Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
#mengikuti suami#


setelah dinyatakan pulih pasca keguguran, Jessi kini tengah fokus mengurus tubuh nya untuk memulihkan kondisi nya, sementara itu Mateo,kini masih bolak-balik mengurus perusahaan dan mengalihkan perusahaan pusat ke cabang yang ada di Paris.


Jessi, tinggal bersama dengan Sinan, dan Kenan di mension lama nya saat ini begitu juga Jessica, yang menempati Mension, milik almarhum Siena bersama dengan Ferdinand,hari demi hari Jessica, jalani dengan kesibukan,begitu juga dengan Ferdinand, saat ini.


"sayang, aku ingin kau berhenti bekerja dan biarkan asisten mu yang mengerjakan semua kamu hanya harus fokus dengan pengobatan mu, aku ingin memiliki anak secepatnya dari mu"ucap Ferdinand.


"tapi sayang kasihan Jessi, juga baru keguguran, aku janji akan melakukan pengobatan dengan baik "ucap Jessica.


sebenarnya, Jessica, sudah pernah melakukan pengobatan, secara diam-diam, dan Dokter, mengatakan sudah tidak ada kendala tapi hanya butuh waktu saja,namun Jessica, sudah pasrah jika pun Ferdinand, tetap memaksa untuk punya anak dari Jessica, Jessica , hanya akan mengambil jalan terbaik yaitu berpisah, karena percuma saja di pertahankan, hubungan yang tidak sehat karena Ferdinand, masih memiliki shanty, yang jelas-jelas, sudah memiliki buah hati dari nya,namun Jessica, masih mencoba untuk bertahan.


Jessica,kini tengah berada di ambang luka terdalam, semenjak menikah dia tidak pernah sekalipun merasa memiliki Ferdinand, seutuhnya, dia bahkan seperti selingkuhan yang , harus terus menghindar dari kecurigaan istri tua Ferdinand, tapi Jessica, tidak pernah bisa lepas dari belenggu cinta Ferdinand.


"sayang kamu melamun"ucap Ferdinand, setelah ia kembali dari ruang kerja nya, Ferdinand mendapati istrinya yang tengah melamun di sofa.


"ahhhhhh.... tidak hanya saja aku ada sedikit urusan"ucap Jessica sambil beranjak pergi namun tangan nya seketika di genggam oleh Ferdinand, yang tau istri nya itu berbohong.


"sayang, aku tau kamu bohong"ucap Ferdinand.


"aku tidak bohong, aku ada urusan"ucap Jessica,sambil memalingkan wajahnya dari Ferdinand, dia berurai air mata karena tidak tahan menahan segala rasa yang berkecamuk di dalam hati.


"sayang, kamu kenapa hmm ada apa,???"ujar Ferdinand,sambil membalikkan tubuhnya, Jessica, tiba-tiba Ferdinand muram kala melihat lelehan air mata di pipi Jessica, dia tidak suka jika melihat Jessica menangis, Ferdinand , seakan seperti tersangka yang melakukan kejahatan terhadap istri nya .


"apa salah ku Jess, aku sudah berusaha untuk melakukan apa yang kamu mau, tapi jika kamu ingin seperti ini sebaiknya kita kembali ke Indonesia"ucap Ferdinand, tegas.


Ferdinand, pergi, meninggalkan Jessica,ia pergi ke ruang baca nya, dia mengamuk, saat ini semua barang di lempar kan dan Ferdinand, juga mengambil minuman dari rak penyimpanan, Jessica, segera menyusul karena mendengar suara keributan.


"ferr... kenapa harus begini"ucap Jessica.


tapi Ferdinand, tidak menjawab dia hanya menatap wajah istrinya saat ini Jessica, hanya bisa pasrah dan kembali ke luar ruangan, dia tidak ingin berdebat lagi saat ini Jessica, pergi ke kamar nya saat ini dia hanya bisa menangis.


"aku harus bagaimana lagi ya tuhan aku cape"ucap Jessica.


