
Akhirnya, hari ini Yutasha berangkat ke kampus dengan di antar oleh Erlangga. Dengan alasan dia tidak mau membiarkan Yutasha hanya berduan di dalam taxi bersama dengan sopir. Dan itu alasan paling konyol yang pernah Yutasha dengar.
"Udah Mas, sampai di sini saja." ucap Yutasha menyuruh Erlangga untuk menghentikan mobilnya di depan gerbang kampus.
"Kenapa?" Erlangga mengernyitkan dahinya. Tidak bisa menebak jalan pemikiran istrinya tersebut.
"Mobil Mas terlalu mencolok, kalau mengantarku sampai ke dalam." dan jawaban Yutasha membuat Erlangga menepuk jidatnya. Lagi dan lagi alasan yang diucapkan oleh Yutasha selalu diluar nalar pemikiran Erlangga.
Kalau saja itu perempuan lain, maka mereka akan dengan bangga memamerkan apa yang pasangan mereka punya. Namun Yutasha malah kerap kali merasa malu, dengan semua kemewahan yang diberikan padanya oleh Erlangga.
Lantas dengan pelan Erlangga menarik Yutasha agar lebih dekat dengannya. Lalu mencium kening Yutasha sedikit lebih lama. Membuat Yutasha bengong, tidak menyangka akan tindakan Erlangga.
"I Love U," ucap Erlangga dengan senyum tertampannya.
Yutasha diam, tidak menjawab ungkapan perasaan Erlangga. Karena dirinya bingung mau menjawab seperti apa. Kemudian Yutasha menganggukkan kepalanya pelan, dengan wajah yang merona. Membuat Erlangga semakin gemas melihat wajah Yutasha seperti itu.
Erlangga tidak mampu lagi menahan dirinya untuk tidak merasakan bibir istrinya pagi ini. Dengan lembut, ia menyesap bibir Yutasha. Membuat Yutasha terkesiap kaget. Namun Yutasha tidak menolak ciuman dari Erlangga.
"Vitamin pagi," ucap Erlangga setelah melepas pagutan mereka. Jemarinya megusap pelan bibir Yutasha, menghapus jejak perbuatannya barusan. "Jangan memakai lipstik terlalu jelas. Kau tidak suka membagi kecantikanmu dengan orang lain." lanjut Erlangga kemudian.
Jantung Yutasha berdetak lebih cepat saat mendengar ucapan yang dikatakan oleh suaminya. Entah, dirinya harus merasa bangga atau malah sebaliknya. Karena justru Erlangga lah yang selalu digilai oleh banyak perempuan.
"Ya sudah, kalau begitu aku masuk dulu, Mas." ucap Yutasha seraya meraih tangan Erlangga dan Yutasha mencium punggung tangan suaminya sebelum keluar dari dalam mobil.
Erlangga tersenyum dengan apa yang dilakukan Yutasha padanya. Yutasha selalu berusaha menjadi istri yang baik untuknya. Namun ada yang mengganjal di hati Erlangga saat ini. Kenapa istrinya itu tidak pernah melarangnya. Bahkan saat mereka menghadiri pesta pernikahan di salah satu klien Erlangga, Yutasha tidak pernah marah saat dengan terang-terangan banyak perempuan yang menggoda Erlangga di depan Yutasha.
Hanya butuh waktu dua puluh menit untuk Erlangga sampai di perusahaan Elajar. Erlangga memakirkan mobilnya di tempat khusus untuk pemilik perusahaan. Setelah sampai di ruangannya, Erlangga melihat Stev yang tengah menunggunya.
"Tumben telat, Bos?" tanya Stev seraya berdiri dari duduknya saat menyadari kedatangan Erlangga.
Erlangga menaruh tasnya di atas meja dan merenggangkan sedikit dasi yang tengah melingkar di lehernya.
"Biasa, ngantar istri kuliah dulu," jawab Erlangga dengan bibir tertarik ke atas. Membuat Stev menggeleng kepala.
"Sejak kapan kau bucin sama perempuan?" tanya Stev heran. Karena sedari mengenal Erlangga dari mereka masih remaja, Stev tidak pernah se-bucin ini sama perempuan.
"Dia berbeda, Stev. Tidak seperti perempuan yang tengah berjalan dengan mu sekarang," bangga Erlangga terhadap Yutasha. Membuat Stev berdecih.
Stev mengakui kalau istri dari atasannya ini memang sangat berbeda dari perempuan pada umumnya. Dia merasa bahagia untuk Erlangga, karena atasan sekaligus bos nya itu mendapatkan pasangan yang tepat untuk nya.
Dan yang lebih membuat Stev tercengang saat pertama kali Erlangga menceritakan pertemuannya dengan Yutasha, yaitu kebenaran bahwa Yutasha sendirilah yang datang menawarkan diri pada Erlangga. Dan alasan Yutasha yang memilih Erlangga, karena Erlangga culun. Sebuah alasan yang tidak banyak di miliki oleh perempuan jaman sekarang ini.
"Rapat akan dimulai sepuluh menit lagi, Bos." kata Stev mengingatkan Erlangga.
Mulai masuk konflik ya๐
Jangan puji aku setelah ini๐