
Setelah mendengar semua penjelasan Erlangga, Yutasha mulai paham kenapa Erlangga melakukan itu semua. Semula rasa kesal karena telah dibohongi, kini berubah rasa takjub pada Erlangga.
Bagaimana bisa seorang Erlangga Elajar hidup sederhana hanya untuk menyempurnakan samarannya. Yutasha bangga, bahwa Erlangga tidaklah sama dengan orang kaya di luaran sana yang sangat menjunjung tinggi status sosial mereka. Sedangkan Erlangga malah berusaha untuk menutupi semua itu.
Saat ini, Yutasha tengah menatap dirinya dibalik cermin seraya tangannya menyisir rambutnya yang lumayan panjang. Rasa kantuk dan lelah di tubuhnya setelah mengikuti serangkaian acara yang sederhana tadi, membuat Yutasha ingin segera membaringkan tubuhnya di atas ranjang kesayangannya.
Karena tidak kuat menahan kantuk, Yutasha merebahkan tubuhnya dan mulai terlelap. Seperti biasa, Yutasha mengenakan pakaian tidur dengan bahan kain yang sangat tipis dan sedikit terbuka. Yutasha lupa jika ada orang lain di dalam kamarnya.
Tadi setelah menceritakan semuanya pada Yutasha, Erlangga pergi keluar kamar dan membantu orang tua Yutasha membereskan sisa acara pernikahannya tadi. Meskipun sudah dilarang oleh mertuanya, Erlangga tetap keukeuh untuk membantu.
Karena merasa tubuhnya sangat kotor, Erlangga memutuskan untuk mandi di kamar mandi yang terletak di lantai bawah. Beruntung nya tadi kopernya belum di bawa masuk ke dalam kamar Yutasha oleh asisten rumah tangga keluarga istrinya.
Erlangga membuka kamar Yutasha pelan, takut jika Yutasha sudah tidur. Dan benar saja, saat Erlangga mengintip ke dalam, Yutasha sudah terlelap di atas ranjang dengan selimut yang terbuka setengah. Memperlihatkan tubuh bagian atas Yutasha.
Erlangga melangkah pelan menuju ranjang, berusaha agar tidak menimbulkan suara. Jika tidak ingin diusir di malam pertama mereka menikah oleh Yutasha. Karena setelah perdebatan mereka tadi, Yutasha kembali mengingatkan kalau mereka tidak akan tidur seranjang. Mengingat isi perjanjian yang sudah mereka sepakati bersama.
Oh God! Apa kau sengaja menguji imanku, dengan memperlihatkan keindahan yang telah kau ciptakan dengan sempurna ini? Batin Erlangga saat menatap pada sosok wanita yang kini berstatus kan sebagai istrinya.
Erlangga tidak yakin bisa menahannya, jika tidak teringat dengan surat perjanjian itu. Erlangga bertekad, akan meluluhkan hati Yutasha terlebih dulu dengan caranya sendiri.
Perlahan Erlangga naik ke atas ranjang dan membenarkan selimut yang menutupi sebagian tubuh Yutasha. Dapat Erlangga lihat dengan jelas, dua buah squishy yang lupa dibungkus oleh pemiliknya. Meskipun mengenakan baju tidur, namun baju yang dipakai Yutasha berbahan sangat tipis dan menerawang.
"Dibalik sikapmu yang sangat berani dan sedikit absurd, ternyata kamu ceroboh." lirih Erlangga mengamati sebentar squishy milik istrinya lalu menutupnya dengan selimut.
Erlangga takut khilaf jika terus terusan menatap benda yang sangat menggiurkan untuk dia nikmati dan mainkan. Kemudian Erlangga ikut masuk ke dalam selimut yang sama dengan Yutasha.
Di tengah malam, Yutasha terbangun karena merasa haus. Dia membuka mata dengan perlahan dan mengerjap pelan matanya. Lalu terpejam lagi karena rasa kantuk masih menghinggapi dirinya.
"Kok ada yang beda ya rasanya," ucap Yutasha meraba bantal guling-nya.
Semakin dia raba, semakin aneh menurut Yutasha. Dengan mata yang masih terpejam, Yutasha mengarahkan tangannya dari wajah turun sampai ke perut keras Erlangga.
"Kok berubah seperti orang, ya?" Yutasha masih belum menyadari keberadaan Erlangga.
Lalu tangan Yutasha melingkar pada pinggang Erlangga. Memeluknya erat bagaikan memeluk guling.
"Aahhh... Juga terasa nyaman. Pelukable banget." Yutasha semakin memasukkan wajahnya di dada Erlangga. Sementara Erlangga menahan ketawanya. Dia lebih memilih tersenyum tanpa suara dan menikmati pelukan dari Yutasha untuk pertama kalinya.
"Tapi kok seperti baunya Kak Erlan, ya?" kata Yutasha lagi mengingat aroma khas milik Erlangga.
Kemudian Yutasha membuka matanya dengan sempurna. Dan dia hampir menjerit karena kaget melihat Erlangga yang tengah menatapnya dengan senyum yang tidak bisa Yutasha bayangkan. Begitu tampan dan menggoda.
"Mas kenapa disimmhh--" ucap Yutasha terpotong karena dengan gerakan cepat, Erlangga berhasil membungkam bibir Yutasha dengan bibirnya. Juga posisi Erlangga sekarang berada di atas tubuh Yutasha.
"Kamu yang menggodaku terlebih dulu, Yuta." ucap Erlangga dengan senyuman mengerikan bagi Yutasha.
Pas banget kan dengan pikiran kalianðŸ¤ðŸ¤£