Suami Cicilan

Suami Cicilan
Tidak Tahan


Erlangga yang tidak tahan melihat keindahan di depan matanya. Dengan rasa penasaran, ia mempertemukan bibirnya dengan bibir Yutasha. Awalnya hanya mengecup doang, namun rasa dan sensasi yang di berikan oleh bibir Yutasha begitu memabukkan baginya. Dengan sekejap, Erlangga sudah kecanduan dengan rasa manis bibir ranum dan merah milik Yutasha.


Semulanya hanya menempelkan bibirnya saja. Namun, karena rasa manis yang di hasilkan dari bibir Yutasha, membuat Erlangga semakin nekat menyentuh bibir Yutasha yang masih tertutup rapat itu dengan lidahnya. Dan saat Erlangga menggigit kecil bibir bagian bawah Yutasha, berharap agar Yutasha membuka mulutnya sedikit seperti cerita di novel yang pernah ia baca.


Namun siapa duga, realita tak sesuai ekspetasi nya. Yutasha mendorong kuat tubuh Erlangga dan memberinya hadiah sebuah tamparan yang cukup keras. Membuat Erlangga mengaduh kesakitan, sembari memegang pipi sebelah kiri nya yang di tampar oleh Yutasha barusan.


"Aahh ... Maaf, Kak! Aku memang sengaja melakukan itu, agar Kak Erlan sadar dengan apa yang telah Kakak lakukan," dengan wajah polos Yutasha berucap seraya mengatupkan kedua tangan di depan wajahnya.


Erlangga menggeleng kepala, entah hal apa lagi yang akan ia hadapi selanjutnya saat berada di samping gadis ini. Ia juga merutuki tindakan gegabah nya, yang tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh Yutasha.


"Ehm ... kalau begitu kita langsung pulang saja. Daripada nanti aku kena bogeman lagi dari calon mertua," ujar Erlangga lalu mengalihkan fokusnya pada jalanan menuju rumah Yutasha.


"Maaf," lirih Yutasha seraya mengedip-ngedipkan matanya di hadapan Erlangga.


Kini posisi Yutasha sedikit mencondong ke samping serta kepala yang menghadap di depan Erlangga. Dengan posisi seperti itu, membuat Erlangga geram. Bukan karena marah atau apa, tapi ia takut jika tidak bisa menahan diri. Ia lelaki normal. Apalagi dengan posisi Yutasha yang seperti itu, membuat belahan dadanya terlihat sedikit.


Tentu saja barang milik Erlangga meresponnya. Erlangga menarik nafas dan membuangnya dengan kasar. Serta meraup kasar wajahnya dengan sebelah tangannya.


"Loh, emang aku ada salah? Kan aku hanya meminta maaf sama Kak Erlan! Kalau Kak Erlan tidak suka di dekatku, ya sudah, kita batalkan saja perjanjian ini. Aku akan mencari laki-laki lain yang mau aku bayar dan dekat dengan ku!" Yutasha salah paham dengan perkataan Erlangga, lalu ia memalingkan wajahnya menatap ke luar dari balik jendela. Ia merasa kesal karena selalu di salahkan oleh Erlangga. Padahal dirinya tidak merasa melakukan kesalahan.


"Bukan begitu maksudku, Yuta," Erlangga semakin geram karena Yutasha salah paham padanya. Ia tidak melanjutkan ucapannya di saat melihat wajah Yutasha semakin di tekuk. Erlangga memilih diam.


Memang salah, ya? Aku meminta maaf? Oke, mungkin alasanku waktu itu yang mengatakan tidak virgin memang salah. Tapi kan ya nggak gini juga! Yutasha marah-marah dalam hati. Perasaannya sangat buruk sekarang.


Erlangga hanya diam membisu. Tidak tau harus bersikap bagaimana pada perempuan yang sedang marah padanya. Mau berucap, takut salah dan malah menambah masalah yang ada. Kini yang ia lakukan hanya diam dan fokus mengemudi.


Sementara Yutasha semakin dongkol hatinya. Bukannya di rayu kek, ato gimana gitu? Eh, malah di diemin. Nggak peka banget jadi cowok! Pantas saja nggak ada yang mau sama dia. Cibir Yutasha dalam hati.


Sedangkan Erlangga tetap fokus menatap jalanan ibukota yang mulai sepi. Suasana yang semula hening, berubah tatkala Yutasha mengeluarkan ultimatum nya. Lagi dan lagi, tingkat kesabaran Erlangga di uji oleh gadis yang telah membayar dirinya senilai sepuluh juta. Dan yang pasti, masih belum lunas.


Jangan lupa like serta vote ya😁