
Membawa kotak kue di tangan kanannya, Ars meninggalkan toko kue dengan ekspresi acuh tak acuh.
Pelanggan wanita di toko memperlakukannya seperti dia adalah hama, mereka akan menjaga jarak darinya dengan tatapan merendahkan.
(Ini dunia yang menyebalkan. Tidak heran para pria disini begitu pemalu. Setelah berabad-abad ditindas oleh wanita, mereka kehilangan kejantanan dan maskulin.)
Ars melirik pejalan kaki laki-laki, sikap mereka begitu pengecut saat berhadapan dengan perempuan.
Tidak tahan lagi melihat ini, dia menggelengkan kepalanya dan berjalan diantara kerumunan orang.
(Tunggu saja, setelah kekuatan penuhku pulih, itu akan menjadi akhir dari dominasi wanita atas dunia ini.)
Para wanita tidak tahu bahwa mereka telah memprovokasi keberadaan yang tidak boleh diprovokasi, dan mereka akan membayar harga yang mahal untuk keangkuhan mereka selama ini.
Usai membeli kue, Ars pun tak terburu-buru pulang. Jarang sekali ia datang ke ibu kota, ia ingin melihat-lihat sekaligus mencari kado ulang tahun untuk Areishia.
"Hadiah apa yang cocok untuk Areishia... Jika terlalu mahal, aku khawatir gadis itu akan menolak, tapi terlalu murah juga tidak terlalu bagus."
Kali ini, dia tidak datang ke toko kelas atas untuk menghindari cemoohan para wanita. Oleh karena itu, Ars memilih pasar yang didominasi pedagang laki-laki.
Di kiri dan kanan ada kios berjajar rapi yang menjual berbagai hal, mulai dari buah eksotis, perabotan rumah tangga, aksesoris, dan sebagainya.
Karena ini adalah dunia lain, buah dan sayuran sangat berbeda dari yang ada di bumi. Jika bukan karena [Storage Magic] terkunci, Ars membeli buah-buahan eksotis itu dalam jumlah besar sebagai persediaan.
"Yo, pelanggan. Kamu tidak terlihat warga Kekaisaran Dracunia."
Berhenti di depan kios aksesoris, Ars disambut ramah oleh penjual.
"Oh, apakah terlihat jelas?"
"Tentu saja, orang berambut hitam sangat langka disini."
"Masuk akal."
Ars mengangguk setuju. Faktanya, selain Restia, dia belum pernah melihat orang memiliki rambut hitam selain dirinya.
Di desa, semua orang berambut pirang, sedangkan rata-rata warga Kekaisaran Dracunia berambut biru.
"Apa yang sedang kamu cari? Barang yang aku jual berkualitas tinggi, tidak kalah dengan toko kelas atas itu." Penjual itu bangga dengan barang dagangannya.
"Hmmm.... Menurut mu aksesoris apa yang bagus dijadikan kado ulang tahun gadis berusia 14 tahun?"
Ini adalah pertama kalinya Ars membeli hadiah untuk seorang gadis, jadi dia tidak bisa mengandalkan pengalaman hidupnya selama satu milenium.
"Kamu bertanya orang yang tepat, aku ahli di bidang itu. Aku sarankan pelanggan memberi kalung atau anting-anting."
"Bagaimana dengan cincin?"
"Cincin tidak cocok sebagai hadiah ulang tahun. Cincin memiliki makna mengikat pria dan wanita dalam hubungan pertunangan dan pernikahan. Aku tidak menyarankan pelanggan memilih cincin."
"Kamu ada benarnya."
Ars mengangguk setuju. Sebelumnya dia berniat memberikan cincin kepada Areishia. Namun, setelah mendengar nasihat penjual itu, dia membatalkan niatnya.
Bagaimana jika Areishia salah memahami niatnya dan mengira dia ingin melamarnya?
Meskipun Ars sudah lama membuang moralnya ke tempat sampah, dia tidak begitu tidak bermoral menikahi seorang gadis berusia 14 tahun.
Dia merenungkan pilihan antara kalung dan anting-anting. Pada saat itu, perhatiannya tertuju pada anting berbentuk belah ketupat berwarna kuning.
"Yang itu berapa harganya." Ars menunjuk anting-anting itu.
"Kamu punya mata yang bagus pelanggan. Anting-anting itu salah satu produk terbaik ku, itu terbuat dari kristal topaz dan diukir oleh pemahat terbaik."
"Berhenti membual, aku menanyakan harganya."
"Ah, iya, khusus untuk pelanggan, aku hanya memberi harga 10 koin emas."
"Aku beli."
10 koin emas cukup untuk memberi makan keluarga biasa selama dua bulan. Itu harga yang mahal untuk orang biasa, tapi Ars tidak peduli. Lagi pula, itu bukan uang miliknya.
"Terima kasih sudah membeli."
