
"Lepaskan!" pekik Yutasha pada lelaki itu.
Lelaki itu tersenyum menyeringai ke arah Yutasha. Tenyata orang yang menariknya adalah Dika,lelaki yang selama ini dia benci.
"Uwo...jangan galak seperti itu, Sayang." ucap Dika tanpa melepaskan tangan Yutasha dari genggamannya.
"Lepaskan atau aku teriak!" pekik Yutasha. Namun Dika malah tertawa kencang.
"Teriaklah sepuasmu,Yuta. Karena tidak akan ada orang yang mendengarnya," tawa Dika. "Kau lihat, kita jauh dari kerumunan orang-orang." dan itu semakin membuat Yutasha sangat takut.
"Apa yang kau mau?" tanya Yutasha ketus.
"Mauku dirimu," jawab Dika cepat. Karena memang yang Dika inginkan selama ini adalah Yutasha. Gadis yang telah mencuri hatinya sedari mereka masih remaja.
Mendengar jawaban Dika yang seperti itu,membuatnya semakin takut. Bayangan yang dulu pernah menimpa dirinya, seketika terlintas di kepalanya.
Kejadian beberapa tahun silam, di mana saat dirinya menduduki kelas tiga SMP di Surabaya. Saat itu, Yutasha dan teman-teman sekelasnya sedang mengadakan penggalangan dana untuk korban kebanjiran.
Dan Dika yang memang sudah lama memperhatikan Yutasha, dari pada saat Yutasha menjadi juniornya dulu. Memanfaatkan keadaan untuk membantu Yutasha.
Yutasha tidak menaruh curiga terhadap mantan seniornya itu. Lalu Yutasha pun mengikuti Dika untuk menggalang dana. Dan liciknya Dika, dia malah membawa Yutasha di kontrakannya. Tentu saja terjadi penolakan yang sangat keras dari Yutasha.
Yutasha menolak masuk ke rumah kontrakan Dika yang berada di Surabaya,namun Dika tetap menarik tangan Yutasha dan membawanya masuk. Dan setelah itu Dika melakukan hal bejat terhadap Yutasha.
Yutasha menjerit histeris saat Dika akan menggagahinya. Untung saja pada saat itu ada tetangga kontrakan Dika yang mendengar jeritan Yutasha. Lalu orang tersebut menerobos masuk ke dalam kontrakan Dika, kemudian langsung menonjok wajah Dika dengan sangat keras. Sehingga membuat Dika langsung terpental.
"Jangan macam-macam, Dik! Aku istri dari temanmu, kalau kau lupa!" sarkas Yutasha berteriak pada Dika. Dika hanya tersenyum menanggapi perkataan Yutasha.
Yutasha berusaha menginjak kaki Dika sekeras mungkin. Membuat Dika mengaduh kesakitan dan mengendurkan pegangan tangannya pada tangan Yutasha.
Melihat ada kesempatan, Yutasha segera kabur dan berlari sejauh mungkin dari Dika. Membuat Dika mengumpat dengan kesal.
"Sial!" umpat Dika menendang batu yang ada di depan kakinya. Alhasil kakinya sendiri juga merasa sakit.
Yutasha berlari menuju ke tempat yang ramai. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari keberadaan adik iparnya, Tanisha. Dan ternyata Tanisha masih mengantri di kedai penjual makanan di ujung depan.
"Kakak kenapa?" tanya Tanisha melihat wajah Yutasha yang gelisah, serta nafas Yutasha yang tidak teratur.
"Ayo kita pulang, Sha," ajak Yutasha pada Tanisha. Semakin membuat Tanisha heran.
Apa telah terjadi sesuatu pada Kak Yuta? Kok keliatan takut banget. Tanya Tanisha dalam hati. Kemudian Tanisha mengetikkan sesuatu pada layar ponselnya, lalu mengirim pesan itu kepada seseorang.
Kemudian mereka melangkah menuju mobil yang sudah disiapkan oleh Erlangga. Tidak ada obrolan di dalam mobil yang terjadi di antara mereka. Dan itu semakin membuat Tanisha curiga.
Tanisha akan menunggu kabar dari orang yang telah ia hubungi. Sebab kalaupun di desak, Kakak iparnya itu tidak akan membuka suara jika masih merasa takut. Dan itu sangat kentara di wajah Yutasha saat ini.
Aku akan mencari tahunya sendiri, Kak. Aku hanya tidak mau Kakak terluka ataupun merasa terancam karena seseorang. Batin Tanisha menatap Yutasha yang masih terdiam membisu.
Jangan lupa like dan gift-nya yah😉