
Sinan kini pun bangkit dan dia berusaha untuk bisa tegar biar bagaimanapun juga ia masih punya tanggung jawab untuk mereka bertiga orang yang hidup bersama dengan nya saat ini, yaitu buah hati dan suaminya.
Kenan pun memutuskan untuk membawa istri dan anak nya ke Indonesia setidaknya Sinan bisa mengunjungi makam sang ayah, karena di hari terakhir nya Sinan hanya melihat sang Ayah yang terbujur kaku di Mension milik Siena saat itu hingga ia jatuh pingsan dan dua hari tidak sadarkan diri.
"sayang bersiaplah,hari ini juga kita akan ke Indonesia, kita akan mengunjungi makam ayah"ucap Kenan sambil memeluk dan mencium puncak kepala istrinya itu.
"baiklah sayang aku akan segera bersiap"ucap Sinan, yang langsung bangkit menuju room closed mengganti pakaian dan juga membawa beberapa baju Kenan, setelah itu Kenan sendiri memantau kedua putra nya itu untuk bersiap di batu oleh Nanny nya, saat ini.
setelah semua siap kini mereka sudah berada di dalam mobil mereka hanya pergi berempat tidak membawa Nanny nya kecuali para pengawal nya Kenan setelah sampai di airport mereka pun langsung bergegas menuju pesawat pribadi milik Kenan Kenan pun senantiasa menjaga kedua putra nya itu saat ini mereka duduk di beranda di hadapan kedua nya saat pesawat take off, semua sudah menggunakan sabuk pengaman, mereka pun mengudara, saat ini.
sementara itu di Indonesia Siena kini tengah menunggu kedatangan putri nya itu dan dia sudah menyiapkan mental nya agar bisa memberikan kekuatan untuk sang putri saat dia tiba nanti, saat ini Siena tinggal di rumahnya yang bak, istana itu.
"Daddy, aku harus apa jika nanti aku tidak bisa tegar di hadapan putri ku"ucap Siena yang kini menyandarkan kepalanya di dada bidang Fero.
"sayang, ingat dia masih memiliki aku dan ayah jadi kamu tidak perlu khawatir"ucap Fero menenangkan istri tercinta nya itu.
"Daddy, kamu memang yang terbaik, maaf kan aku, jika aku sempat terpuruk atas kepergian mas Adnan, kalian berdua adalah orang yang paling berharga dalam kehidupan ku, mungkin mas Adnan hadir lebih dulu dalam kehidupan rumah tangga ku saat itu, dan kamu adalah hati dan hidup ke selama ini sedari aku kecil dulu kenangan indah itu sempat terhapus, dan di isi oleh mas Adnan, tapi Daddy hati ku selalu bersama mu selama ini"ucap Siena.
"dengar kan aku sayang semua nya adalah takdir yang harus kita jalani aku tidak pernah marah pada mu, jika kamu juga mencintai almarhum,itu adalah kehendak Allah, jika saat itu dia tidak hadir dalam hidup mu mungkin aku juga tidak akan bisa mendapatkan dua kebahagiaan saat ini,ya itu dirimu dan kedua anak kita dari nya"ucap Fero.
"mommy... aku ada meeting penting siang ini jika Ade datang lebih dahulu kuharap mommy bisa tegar, agar dia bisa kuat"ucap Daniel yang pamit keluar.
"kamu tenang saja Sayang Daddy, ada di sini"ucap Fero.
"terimakasih Daddy, aku hanya punya kalian saat ini, semoga semua nya akan kembali baik-baik Saja"ucap Daniel.
"semua nya baik-baik saja sayang ku"ucap Siena yang mengelus punggung putra sulung nya itu.
"Juli, sayang aku berangkat dulu"ucap Daniel.
"iya Hanny hati-hati di jalan ingat jangan terlalu lelah,besok aku akan membantu mu di kantor"ucap Juli.
"tidak sayang kamu hanya perlu duduk manis di rumah sambil menjaga putra dan putri kita, muachh I love you so much muachh"ucap Daniel, yang merasa bersalah selama satu Minggu ini dia sedikit kurang perhatian pada istri nya itu karena sedang merasa berkabung setelah kepergian sang ayah.
Daniel pun berangkat dengan Figo, asisten nya yang kedua dia begitu pintar dan kemampuan nya dalam bekerja tidak perlu di ragukan lagi, karena asisten Adnan yang dulu Harry sudah berhenti dari kantor,di karenakan penyakit nya cukup serius.
Daniel kini di sibukkan dengan dua perusahaan yang sangat besar dia punya tanggung jawab yang begitu besar di pundak nya kini kalau bukan dia yang mengurus nya lalu siapa lagi, sementara Sinan tidak bisa membantu nya di kantor saat ini.
setelah menempuh perjalanan jauh kini mereka pun sampai di bandara Sukarno Hatta, mereka di jemput sopir Jimi saat ini dan setelah perjalanan tiga puluh menit mereka pun sampai di Mension milik Siena yang sudah bertahun-tahun, tidak di tempati nya karena dia menetap di Bali.