Ferdinand, menghabiskan satu botol wine, dia bahkan melempar botol tersebut, hingga pecah berhamburan di lantai, saat ini, dia berjalan gontai menuju ke kamar nya, dia melihat Jessica yang hendak mengakhiri hidup nya, dengan kater yang kini sudah mulai menggores tangan nya dan sedikit berdarah karena segera di hentikan oleh Ferdinand, dan saat ini dia langsung di tarik di hempaskan ke atas ranjang, agar tidak berusaha untuk mengambil kembali pisau tersebut.


"kamu ini kenapa, Jess aku tidak tahu lagi harus bagaimana, aku sangat mencintaimu tapi semua itu kurang Jess, apa cinta ku masih kurang"ucap Ferdinand.


"aku tidak akan pernah bisa membuat mu puas atau bahagia, aku mandul Ferdinand, aku mandul dan aku juga tidak ingin melanjutkan pernikahan ini, aku menyerah, kamu bisa kembali bahagia dengan nya"ucap Jessica, sambil berusaha bangkit dari ranjang namun Ferdinand, menekan tubuh nya dengan kuat dia langsung mengungkung Jessica, dan tidak memberikan Jessica, kesempatan untuk bicara Ferdinand,kini menggaulinya dengan sedikit kasar tapi lama kelamaan, sentuhan itu berubah menjadi sentuhan lembut.


Jessica, menangis dalam diam saat ini dia tidak mengeluarkan suara ******* sedikit pun Jessica, menggigit bibir bawahnya dan menahan sekuat tenaga, agar dia tidak terbawa suasana, Ferdinand langsung menghentikan aksi nya, saat ini dia langsung bangkit dan berjalan meninggalkan kamar menuju balkon kamar nya dengan balutan bathroob di tubuh nya, dia benar-benar kecewa dengan sikap Jessica, yang bahkan dingin pada nya saat ini.


Ferdinand,menyesap rokonya yang baru saja dia nyalakan, saat ini dia tidak perduli dengan larangan Jessica, agar Ferdinand, tidak lagi merokok, saat dulu masih di Bali, dan Ferdinand,kini melanggar janji nya.


Jessica, semakin terluka , bahkan dengan hal terkecil pun Ferdinand, sudah tidak mau perduli lagi.


Jessica, menangis sesenggukan di dalam selimut tebal nya saat ini luka, yang lumayan lebar di tangan nya tidak ia hiraukan karena rasa sakit atas hatinya saat ini begitu kuat di banding rasa perih yang ada di tangan nya.


Ferdinand, masih menyesap rokonya sambil memikirkan sesuatu yang bahkan tidak pernah Jessica, bayangkan, Ferdinand, ingin membawa Jessica, pergi jauh dari siapapun yang ia kenali,agar istrinya itu tidak lagi ingin berpisah darinya.


"Jessica, mulai besok bersiap lah kita akan pindah ke Kanada, aku tidak ingin mendengar penolakan"ucap Ferdinand.


"aku hanya ingin kita akhiri saja pernikahan ini"ucap Jessica.


"diammmmm ... aku bilang jangan katakan itu lagi!!!"ucap Ferdinand.


"tapi aku tidak ingin lagi seperti ini, Ferdinand, kamu egois, kamu bahkan tidak pernah perduli dengan perasaan ku saat ini, bahkan hal terkecil yang aku katakan pada mu, sudah kamu langgar, percuma saja semua ini, bahkan aku tak bisa memberikan mu kebahagiaan, seperti istri mu saat ini"ujar Jessica, berapi-api, dia berlari masuk kedalam kamar mandi dan mengunci pintu nya, Jessica, terduduk di bawah guyuran air shower saat ini, dia menangis sesenggukan menangisi takdir hidup yang menurut nya tidak berpihak pada nya.


"Jess, buka pintu nya, kita harus bicara"ucap Ferdinand.


"tidak ada lagi yang harus kita bicarakan, sebentar lagi aku akan pulang ke rumah mommy"ucap Jessica, berteriak.


"baiklah berarti kamu sudah tidak menginginkan ku hidup lagi kalau begitu caranya, Ok, Jessica kamu bisa lakukan apapun setelah aku mati"ucap Ferdinand,tegas, dan itu membuat Jessica, langsung berlari meraih bathroob nya dan langsung keluar dari kamar mandi.