Melihat Ars tidak menawar, mata penjual itu berbinar cerah dan tersenyum lebar.
Setelah membungkus anting-anting itu, dia memberikannya pada Ars, dan dia menerima uang dengan senang hati.
Transaksi selesai.
Penjual melambaikan tangannya untuk melihat Ars pergi.
"Haaa... Ini pertama kalinya aku merasa kekurangan uang. Dengan cadangan emas di [Storage Magic], kapan aku menghadapi situasi seperti ini?"
Hanya tersisa dua koin emas, Ars menghela napas sambil meratapi betapa tidak nyamannya hidup dalam kemiskinan.
Mudah untuk beralih dari hemat ke boros, tetapi sulit untuk beralih dari boros ke hemat.
"Nah, sekarang apa yang harus aku lakukan..."
Kata-katanya berhenti ketika dia melihat sosok seorang gadis muda berambut hitam dengan gaun hitam diantara kerumunan orang.
"Restia!"
Ars mengejar sosok gadis itu, tapi sekarang tengah hari, jalanan penuh sesak dengan orang dan sulit baginya untuk bergegas.
"Restia, ini aku, Ars! Hei, tunggu aku!'
Dia berteriak yang menarik perhatian orang-orang di sekitarnya, tapi dia tidak peduli. Sayangnya, sosok gadis yang diduga Restia tidak berbalik sama sekali, seolah-olah dia tidak mendengar seruannya.
Pada akhirnya, Ars kehilangan jejak Restia.
"Sialan! Jika aku bisa menggunakan [Divine Sense], tidak mungkin aku kehilangan jejaknya."
"Menjadi lemah sangat merepotkan."
Melihat ke sekeliling, dia tidak menemukan Restia.
"Lupakan saja, itu mungkin seseorang yang mirip dengan Restia. Jika tidak, dia tidak akan mengabaikan ku."
Menghela napas kecewa, Ars berbalik pergi.
"Ars... Maafkan aku... Aku tidak bisa menemui mu, atau aku hanya akan membawa masalah untuk mu."
Apa yang Ars tidak sadari, di atas sebuah gedung, Restia mengawasinya pergi dengan ekspresi sedih.
"Aku harap kamu selamat dari perang yang akan melanda seluruh dunia... Semoga kita bisa bertemu lagi setelah perang usai."
Setelah mengatakan itu, sosok Restia diselimuti kegelapan dan menghilang.
...
Warung makan.
Duduk di tepi jendela, Ars memakan roti dan sup sebagai makan siangnya.
Energi asing di tubuhnya juga mempengaruhi fisiologi Idaten-nya. Meskipun dia tidak akan mati jika dia tidak makan dan minum, dia tetap merasa lapar. Dan jika dia tidak makan, kelaparan akan menjadi siksaan yang tak tertahankan.
"Hei, apa kau dengar, baru-baru tersiar kabar ada Elementalis laki-laki pertama."
"Tsk, paling-paling itu hanya rumor palsu. Hanya wanita yang bisa menjadi Elementalist, jika tidak, kita para pria tidak akan hidup sengsara seperti sekarang."
Berkat pendengarannya yang tajam, Ars mendengar percakapan dua pria yang berada di sudut warung makan.
Warung makan ini terlihat lusuh dan sederhana, sehingga para wanita tidak ingin makan disini. Akibatnya, semua pelanggan adalah para pria.
"Sssttt... Jangan bicara terlalu keras, bagaimana jika ada wanita yang mendengarkan ucapan mu, kamu bisa masuk penjara."
"Tenang saja, hanya ada pria disini. Ngomong-ngomong, apa yang kamu katakan benar."
"Itu pasti bukan rumor. Dari kabar yang aku dengar, pria itu mengikat kontrak dengan 72 Roh."
"72 Roh?! Serius? Bahkan Putri Gadis (Princess Maiden) tidak bisa melakukan itu! Kamu tidak membohongi ku, kan?" Pria itu menatap temannya tak percaya.
Wanita yang mengikat kontrak dengan Roh disebut Elementalis. Diantara para Elementalis, ada individu spesial yang disebut Putri Gadis.
Putri Gadis adalah Elementalis yang melayani langsung para Tuan Elemental (Elemental Lords) yang merupakan penguasa Asral Zero dan juga penguasa para Roh.
Pria lainnya berkata serius: "Kita telah berteman, apa aku pernah membohongi mu hal sepenting ini? Apa yang paling mengejutkan adalah Elementalis pria itu menyatakan perang pada seluruh dunia!"
"Wow, itu gila."
"Kurasa dia tidak gila. Dia mengendalikan 72 Roh sekaligus. Dia berhak meremehkan Elementalis wanita yang angkuh itu."
"Ngomong-ngomong, siapa nama Elementalis pria itu?"
"Kalau tidak salah, namanya... Solomon Yerusian."