"sayang kalian sudah datang" ucap Siena berusaha setegar mungkin tapi kekuatan nya runtuh saat Sinan langsung tidak sadarkan diri saat itu juga.
"Daddy.... putri ku..."teriak Siena.
"Hanny bangun Kenan mengbil alih Sinan dari pangkuan Siena.
sementara itu Fero membantu membawa kedua cucunya itu yang kini sedang tertidur, Jimi langsung memeluk cucu kesayangan nya itu saat ini dia menangis merasa sangat bersalah karena dulu telah memisahkan ayah dan ibu nya.
"kakek, tolong berikan ruang dulu Sinan butuh udara segar saat ini"ucap Kenan Jimi pun bangkit dia beralih pada bayi Sinan dua bayi yang sangat tampan itu.
"sayang ku maaf kan kakek buyut mu ini semua nya sudah terjadi dan kakek sangat menyesal"ucap Jimi.
"ayah semua ini sudah takdir jadi tidak ada yang perlu di salahkan dalam hal ini"ucap Siena memenangkan Jimi.
mereka pun akhirnya sibuk, dengan mengurus Sinan yang belum sadarkan diri, hingga saat ini dia sudah di infus, dan di berikan obat, Dokter berkata sebentar lagi Sinan akan bangun sementara kedua putranya kini tengah anteng dalam gendongan Fero dan Jimi, Siena duduk di samping Sinan saat ini di sebelah nya ada Kenan, yang berbaring menyamping sambil memeluk istrinya itu.
"sayang semua nya akan baik-baik saja, cepat lah bangun jangan seperti ini kamu masih punya kita di sini ayah sudah lebih baik di sana dia tidak akan pernah merasakan sakit lagi"ucap Kenan.
"Ken, bunda ingin bicara dengan mu"ucap Siena.
"bicaralah di sini Bun... aku tidak akan mungkin meninggalkan istri ku"jawab Kenan.
"Ken, apa kamu tau sesuatu tentang penyakit ayah selama ini"ucap Siena.
"aku sudah tau, sebelum dia jadi istri ku Bun, tapi ayah meminta ku untuk menyembunyikan semua itu dari siapapun, aku juga sudah berusaha agar ayah mau berobat tapi dia menolak bagi nya harapan nya sudah tidak ada lagi ayah sudah benar-benar kehilangan Bunda, dan dia menitipkan Sinan pada ku dan juga kak, Daniel, saat itu"jawab Kenan jujur.
"tidak Bun, semua sudah takdir,ayah pergi setelah dia meminta maaf kepada Bunda, dan saat itu beban hidup nya sedikit berkurang, itu bukan kesalahan Bunda mungkin takdir hidup ayah memang harus sampai di situ"ucap Kenan.
🌹💖💖💖🌹
kini Sinan sudah sadar kan diri saat ini dia dengan Daniel tepat nya di dalam dekapan Daniel, mereka adalah bukti cinta yang di tinggalkan Adnan,untuk Siena, mereka begitu saling menjaga dan saling menyayangi satu sama lain nya.
ke esokan hari nya Jimi,Kenan,dan Sinan, juga Daniel,kini tengah berada di pemakaman Adnan Sinan menangis di makam sang ayah dia memeluk makam tersebut, semua orang tidak ada yang melarang nya sekali pun itu kotor karena, kuburan nya masih baru, dan masih tanah merah yang belum di, rapihkan sebagai mana mestinya, rencana nya mulai besok Daniel akan membangun makam tersebut dengan sangat baik agar bisa terawat secara apik, selama nya.
"ayah, kenapa,ayah ingkar janji pada Sinan ayah bilang akan bertahan demi kami"ucap Sinan.
"ayah,ayah... bagaimana aku hidup tanpa ayah kedepan nya, aku sangat ingin tinggal dengan ayah sedari dulu kenapa ayah pergi begitu saja ayah hiks hiks hiks"Sinan menangis sejadinya di sana.
"sayang, kamu masih punya aku masih punya kakak dan kakek juga Daddy dan bunda yang selalu menjaga mu"ucap Kenan sambil memeluk istrinya itu.
"De...ayo kembali besok kita bisa kembali lagi, saat ini, putra mu pasti merindukan mu"ucap Daniel.
"baiklah kak"ucap Sinan yang kini bangkit Jimi pun merangkul pundak cucu pertama nya itu Jimi tau Daniel hanya pura-pura tegar, dia juga begitu rapuh saat ini.
kini seluruh keluarga tengah makan siang begitu pun dengan Sinan biarpun sedikit setidaknya dia sudah mau makan.
seluruh keluarga kini tengah mengobrol di ruang keluarga Mension milik siena.siena meminta Kenan dan Sinan menempati rumah besar tersebut, karena dia tidak ingin lagi berpisah jauh dari putra putri nya tapi Sinan dan Kenan punya banyak pekerjaan di Paris jadi mereka berdua pun menolaknya.
