
"Kenapa Mas masuk?" gugup Yutasha. Erlangga tidak menjawab, namun dirinya melangkah mendekat ke arah Yutasha dengan senyuman yang tidak bisa diartikan oleh Yutasha.
Tangan Erlangga terangkat, jari jemarinya melepas satu persatu kancing bajunya. Dengan kaki yang tetap melangkah ke depan, hingga jarak mereka menjadi lebih dekat lagi.
Tangan Yutasha semakin meremas jubah mandi yang menutupi tubuh polosnya. Kakinya melangkah mundur bersamaan dengan Erlangga melangkah ke depan.
"Ma-mas," panggil Yutasha gugup. Erlangga semakin dekat dan tinggal satu kancing bajunya yang belum terbuka.
"Apa Sayang," jawab Erlangga seraya membuang bajunya asal. Membuat Yutasha semakin gemetar ketakutan.
"Ja-jangan begini, Mas. Aku takut," ucap Yutasha dengan suara gemetar.
"Lalu yang bagaimana, Sayang?" tanya Erlangga menatap lekat tubuh Yutasha yang ada di hadapannya.
Tangan Erlangga mulai membelai wajah Yutasha yang terlihat ketakutan. Lalu mengecup lembut bibir Yutasha sedikit lebih lama. Dan itu berhasil membuat tubuh Yutasha semakin bergetar.
"Aku tidak mau menunda lagi, Yuta," bisik Erlangga. Membuat Yutasha terdiam kaku di tempatnya. Apakah hal itu akan terjadi malam ini? Apakah aku harus menyerahkan kemurnianku pada Mas Erlan? Batin Yutasha saling berkecamuk.
Namun, hal yang dikatakan Erlangga selanjutnya lebih membuat Yutasha bertambah shock. Saat dirinya mengira Erlangga akan meminta hak-nya malam ini, ternyata Erlangga berkata lain. Meskipun itu membuat Yutasha bersyukur di dalam hati.
"Aku sudah nggak tahan, Yuta. Jika kamu tetap berdiri di depan pintu, mana bisa aku masuk," ucap Erlangga kemudian. Dan Yutasha langsung menggeser tubuhnya ke samping.
Dengan secepat kilat, Erlangga langsung melesat melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Namun sebelum masuk, Erlangga masih sempat menggoda Yutasha lagi.
"Apa kamu memikirkan bahwa aku akan memintanya malam ini?" bisik Erlangga dengan tersenyum menyebalkan menurut Yutasha. Kemudian Erlangga masuk ke dalam dan menjalankan hajatnya.
"Mas...!" geram Yutasha karena berhasil di kerjain oleh Erlangga. Dan Erlangga terkikik di dalam kamar mandi. Setidaknya Yutasha kembali bersikap santai padanya. Itulah tujuan Erlangga menggoda Yutasha. Dia mau, Yutasha menjadi dirinya sendiri tanpa pengaruh dari orang lain.
Hari silih berganti, dan kini pasangan pengantin baru itu mulai menampakkan diri mereka di hadapan publik secara bersama. Tentu saja, kehidupan Yutasha berubah seribu derajat dari sebelumnya.
"Kak Yuta...!" teriak Tanisha saat masuk ke dalam apartemen kakaknya.
Tanisha melangkah masuk dan mencari keberadaan Yutasha. Tanisha menyusuri seluruh ruangan apartemen milik kakaknya itu, namun belum juga menemukan kakak ipar nya.
"Kak Yuta dimana sih?" gumam Tanisha. Kemudian dia teringat tempat yang Yutasha gemari di dalam apartemen ini.
Tanisha berjalan menuju tempat dimana yang sangat di sukai Yutasha saat sedang menulis karyanya. Langkah kaki Tanisha sampai di taman buatan yang terdapat di belakang apartemen mewah milik Erlangga. Erlangga sengaja merenovasi apartemennya khusus untuk Yutasha saat dirinya baru dibeli oleh Yutasha.
"Kak Yuta," panggil Tanisha lirih. Karena Yutasha terlihat fokus pada layar laptop yang ada di pangkuannya. Karena tidak ada jawaban dari Yutasha, Tanisha mendekat dan duduk di samping kakak iparnya itu. Dan hal itu cukup mengagetkan Yutasha.
"Astagfirullah, Nisha...! Kamu tuh ngagetin Kakak, tau!" ucap Yutasha seraya mengusap dadanya.
"Tadi tuh, Nisha udah panggil-panggil Kakak. Tapi Kakak nggak dengar," ucap Tanisha seraya memasukkan camilan yang ada di atas meja ke dalam mulutnya.
Yutasha meringis menatap adik iparnya yang sangat cantik tersebut. Dia memang terlalu fokus pada dunia halusinasinya. Jadi tidak menghiraukan keadaan di sekitarnya.
"Maaf, Kakak lagi nyelesain deadline novel Kakak yang TMH. Jadi nggak denger kalau kamu manggil," jelas Yutasha.
"Tapi ini judulnya kok beda, Kak?" tanya Tanisha saat membaca judul novel yang ada di layar laptop Yutasha.
"Oh... Ini novel baru Kakak yang mau publish." jawab Yutasha seraya memperlihatkan outline novel barunya kepada Tanisha yang berjudul 'Benih Bayaran'. Dengan antusias Tanisha membacanya kemudian memberikan pendapatnya pada Yutasha.
"Bagus, Kak. Di awal part saja, udah Kak Yuta kasih konflik. Bakalan seru deh, kayaknya!" kata Tanisha dengan yakin.
Jangan lupa kasih like, gift dan komen, ya😘
Yang diperlihatkan Yuta, itu judul novel baru aku ya Beibe🤭. Ceritanya si Sad Boy yang begitu menggemaskan😂