
sementara itu setelah pesta di gelar dengan meriah, Kenan juga mempublikasikan pernikahan kedua nya saat ini, dengan Sinan.
sementara itu di Jerman Sarah sedang kebakaran jenggot, karena suami kontrak nya kini telah menikah secara resmi, bukan Kenan tidak berusaha untuk memperbaiki semua nya hanya saja Sarah tidak pernah berubah hingga dia hamil pun tetap menjadi tanda tanya besar, karena sarah selalu melakukan perselingkuhan nya selama ini.
Kenan,kini telah jatuh cinta dengan Sinan wanita pekerja keras, dengan segudang prestasi dan kesuksesan,namun yang Kenan cinta bukan semua tentang karir Sinan melainkan tentang diri Sinan sendiri, Kenan terpesona dengan kecantikan hati dan diri Sinan selama ini, yang sering ia lihat di majalah bahkan di tv atau surat kabar lain nya.
Kenan, sengaja mengikuti acara fashion show yang ada di hotel tersebut dengan seorang wanita yang di kagumi nya sebagai penyelenggara.
mata Kenan benar-benar di suguhi pemandangan yang memanjakan mata, wanita yang selama ini di kagumi nya bisa dilihat nya langsung bahkan kecantikan nya sangat lah sempurna,lebih sempurna dari surat kabar atau media, yang selalu menyiarkan nya.
kini Sinan telah berada di Paris untuk, mengistirahatkan tubuh nya yang terasa lelah karena pesta yang di gelar lumayan menyita energi, nya.
Sinan tidur dengan nyenyak seperti orang mati bahkan tidak mendengkur sama sekali, Kenan yang melihat itu ikut berbaring di ranjang nya sambil memeluk erat tubuh istrinya itu.
"Hanny, kamu begitu nyenyak hingga lupa padaku saat ini, bagaimana bisa sampai kamu kelelahan seperti ini, maaf kan aku, semua aku lakukan demi kamu Dan juga mommy" ucap kenan pelan.
sampai saat subuh tiba Sinan bangun dari tidur nya lalu melakukan kewajiban nya terhadap sang pencipta, Sinan adalah anak yang taat beribadah walau satu yang belum di lakukan nya adalah berhijab.
Sinan, langsung bergegas menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuknya dan suaminya, koki di pekerjakan hanya ketika Sinan sibuk bekerja, tapi saat Sinan santai dia memasak sendiri.
seperti saat ini Sinan membuat nasi goreng telur mata sapi, dan juga roti isi tuna dan sosis panggang takut suaminya, tidak suka menu yang dia sajikan makanya dia memasak beberapa macam makanan.
setelah selesai memasak dan menatanya sendiri di meja makan, Sinan langsung pergi ke kamar untuk membersihkan diri, sampai saat ia keluar dari kamar mandi, dilihat nya Kenan masih tidur pulas, Sinan pun langsung bergegas menuju room closed, untuk mengunakan pakaian nya, kebetulan hari ini dia tidak mencuci rambut nya, karena semalam sebelum tidur ia sudah melakukan itu terlebih dulu.
setelah selesai menggunakan skincare,di wajah nya dan menggunakan lipstik tipis warna nude, Sinan semakin terlihat berseri.
"Ken,,,bangun ini sudah pagi ayo mandi setelah itu sarapan, aku ada kerjaan di butik"ucap Sinan mengelus bahu Kenan lembut.
"hmm,,, morning kiss dulu Hanny, aku sangat menantikan nya" ucap kenan sambil memeluk istrinya tiba-tiba.
"hmm,, baik lah muachh sudah ayo mandi dulu, aku tunggu di bawah baju nya sudah ku siapkan di sana"ucap Sinan, yang kini tengah berdiri.
"tunggu di sini Hanny aku mandi gak akan lama ko"jawab Kenan, Sinan pun mengalah dia langsung duduk di sofa miliknya sambil memainkan posel pintar nya itu.
tidak sampai sepuluh menit, Kenan sudah keluar dengan lilitan handuk di pinggang dan menggosok-rambut nya dengan handuk kecil untuk mengeringkan rambut nya yang basah tersebut, Sinan tidak ingin melirik bahkan ia tetap fokus pada ponsel nya hingga tangan Kenan meraih ponsel tersebut, dan membawanya ke room closed.
"Ken,,, aku sedang bekerja"ucap Sinan.
"kemari lah jika ingin ponsel mu Hanny" ucap Kenan.
"aku ada tamu Ken,, sebetar aku turun dulu kamu turun saja setelah selesai di baju aku ingin menemui siapa yang datang" ucap Sinan berbohong karena dia tahu Kenan, akan berbuat yang tidak-tidak.
"jangan bohong Hanny, aku tau tidak ada tamu yang datang" ucap Kenan.
"nanti kamu lihat saja sendiri"Sinan berlalu, Kenan yang kesal dia langsung menggunakan baju nya saat itu juga langsung turun kebawah tanpa menyisir rambut nya, yang berantakan tapi menambah kesan Maco nya.
"Hanny, mana tamu nya" ucap Kenan.
