Suami Cicilan

Suami Cicilan
Kita Bertemu Lagi, Yuta


"Maaf telat, Dik," sapa Erlangga. Lalu mereka berpelukan bak teman yang sudah lama tidak bertemu.


"Santai aja, Ngga," jawab Dika.


Kemudian matanya beralih pada seorang perempuan yang berada di belakang Erlangga. Dika mengamati perempuan itu dengan seksama. Ia merasa seperti pernah bertemu dengan sosok perempuan tersebut.


"Oh, ya. Siapa wanita cantik ini, Ngga?" tanya Dika penasaran. Sungguh, dia yakin pernah bertemu dengan perempuan ini tapi entah di mana.


Erlangga menoleh ke arah Yutasha. Lalu tersenyum lembut seraya menarik pinggang istrinya agar mendekat padanya. Dan itu membuat Dika memicingkan matanya.


"Kenalin, Dik. Dia istriku, Yutasha." Erlangga memperkenalkan Yutasha pada Dika.


Dika terdiam sebentar sebelum merespon ucapan Erlangga. Dia teringat sesuatu saat nama wanita yang berada di samping Erlangga. Kemudian Dika tersenyum penuh arti, lalu mengulurkan tangan ke arah Yutasha.


"Senang bisa berkenalan dengan istri dari Erlangga Elajar," ucap Dika penuh maksud. Kita bertemu lagi, Yuta. Dan kamu terlihat begitu lebih cantik dan menggoda, tentunya. Batin Dika.


Sementara Yutasha tidak merespon uluran tangan Dika. Jari jemari Yutasha saling meremat satu sama lain. Keringat dingin pun mulai bermunculan di sekitar dahi Yutasha. Ingatan yang dulu kembali terlintas di kepala Yutasha.


Erlangga melihat ke arah istrinya. Wajah Yutasha terlihat sangat pucat. Serta keringat yang terus keluar di sekitaran dahi dan leher sang istri. Tangan Erlangga meraih tangan Yutasha yang terasa dingin dan juga berkeringat.


"Sayang, kamu kenapa? Apa ada yang terasa sakit?" tanya Erlangga sangat khawatir dengan keadaan Yutasha. Apalagi Yutasha hanya terdiam lalu menggeleng pelan.


Dika mengepalkan tangannya melihat Erlangga begitu sangat perhatian terhadap Yutasha. Harusnya dulu aku lakukan saja. Sehingga dia akan tetap menjadi milikku, bukan milik orang lain. Geram Dika di dalam hati.


"Sayang," panggil Erlangga dengan nada lembut. Membuat Dika merasa muak berada di hadapan mereka. Namun tidak mungkin baginya untuk menarik tangan Yutasha dari Erlangga. Seperti halnya dulu yang pernah ia lakukan pada Yutasha.


Dika yang melihat wajah ketakutan Yutasha saya melihatnya, bibirnya tersenyum tipis. Dika beranggapan kalau Yutasha tidak melupakan kejadian beberapa tahun yang lalu. Kejadian yang pernah membuat Yutasha menjadi miliknya.


"Sorry, ya Dik. Sepertinya kita ngobrol dilain waktu saja. Istriku kelihatannya tidak enak badan." pamit Erlangga pada Dika.


"Rawat istrimu dengan baik, Ngga. Agar tidak diambil oleh orang lain," ucap Dika penuh maksud.


Erlangga tidak terlalu peduli dengan ucapan teman lamanya tersebut. Karena Erlangga sangat mengkhawatirkan keadaan Yutasha yang tiba-tiba wajahnya berubah pucat. Padahal sewaktu datang ke cafe ini, Yutasha terlihat baik-baik saja.


Setelah sepeninggalan Erlangga dan Yutasha, Dika terlihat membanting gelas yang berisi minumannya ke lantai. Hatinya begitu sesak melihat wanita yang selam ini ia cari, ternyata bersama dengan temannya sendiri.


"Aku akan merebutnya darimu, Ngga! Aku yang lebih dulu mengenalnya. Aku yang selalu berjuang mati-matian untuk mendapatkan hatinya. Namun dengan mudahnya dia bisa menjadi istrimu," geram Dika. Tangannya ia benturkan ke meja dengan sangat kencang. Membuat beberapa pengunjung cafe lainnya menoleh ke arah Dika berada.


"Apa lihat-lihat, Hah!" teriak Dika pada pengunjung yang menatapnya. Suasana pun menjadi gaduh, sehingga sang pemilik cafe pun turun tangan menangani Dika.


"Apa yang terjadi, Tuan?" tanya sang pemilik cafe Benning tersebut. "Jika anda di sini hanya untuk membuat gaduh, lebih baik anda angkat kaki dari cafe saya!" bentak Rendra tersulut emosi saat Dika menatapnya nyalang.


Mendengar bentakan sang pemilik cafe yang terlihat lebih menyeramkan darinya, membuat nyali Dika menciut lalu memutuskan untuk pergi dari cafe tersebut.


Siapkan jantung kalian setelah ini🤧


Tentunya dengan pasangan kalian. Bagi yang JoNes, yoookkk nangis bareng akoh😂