Suami Cicilan

Suami Cicilan
Sidang Keputusan


Semua mata membola, tidak percaya akan apa yang mereka lihat dengan mata mereka sendiri. Tindakan Yutasha membuat semua orang yang berada di ruangan itu membeku. Terutama Erlangga, orang yang menerima tindakan dari gadis yang tak bisa ia tebak sikapnya.


Jantung Erlangga berdegup kencang, saat bibir Yutasha menempel di bibir nya. Ia tidak menyangka kalau Yutasha akan menghentikan ucapannya dengan cara yang seperti ini.


Tanpa sadar, tangan Erlangga terangkat lalu menarik tengkuk kepala Yutasha. Memagut bibir Yutasha yang terasa manis, serta mengeksplor mulut gadisnya itu saat ada kesempatan. Tanpa menghiraukan semua mata yang memandang kearah mereka.


Yutasha terperanjak saat tengkuk kepalanya ditahan oleh tangan Erlangga. Bahkan lidah lelaki berpenampilan culun itu mencoba masuk ke dalam mulutnya dan mengeksplor setiap sudut yang ada di dalam mulutnya. Semulanya ia hanya ingin membungkam mulut Erlangga. Namun, tanpa sadar ia melakukan hal yang membawanya ke masalah yang tak pernah ia duga.


Ini kali pertama bagi Yutasha melakukan ciuman yang sesungguhnya. Badannya gemetar, merasakan rasa yang sulit ia jabarkan.


Tangannya terangkat lalu menepuk pelan dada Erlangga. Ia sudah tidak kuat jika terlalu lama. Karena Yutasha belum mengetahui tehnik pengambilan nafas saat melakukan ciuman. Maklum saja, ia masih terbilang amatir, bahkan sangat payah untuk hal satu ini.


Karina yang merasa geram, karena sang putra melupakan sikap sopan santun. Ia pun melangkah mendekati dua sejoli yang masih asik melakukan kegiatannya. Lebih tepatnya putranya yang menikmati semua itu. Terlihat sedari tadi Yutasha memukul dada putranya, namun tidak dihiraukan oleh Erlangga.


Erlangga terlena dengan rasa serta sensasi yang diberikan oleh bibir Yutasha. Ini memang merupakan yang kedua kalinya bagi Erlangga menikmati bibir Yutasha. Namun, yang pertama hanya mengecup bagian luarnya saja. Beda dengan sekarang yang ia lakukan. Bahkan ia menyesap lidah Yutasha dengan penuh gairah.


Erlangga tersadar dari buaian bibir Yutasha saat ada tangan yang menarik telinganya dengan keras. Hingga terpaksa membuat Erlangga melepas pagutan mereka. Ralat! Melepaskan bibir Yutasha yang ia kuasai.


"Kamu ini, ya! Seperti orang tidak berpendidikan saja! Bisa-bisanya melakukan hal tidak senonoh di depan kami!" cecar Karina sambil tangannya menarik telinga Erlangga. Sehingga Erlangga menjauh dari Yutasha.


"Aakhh... Sakit, Ma!" pekik Erlangga.


Sementara Erlangga baru sadar apa yang telah ia lakukan pada Yutasha. Ia melihat bibir Yutasha yang memerah serta bengkak akibat ulahnya barusan. Erlangga melangkah mendekat ke arah Yutasha kembali. Tangannya terangkat ingin membelai bibir yang bengkak itu. Namun dengan segera di tepis oleh Yutasha.


"Maaf," lirih Erlangga.


Yutasha memalingkan wajahnya, ia merasa marah serta malu terhadap Erlangga. Yutasha diam tak menyahuti permintaan maaf Erlangga.


"Ini nggak bisa dibiarkan, Mbak! Mereka harus segera menikah. Saya takut, kalau putra Mbak Karina tidak bisa menahan diri saat berada di dekat Yutasha." kini giliran Dina yang angkat suara.


Sementara Darren dan Arjun membenarkan perkataan Dina. Mereka saling pandang sejenak, lalu mengangguk.


"Kalau begitu, minggu depan mereka langsung menikah saja. Bagaimana menurut anda, Pak Arjun?" tanya Darren mengusulkan agar mempercepat waktu pernikahan mereka.


"Saya setuju, Pak Darren. Saya nggak mau jika terjadi lagi hal yang seperti dulu pada mereka." jawab Arjun yang masih menganggap Yutasha ternodai oleh Erlangga.


Mata Yutasha membola, mendengar sidang keputusan yang dilakukan oleh kedua keluarga itu. Sementara Erlangga terlihat santai dengan keputusan itu. Tidak merasa keberatan sama sekali.


Apa memang harus secepat ini aku melepas masa lajang ku? Ucap Yutasha dalam hati.


Jangan lupa like nya😘