Sinan langsung menunjuk kearah Sarah, yang langsung mendapat tatapan tajam dari Kenan saat ini.
"aku tidak bohong kan aku bilang ada tamu, tamunya ingin bicara dengan kamu bukan dengan ku" ucap Sinan cuek lalu meneguk air putih yang ada di hadapannya, Sinan makan nasi goreng buatan nya itu satu piring besar karena iya kini tengah marah, Sinan tidak memperdulikan, semua orang yang kini sedang menatap nya hanya beberapa menit saja dia sudah selesai menghabiskan nasi goreng yang untuk dua porsi Tersebut.
setelah menghabiskan itu ia beranjak pergi ke kamar nya dan membawa tas ta lupa juga ponsel nya,lalu turun dan pergi begitu saja ke garasi mobilnya Kenan langsung mengejar nya,namun ia telat.
"Hanny,,, tunggu"ucap nya sambil pergi ke dalam iya pamit pada Sarah dan menyuruh dia menunggu di hotel nya, Kenan mengambil kunci mobil, dan dompet nya saat itu langsung bergegas menuju garasi masuk kedalam mobil,lalu pergi dengan mobilnya itu.
sementara Sinan yang sudah sampai di butik, saat ini langsung masuk keruangan nya, dan mengerjakan pekerjaan nya, dengan perut yang terasa tidak nyaman karena makan sarapan nya berlebihan.
tidak lama setelah itu Kenan datang langsung memeluk dan mencium nya dari belakang.
"Darling, kenapa kamu pergi begitu saja, aku cemas,tau bahkan aku sampai tidak sempat untuk sarapan"ucap Kenan.
"aku tidak perduli, aku suruh sarapan kamu malah asik ngobrol dengan dia ya mungkin itu bisa buat kamu kenyang"ucap Sinan kesal.
"Hanny kamu cemburu" tanya Kenan Sambil menatap wajah datar istrinya itu.
"untuk apa aku cemburu, dengan suami orang"jawab Sinan, cuek.
"kau bilang apa barusan" Kenan langsung marah, karena kata-kata Sinan, membuat nya tersinggung.
"aku tidak salah kau adalah suaminya, kenapa aku harus cemburu, apa perlu aku ulang kembali, dengar ya Ken,,, jika kau ingin berdua dengan nya silahkan tapi jangan buat janji di rumah ku, karena aku tidak mau orang lain ada di sana, mengganggu pripasi ku" ucap Sinan tegas, kata-kata nya semakin membuat Kenan murka.
Kenan langsung mencengkeram erat tangan, Sinan dan menarik nya langsung ke hadapan nya dari kursi kebesaran nya, saat ini juga.
"kau bilang, aku suami orang dan kau juga menuduh ku membuat janji dengan nya apa??kau sadar dengan perkataan mu itu, dengarkan aku Sinan, aku tau kau cemburu tapi tidak harus melukai harga diri ku, aku sangat kecewa dengan tuduhan yang kau ucapkan barusan baiklah-baik, jika kau beranggapan seperti itu, aku akan pergi dengan nya saat ini juga" ucap Kenan yang langsung meng hempaskan tangan Sinan dengan kasar.
Sinan pun terduduk dia sangat terpukul dengan sikap Kenan yang biasa nya lembut tapi saat ini tiba-tiba ia menunjukan sisi lain dalam dirinya, mungkin itu sifat asli nya, Sinan tidak tahu harus bagaimana ia hanya menangis tanpa suara seperti nya ujian hidup nya belum berakhir.
🌹💖💖💖🌹
setelah Sinan tau kenan, kembali bersama dengan Sarah ia pun memutuskan untuk pulang ke Jakarta, saat ini dia tinggal di rumah milik, Siena hadiah pernikahan nya dari Adnan.
tampa ada siapapun yang tahu, Sinan sudah dua hari tinggal di rumah itu dan kini ia hanya bekerja di rumah tersebut, untuk sementara, Sinan membatasi aktivitas nya, Sinan hanya memberi tahu kan pada Daniel kakak nya itu untuk tidak menghawatirkan nya dia bilang dia sedang berlibur di, Hawai dan belum tahu kapan akan kembali.
Daniel, pun mengerti, apa yang terjadi dengan adik nya kini dia hanya bisa mengelus dada dan saat ini, Juli ada bersama dengan nya.
"Hanny, aku sangat mencintaimu, dan aku akan selalu, menjaga mu, semoga perbuatan baik ku, menjadi karma yang baik pula untuk adikku" ucap Daniel, Sambil mengecup bibir Juli.
Juli tau saat ini suaminya tengah gelisah maka dari itu dia langsung mengelus punggung suaminya menyalurkan ketenangan.
"sabarlah sayang semua akan baik-baik saja"ucap Juli.
Sinan, hanya pergi saat malam hari tiba, dia tidak ingin ada siapapun yang tau keberadaan nya saat ini.
Sinan menggunakan topi juga masker dan kaca mata, saat ini ia juga memakai celana jins ketat dan jaket, untuk menyamarkan penampilan nya saat ini, Sinan menemui, seseorang yang sangat di kenal saat sekolah dulu teman wanita yang selalu, menemani nya, di kantin dan di kelas.
