Suami Cicilan

Suami Cicilan
Extra Part. 11


Darren berusaha bersikap tenang. Ingin melakukan perlawanan sekarang, takut jika menantu kesayangannya itu kenapa-napa. Karena saat ini Yutasha di jaga oleh dua orang suruhan William.


Namun, tanpa William ketahui. Tanisha dan orang-orangnya mulai beraksi. Seperti biasa, pergerakan Tanisha tidak bisa di prediksi dan sangatlah lincah. Si Barbie Devil tersebut dengan mudah melumpuhkan penjaga di bagian sisi ujung ruangan tersebut.


Tanpa menimbulkan suara yang menyita perhatian semua orang, Tanisha dan orang-orangnya mulai masuk dari balik jendela yang ada di ruangan tersebut.


Melihat sang putri mulai melancarkan aksinya, Darren mencekal tangan William dan di arahkan ke belakang. Sedikit memberi tekanan hingga sampai William memekik kesakitan.


Erlangga pun mulai melawan dua orang suruhan William yang tengah menjaganya. Dengan rasa amarah yang besar, membuat Erlangga mengeluarkan tenaganya cukup besar pula. Sehingga dengan dua kali tendangan dan pukulan, orang suruhan William berhasil di lumpuhkan olehnya.


William mencoba melawan Darren, lalu menusukkan pisaunya ke bagian perut Darren. Namun, belum sempat pisau itu menempel pada perut Darren, dengan sigap Darren menepis tangan William dan ia patahkan dengan sekali gerakan.


Sementara itu Tanisha mulai menyerang orang suruhan William yang lain. Dia juga menyelamatkan Arga dari sekapan orang suruhan paman-nya.


Tanisha tidak menyangka, pamannya ternyata juga tega terhadap putra kandungnya sendiri. Dan Tanisha salah menilai Arga tadi, yang Tanisha pikir kakak sepupunya itu ikut andil dalam hal ini.


"Kak Arga nggak apa-apa?" tanya Tanisha khawatir. Arga menggelengkan kepala lalu menatap ke arah Yutasha.


Erlangga segera berlari menuju dimana istrinya berada. Tubuh Yutasha terasa begitu dingin. Dengan penuh lembut, Erlangga memakaikan jaketnya pada Yutasha. Sementara itu, orang yang menjaga Yutasha telah di lumpuhkan oleh orang-orang suruhannya.


"Sayang," lirih Erlangga membingkai wajah Yuyasha dengan satu telapak tangannya. Wajah Erlangga terlihat sangat khawatir melihat keadaan Yutasha yang seperti ini.


"Aku tidak apa-apa, Mas." ucap Yutasha sembari tersenyum. Kemudian dia menoleh ke arah Arga yang tengah dibantu Tanisha untuk berdiri. Yutasha merasa lega, Arga masih bisa berdiri. Padahal tadi William memukul putranya itu dengan sangat keras.


Mendengar jawaban dari sang istri, Erlangga langsung menarik tubuh Yutasha dengan lembut ke dalam dekapannya. Mukai saat ini, dia tidak akan lagi membiarkan Yutasha sendirian. Erlangga akan menyuruh orang-orangnya untuk menjaga Yutasha jika dirinya sedang bekerja.


William nampak marah dengan semua kegagalan yang dia terima. William tidak akan membiarkan keluarga Elajar merasakan bahagia setelah ini.


Tanpa mereka sadari, William mengambil sebuah senjata api berukuran kecil miliknya, yang ia sembunyikan di balik baju yang sedang dia kenakan.


Tanpa menunggu lebih lama, William mengarahkan senjata apinya itu kepada Yutasha. Setidaknya dia bisa menggagalkan lahirnya calon pewaris keluarga Elajar.


Arga yang melihat tangan papa-nya mengarahkan senjata apinya ke arah Yutasha dan Erlangga, dengan sedikit tenaga yang tersisa Arga berlari menuju tempat dimana Yutasha dan Erlangga berada.


Doorr!!!


Pelatuk senjata api itupun berhasil ditarik dengan sempurna oleh jemari William. Timah panas pun mendarat dengan sempurna di dada Arga. Tepat di bagian dada sebelah kirinya.


Masih satu lagi ya, nunggu review🙏🏻