Suami Cicilan

Suami Cicilan
TAMAT


"Lupakanlah yang lalu, Kak. Kita sudah memaafkan Kakak. Apalagi sebentar lagi Kakak mau jadi Uncle." ucap Yutasha. Matanya memancarkan kebahagian.


"Maksud kamu, kamu hamil, Yuta?" tanya Dika tak percaya. Dan Yutasha menganggukkan kepalanya. "Aku nggak mau di panggil Uncle. Aku mau dia manggil Ayah," ucap Dika sengaja seraya melirik ke arah Erlangga.


Tentu saja laki-laki itu langsung mendekati istrinya dan menarik Yutasha pelan jatuh ke dalam dekapannya.


"Nggak aku ijinin. Dia hanya boleh mempunyai satu Ayah. Yaitu aku, Daddy-nya!" sarkas Erlangga menatap penuh permusuhan pada Dika. Membuat Yutasha dan Dika tertawa.


"Kita lihat saja, nanti. Dia akan lebih menurut padaku, daripada kepadamu yang Ayah biologisnya," tantang Dika. Dia sangat senang menggoda teman yang dulunya sangat pendiam dan berwajah datar tersebut meskipun tampan.


Namun, setelah mengenal Yutasha di dalam hidupnya, bahkan masuk ke dalam hidup Erlangga. Membuat Erlangga berubah. Dia menjadi pribadi yang lebih ramah dan suka tersenyum jika menceritakan tentang semua hal yang ada pada istrinya. Termasuk waktu pertama kali dirinya dibeli oleh seorang gadis pindahan dari Surabaya di kampusnya.


Setelah bercengkarama cukup lama dan suasana diantara mereka sudah mencair, Yutasha dan Erlangga memutuskan untuk pulang ke rumah utama keluarga Elajar. Karena Mami Kalina sudah mewanti-wanti mereka, selama Yutasha hamil dan sampai melahirkan, mereka harus tinggal di rumah utama. Agar Mami Kalina bisa merawat Yutasha. Yang mungkin akan lebih rewel pada Erlangga, lebih dari sebelum saat Yutasha hamil.


Mami Kalina tahu semua tentang menantunya itu dari putri kecilnya, Tanisha. Karena diam-diam Tanisha tidak membiarkan kakak iparnya itu sendirian. Tanisha selalu menaruh orang-orangnya untuk menjaga Yutasha.


Dan pada saat kejadian Hilda kemarin, Tanisha memang sengaja membiarkan Yutasha masuk ke perangkap Hilda. Karena itu salah satu rencana dari kakak iparnya sendiri, Yutasha.


Yutasha tahu apa yang direncanakan Hilda. Makanya, dia mengikuti rencana Hilda dan menyelesaikan masalah diantara mereka. Yutasha rela menjadi korban, karena itu sebagai bukti-bukti untuk menjerat Hilda ke ranah hukum.


Sangat di sayangkan memang, mengingat Hilda adalah teman pertama yang dia miliki setelah pindah ke kota ini. Namun cinta dan obsesi Hilda pada Erlangga, dia memilih jalan yang salah. Bahkan tega melenyapkan nyawa seseorang, yang telah mengganggu jalannya untuk dekat dengan Erlangga.


"Oh, ya Mas. Bagaimana kabar Hilda?" tanya Yutasha menoleh ke samping. Dimana Erlangga sedang fokus mengemudikan mobilnya. Namun tidak ada respon dari sang suami.


"Mas...," panggil Yutasha kembali dengan tatapan memohon agar Erlangga mau memberitahunya. Karena jika Yutasha meminta ijin pada Erlangga untuk menjenguk Hilda, suaminya itu sudah pasti tidak akan mengijinkannya.


Erlangga tidak tahan dengan tatapan memohon sang istri. Lalu Erlangga mengacak pelan rambut Yutasha. Membuat sang empunya rambut cemberut. Dan itu semakin membuat wajah Yutasha terlihat begitu menggemaskan bagi Erlangga.


"Haha...maaf, Sayang. Kamu terlihat begitu menggemaskan jika sedang merajuk." ucap Erlangga yang mendapat pelototan dari Yutasha.


"Mas! Aku tanya bagaimana tentang Hilda? Bukan malah asik menggodaku!" kesal Yutasha lalu memalingkan wajahnya.


"Kenapa Hilda masuk rumah sakit, Mas?apa yang Mas lakukan padanya?" tanya Yutasha curiga pada suaminya.


"Bukan aku, tapi Tanisha, Sayang," jawab Erlangga. "Oh, ya Sayang. Katanya novel kamu yang TMH mau terbit, ya?" tanya Erlangga mencoba mengalihkan pembicaraan.


Bisa gawat jika istrinya itu tahu Tanisha yang sebenarnya. Karena Tanisha yang seperti itu juga atas bentukan dari Erlangga. Otomatis dirinya juga akan kena semprotan dari istrinya yang semakin galak setiap harinya.


"Iya, Mas. Alhamdulilah ada pihak penerbit yang melirik. Ini juga novel aku yang ketiga juga dilirik sama mereka." ucap Yutasha sangat bahagia. Mengingat karya dari hasil jerih payahnya sendiri akan segera dibukukan. Keinginan Yutasha sedari lama akhirnya bisa terwujud.


"Novel yang manalagi?" tanya Erlangga tidak tahu.


"Suami Cicilan," Erlangga mengerutkan dahinya mendengar judul novel yang disebutkan oleh sang istri.


"Jangan bilang itu--" tebak Erlangga curiga kalau yang ditulis oleh Yutasha adalah perjalanan hidup mereka.


"Benar, Mas. Aku menulis cerita kita. Dan alhamdulilah banyak yang suka." jawab Yutasha cepat. Membuat Erlangga menggeleng tidak mengerti jalan pikiran sang istri.


"Dasar, kamu ya...!" gemas Erlangga mencubit hidung mancung sang istri. Mereka pun tertawa bersama.


Bersatu karena kekonyolan yang Yutasha buat. Serta melewati berbagai kerikil kehidupan. Namun, kini mereka bisa hidup bahagia dengan tenang, sembari menanti buah hati mereka lahir ke dunia.


Sesuai janjiku, aku akan ngasih beberapa part di cerita ini. Mungkin sepuluh part๐Ÿ˜…


Jika kalian masih ingin membaca Karyaku yang lain lagi, boleh kok. Tinggal klik profil aku, nanti akan muncul semua karya yang aku tulis.


Oh, ya. Yang tanya cerita Devan dan Tanisha, mereka akan aku publish awal bulan agustus ini ya. Dengan judul 'Menjerat EX Pacar'