"apa kabar Sinta? ucap Sinan.
"kamu di sini, kemaren aku tanya Daniel katanya sedang di Hawai" ucap Sinta yang mengenal Sinan walaupun dia tidak pernah membuka masker dan kaca mata nya.
"aku baru kembali tadi, begini sin,, kamu masih ada rumah di Batam bukan, aku ingin menyewa rumah mu bagaimana" ucap Sinan.
"hmm,, rumah itu masih ada dan kosong sampai saat ini memang, nya kau perlu buat apa" tanya Sinta.
"aku mau buka cabang di sana tapi tidak mau membeli rumah jadi nya aku ingat kamu memiliki rumah peninggalan ibu mu,di sana aku tidak ingin orang mengetahui siapa diriku aku benar-benar ingin membuka usaha dari nol, yang di Paris sudah aku serahkan kepada asisten ku" ucap Sinan
"baik lah, tapi tempat nya di pedesaan Sania kamu akan kesulitan menjalani hidupmu " ucap Sinta.
"itu tidak jadi masalah bukan kah Abang mu yang jadi polisi masih ada di sana aku akan menyamar sebagai istrinya, aku yakin dia akan mau di ajak kerjasama" ucap Sinan yakin.
Sinta pun menyetujui nya, dengan bantuan Sinta iya bisa menjauh dari Kenan dia yakin.
ke esokan pagi-pagi sekali Sinan pergi ke Bandara, untuk penerbangan ke Batam, sesampainya di sana Sinan di jemput oleh kakak, nya Sinta bernama Riki, dia seorang polisi, yang baru saja kehilangan istri tercinta nya akibat penyakit yang di deritanya.
Riki, yang di kabari oleh Sinta,kini tersenyum, pada Sinan yang sangat cantik, melebihi artis papan atas Indonesia itu, walau pun, wajah nya masih di tutup masker.
"kak,,, Riki,ko bisa kakak sendiri yang jemput aku kamari" ucap Sinan.
"lalu kau mau di jemput siapa princess,di sini hanya ada aku tidak ada pangeran Charles" ucap Riki.
"kakak,, bisa aja"ucap Sinan yang langsung menyodorkan tangan untuk bersalaman.
"kamu, apa kabar, Sayang" ucap Riki bercanda.
"hmmm,,, aku tersanjung, ucap Sinan sengaja membalas candaan Riki.
mereka pun pergi menuju rumah peninggalan orang tua Riki, tadi nya Riki tidak tega membiarkan Sinan sendiri,di rumah itu hingga saat Riki menemui, tetangga lama nya seorang janda tanpa anak wanita itu sudah paruh baya, dan untungnya dia bersedia di untuk bekerja di rumah itu.
"Sinan,kakak akan tinggal jauh dari rumah ini kamu harus hati-hati, dan jangan masukkan tamu sembarangan, di malam hari karena di daerah sini rawan kejahatan" ucap Riki.
Riki, yang umurnya berbeda lima tahun dari Sinan dia memperlakukan Sinan seperti,adik nya sendiri.
"kakak,pamit, pulang dulu karena sebentar lagi,kakak dinas malam" ucap Riki.
"baiklah kak,,, terimakasih, atas waktu nya lain kali mampir lagi ya kalau ada waktu" ucap Sinan.
Sinan, pun langsung masuk dan beres-beres rumah di bantu oleh Bu Anis.
hingga, menjelang magrib Sinan baru selesai membereskan, barang-barang, nya setelah membersihkan rumah dan taman juga kamar yang sekarang mereka tempati.
rumah yang sejuk terletak di pinggiran kota Batam seperti desa' yang sangat cantik asri alam nya indah mungkin karena belum di jamah orang luar.
Sinan kini mengelus perut nya yang lapar.
"Bu, Anis, aku tadi sempat belanja di supermarket untuk makan kita hari malam ini, aku beli spaghetti mungkin besok kita bisa,membeli sayuran atau apa pun itu saya kurang tahu karena tidak pernah ke pasar" ucap Sinan Jujur.
"tidak masalah nak,,besok biar ibu saja yang kepasar dan membeli semua nya yang di butuhkan" ucap Bu Anis.
"aku juga ikut Bu, itung-itung belajar, mandiri" ucap Sinan.
mereka pun makan spaghetti, malam itu, Bu Anis tidak pernah mencicipi makanan itu, tapi ia sangat lahap entah karena suka atau karena lapar.
sementara itu di Paris, Kenan yang kehilangan kabar tentang sosok wanita yang di cintai nya menyuruh orang kepercayaan nya pergi ke Indonesia untuk menyelidiki keberadaan Sinan tapi nihil dia tidak bisa menemukan nya, saat itu.
Kenan,sangat ketakutan, saat ini, ya dia memang egois hanya karena Sinan menyebut nya suami orang,harga diri nya langsung terluka dan dia tidak memikirkan perasaan Sinan saat itu, Kenan malah semakin dekat dengan Sarah beruntung nya Sinan tidak mengandung anak dari Kenan saat ini kalo sampai itu terjadi, mungkin nasibnya akan kembali terulang.