"sekarang aku tanya apa mau mu??"ujar Jessica.


"aku mau kita pindah dari sini"ucap Ferdinand.


"kenapa tidak mungkin selama ini kita juga tidak tinggal di sini, bisa hidup baik-baik saja"ucap Ferdinand.


"baik-baik saja, apa nya yang baik,itu adalah kamu, yang baik itu hati dan pikiran mu yang dengan sesuka hati menikmati kedua istri mu, tapi apa pernah kamu memikirkan bagaimana perasaan ku, selama ini, apa kamu tau penyebab keretakan rumah tangga ini adalah dari wanita lain, dan bagi kalian aku adalah penyebab utama ketidak bahagia an yang kamu rasakan saat ini, dan aku sudah mendapatkan hukuman nya, bahkan tuhan tidak pernah memberikan ku keturunan, Sementara, keturunan itu adalah buah hati , tapi jangan kan buah hati bahkan hati kamu saja sudah tidak utuh lagi untuk ku, atau aku yang terlalu keliru tentang perasaan ini, yang mengira bahwa kamu mencintai ku, tapi nyatanya cinta itu hanya milik kalian berdua Ferdinand, kalian saling mencintai makanya kalian bisa memiliki buah hati,hiks hiks hiks hiks"tangis pilu Jessica,tumpah ruah di hadapan Ferdinand, yang kini mematung menatap lekat wajah Jessica yang penuh dengan kekecewaan dan hati yang amat terluka.


"Jessica, sayang aku minta maaf jika selama ini aku kurang peka terhadap perasaan mu , aku pikir dengan cinta ku yang teramat besar pada mu, selama ini sudah bisa membuat mu mengerti, bahwa aku hanya untukmu, dan hati ku ini bahkan hanya milik mu"ucap Ferdinand.


"bohong, sudah cukup semua aku mohon hentikan lepas kan aku dari penjara hati ini, aku sudah tidak kuat, aku mohon"ucap Jessica, yang kini menjatuhkan tubuhnya ke lantai dia berlutut di hadapan Ferdinand, dia mengatupkan kedua tangannya, Ferdinand langsung mensejajarkan tubuh nya dengan Jessica,kini dia menangis sesenggukan memeluk Jessica.


"aku janji akan membuktikan bahwa rasa ini hanya untuk mu, tunggu aku sampai aku mempunyai cukup alasan untuk ku melepaskan dia"ucap Ferdinand, yang teramat menyayat hati Jessica.


"tidak perlu kamu lakukan itu, sebaiknya sekarang juga cerai kan aku, kita hanya akan saling menyakiti hati jika terus dibiarkan ini berlarut-larut"ucap Jessica.


"tidak sayang tidak akan pernah, aku lebih baik mati saja dari pada harus kehilangan dirimu"ucap Ferdinand, yang kini memeluk Jessica, dengan erat.


Ferdinand, berdiri lalu mengangkat tubuh Jessica, membawanya ke atas ranjang, Ferdinand, membaringkan Jessica,di sana tapi setelah itu dia langsung mencium bibir Jessica, dengan lembut, Ferdinand, tidak ingin melihat Jessica, seperti ini berkali-kali, dia meminta maaf kepada Jessica, dengan sentuhan lembut nya saat ini.


🌹❤️❤️❤️🌹


sementara itu di tempat lain Mateo, tengah sibuk dengan pekerjaan nya saat ini Jessi bahkan tertidur pulas di atas sofa, tanpa menggunakan selimut,saking lelahnya menungu, Jessi, bahkan tidak membereskan hidangan yang masih utuh di meja makan nya saat ini, dia ketiduran saat menunggu Mateo, yang bahkan sulit untuk di hubungi, setelah berhari-hari mereka kembali tinggal bersama di apartemen tersebut.


