
Pertanyaan yang di lontarkan Erlangga untuknya, membuat wajah Yutasha merona. Karena Erlangga memanggilnya dengan sebutan 'istriku'. Sebutan yang masih terasa asing baginya.
Dengan malu-malu, Yutasha mengutamakan apa yang ingin ia katakan.
"Aku mau kita ngontrak, Mas. Dan aku tidak mau tinggal di rumah-rumah yang Mas sebutkan tadi." jawab Yutasha.
"Dan kamu sudah menemukan rumah itu?" sambung Erlangga.
Yutasha menggeleng pelan. Karena memang dirinya belum sempat mencari tempat untuk mereka tinggali. Terlebih lagi, hari pernikahan mereka yang dimajukan terlalu cepat, menurut Yutasha.
"Aku belum sempat mencarinya karena kamu ngajukan hari pernikahan kita," lirih Yutasha saling menautkan jarinya. Mengusir rasa gugup karena ditatap Erlangga terlalu dalam. Ditambah lagi Erlangga tidak segera melepaskan tangannya dari dagu Yutasha.
Karena merasa gemas terhadap Yutasha, Erlangga tidak mampu menahan dirinya untuk tidak merasakan manisnya bibir istrinya.
Cup!
Erlangga mengecup bibir Yutasha sekilas. Membuat Yutasha semakin melebarkan matanya. Kemudian tangan Yutasha melepas paksa tangan Erlangga dari dagunya.
"Mas, bisa nggak sih tanpa sentuhan," ucap Yutasha dengan nada kesal. Karena untuk yang kesekian kali, Erlangga melanggar peraturan yang mereka sepakati.
"Enggak!" jawab Erlangga enteng. Yutasha semakin geram terhadapnya. Erlangga pun terkekeh melihat ekspresi Yutasha yang nampak lucu di matanya.
"Kalau begitu kita tinggal di apartemen milik Mas saja. Lagian di sana Mas juga tinggal sendiri. Juga apartemennya sederhana, tidak terlalu besar. Tempatnya juga cocok sekali untuk kamu yang suka berhalusinasi." jelas Erlangga.
Yutasha nampak berpikir, jika dirinya menolak tawaran Erlangga, lalu mereka akan tinggal di mana? Sementara ia tidak mau tinggal di kediaman keluarga Elajar. Karena Yutasha cukup tahu diri dimana posisinya.
"Baiklah. Tapi sampai aku mendapatkan tempat untuk kita tinggali," terang Yutasha yang masih keukuh dengan pendiriannya. Dan Erlangga mengangguk.
Dan sebelum itu terjadi, aku akan membuatmu menjadi milik kita seutuhnya, Yutasha. Menjeratmu dalam hubungan yang lebih dalam lagi. Jangan panggil aku Erlangga Elajar jika tidak bisa meluluhkan hatimu. Ucap Erlangga dalam hati. Di otaknya sudah tersusun rencana untuk istrinya.
"Ya sudah, kalau begitu kita istirahat sekarang. Biar besok bisa lebih pagi pindahannya. Kamu siangnya ada kuliah, kan?" Erlangga mengingatkan kalau Yutasha besok ada kelas.
Erlangga dan Yutasha memang tidak mengambil cuti terlalu lama. Mereka hanya mengambil cuti kuliah lima hari, dengan alasan sibuk urusan keluarga.
"Oh, ya Mas. Aku ada dua permintaan lagi," kata Yutasha tiba-tiba. Menghentikan langkah Erlangga untuk berpindah ke sofa, tempat tidurnya setiap malam.
"Iihh... Bukan, Mas! Aku minta setiap kali Mas keluar sama aku, atau pas berangkat ke kampus, Mas harus tetap berpenampilan sebagai Kak Erlan," dan permintaan Yutasha sungguh mengejutkannya.
"Di mana-mana itu, gadis paling suka jalan sama pria tampan dan mapan. Nah, ini malah disuruh berpenampilan jelek, Aneh." gumam Erlangga lalu melanjutkan langkahnya menuju sofa dan merebahkan tubuhnya.
"Mas!" pekik Yutasha karena Erlangga tidak menghiraukan ucapannya.
"Hmmm," Erlangga hanya berdehem sembari menutup mata dengan lengannya.
"Kamu dengerin aku, nggak sih?" tanya Yutasha mulai kesal tidak di hiraukan oleh Erlangga.
"Iya," Erlangga sudah lelah menghadapi Yutasha yang super cerewet ternyata.
"Satu lagi, Mas," Yutasha melangkah mendekat ke tempat dimana Erlangga berada. Erlangga tetap tidak merubah posisi tidurnya.
"Apa," jawab Erlangga dengan malas.
"Di apartemen Mas, ada dua kamar kan?" Yutasha tadi lupa menanyakan kamar yang terdapat di apartemen milik Erlangga.
Erlangga tidak menjawab. Dia lebih memilih memejamkan matanya. Dan itu membuta Yutasha kesal. Tangan Yutasha terangkat, lalu menggoyangkan tubuh Erlangga. "Mas...jawab...," ucap Yutasha seraya menggoyangkan tubuh Erlangga.
Karena merasa gemas dengan kecerewetan Yutasha, Erlangga menarik tubuh Yutasha hingga dia berada di atas tubuh Erlangga. Sontak, membuat Yutasha terkejut dengan serangan tiba-tiba dari Erlangga.
"Jika masih bertanya lagi, aku tidak akan segan-segan melanggar semua kesepakatan kita," ancam Erlangga. Membuat Yutasha diam seketika.
Namun detakan jantung Yutasha yang terasa cepat, membuat Erlangga tersenyum miring. Tahu kalau istrinya itu sedang gugup.
Lalu Erlangga mendekatkan wajahnya pada wajah Yutasha. Dengan reflek, Yutasha memejamkan matanya. Tahu apa hal yang akan terjadi selanjutnya. Pasti Erlangga akan menciumnya lagi dan lagi.
Erlangga menahan tawanya melihat reaksi Yutasha yang begitu menggemaskan. Lalu... Fyuuhh! Erlangga meniup wajah Yutasha, membuat Yutasha sedikit gelagapan.
"Tidur lah, sebelum aku berubah pikiran." kata Erlangga kemudian mengecup kening Yutasha dan melepaskan tangannya dari tubuh Yutasha. Yutasha bengong seketika dan segera beranjak dari atas tubuh Erlangga.
Jangan lupa kasih gift dan juga vote hari ini, ya🤗