
"andaikan saja Nenek mu masih ada dia adalah orang yang paling berbahagia saat ini karena itu adalah impian nya sejak dulu ingin segera menikah kan Bunda mu dengan Daddy mu saat mereka masih kecil"ucap Jimi
Fero pun tersenyum bahagia karena memang semenjak Siena masih di dalam perut dia sudah jatuh cinta dengan wanita yang sangat di cintai nya yang saat ini berada di samping nya.
"Daddy, apa Daddy dulu tetangga Bunda"ucap Sinan yang penasaran, karena cerita mereka tidak pernah di beritahukan pada kedua nya.
"ya... dia adalah cinta pertama Daddy semenjak masih di dalam perut, Bunda mu sudah menarik perhatian Daddy, bahkan Daddy sering ikut jalan-jalan pagi saat nenek kalian tengah hamil besar Daddy selalu mengelus perut nenek agar mommy kalian bisa merasakan hal yang sama dengan Daddy mungkin aneh tapi ini nyata saat mommy lahir dia selalu menangis jika belum Daddy temani hingga , saat Daddy SMP, dan mommy mu berusia sembilan tahun, saat itu kami terpaksa harus berpisah karena Daddy pindah ke Kanada dan mommy mu tidak di izinkan untuk ikut"ucap Fero.
Siena menerawang saat itu dia mengingat kesedihan nya saat Fero pergi saat itu, dia dan Fero sama-sama terluka karena ambisi orang tua Fero yang mengira jika Jimi adalah orang miskin karena hanya hidup dengan menjaga toko bangunan nya,itu padahal Jimi sudah punya perusahaan properti tapi dia bukan lah orang yang suka pamer kekayaan.
"Daddy setelah itu apa yang terjadi, kenapa Bunda menikah dengan ayah"ucap Sinan.
"semuanya takdir Allah sayang, mommy kalian saat itu kecelakaan dan tanpa Daddy tahu mommy kalian mengalami amnesia, hingga setelah kalian pindah ke Paris saat itu barulah mommy kalian ingat dengan ingatan masalalu nya"ucap Fero sedikit sedih.
"ternyata begitu,besar cinta kalian"ucap Daniel.
"jangan salah Daddy mengejar mommy kalian lagi saat sebelum menikah namun cinta nya pada ayah mu begitu besar berkali-kali pun dia si sakiti cinta nya begitu besar hingga akhir hayat nya pun Daddy masih merasakan cinta mereka,namun Daddy tidak sedikit pun marah karena mereka juga punya kalian buah cinta mereka berdua, Daddy terima itu dengan lapang dada karena Daddy tau cinta mommy mu juga sama besar nya untuk Daddy"ucap Fero sambil mengelus puncak kepala istrinya itu.
"kamu benar"