
"Maksud, Mas?" Yutasha menjauhkan Erlangga dari wajahnya. Menatap suaminya itu dengan tatapan penuh pertanyaan.
Erlangga tersenyum lalu mengecup kembali kening Yutasha dengan begitu mesra. Membuat Yutasha kesal seketika. Karena suaminya itu tak kunjung menjawab rasa penasaran Yutasha.
"Mas," rengek Yutasha. Sementara para orang tua mereka tertawa Melihat Yutasha merajuk. Begitu menggemaskan bagi mereka. Erlangga begitu jahil dan suka sekali menggoda Yutasha.
"Kamu hamil, Sayang. Ada anak kita di dalam sini," tangan Erlangga menyentuh lembut perut Yutasha yang masih rata.
"Beneran, Mas?" mata Yutasha berbinar. Tidak percaya jika di dalam rahimnya sudah bersemayam mahluk kecil yang begitu cepat datang di kehidupan mereka.
"Beneran Sayang. Terimakasih telah memilihku sebagai suami cicilanmu. Dan kamu membayar sisa nya itu dengan mahluk kecil yang nantinya akan merepotkan ku. Namun aku suka itu. Fan aku tidak sabar, untuk menanti kehadirannya ke dunia ini, Sayang." ucap Erlangga penuh rasa syukur.
"Dan terimakasih telah mau aku beli, Mas. Meskipun itu dengan cara aku cicil. Dan terimakasih juga, kamu dengan sabar menghadapi sikap ku yang terkadang membuatmu kesal. I Love U, Mas." ungkap Yutasha untuk pertama kalinya. Membuat Erlangga langsung menghujaninya dengan ribuan kecupan di wajah Yutasha.
Para orang tua mereka pun tersenyum bahagia melihat anak mereka bahagia. Pernikahan mereka yang diawali dari sebuah kebohongan dan permainan, namun kini mampu mengantarkan mereka dalam kebahagiaan yang tiada tara dengan hadirnya penerus dari keluarga mereka di rahim Yutasha.
Keesokan harinya Yutasha sudah diperbolehkan pulang. Dan dia meminta ijin pada Erlangga untuk berterimakasih pada Dika. Meski dia membenci Dika atas apa yang telah Dika perbuat pada dirinya dulu, namun berkat Dika lah Yutasha dan Erlangga bisa selamat dari tikaman Hilda.
"Yuta!" kaget Dika saat melihat Yutasha masuk ke dalam ruang rawatnya. Tentu saja dibelakang Yutasha ada bodyguard yang selalu mendampingi Yutasha kemanapun pergi. Siapa lagi kalau bukan suaminya, Erlangga.
Sebelum menjenguk Dika, Yutasha berkata pada Erlangga kalau dia ingin menyelesaikan permasalahannya dengan Dika. Yutasha ingin hidup damai tanpa ada kebencian lagi di dalam hidupnya mendatang. Apalagi sekarang dengan kehadiran buah hati yang tengah dikandungnya.
"Oh, e..ba-baik," jawab Dika sedikit kikuk. Karena kini Yutasha memanggilnya dengan sebutan Kak.
"Terimakasih telah menolong aku dengan suamiku," ucap Yutasha menekankan kata suami. Dan itu membuat Erlangga tersenyum puas.
"Maafkan aku," ucap Dika menunduk tidak berani menatap Yutasha secara langsung. Dia cukup malu dan tau diri dengan kesalahan yang telah ia perbuat.
"Aku juga meminta maaf, karena diriku lah kamu berbuat seperti itu. Tapi, tetap tindakanmu itu salah, Kak." ucap Yutasha. Membuat Dika semakin bersalah padanya.
"Aku tau, dan aku menyesal telah melukai orang yang aku sukai." ungkapan Dika membuat Erlangga melotot tajam. Berani-beraninya Dika mengatakan perasaannya pada Yutasha di depan suaminya.
"Tapi itu dulu. Dan sekarang aku tidak ingin mengganggu rumah tangga kalian lagi," sesal Dika tepat pada waktunya.
Dika akan memendam perasaannya pada Yutasha, gadis yang selalu dia ikuti saat berangkat sekolah dulu. Dan Dika lah yang mengusir anak laki-laki yang usil pada Yitasha. Namun karena terlalu cinta dan jalan yang dia pilih itu salah. Membuat Dika menjadi orang yang sangat dibenci oleh Yutasha selama bertahun-tahun.
Mohon maaf lahir batin semua🤗