
di pagi ini setelah hampir satu bulan lebih pasca kelahiran putri kembarnya baru kali ini keluarga Sinan datang, menjenguk dan saat sampai di Mension milik kenan, mereka langsung bergegas masuk menemui Sinan yang kini masih berada di dalam kamar si twins j, tersebut.
Kenan mendahului mereka semua dia takut istrinya, itu akan lebih syok jika mendengar kabar duka tentang Jimi.
"sayang, kamu di mana kami datang"ujar Siena yang berusaha tegar.
"Bunda,Ken aku dengar suara bunda"ucap Sinan.
"tuh mereka"tunjuk Kenan santai.
Sinan pun berhambur memeluk Siena dan Fero juga Daniel dan Sherly sementara Juli dan Ferdinand menunggu di ruang keluarga karena sedikit lelah dan mengantuk.
"kalian semua di sini, mana kakek Bunda, aku sudah sangat kangen pada nya"ujar Sinan.
"heumm...de ayo ikut Kakak dulu biar Bunda istirahat sambil melihat putri mu itu Daddy ikut aku"ujar Daniel mengajak Sinan dan Fero.
"Dan... Bunda harap tidak terjadi apa-apa!!""seru Siena yang sudah sangat panik.
"kalian kenapa kok... seperti nya ada yang kalian tutupin"ucap Sinan curiga.
"ayo ikut Kakak"ucap. Daniel dan Fero lembut sambil merangkul pundak putri sambung nya itu.
sesampainya di ruangan keluarga mereka berdua pun menceritakan kronologis kejadian tentang meninggal nya Jimi, Sinan tiba-tiba pingsan karena tidak kuat mendengar berita tentang kepergian Jimi.
semua orang panik dan saat ini Sinan di bawa kedalam kamar miliknya, untuk di periksa oleh dokter pribadi keluarga Kenan.
dua, jam berlalu kini Sinan pun sadar dan saat ini dia hanya bisa menangis sesenggukan sambil memanggil-manggil nama sang kakek.
Kenan bahkan memeluk nya erat saat ini dan dia pun tidak pernah mau jauh dari tempat istrinya itu.
"sayang, kamu harus tegar, Kakek sudah bahagia di surga bertemu dengan nenek, jadi kamu juga harus ikut bahagia dengan itu semua kasihan Kakek selama hidupnya dia selalu merindukan nenek mu"ujar Kenan.
"tapi aku tetap saja tidak bisa seperti itu aku sangat sedih sekarang kakek sudah tidak ada lagi dan aku sangat kecewa kenapa baru kali ini kalian mengabari ku"ujar Sinan
"Kakak, tidak tega pada saat itu kamu baru saja melahirkan anak perempuan mu itu dan saat ini kami baru bisa menjenguk mu, maafkan kami"ucap Daniel.
"Daddy, bagaimana dengan kami saat ini Kakek sudah tidak ada lagi, aku sangat sedih"ujar Sinan mengadukan itu pada Fero.
"tidak usah khawatir sayang Daddy masih ada untuk kalian semua"ujar Fero mengelus puncak kepala Sinan dengan Sayang.
sementara itu di dalam kamar Siena tengah bercengkrama di dengan si kembar ,kali ini Siena begitu bahagia dan sekaligus sedih bagaimana tidak Ayah nya yang selalu menjadi orang pertama yang mengkhawatirkan kondisi Sinan saat ini dia sudah tidak ada lagi.
"ayah, lihat lah kedua buyut mu yang begitu cantik persis seperti menantu kita"ujar Siena.
sementara itu di luar mereka masih berusaha menenangkan Siena, dia masih saja menangis walaupun saat ini hanya terisak pelan.
setelah Sinan tenang kini semua sedang menikmati makan malam, bersama di meja makan yang sangat besar tersebut dengan deretan kursi yang begitu mewah.
sementara itu di dalam kamar, twins j saat ini tengah bersiap untuk tidur, dan kedua kakak nya pun masih sibuk bermain.
mereka masih asik menggoda adiknya itu dengan riang gembira dan bahagia.
kedua babby suster yang kini mengurus twins j sudah berusaha untuk melarang mereka agar tidak berisik tapi namanya juga anak-anak yang begitu suka bermain jadi perlu pengertian ekstra untuk memberi pengertian.
dua tahun berlalu kini mereka sudah mulai bisa bermain dan berjalan juga berbicara, sementara Arthur dan Arthurro,kini sudah berusia lima tahun, mereka sudah masuk, taman kakak-kakak, kegiatan setiap pagi dan siang hari setelah pergi dan pulang sekolah mereka selalu saja mengajak kedua adiknya itu bermain.
Arthur, sangat senang ketika melihat kedua adiknya sudah di mandikan karena dia dan Arthurro selalu membantu memasangkan aksesoris atau pun bedak pada mereka berdua.
Arthurro, selalu mengajak mereka bermain di taman samping Mension, setiap saat karena di sana ada tempat bermain yang sangat menyenangkan yang sengaja di bangun oleh Daddy nya, mereka begitu kompak dan sangat antusias saat ini karena Jesica dan Jessi, sudah bisa berjalan dan mengikuti kemana pun mereka pergi dan jangan lupa dengan celotehan si kecil yang sangat menggemaskan itu.
