Suami Cicilan

Suami Cicilan
Alergi


Setelah menemani Tanisha jalan-jalan seharian, kini Yutasha mulai menyiapkan bahan masakan untuk makan malam mereka. Yutasha akan memasak udang asam manis yang merupakan makanan kesukaan nya.


Saat Yutasha tengah mencuci barang-barang yang baru ia gunakan untuk memasak, Erlangga masuk ke dalam apartemen tanpa menimbulkan suara.


Bibir Erlangga tersenyum saat melihat Yutasha dari belakang. Kemudian Erlangga melepas jas-nya dan menaruh tas kerjanya di kursi terdekatnya.


Dengan langkah pelan Erlangga melangkah mendekat ke arah Yutasha. Tangan Erlangga melingkar di perut Yutasha dari belakang. Membuat Yutasha terlonjak kaget.


"Aku pulang, Sayang." ucap Erlangga seraya mengecup puncak kepala Yutasha dari belakang.


"Mas!" kaget Yutasha, hampir menjatuhkan gelas yang tengah ia cuci. Lalu Yutasha mencoba melepas diri dari Erlangga. Namun Erlangga malah menelusup kan wajahnya pada leher Yutasha. Membuat Yutasha merasa kegelian.


"Iihh... Mas... Geli!" rengek Yutasha. "Mending Mas mandi dulu setelah itu makan. Keburu dingin nanti makanannya," suruh Yutasha seraya menarik tangan Erlangga agar menjauh dari tempatnya.


Erlangga tersenyum seraya memperlambat langkahnya. Terus menoleh kearah Yutasha yang tengah memasang wajah garang terhadap Erlangga.


"Enggak cium di sini dulu?" goda Erlangga sembari menunjuk bibirnya sendiri. Membuat Yutasha semakin menatap tajam. Dan Erlangga semakin terkekeh melihat reaksi Yutasha yang begitu menggemaskan.


Setelah terkuaknya hubungan mereka ke publik, hubungan Erlangga dan Yutasha menjadi lebih baik lagi. Meskipun mereka tidak melakukan hubungan suami istri, karena Erlangga ingin Yutasha benar-benar siap untuk itu.


Begitupun dengan Yutasha, dia lebih membuka hatinya untuk Erlangga. Meskipun sampai sekarang dirinya belum siap untuk melakukan hubungan yang lebih dalam lagi.


"Mas, masih lama?" panggil Yutasha saya menunggu Erlangga yang tak kunjung keluar dari kamar.


"Segini cukup, Mas?" tanya Yutasha seraya menunjuk kan piring yang diisi dengan nasi untuk Erlangga.


Erlangga mengangguk dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Dengan perhatian Yutasha seperti ini, membuat Erlangga merasa sangat senang. Bagaimana aku tega mengatakan padamu kalau aku tidak bisa makan udang. Sementara perhatian yang kamu berikan padaku terasa sangat tulus, Yuta. Dan itu semakin membuatku ingin menjeratmu secepatnya. Batin Erlangga.


"Mas, aku besok ada kelas pagi. Aku berangkat sendiri, ya?" ucap Yutasha saat Erlangga mulai menyuapkan makanannya ke dalam mulut. Karena beberapa minggu ini Erlangga selalu mengantar Yutasha kuliah.


Setelah sibuk di perusahaan, Erlangga mulai jarang masuk ke kampus. Dia hanya mengantar Yutasha selamat sampai tujuan, setelah itu Erlangga langsung berbalik arah menuju perusahaan keluarganya.


"Kenapa?" tanya Erlangga menatap Yutasha sekolah lalu fokusnya kembali ke piring yang berisi masakan udang asam manis.


Rasa masakan Yutasha memang sangat lezat, namun Erlangga alergi terhadap udang. Dan tubuhnya mulai menimbulkan reaksi alerginya. Erlangga menggaruk lengan serta lehernya, membuta Yutasha menatap fokus ke arah Erlangga.


"Mas, kenapa?" panik Yutasha saat melihat kulit Erlangga memerah.


Erlangga tidak menjawab, dia berusaha sekuat tenaga untuk menahan rasa gatal yang mulai terasa di sekujur tubuhnya. Namun tangannya tidak bisa menahan lebih lama lagi. Erlangga menggaruk di beberapa tempat yang terasa sangat gatal.


"Mas alergi terhadap udang?" tebak Yutasha. Kemudian Yutasha terlihat sangat khawatir saat melihat anggukan dari Erlangga. "Kenapa nggak bilang dari awal, Mas! Kalau memang alergi terhadap udang, harusnya jangan dimakan. Jadi begini kan akibatnya" omel Yutasha selanjutnya. Membuat Erlangga menyunggingkan senyumnya.


"Apapun yang kamu masak, pasti akan aku makan, Sayang." ucap Erlangga yang selalu memanggil Yutasha dengan sebutan, sayang. Dan Yutasha udah kebal akan panggilan tersebut.


Mas Erlan udah benar-benar klepek-klepek sama Yuta😂