Suami Cicilan

Suami Cicilan
Masih Gaya Biasa


"Mas...Lakukan," rengek Yutasha membuat Erlangga sangat gemas pada istrinya.


"Lakukan apa Sayang?" sangat menyenangkan melihat ekspresi istrinya seperti ini. Lalu Erlangga membuka kaki Yutasha kemudian menggesekkan ujung dari benda tumpulnya pada bibir bagian bawah Yutasha. Menyebabkan Yutasha memekik kaget, serta merasa sedikit aneh pada bibir bagian bawah nya.


"Ma-mas...," Yutasha memejamkan matanya. Tidak berani menatap wajah suaminya yang terlihat lapar.


"Hanya terasa sakit sebentar, Sayang," ucap Erlangga seraya mendorong benda tumpulnya dengan sekali hentakkan. Membuat Yutasha menjerit keras, merasakan sakit di bagian bawahnya. "Setelah ini akan terasa nikmat, Sayang. Dan kamu akan ketagihan," lanjut Erlangga mulai menggerakkan benda tumpulnya dengan ritme pelan.


Yutasha tidak peduli lagi dengan apa yang diucapkan oleh suaminya. Karena kini rasa sakit itu berubah menjadi rasa nikmat yang luar biasa. Nikmat, hangat, sesak dan apalah itu namanya. Yutasha tidak bisa berkata lagi selain menikmati rasa itu.


Erlangga semakin mempercepat gerakannya saat melihat wajah istrinya yang begitu menggemaskan. Tangannya tidak ia biarkan begitu saja. Erlangga meremas gemas dua aset istrinya yang minta di mainkan, bersamaan hentakan demi hentakan ia berikan di bawah sana.


Beberapa menit mereka melakukan kegiatan yang bisa membuat candu pagi seseorang. Yutasha tidak kuat lagi untuk menahan sesuatu yang ingin keluar lagi dari dalam tubuhnya.


"Mas, udah," ucap Yutasha dengan nafas tersengal. Karena Erlangga tidak henti-hetinya bergerak di bawah sana.


"Ini masih pakai gaya biasa, Sayang. Akan Mas tunjukkan gaya yang luar biasa padamu," ucap Erlangga kemudian merubah posisi mereka. Mencoba berbagai gaya. Membuat Yutasha kuwalahan melayani gairah suaminya.


Erlangga tidak membiarkan Yutasha istirahat sebentar saja. Hingga dirinya merasa benar-benar kelelahan. Dan keadaan Yutasha sudah terkulai lemas akibat ulah suaminya yang menggempurnya habis-habisan.


Setelah selesai melakukan hubungan penuh kenikmatan, Erlangga menutupi tubuh Yutasha dengan selimut. Kemudian mengecup mesra kening Yutasha yang basah, akibat keringat dari kegiatan yang barusan mereka lakukan.


"Makasih, Sayang. Ini untuk pembalasan karena kamu telah berani mengerjaiku berkali-kali," ucap Erlangga pada Yutasha yang terlelap karena ulahnya.


Kemudian Erlangga memejamkan matanya. Tangannya merengkuh tubuh polos istrinya. Menariknya dalam dekapan hangatnya. Tak ada kata puas dalam diri Erlangga untuk kenikmatan tubuh istrinya. Dia ingin terus, dan terus melakukan nya lagi. Namun Erlangga tidak tega melihat wajah Yutasha yang kelelahan akibat pertempuran mereka.


"Akhirnya kamu menjadi milikku seutuhnya, Yuta. Dan aku harap, ada hasil dari kerja keras kita malam ini." gumam Erlangga kemudian mengikuti Yutasha ke alam mimpi.


Sementara itu di tempat lain. Terlihat Dika sedang mengintrogasi Stev. Mempertanyakan tentang istri dari Erlangga Elajar. Bagaimana awal mereka bertemu, hingga menjadi pasangan suami istri.


Dika terkejut, saat Stev mengatakan kalau Yutasha lah yang datang kepada Erlangga. Dan menawarkan perjanjian konyol tersebut.


Dika tidak menduga, kalau Yutasha sangatlah berbeda dari yang ia kenal beberapa tahun yang lalu. Perubahan sikap Yutasha yang menjadi agresif, semakin membuat Dika tertantang untuk merebut Yutasha dari tangan temannya sendiri.


Pasti akan sangat menyenangkan jika kita bermain di atas ranjang, Yuta. Pikir Dika berkata di dalam hati.


Stev tidak menaruh curiga sedikit pun pada Dika. Kenapa teman lamanya itu lebih menanyakan tentang kehidupan Yutasha, daripada tentang kehidupan Erlangga selama dia tinggal ke luar negri.


Jangan lupa kasih like, gift dan juga vote. Biar aku lebih bermurah hati lagi🤧😂