
Sesampainya di apartemen, Erlangga merengkuh pinggang Yutasha dan membawanya masuk ke dalam kamar mereka. Erlangga begitu telaten melepas sepatu serta membuka sedikit kancing baju istrinya. Kemudian Erlangga menyelimuti tubuh Yutasha sebelum pergi ke dapur membuatkan teh hangat untuk Yutasha.
Setelah itu Erlangga membantu Yutasha duduk dan memberikan teh yang ia seduh untuk istrinya. Perhatian Erlangga yang sangat kentara seperti ini, membuat Yutasha semakin yakin untuk memberikan dirinya pada sang suami. Sebelum kejadian beberapa tahun terulang kembali, setelah Yutasha bertemu dengan Dika.
"Ya sudah, kamu istirahat dulu, Sayang. Aku yang akan membersihkan apartemen malam ini. Biar besok kamu nggak terlalu capek," ucap Erlangga mengecup sekilas sebelum beranjak dari sana.
Namun langkah Erlangga terhenti saat tangan Yutasha menahan ujung bajunya. Erlangga menoleh ke belakang, menatap istrinya yang terlihat berbeda.
"Kenapa? Minta di temenin tidurnya?" tanya Erlangga yang di angguki oleh Yutasha. Istrinya itu terlihat begitu menggemaskan ketika bersikap manja padanya. Dan Erlangga sangat suka Yutasha yang seperti ini.
Kemudian Erlangga duduk di sebelah Yutasha, dia membelai lembut kepala Yutasha agar terasa nyaman. Erlangga memperhatikan istrinya yang mulai menutup mata. Ada rasa bahagia di hati Erlangga, ketika sikap Yutasha berubah menjadi manis terhadapnya.
"Mas...," panggil Yutasha tiba-tiba. Lalu tangan Yutasha melingkar di perut Erlangga. Membuat Erlangga kaget. Ternyata Yutasha belum tidur dari tadi.
"Apa Sayang?" tanya Erlangga penuh dengan kasih sayang. Bibirnya mengecup singkat kening Yutasha.
Yutasha memejamkan matanya. Tangannya mempererat pelukannya pada perut Erlangga. Membuat Erlangga merasa heran. Ada yang lain pada diri istrinya.
"Ada apa, Sayang? Katakan padaku jika kamu merasa nggak enak," pinta Erlangga seraya mensejajarkan tubuhnya dengan posisi Yutasha terbaring.
"Kenapa sikapmu seperti ini, Sayang? Kamu berubah menjadi mesum," ucap Erlangga seraya menarik pinggang Yutasha dan menempelkan tubuh mereka. "Tapi aku suka kamu yang agresif seperti ini," bisik Erlangga tepat di sebelah telinga Yutasha. Lalu menghembuskan napasnya pelan. Membuat tubuh Yutasha merinding seketika.
"Mas...mau," ucap Yutasha ambigu bagi Erlangga.
Erlangga mengurai pelukan merek. Menatap lekat wajah istrinya yang sedang terlihat merona. Mungkin karena ucapan yang baru saja Yutasha katakan. Tangan Erlangga memegang dagu Yutasha dan diarahkan nya padanya. Erlangga menatapnya dengan intens.
"Apa maksud dari perkataanmu barusan, Sayang? Jangan membuatnya ambigu, sehingga aku tidak salah mengartikan." Kata Erlangga meminta penjelasan pada Yutasha.
Namun Yutasha malah tersenyum manis di hadapan Erlangga. Kemudian dia mengecup pelan bibir Erlangga yang terbuka. Tentu saja, itu membuat Erlangga terkejut. Semakin hari, sikap Yutasha semakin agresif padanya. Kadangkala, Yutasha menggodanya dengan terang-terangan.
"Aku mau kamu, Mas." jawab Yutasha tersenyum manis setelah membuat Erlangga terkejut. Dan sekarang kata yang baru ia ucapkan semakin membuat Erlangga terdiam. Tidak percaya dengan paa yang barusan telinganya dengar.
"Maksud kamu mau aku, mau i..., " Mata Erlangga memancarkan kebahagiaan saat melihat anggukan dari Yutasha. "Kamu yakin, Sayang?" Erlangga mencoba memastikan sekali lagi pada Yutasha. Yutasha terdiam tidak menjawab dengan kata-kata. Namun Yutasha menjawabnya dengan sebuah tindakan nakal yang tidak pernah Erlangga bayangkan sebelumnya. Dan Erlangga suka itu.
"Jangan buat aku yang memulai duluan, Mas," ucap Yutasha yang sekarang berpindah duduk di atas tubuh Erlangga. Dengan kakinya yang terbuka di sekitaran perut Erlangga.
Aku tak habis pikir dengan tingkah laku ku, dulu🙈 Untung si Mamas diam aja😂