Siena hanya bisa menerima keputusan dari kedua nya saat ini, dia tau Kenan dan Sinan punya kesibukan masing-masing, jadi mau tidak mau mereka tetap menetap di Paris, tapi Kenan berjanji akan membuat meringankan pekerjaan Daniel dia akan menyuruh orang kepercayaan nya untuk membantu kakak ipar nya tersebut.
"terimakasih Ken, Sinan, memang tidak salah memilih, kamu sebagai suami nya saat ini aku titip kan adikku di mana pun kalian tinggal nanti nya, tolong jaga dia dan jangan buat dia menangis, karena kecewa tapi biarlah dia menangis karena rasa bahagia"ucap Daniel.
"tentu saja kakak ipar"ucap Kenan.
"kakek, tenang sekarang, kamu bisa membantu meringankan beban Daniel,kakek melakukan yang terbaik untuk kalian berdua sedari dulu, kakek juga sudah menyiapkan Ferdinand dan juga Sherly, bagian nya, jadi kakek bisa tenang saat melihat kalian dewasa nanti urus semua peninggalan kakek kelak untuk kalian berempat, kakek. sudah cukup bahagia bisa memiliki Bunda,mu dan juga ke empat cucu kakek di tambah buyut ku yang tampan dan juga cantik, kebahagiaan kakek sudah berlipat ganda, saat ini terima kasih untuk kalian semua, dan Fero jika ayah tiada lebih dulu tolong jaga mereka semua, dengan kasih yang selalu ayah ajaran pada kalian semua"ucap Jimi penuh haru.
"tentu saja ayah, aku akan menjaga nya, dengan baik tapi aku harap ayah panjang umur hingga Ferdinand menikah dan punya anak"ucap Fero tulus.
setelah selesai pembicaraan mereka kini mereka beristirahat sementara Kenan sibuk dengan laptop nya, saat ini Siena tengah berbaring, di samping Kenan Arthur dan Arthurro sedang sibuk dengan Jimi yang tidak pernah jauh dari ke empat buyut nya tersebut yang kini tengah berbaring di kasur empuk nya,Jimi mengurus ke empat buyut nya dengan telaten dan di bantu oleh asisten nya.
yang lucunya lagi saat mereka semu menangis bersama an Jimi berlari ke arah samping mengambil empat botol susu mereka Jimi memegang dua botol untuk anak Daniel dan asisten nya memegang dua botol untuk bayi yang baru berusia satu bulan itu.
beruntung punya seorang buyut yang masih bugar hingga saat ini, dia begitu telaten mengurus putra dan putri buyut nya.
sementara itu di kamar Daniel Juli dan Daniel kini tengah bersantai di balkon sambil mengobrol rasanya sudah lama mereka tidak melakukan hal itu.
"Hanny, apa kamu bahagia telah mendapatkan laki-laki seperti ku ini"tanya Daniel.
"heumm, aku bahkan sangat-sangat bahagia Sayang ku muachhhh"ucap Juli yang di akhiri kecupan mesra.
"aku juga Hanny,aku begitu putus asa ketika mendengar kabar bohong itu, aku kehilangan sosok wanita penggoda yang selalu menempel di setiap saat dalam hidup ku"ucap Daniel.
"sayang jahat banget sih kok, aku di samakan dengan wanita penggoda aku kan hanya setia pada mu, dan aku juga hanya menggoda dirimu"ucap Juli yang kini mencabikan bibir nya, yang ranum itu.
"iya sayang aku tidak salah bicara kan kalau kamu itu penggoda yang sangat cantik, dan begitu mempesona"ucap Daniel yang kini mendekat, kan bibir nya ke, bibir Juli mereka pun bercumbu mesra di atas sofa yang tersedia di balkon kamar nya tersebut.
"sayang, aku sungguh sangat mencintai mu"ucap Juli.
"ya aku tau Sayang ku"jawab Daniel.
"jadi dulu kamu tidak tertarik pada ku sayang ku?"ucap Juli lagi.
"tentu saja aku tertarik hanya saja aku ingin kamu belajar dewasa karena hal itu penting, dan satu lagi jika aku tidak sayang kamu mungkin kamu sudah aku hempaskan, dan aku juga tidak ingin kamu nempelin aku terus, hingga kau ku biarkan tidur dengan kita bertiga saat itu apa kamu tidak pernah sadar akan hal itu?"ujar Daniel.
"owh sayang ku sweet banget sih kamu ini, muachh makasih sayang makasih banyak aku sungguh bahagia, mendapatkan diri mu"ucap Juli.
sementara itu Jimi kini sudah bisa tenang ke empat cucunya itu kini sudah tidur nyenyak di ranjang king size nya sebelah kiri di jaga Jimi dan sebelah kanan asisten nya itu,Jimi pun istirahat karena kini tubuh nya terasa lelah saking sibuknya mengurus ke empat cucu buyut nya itu.