Mateo, kembali dari kantor pukul dua dini hari, dia begitu lelah saat ini, tapi saat melihat pengorbanan istrinya, yang sudah menunggu nya dan bahkan mungkin belum sempat makan malam, Mateo langsung masuk kedalam kamar mandi dan mbersihkan tubuh nya, setelah itu barulah membangun kan Jessi, saat ini .


"sayang bangun maafkan aku membuat mu menunggu"ucap Mateo,sambil mengecup puncak kepala istrinya.


"Teo, kamu sudah kembali"ucap Jessi, yang masih mengumpulkan nyawanya.


"sudah sayang, kamu pasti belum makan ayo kita makan dulu"ucap Mateo,sambil menuntun istrinya duduk.


"kamu saja Teo, aku sudah tidak laper"ucap Jessi.


"jangan begitu sayang, aku minta maaf, aku terlalu sibuk dengan pekerjaan ku, mulai besok aku janji sesibuk apapun aku akan menyempatkan diri untuk menemani mu makan, sekarang ayo basuh wajah cantik ini lalu temani aku makan"ucap Mateo lembut.


"baiklah"jawab Jessi yang langsung berdiri menuju wastafel, dia langsung membasuh muka nya, saat itu juga dan mengeringkannya dengan handuk kecil yang tersedia di sana.


Jessi, duduk di samping Mateo, yang kini tengah sibuk menghangatkan makanan mereka di atas meja yang sudah tersedia pemanas makanan.


"sayang makanlah ini sudah aku panaskan"ucap Mateo.


"terimakasih, kamu juga harus banyak makan, setelah cape karena seharian terus bekerja"ucap Jessi, yang menyuapi Mateo, dengan daging panggang tersebut.


"sayang, apa kamu tidak ingin berbulan madu"tanya Mateo.


"untuk apa, disini saja sudah seperti bulan madu terus jika kamu tidak terlalu sibuk bekerja, aku sangat merindukan mu Teo, tapi kamu hanya punya waktu untuk pekerjaan mu itu tapi tidak untuk ku,maka dari itu aku akan pergi bekerja besok, agar aku tidak lagi terus-menerus, mikirin kamu yang sangat susah untuk di hubungi"ucap Jessi, mengeluarkan kekesalan nya itu.


'sayang please, jangan lakukan itu, aku janji akan meluangkan waktu untuk kita berdua tapi kumohon jangan pergi bekerja lagi, aku tidak mau itu, jika kamu nekad, aku akan kembali ke Amerika saja"ucap Mateo, mengancam.


"baiklah, kamu menang tapi kamu harus janji, mulai sekarang jangan abaikan aku"ujar Jessi.


"aku janji sayang, bahkan aku akan lembur di rumah jika ada yang perlu ku kerjakan jadi aku bisa bekerja sambil menemani mu princess ku, muachh"ujar Mateo,sambil mengecup bibir istri nya yang tengah manja waktu makan nya saat ini.


"kamu nakal sayang, lihat bibir ku belepotan saos sambal"ujar Jessi,sambil sedikit memanyunkan bibirnya itu.


"muachh... suruh siapa bikin aku gemas"ujar Mateo,sambil kembali mengecup bibir istri nya itu.


"Teo....."ucap Jessi.


akhirnya makan malam mereka harus terhenti karena saat ini Mateo, mulai membawa Jessi, keatas pangkuan nya, dia langsung ******* bibir Jessi, yang berwarna pink tersebut, Mateo semakin gencar memberikan sentuhan di seluruh tubuh Jessi, hingga mereka pun melakukan kegiatan nya di area meja makan yang sebelumnya Mateo, singkirkan penghuni meja tersebut..


******* demi ******* terdengar meliputi seluruh ruangan tersebut, mereka berdua bahkan tidak perduli dengan, tempat mereka bercinta saat ini yang mereka perduli adalah kebahagiaan mereka saat ini.


satu jam berlalu hingga mereka pindah ke dalam kamar mereka saat ini, masih melanjutkan aksi nya hingga pagi menjelang mungkin jika di hitung, sudah hampir berkali-kali mereka mencapai puncak .


Jessi, terkulai lemas di samping Mateo yang kini memeluk nya dan mengecup puncak kepala Jessi.