Suami Cicilan

Suami Cicilan
Obsesi Hilda


"Aku tidak akan membiarkan kalian bersama," kata orang itu lalu melanjutkan langkahnya ketika Erlangga dan Yutasha sudah pergi.


Di dalam kelas, Yutasha terlihat sibuk dengan bukunya. Karena beberapa hari ini dia ketinggalan materi. Untung saja ada teman sebangku nya yang mau meminjamkan bukunya. Siapa lagi jika bukan Hilda, sahabatnya.


"Makasih ya, Hil. Untung ada kamu," ucap Yutasha seraya mengembalikan buku milik Hilda.


"Tenang aja. Terus, gimana nih rasanya jadi pengantin baru? Apalagi ternyata Kak Erlan ganteng banget!" Hilda berkata dengan nada sedikit keras. Membuat Yutasha langsung membekap mulut Hilda.


Untung saja suasana kelas masih sepi. Hanya ada beberapa teman merek yang ada di ruangan itu.


"Jangan kencang-kencang, Hil!" ucap Yutasha menahan geram.


"Lah, emang kenapa sih, Yuta...? harusnya kamu senang dong, punya suami yang cakep, tajir pula." Hilda tidak menghiraukan peringatan Yutasha. Alhasil Yutasha memukul pelan lengan Hilda.


"Kamu tidak lupa kan, tentang kesepakatan yang aku buat, dulu?" tanya Yutasha. Dan Hilda mengangguk. Dia masih ingat tentang kesepakatan konyol yang Yutasha buat.


"Lalu?"


"Ya...kita berjalan sesuai apa yang kita sepakatilah. Kita tetap merahasiakan pernikahan kita pada orang lain. Dan akan berpisah pada waktu yang sudah disepakati." terang Yutasha dengan sikap yang santai. Tidak merasa akan kehilangan atau apapun itu. Membuat Hilda semakin penasaran.


"Enggak," Yutasha tidak mengalihkan tatapannya pada buku yang dia pegang. Dia menjawab dengan santai, tanpa tahu ada seseorang yang tengah memperhatikannya di ujung pintu.


Dan jawaban Yutasha membuat senyum di bibir Hilda merekah. Dia puas dengan jawaban yang di ucapkan oleh Yutasha. Namun, pada saat Hilda mengingat interaksi antar Yutasha dan Erlangga tadi di pinggir jalan, membuat hati Hilda panas seketika.


Kau ternyata munafik, Yuta. Lihat saja, aku akan membuat kalian pisah. Batin Hilda. Kemudian Hilda mengingat suatu kejadian beberapa tahun yang lalu.


Pada saat itu, Hilda satu sekolah dengan Erlangga. Karena wajah Erlangga yang sangat tampan, membuat gadis di sekolah tersebut berebut untuk mendapatkan Erlangga. Apalagi dengan latar belakang Erlangga yang sangat mapan.


Salah satu gadis itu adalah Hilda. Dia langsung jatuh hati pada Erlangga, kakak kelasnya. Hilda selalu mengikuti kemanapun Erlangga pergi. Namun dari jarak jauh.


Hilda selalu mengabadikan foto Erlangga dan mengoleksi nya di kamar. Bahkan tidak terhitung berapa banyak foto Erlangga yang Hilda koleksi. Hilda menempel foto Erlangga di dinding kamarnya. Ada juga beberapa foto Erlangga yang dia gantung di kamar mandinya.


Obsesinya untuk memiliki Erlangga sudah tertanam dari pertama kali dirinya melihat Erlangga. Dan hal yang tak terduga dari Hilda ialah, dia selalu punya cara untuk menjauhkan gadis yang tengah mendekati Erlangga. Tapi dengan tidak mengotori tangannya sendiri.


Hilda mulai kehilangan jejak Erlangga, pada saat hari kelulusan Erlangga di sekolah itu. Semenjak itu, Hilda tidak bisa menemukan jejak Erlangga. Bahkan di media maupun artikel tidak ada yang mengangkat soal seorang Erlangga Elajar. Lelaki cinta pertama nya.


Hilda melihat kembali Erlangga Elajar ialah pada saat pernikahan sahabatnya. Semenjak itu, Hilda membenci Yutasha karena telah merebut Erlangga Elajar darinya. Dan Hilda tidak akan membiarkan Erlangga-nya menjadi milik orang lain, termasuk sahabatnya sendiri, Yutasha.