
Erlangga hanya bisa pasrah saat istrinya begitu antusias menyambut kedatangan sang idola. Padahal jelas-jelas dia lebih tampan dari orang yang sangat diidolakan sang istri.
"Kamu kenapa Kak?" tanya Tanisha duduk di sebelah Erlangga. "Cemburu ya?" godanya kemudian. Dan hal itu sukses membuat Erlangga mendengus kesal pada sang adik.
"Jika datang hanya untuk mengejekku, lebih baik kamu pulang." kesal Erlangga yang kini melihat sang istri bergelanyut manja di lengan sang idola yang ia tahu bernama Kenzo.
Sontak hal itu membuat Erlangga berdiri seketika dan langsung menghampiri dimana istrinya itu berada. Tanisha tertawa geli melihat kebucinan kakaknya terhadap Yutasha. Sangat berbanding terbalik dengan asmaranya.
"Sayang," panggil Erlangga lalu melingkarkan tangannya ke pinggang Yutasha. Sengaja memperlihatkan kemesraannya pada model boxer pria tersebut.
"Iiihh....Mas, jangan begini. Malu sama Tuan Ken," ucap Yutasha seraya melepas tangan Erlangga dari pinggangnya.
Kenzo tersenyum melihat sikap Erlangga yang sangat kentara tengah cemburu kepadanya. Semua itu dapat ia lihat dari tatapan Erlangga yang tak bersahabat padanya.
"Selamat malam, Tuan Erlangga," sapa Kenzo tersenyum ramah sambil mengulurkan tangannya pada Erlangga.
"Malam," jawab Erlangga cuek dan tidak menyambut uluran tangan dari Kenzo.
Sontak saja Erlangga langsung mendapatkan sikutan di perutnya dari Yutasha. Bahkan kini istri tercintanya itu menatapnya penuh horor.
"Jika tidak bersikap ramah pada idolaku, jangan berharap akan mendapat jatah nanti malam," desis Yutasha lirih seraya tersenyum manis pada sang suami.
Tentu saja ancaman Yutasha itu hanya bis di dengar oleh Erlangga seorang. Dan sebuah kalimat sederhana itu mampu membekuk seorang Erlangga Elajar, sehingga dia tidak berkutik.
Sedangkan ditempat lain, seorang gadis cantik terlihat murung sambil menatap ke arah ponselnya. Dan itu sangat menarik perhatian dari seorang Kenzo, sang model boxer laki-laki.
Kenzo melangkah mendekati Tanisha, dengan gerakan lembut dia memberikan minuman berwarna merah kepada gadis yang terlihat murung tersebut.
"Hai," sapa Kenzo lalu duduk di sebelah Tanisha yang masih sibuk dengan ponsel miliknya.
Tanisha menatap sekilas ke arah Kenzo, lalu tersenyum malas padanya. Pikirannya masih dibuat tak mengerti oleh sikap dari mantan kekasihnya itu. Berbagai cara sudah Tanisha lakukan, akan tetapi belum juga bisa membuat sang mantan kembali ke sisinya lagi.
Dan pada saat Kenzo mendekati Tanisha, terbesit ide jail di kepala Erlangga. Ia ingin melihat seperti apa sebenarnya perasaan dari kolega bisnisnya itu terhadap sang adik.
Diam-diam Erlangga memotret kebersamaan Tanisha dan Kenzo. Posisi Kenzo yang terlihat tengah mencium Tanisha dari samping, padahal nyatanya dia hanya menolong Tanisha yang tiba-tiba saja bulu matanya masuk ke dalam mata gadis cantik tersebut.
"Ini akan semakin menarik. Aku ingin lihat, seberapa cintanya kamu kepada adik tersayang ku," gumam Erlangga terkikik geli lalu mengirim foto hasil jepretannya itu kepada mantan kekasih adiknya.
"Ngapain kamu Mas? Senyum-senyum sendiri kayak gitu?" tanya ibu hamil muda yang tingkat ke-kepoannya semakin tinggi.
"Biasa, Sayang. Ngetes calon adik ipar," jawab Erlangga di selingi tawa lirihnya. Yutasha menggeleng kepala. Akhir-akhir ini suaminya uni memang sangat suka sekali mengerjai Devan.
Jangan lupa kasih like, gift dan komen😘