
Di kampus, tepatnya di kantin. Yutasha tengah duduk sendiri menikmati camilan yang dia pesan dari kantin tersebut. Sudah berapa hari ini, Yutasha tidak melihat kedatangan Hilda. Bahkan pesan yang dia kirim untuk Hilda pun belum terbaca.
"Tumben sendirian?" tanya Arga seraya duduk di kursi depan Yutasha.
Yutasha melihat sekilas Arga, lelaki yang selalu mencari perhatian nya.
"Emangnya harus dengan siapa?" tanya Yutasha malas. Dia memikirkan sikap Hilda yang tiba-tiba berubah beberapa hari ini padanya.
Sikap Yutasha yang cuek semakin membuat Arga merasa tertantang untuk mendapatkan Yutasha. Arga masih belum mengetahui siapa sebenarnya Yutasha. Karena dirinya baru pulang ke negri ini kemarin sore. Dan Arga sangat tidak sabar untuk melihat perempuan yang selalu membuatnya pemasaran. Siapa lagi jika bukan Yutasha Geraldine. Perempuan cantik dengan penampilan sederhananya.
"Biasanya bareng sama Hilda," ucap Arga tersenyum menawan pada Yutasha. Namun itu tidak berpengaruh untuk Yutasha. Yutasha tetap bersikap cuek dan lebih memilih fokus pada camilan yang ada di depannya.
"Nanti pulang bareng, yuk!" ajak Arga yang masih tidak mau menyerah, meskipun tidak dihiraukan oleh Yutasha.
"Aku ada janji sama orang," jawab Yutasha kemudian beranjak dari tempat duduknya.
Sebelum Yutasha melangkahkan kakinya, telinganya mendengar beberapa sindiran dari mahasiswa perempuan yang berada di kantin.
"Dih, dasar gatel! Sudah punya suami juga, masih godain Kak Arga."
"Iihh... Tampilannya nggak banget deh! Nggak cocok jadi istrinya Kak Erlangga yang ganteng itu."
"Eh, tau nggak? Kabarnya dia merebut Kak Erlangga dari pacarnya loh! Dan pacarnya sekarang lagi terpuruk." ucap salah satu diantara mereka yang membuat Yutasha menoleh.
"Emang dasar pelakor!" ucap seseorang lagi dengan suara yang sengaja dikeraskan.
Kemudian Yutasha pergi dari kantin tersebut setelah membayar camilannya di kasir. Arga tetap setia mengikuti Yutasha dari belakang, dan itu semakin menambah gosip yang beredar di kampus mereka.
Sesampainya di kelas, Yutasha melihat mejanya yang penuh dengan coretan yang bertuliskan bahwa dirinya seorang pelakor. Yutasha menghela napas lalu mengambil tasnya dan pergi keluar dari kelas.
"Nggak nyangka, ya? Kelihatannya baik, kalem dan nggak neko-neko. Ternyata seorang pelakor!" kata seseorang mahasiswa yang membuat telinganya Yutasha kian memanas.
Yutasha memutuskan pulang lebih cepat dan tidak memberitahu Erlangga. Dia berjalan menuju halte yang terletak dekat dengan kawasan kampusnya.
Tanpa Yutasha sadari, ada seseorang yang mengikuti Yutasha dari belakang sampai ke halte yang dituju. Lelaki itu menjaga jarak dari Yutasha, agar keberadaannya tidak diketahui.
Yutasha memainkan ponselnya sebentar sembari menunggu bus yang datang. Yutasha berniat ingin pergi ke rumah orang tuanya.
Beberapa menit Yutasha menunggu, akhirnya bus pun datang. Langkah kaki Yutasha tersandung saat dengan sengaja ada kaki seorang perempuan yang dengan sengaja mencekatnya.
Yutasha hanya diam tidak membalas. Dan dia melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam bus. Namun saat dirinya ingin mengangkat kakinya untuk menaiki bus, ada seseorang yang memakai tudung mendorongnya dengan keras. Tentu saja hla itu membuat Yutasha terjerembab ke depan.
Semua orang yang berada dekat dengan Yutasha berusaha menolong. Orang yang mengikuti Yutasha sedari tadi yang tak lain adalah Arga, dia berusaha mengejar orang yang telah mendorong Yutasha.
"Siapa kau?" tanya Arga seraya menarik tudung yang dipakai untuk menutupi wajah orang tersebut. Dan betapa kagetnya Arga, saat mengetahui siapa orang yang telah mendorong Yutasha. Dia tidak menyangka, kalau orang itu tega melakukan hal seperti itu pada Yutasha.
Jangan lupa like dan beri gift ya🤧