"Jessi,ayo ikut kakak,naik ke sini di sini ada sesuatu kamu bisa kan"ajak Arthurro, pada Jessi untuk naik keatas perosotan,meski dengan pengawasan yang sangat ketat saat ini Jessi tidak di perbolehkan naik kesana.
"Arthurro,Ade masih kecil dan itu sangat berbahaya bagaimana kalau dia terpeleset"ujar Sinan, yang baru saja datang.
"tapi mommy aku sangat ingin main perosotan bersama adik, ayolah momm..."pinta Arthurro.
"tidak sayang tidak boleh ini berbahaya untuk adik, dan nanti Daddy bisa marah ujar Sinan.
"tapi momm..."ujar Arthurro masih tetap ngeyel.
tiba-tiba Kenan datang dan langsung menggendong Arthurro, yang sangat ngeyel itu, dia begitu geregetan terhadap tingkah anak nya itu.
dan ajaib nya Arthurro,begitu menurut dengan ucapan sang Daddy, apa pun itu.
"sayang, kamu bisa lihat kedua putramu itu"ujar Sinan,sambil mendekat ke arah Kenan.
"owh ya ampun, belajar dari mana mereka itu"ucap Kenan sambil menahan tawa ketika melihat putranya sedang bergaya bak model, profesional, yang ada di tempat kerja mommy nya itu.
"entah lah, padahal sudah lama sekali aku tidak pernah membawa mereka ke agensiku"ucap Sinan.
"jangan sampai putra ku, bercita-cita menjadi model aku tidak akan mengizinkan nya"ucap Kenan.
setelah di perhatikan dan mendengarkan percakapan ke empat adik kakak itu, Arthurro dan Arthur sedang mengajarkan kedua adiknya berjalan di catwalk, seperti Bunda nya yang seorang peragawati.
"ayolah Jesica,kakak sudah pegal cepat ikuti gaya kakak ini sudah sangat sempurna seperti mommy bukan"ucap Arthurro si pemaksa.
dan Jessica pun langsung bergegas mengikuti kakak nya itu mereka tidak tahu kalau mommy dan Daddy nya selalu mengabadikan momen tersebut lewat foto dan video.
tidak terasa waktu sudah begitu cepat berlalu,kini mereka semua sudah tumbuh dewasa, dan seperti kebiasaan di saat mereka kecil, twins J kini sudah duduk di bangku kuliah dan kedua kakak nya sudah memimpin perusahaan Daddy nya, sementara Jesica dan Jessi, berprofesi sebagai model catwalk, yang sering wara Wiri di setiap peragaan busana, seperti keinginan kedua kakak nya itu.
🌹💖💖💖🌹
hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi Jesica dan Jessi, setelah pulang dari kampus mereka langsung bergegas menuju tempat pemotretan dan langsung beraksi dengan berbagai gaya, walaupun Kenan sudah melarang mereka beraktivitas berlebihan, saat ini karena Kenan tidak ingin kedua putrinya itu merasa terbebani, karena mereka juga tidak pernah kekurangan materi apa pun saat ini.
seperti saat ini Jessi dan Jesica,baru kembali dari agensi milik sang mommy, yang saat ini sedang menyiapkan makan malam.
sementara kedua kakak nya itu kini tengah berada di kamar mereka mereka sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda karena ada rapat penting.
"momm...kami pulang"ucap twins J, berbarengan, dan mereka pun di sambut pelukan hangat oleh Daddy dan mommy nya yang baru selesai menyiapkan makan malam di meja.
"owh sayang mommy, kalian pasti sangat lelah, kenapa baru pulang jam segini heumm"ujar Sinan sambil melihat kedua putrinya yang sangat lelah itu.
"kami,membantu Bibi, Emy,di kantor momm... oya dia juga bilang mommy,besok harus hadir karena ada rapat penting mengenai penerimaan siswa baru"ucap Jessi.
"owh, sayang mommy, sudah tidak ingin lagi rasanya datang ke rapat itu sudah berapa kali mommy bilang pada bibi kalian itu agar mengurus semua sendiri mommy sudah terlalu tua untuk itu"ucap Sinan.
"kenapa mommy, gak minta, Tante Sherly yang memegang perusahaan mommy itu dia kan, jomblo abadi jadi dia pasti tidak akan kesepian jika menyibukkan diri di sini"ujar Jesica.
"ya ampun sayang jangan bicara tentang Tante mu itu, wanita yang malang di usia nya yang sudah kepala tiga, dia masih setia menunggu jodoh orang"ujar Sinan.
