
"Tumben, Kakak diijinin keluar sendiri sama Kak Erlan? Dia nggak ngikutin kita, kan Kak? " tanya Tanisha heran. Karena dari kemarin-kemarin Tanisha mau mengajak Yutasha untuk pergi ke pasar malam, selalu dilarang oleh Erlangga. Dengan alasan pasti mereka akan didekati oleh pria asing.
Hal yang ditakutkan oleh Erlangga tentu saja akan terjadi. Mengingat wajah Yutasha dan Tanisha sangatlah cantik. Di tambah lagi body Yutasha yang aduhai di mata para lelaki.
Kalaupun boleh, Erlangga juga selalu ikut dan berjalan di belakang mereka bak bodyguard yang menjaga para nyonya-nya. Dan itu membuat Yutasha maupun Tanisha sangatlah tidak nyaman.
"Dia sedang ada rapat, kok. Jadi kita bisa menikmati waktu kita yang sangat berharga ini," ucap Yutasha. Karena Erlangga hanya memberinya waktu kurang lebih dua jam saja. Setelah selesai pertemuan dengan klien-nya, Erlangga akan menjemput mereka.
Setelah itu mereka berjalan-jalan mengelilingi pasar malam yang menyuguhkan beberapa mainan yang bisa dimainkan oleh orang dewasa. Tanisha mengajak kakak iparnya tersebut untuk menaiki gondola.
Sebuah mainan yang sangat ingin ia naiki sedari dulu. Namun mama dan kakak ya selalu melarang, dengan alasan takut akan keselamatan Tanisha.
"Kak naik ini ya?" tunjuk Tanisha pada permainan gondola tersebut. Yutasha pun mengangguk dan itu membuat Tanisha sangat merasa senang. Ini pengalaman pertamanya menaiki wahana permainan seperti ini.
Saat sedang berada di atas, karena wahana yang mereka naiki itu berhenti berputar. Yutasha melihat ada sedikit perubahan pada wajah Tanisha. Kemudian dia mencoba bertanya dengan penuh hati-hati.
"Kamu kenapa, Sha?" tanya Yutasha langsung. Membuat Tanisha sedikit kaget dan tersadar dari lamunannya.
"Ah! Kenapa apanya Kak?" tanya Tanisha balik.
"Wajah kamu itu kenapa? Kok jadi murung seperti itu?" tanya Yutasha lagi.
Tanisha terdiam, memikirkan masalah yang terjadi padanya. Dia ingin bercerita pada Yutasha, namun bingung mau memulainya dari mana.
"Cerita saja, Sha. Siapa tahu Kakak bisa membantumu," lanjut Yutasha kembali. Kemudian gondola yang sedang mereka naiki itu mulai bergerak kembali.
"Aku bingung, Kak. Ada seorang pria yang tengah mengejarku, namun di saat aku sudah menerimanya, dia malah pergi menjauh." lalu Tanisha mulai menceritakan permasalahan yang sedang terjadi.
Bagaimana awal mereka bertemu, lalu pada akhirnya memutuskan untuk menjalin suatu hubungan. Namun hubungan itu tak berjalan lama. Sementara Tanisha sudah terlanjur suka pada lelaki tersebut.
"Kalau begitu, coba kamu kejar dia lagi jika hatimu telah memilihnya." saran Yutasha.
Tanisha nampak memikirkan saran dari Yutasha. Ada benarnya mungkin saat ini giliran dia yang mengejar dan menjerat mantan pacarnya itu.
"Boleh juga tuh, ide Kakak." kata Tanisha penuh antusias. Tidak sabar ingin segera melakukan apa yang di sarankna oleh kakak iparnya.
Tepat saat mereka selesai berbicara, gondola tersebut berhenti dan mereka pun keluar. Lalu Tanisha berpamitan sebentar pada Yutasha, dia ingin membeli sesuatu untuk mereka makan. Yutasha pun mengangguk kemudian memilih tempat duduk yang agak sepi dari pengunjung.
Tidak berapa lama dirinya duduk di kursi tersebut, dering ponselnya berbunyi. Dan Yutasha tahu siapa yang sedang menghubunginya.
"Assalamu'alaikum, Mas." jawab Yutasha setelah menekan tombol hijau pada latar ponselnya.
"...."
"Iya, Mas. Sebentar lagi kita pulang kok. Mas nggak usah khawatir." ucap Yutasha akan kekhawatiran suaminya. Siapa lagi jika bukan Erlangga.
"...."
"Iya, iya Mas. Kita pulang sekarang nih!" ucap Yutasha kembali saat Erlangga menyuruhnya segera pulang. Karena ternyata Erlangga tidak bisa menjemputnya. Dan hanya sopirnya saja yang menjemput istri dan adiknya.
Saat Yutasha beranjak dari duduknya dan mulai melangkahkan kakinya, Tiba-tiba saja ada tangan seseorang yang menarik tangan Yutasha. Orang itu menarik Yutasha dan membawanya ke tempat yang lebih sepi. Membuat Yutasha merasa sedikit takut.
Jangan lupa kasih like dan gift ya😘
Jangan tegang begituðŸ¤