Suami Cicilan

Suami Cicilan
Mau Aku....


Mobil yang berhenti tepat berhenti di depan Yutasha tadi perlahan pintunya terbuka keatas. Dan sang pemilik pun keluar dengan begitu menyilaukan bagi orang yang melihatnya.


"Kamu!" pekik Yutasha tak percaya.


Sementara lelaki itu tersenyum menawan di mata perempuan. Namun tidak bagi mata Yutasha. Ia malah merasa jengah dengan sikap laki-laki itu yang terkesan menyombongkan diri. Itu dari sudut penilaian Yutasha.


Yutasha tidak akan berpikiran seperti itu, jika lelaki itu datang dengan cara serta sikap yang biasa saja. Namun apa yang dilakukan oleh lelaki itu?


Lelaki itu datang dengan menggunakan mobil sport kualitas Sultan kelas atas, dengan pintu mobil yang terangkat ke atasan saat di buka. Itu pun hanya dengan menggunakan sensor mobil melalui suara sang pengemudi. Serta tampilan lelaki itu yang juga mencolok bagi Yutasha.


Bagaimana tidak, lelaki itu menggunakan barang branded yang melekat di tubuhnya dari bawah sampai atas. Serta model rambut yang trendy dan ditata rapi.


"Hai, Yuta. Lama tidak bertemu." sapa lelaki itu sambil berjalan menghampiri Yutasha dengan senyum yang mengembang.


Ingatan Yutasha tidak buruk. Ia masih bisa mengingat kejadian beberapa tahun silam ke belakang. Ia juga masih hafal wajah lelaki itu meski kini banyak mengalami perubahan yang signifikan.


"Kamu tidak melupakan aku kan, Yutasha Geraldin?" tanya lelaki itu sekali lagi karena Yutasha tak kunjung merespon sapaannya.


Sementara di sekitar mereka sudah banyak mahasiswi lain yang mendekat ke arah mereka. Memanjakan mata mereka dengan menikmati pemandangan yang baru di kampus tersebut.


"Stop! Jangan mendekat lagi, Kak!" Yutasha bersikap waspada saat lelaki itu melangkah lebih dekat. Ada sedikit ketakutan di dalam diri Yutasha.


"Memangnya kenapa Yuta? Kita sudah lama tidak bertemu. Dan aku juga rindu padamu!" ucap lelaki itu dengan suara keras.


Perkataan lelaki itu membuat mahasiswi lain yang mendengar percakapan mereka merasa iri pada Yutasha. Mereka pikir, Yutasha adalah cewek paling beruntung di kampus tersebut.


Baru pindah belum ada dua bulan tapi sudah bisa menarik perhatian sang idola kampus. Dan mereka kerap kali melihat sang idola kampus itulah yang selalu mengejar Yutasha.


Dan sekarang ini, ada lelaki misterius yang sangat tampan datang menghampiri Yutasha. Namun, Lagi-lagi Yutasha tidak meresponnya dengan baik.


"Kata siapa?"


"Bukannya Papa sudah menghubungi Pakdhe Ginanjar untuk membatalkan perjodohan kita?" tanya Yutasha heran. Kenapa Juno malah berkata seperti itu.


Ya, lelaki yang datang menghampiri Yutasha di kampus itu adalah Juno Arkanendra, orang yang dijodohkan dengan Yutasha dulu.


"Hal itu memang terjadi. Namun aku tidak menyetujui pembatalan perjodohan itu. Karena aku sudah terlanjur tertarik padamu semenjak kau menginjak remaja, Yuta." jawab Juno dengan senyum menyeringai.


Dan perkataan Juno itu terdengar seperti petir yang menyambar di telinganya.


"Kamu jangan gila, Kak!" teriak Yutasha saat Juno mencoba meraih pergelangan tangannya.


"Aku sudah gila, Yuta. Gila karenamu." Juno semakin mengikis jarak diantara mereka.


Satpam yang berjaga di kampus tersebut mencoba untuk mendekat, menolong Yutasha karena terlihat ketakutan dengan lelaki yang ada di hadapan mahasiswi itu. Yutasha mengisaratkan agar satpam itu jangan mendekat dengan telapak tangannya.


"Mau kamu apa, Kak?" Yutasha ingin segera mengakhiri situasi macam sekarang ini.


Yutasha tidak mau terjadi salah paham dengan hubungannya nanti. Karena warga plus enam dua sangat lah kreatif. Mereka akan membungkus sebuah masalah itu menjadi camilan publik yang menarik. Tidak peduli itu sumber terpercaya atau bukan.


Bibir Juno terangkat ke atas data mendengar pertanyaan dari Yutasha yang seperti itu. Lalu ia mencoba mengikis jarak diantara mereka lagi, namun hal itu Yutasha cegah dengan menekan dada Juno agar tidak terlalu dekat dengannya.


"Baiklah. Aku tidak akan sungkan lagi. Mau aku....,"


Jeng... jeng.... kaboorrr💃💃