Suami Cicilan

Suami Cicilan
Extra Part. 1


Di pagi yang cerah seperti saat ini, Yutasha mengajak suaminya untuk berjalan-jalan mengelilingi komplek perumahan mereka.


Kini, usia kandungan Yutasha memasuki empat bulan. Dan di usia yang memasuki trimester kedua itu, Yutasha semakin menjadi permintaannya.


Seperti saat ini, ia menyuruh suaminya yang tampan paripurna tersebut untuk memakai kaos berwarna pink. Sebagaimana warna itu adalah warna yang paling Erlangga hindari. Bukannya tidak suka, tapi menurut Erlangga warna itu hanya cocok dipakai oleh kaum perempuan saja.


"Mas, kamu kenapa sih? Kok murung begitu?" tanya Yutasha menoleh ke samping, dimana suaminya itu berjalan dengan wajah ditekuk. Meskipun begitu, masih terlihat sangat tampan. Bahkan lebih menggemaskan bagi Yutasha.


"Aku lepas aja ya bajunya, Sayang? Mas kurang nyaman kayaknya," ucap Erlangga dengan sangat hati-hati. Karena takut jika istrinya itu akan tersinggung dan langsung marah kepadanya. Dan ujung-ujungnya dirinya harus rela tidur di luar kamar, nantinya.


Yutasha memperhatikan Erlangga dengan seksama. Membuat Erlangga semakin gugup, karena takut jika ketahuan sedang berbohong.


"Kamu nggak sedang beralasan doang, kan Mas?" dan pertanyaan Yutasha semakin membuat Erlangga salah tingkah.


Dan tingkah Erlangga seperti itulah yang semakin membuat kecurigaan Yutasha bertambah kuat.


"Sebenarnya aku malu, Sayang," lirih Erlangga. Akhirnya dia menyerah juga setelah ditatap dengan sangat intens oleh istrinya.


Entah, semenjak Yutasha hamil, feeling nya selalu kuat dalam menilai seseorang. Dengan sangat mudah dia bisa mengetahui orang itu sedang bohong atau tidak.


"Oohh... Kamu berani bohong sama aku ya, Mas?" ucap Yutasha tersenyum penuh arti kepada Erlangga.


Senyuman yang membuat Erlangga takut setengah mati. Karena dibalik senyum indah milik sang istri, tersirat makna yang sangat luar biasa di dalamnya. Tentu saja itu akan sangat memberatkan Erlangga.


"Maaf, Sayang," mohon Erlangga. Namun, Yutasha tak bergeming lalu melanjutkan langkahnya dan meninggalkan Erlangga di belakangnya.


Erlangga sudah tau akan seperti ini jadi nya jika dirinya ketahuan berbohong. Istrinya itu akan mendiamkannya seharian kalau apa yang ditawarkan oleh Erlangga tidak menarik menurut Yutasha.


Bahkan sampai di rumah mereka, Yutasha tetap mendiamkan suaminya. Kini, mereka tinggal di rumah mereka sendiri. Meskipun sempat terjadi perdebatan Erlangga dengan sang mama, akhirnya mereka hidup terpisah dari orang tua Erlangga.


Ini semua Erlangga lakukan karena Yutasha kurang nyaman dengan semua kemewahan yang diberikan oleh keluarga Erlangga terhadapnya. Apalagi mama Karina yang selalu melarang Yutasha untuk melakukan sesuatu yang kini menjadi hobi barunya, yaitu membuat roti.


"Sayang, udahan dong marahnya," bujuk Erlangga yang kini mengekor dibelakang Yutasha yang sedang masak untuk makan siang mereka.


Erlangga sudah menawari beberapa asisten rumah tangga untuk rumah mereka, akan tetapi Yutasha menolak jika terlalu banyak asisten dirumahnya. Karena nanti ujung-ujungnya dirinya dilarang untuk melakukan pekerjaan rumah.


Akhirnya mereka sepakat hanya mempekerjakan tiga orang. Satu orang pria paruh baya, untuk membersihkan serta merawat kebun mereka. Dan dua orang perempuan muda dan paruh baya untuk membersihkan rumah mereka. Untuk hal memasak, Yutasha melakukannya sendiri.


"Sayang...," rengek Erlangga. Namun, Yutasha tak bergeming sekalipun. Dia tetap melakukan kegiatannya.


Erlangga semakin dibuat frustasi dengan sikap keras kepala istrinya yang semakin hari semakin meningkat.


"Aku pijitin, ya?" bujuk Erlangga sambil tangannya memijat bahu sang istri dari belakang.


"Enak nggak?" tanya Erlangga lagi karena tidak ada respon dari Yutasha.


"Sayang, jangan marah terus. Kasihan dedek bayinya nanti nangis lihat Papi-nya didiemin terus oleh Mami-nya," bujuk Erlangga kembali.


Kemudian Erlangga teringat akan permintaan Yutasha yang tidak dia penuhi. Daripada dirinya nanti malam tidur diluar, akhirnya dengan berat hati Erlangga menawarkan sesuatu yang sangat Yutasha inginkan. Dan hal itu sangat tidak disukai oleh Erlangga.


Maaf ya, baru bisa ngasih Extra part-nya. Dan mungkin akan ada sepuluh bab lagi🙈