"dasar wanita bodoh"ucap Jessi tanpa rasa bersalah.
ya, semenjak, mengenal cinta, dan di khianati oleh kekasihnya itu, sampai saat ini Sherly, masih berharap mantan nya itu akan kembali pada nya, tapi harapan tinggal harapan, setelah kepergian Siena, Fero dan Ferdinand dalam kecelakaan pesawat tersebut, Sherly jadi gadis pendiam, dan tidak ingin bergaul, saat itu dia baru saja menginjak bangku kuliah dan di hari itu tepat kehilangan cinta dan keluarga, mereka semua sempat terpukul namun semua sudah takdir tuhan yang tidak bisa di tentang oleh siapapun.
hingga kebangkrutan perusahaan Fero, yang semakin membuat Sherly terpukul perusahaan besar yang selama ini di pimpin oleh Fero harus terbengkalai karena tidak ada satu pun yang bisa mengurus nya Sementara orang kepercayaan nya berhianat, dia sudah menggelapkan dana perusahaan, ketika tau sang pemilik telah tiada, dan hanya tinggal putri semata wayangnya yang masih hidup, dan dia belum terlalu mengerti tentang cara mengurus perusahaan, walaupun Daniel dan Kenan sudah berusaha menolong perusahaan, yang saat ini mendadak kritis, dan jalan satu-satunya adalah merelakan semua itu punah biar bagaimanapun tidak ada yang bisa menghendel perusahaan Tersebut sementara Daniel dan Kenan sudah terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan mereka masing-masing.
Sherly semakin terpuruk kala tau semua peninggalan Daddy nya sudah di ambil alih oleh orang lain, kecuali beberapa mansion dan aset lainnya seperti tanah dan tabungan, pribadi milik Daddy nya itu atas nama dirinya.
kesedihan berlanjut kala dia tiba-tiba mendapat kan surat undangan pernikahan pacarnya yang sudah dua tahun menjadi kekasih nya itu, dia langsung syok, dan hampir depresi kalau saja Sinan dan Daniel tidak ada di sisinya hingga saat ini, karena hanya mereka berdua lah tumpuan hidup Sherly, saat ini.
bertahun-tahun lamanya Sherly hidup sendiri di Mension peninggalan Kakek nya itu, dia tidak ingin ikut kedua kakak nya, walaupun Daniel sudah berusaha mati-matian, membujuk nya agar tinggal di Mension Siena, yang kini di tempati nya bersama sang istri.
mereka memang sudah bergelimang harta sedari kecil tapi, kepergian, orang-orang terkasih mereka membuat, mereka seakan enggan untuk melanjutkan hidup jika mereka tidak mengingat nasihat keempat orang terkasih nya, dulu, bahwa mereka harus hidup dengan baik dan harus saling menjaga satu sama lain nya.
seperti, saat ini Daniel yang selalu bolak-balik Jakarta Bali hanya sekedar mengecek keadaan sang adik, Sherly yang kini memutuskan hidup sendiri.
"Sherly, kakak, sudah tua,mau sampai kapan kamu seperti ini terus, ingat pesan Daddy dan mommy, Kakak harus menikah kan mu, dengan pria yang baik, dan jika kamu selalu berharap untuk yang tidak pasti kakak, harus sampai kapan, menjaga mu, cobalah lupakan masalalu mu itu, mulai lah melangkah kedepan apa kamu tidak kasihan pada mommy dan Daddy, yang akan sedih melihat mu seperti ini"ujar Daniel sambil membawa adiknya dalam dekapan nya.
"tapi kak, Sherly tidak bisa melupakan semua nya, Sherly masih sangat takut akan kehilangan orang terkasih, seperti kakek, dan mommy juga Daddy dan Ferdinand, kasihan mereka kak,di akhir hidupnya bahkan mereka tidak pernah di temukan hingga saat ini"ujar Sherly yang masih sangat trauma pasca kabar hilang nya pesawat yang di tumpangi ketiga nya, hingga mereka dinyatakan meninggal dunia.
"sayang, kamu masih punya kakak dan kak, Sinan kami sangat menyayangi mu, cobalah untuk memulai kehidupan baru, ayolah jangan buat harapan Daddy dan mommy hancur"ujar Daniel, masih mencoba meyakinkan.
"baiklah kak, aku akan mencoba nya,owh iya kemarin kak, Sinan meminta aku ke Paris, entah ada apa tapi aku takut naik pesawat kak"ujar Sherly ya,memang setelah kedua orang tua nya dan adiknya itu di nyatakan meninggal dalam kecelakaan pesawat, Sherly bahkan hanya beberapa kali pergi ke Jakarta itu pun dalam keadaan pingsan karena obat bius.
gadis itu begitu trauma jika mendengar tentang pesawat walaupun Daniel sudah melakukan pengobatan terbaik untuk adiknya itu agar bisa menghilangkan trauma tapi tetap saja itu tidak bisa hilang.
"tidak usah takut kakak, yang akan mengantarkan mu kesana,lalu kapan kamu berencana pergi"ucap Daniel.
"Minggu depan kak"ucap nya.
"Sherly, bagaimana kalau kita semua tinggal di Paris, setidaknya kita bisa sedikit melupakan kesedihan tentang semua ini"ujar Daniel yang melihat ke sekeliling nya, dia selalu melihat bayangan keluargganya di setiap sudut mension tersebut,air mata nya terurai begitu saja, tapi ia begitu salut dengan Sherly meski dalam keadaan trauma yang cukup parah dia bisa bertahan di dalam rumah besar yang penuh dengan kenangan tersebut.