Suami Cicilan

Suami Cicilan
Sayang, Kamu...


"Stop, Mas! Stop...!!" pekik Yutasha. Membuat Erlangga menghentikan kegiatannya seketika.


"Apalagi sekarang, Sayang?" tanya Erlangga menahan rasa geramnya terhadap sang istri, yang selalu mencari cara agar ritual nikmat mereka gagal.


"Sebentar, Mas. Aku merasakan ada sesuatu yang datang malam ini." ucap Yutasha sembari merasakan ada hal yang aneh pada tubuhnya.


Kemudian Erlangga menajamkan pendengarannya. Dan dia tidak mendengar ada orang yang datang ke apartemen mereka.


"Jangan ber-alasan lagi, Sayang." Lalu Erlangga memulai kembali kegiatannya. Tidak menghiraukan kegelisahan Yutasha.


"Beneran, Mas. Ada tamu yang datang," Yutasha mencegah tangan Erlangga saat ingin kembali meremas dua aset miliknya. Karena tangannya yang dicekal oleh Erlangga tadi terlepas.


Dan tindakan Yutasha mencegah dirinya untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan itu terganggu. Erlangga menatap tajam kearah Yutasha. Apalagi sekarang yang diinginkan istrinya. Ingin lari? Itu tidak akan Erlangga biarkan. Karena sesuatu dibawah sana sudah siap untuk diajak kegiatan bercocok tanam.


"Kamu jangan berbohong agar bisa lepas dariku malam ini, Sayang. Tidak ada orang di luar apartemen ini. Malam ini tidak akan aku biarkan ada orang yang mengganggu kegiatan kita," ucap Erlangga kembali mendekat.


Tangan Erlangga kembali meremas dengan gemas dua aset Yutasha. Bahkan jemarinya meraih puncak benda tersebut dan memainkannya dengan gerakan memutar. Membuat suara Yutasha kembali terdengar.


"Eughhh" desah Yutasha kembali terdengar begitu merdu. Dan itu semakin membuta Erlangga bersemangat untuk memainkan puncak benda kenyal yang membuatnya nagih.


"Nikmati saja, Sayang," bisik Erlangga saat melihat Yutasha memejamkan matanya. Merasakan setiap sensasi yang muncul akibat ulah tangan suaminya.


Yutasha pasrah, membiarkan Erlangga mengetahui sendiri. Dia sudah berusaha mengingatkan, namun tidak di gubris oleh suaminya.


Erlangga semakin berani. Kini dia menyingkap baju yang dipakai oleh Yutasha. Sehingga memperlihatkan bentuk indah dari dua benda kenyal yang sedari tadi ia mainkan.


"Menggiurkan," ucap Erlangga dengan tatapan lapar pada dua aset Yutasha.


"Mas...," Yutasha mencoba menghentikan Erlangga. Namun Erlangga tetap melanjutkan aksinya.


Erlangga bagai ketagihan nikmat dari tubuh Yutasha. Tidak lupa pula ia memberi tanda di setiap kulit yang disentuh oleh bibir nya. Sementara Yutasha yang berada di bawahnya hanya bisa pasrah. Dia juga menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh sang suami. Namun, ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya. Kalau ini diteruskan, Erlangga pasti akan kecewa.


Kini tubuh bagian atas mereka saling tidak tertutupi. Lalu tangan Erlangga beralih ke bagian bawah tubuh istrinya. Namun saat dirinya ingin membuka celana yang dipakai oleh Yutasha, Yutasha semakin merapatkan kedua kakinya.


"Buka, Sayang. Aku akan pelan-pelan melakukan nya," pinta Erlangga seraya memegang lutut Yutasha.


"Mas... Itu...," ucap Yutasha tercekat karena Erlangga lebih dulu membuka kakinya. Dan mata Erlangga melotot tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang.


"Sayang, kamu....," Erlangga menatap Yutasha penuh pertanyaan.


"Kan sudah aku bilang, Mas. Ada tamu yang sedang berkunjung," jawab Yuyasha tenang namun kasihan melihat wajah frustasi Erlangga.


"Kenapa nggak bilang dari tadi, Yutasha Geraldine!!!" pekik Erlangga seraya meraup wajahnya dengan kasar. Pupus sudah untuk menikmati kenikmatan yang paling dia tunggu selama ini. Rasa yang sudah membuncah di atas langit, kini langsung terhempas ke dasar bumi saat melihat ada noda darah segar di celana yang Yutasha pakai.


Sementara itu Yutasha langsung beringsut dari tubuh Erlangga dan berlari menuju kamar mandi.


Yutasha bisa bernapas lega, karena malam ini selamat dari jeratan Erlangga. Ia bersyukur dewi Fortuna masih berpihak kepadanya. Untung kamu datang tepat waktu. Jika tidak, aku pasti akan menjadi janda bolong. Bukan janda ting-ting. Ucap Yutasha di dalam kamar mandi.


Sementara itu Erlangga menahan geramnya pada sang istri. Mau tidak mau dia harus menuntaskannya sendiri.


Jangan lupa dukung cerita ini dengan beri like, gift dan komen. Kalau ada Vote, aku juga mau😂