
Beberapa menit Yutasha menunggu dengan perasaan yang penuh dengan kegugupan. Kemudian ia menoleh ke arah pintu, saat mendengar knop pintu kamarnya diputar dan munculah Arkha dan Tanisha.
Tanisha dan Arkha melangkah ke tempat dimana Yutasha duduk. Tanisha tersenyum bahagia saat melangkah ke arah Yutasha. Jelas terpancar di wajahnya jika gadis itu merasa tengah bahagia.
"Selamat, Kak." Tanisha berucap sambil memeluk Yutasha yang sekarang ini menjadi kakak iparnya.
"Makasih, Tan." balas Yutasha memeluk adik iparnya tersebut.
Sementara itu Hilda terlihat syok, dengan sosok gadis yang bernama Tanisha. Tidak mungkin dia, kan? Batin Hilda dengan mata membola seraya menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan. Sangat kentara di wajah Hilda jika dia sangat terkejut.
"Ya udah, Kak. Ayo ke bawah. Sudah ditunggu Kak Erlan." ucap Tanisha sembari mengedipkan matanya menggoda Yutasha. Dan itu berhasil membuat wajah Yutasha merona malu.
Yutasha dan Tanisha berjalan beriringan. Sementara Arkha dan Hilda mengikuti langkah mereka di belakang. Arkha yang selalu peka dengan keadaan, melihat perubahan emosi di wajah Hilda. Namun ia tidak berani bertanya pada sahabat kakaknya itu. Arkha beranggapan mungkin Hilda sedang mempunyai suatu masalah.
Yutasha menapaki anak tangga satu per satu, tanpa melihat orang disekitarnya. Karena ia merasa malu jika menjadi pusat perhatian saat ini. Hingga kakinya membawa dirinya ke tempat dimana Erlangga dan duduk di kursi sebelah Erlangga tanpa melihat ke arah Erlangga.
Entah pergi kemana keberanian Yutasha saat ini. Yang ia lakukan hanya menunduk dan melakukan apa yang diperintahkan pak penghulu terhadapnya.
Senyuman di bibir Erlangga tidak pernah pudar sedari melihat Yutasha keluar dari kamarnya. Dan yang lebih menggemaskan bagi Erlangga ialah wajah merona Yutasha. Terlebih terdengar pujian dari sanak saudara yang hadir, kalu Yutasha sangat lah cantik dengan gaun kebaya yang dikenakannya. Erlangga juga tidak memungkiri itu.
Setelah acara penandatanganan selesai, Yutasha dan Erlangga saling berhadapan. Guna untuk membaca sebuah doa bagi pengantin yang baru sah.
Yutasha meraih pergelangan tangan Erlangga dan ia cium punggung tangan suaminya tanpa melihat kearah Erlangga. Dan hal itu sukses membuat Erlangga lagi dan lagi tersenyum penuh arti. Ia akan menikmati wajah istrinya yang merona seperti itu, sebelum mendapat reaksi yang mengejutkan dari Yutasha.
Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih. Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaih.
Artinya; Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan aku berlindung pada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.
Setelah merapalkan doa tersebut, Erlangga mengecup lama puncuk kepala Yutasha. Lalu berpindah ke kening Yutasha dengan penuh kelembutan.
Ada suatu getaran asing yang hatinya rasakan. Semacam ada sebuah tanggungjawab yang besar, yang harus Erlangga emban. Mulai dari sekarang, Yutasha menjadi tanggung jawabnya.
Begitupun dengan apa yang dirasakan oleh Yutasha. Ada suatu rasa yang sangat sulit ia ungkapkan. Hingga sampai saat ini Yutasha masih memejamkan matanya, belum siap melihat masa depannya dengan Erlangga yang ia buat dari sebuah permainan.
Ada rasa nyaman ketika Erlangga mengecup keningnya. Merasa bahwa dirinya akan terlindungi oleh lelaki yang berstatus suami tersebut. Ada pula rasa ia harus taat pada suaminya.
Rasa bimbang itu kembali hadir di hati Yutasha. Apa ia harus ikhlas menjalani pernikahan ini selayaknya pengantin pada umumnya? Sementara Yutasha merasa tidak memiliki rasa cinta pada Erlangga. Ataukah mengakhirinya sesuai masa yang berlaku?
"Apa kamu akan terus menunduk, Nak?" tanya Arjun yang berada di samping kanannya. "Kamu tidak ingin melihat suamimu?" tanya Arjun lagi. Sebenarnya Arjun juga penasaran akan seperti apa reaksi putrinya saat melihat Erlangga yang sekarang.
Dengan perlahan Yutasha mengangkat kepalanya. Daannn.......
Wooaahh... kabur aahhh🏃♀️
Sebelum di gantung ma Mak Emak terseksoih🤣