
Keberuntungan ada di pihak Ars.
Saat dia menyusup ke rumah Shikimi, pihak lain tidak ada di rumah. Itu memudahkan Ars pekerjaan Ars.
Meskipun dia ingin melihat Shikimi untuk menentukan apakah pihak lain adalah Reinkarnator atau Transmigrator, karena takdir tidak menyatukan mereka, Ars tidak terlalu memikirkannya.
Prioritasnya mencuri gulungan Ninjutsu Elemen Bintang (Seiton).
Setelah mencari di berbagai tempat, Ars menemukan lusinan gulungan tersimpan di dalam kotak yang berada di bawah tempat tidur.
(Sungguh klise... Apakah Shikimi tidak memikirkan tempat tersembunyi yang lebih baik? Sudahlah, ini juga memudahkan pekerjaan ku.)
Ars menyentuh gembok yang mengunci kotak itu, dan menggunakan sihir tingkat menengah.
"[Unlock]."
*Click*
Terdengar suara klik, dan dia membuka kotak itu.
Dia menemukan ada delapan gulungan, membukanya satu per satu, ia membaca secara kasar isi gulungan tersebut.
(Bingo! Aku mendapatkannya!)
Mata Ars berbinar cerah membaca gulungan di tangannya.
Jutsu itu memenuhi kriteria yang diinginkannya. Setelah memeriksa gulungan lainnya, dan tidak menemukan Jutsu yang bagus, ia menutup kembali kotak, dan menempatkannya ke bawah kasur.
(Perjalanan kali ini cukup menguntungkan, waktunya kembali ke Konoha.)
Ars meninggalkan rumah Shikimi dalam keadaan tak terlihat, lalu terbang dengan kecepatan tinggi.
...
Waktu berlalu seperti air mengalir, tanpa terasa lima tahun telah berlalu.
Di rumahnya, Ars sedang membaca novel di sofa.
Karena sifatnya yang pemalas, ruangan menjadi sangat berantakan. Botol plastik, bungkus makanan ringan, dan sampah lainnya terlihat berserakan di lantai.
Tiba-tiba seseorang muncul di kamar, tanpa mengalihkan pandangan dari buku, Ars sudah menebak siapa itu melalui [Magic Sense].
"Tidak biasanya kamu mengunjungi ku, Madara."
Tidak ada jawaban, suasana tempat itu sangat hening.
Merasa ada yang tidak beres, Ars meletakkan buku di tangannya, dan melihat Madara terlibat lebih suram dari biasanya. Sebelum ia bertanya, pihak lain menyatakan yang membuatnya terkejut.
"Aku akan meninggalkan desa ini."
"..."
Melihat ekspresi serius Madara, Ars tahu dia tidak sedang bercanda.
"Haaa... Jadi saat ini telah tiba, huh." Ars menghela napas.
Alis Madara sedikit berkerut mendengar itu, seolah pihak lain telah lama menduga ia akan mengambil keputusan ini.
"Hanya itu saja yang ingin aku sampaikan, selamat tinggal."
"Tunggu Madara!"
"Ingin menghentikan ku?"
"Tidak, karena itu keinginan mu sendiri, aku menghormatinya. Itu terserah kamu ingin menggapai mimpi mu, tapi jangan membahayakan Konoha. Jika tidak, aku harus mengambil tindakan."
"Jika itu benar-benar terjadi, aku akan menikmati pertarungan kita."
Dengan senyum menakutkan, Madara menoleh ke belakang, mata hitamnya berubah menjadi merah darah dengan tiga tomoe.
Setelah menyatakan itu, Madara pergi.
"Tampaknya perdamaian akan segera berakhir. Ketika perang dimulai, kehidupan malas ku berakhir dan aku akan mulai sibuk."
Sebagai Wali Desa Konohagakure, Ars berperang sebagai pelindung dari ancaman yang ingin menyerang Desa.
*Knock Knock Knock*
Ketukan pintu terdengar keras disertai suara Hashirama.
"Ars, buka pintunya. Ada hal penting yang ingin kuberitahukan padamu."
Biasanya Ars akan dihubungi oleh Anbu jika Hashirama membutuhkannya. Sekarang, dia datang langsung, urgensi masalahnya pasti mendesak.
"Tunggu sebentar, aku datang!" Teriak Ars.
Melewati tumpukan sampah, ia membuka pintu dan melihat Hashirama yang masih mengenakan seragam Hokage.
"Ada kabar buruk!"
"Hah? Bagaimana kamu tahu itu?"
"Dia baru saja datang mengucapkan selamat tinggal padaku."
"Lalu kenapa kamu tidak membujuknya!"
"Percuma saja, Madara telah bertekad meninggalkan desa. Dia tidak akan mendengar kata-kata mu, aku yakin kamu juga telah membujuknya, dan gagal."
Hashirama terdiam, karena yang Ars katakan benar!
"Selain Madara, bagaimana dengan anggota Klan Uchiha lainnya?" Tanya Ars.
Lagipula, Madara adalah patriark Klan Uchiha generasi ini.
Hashirama menggelengkan kepalanya dan menjelaskan.
"Kamu tidak perlu khawatir, tidak ada anggota Klan Uchiha yang mengikuti Madara. Semua orang sudah lelah berperang dan sudah terbiasa dengan perdamaian."
"Jadi begitu... Masuk akal." Ars tidak terlalu terkejut.
Sama seperti orang miskin yang menjadi kaya, mereka tidak ingin menjalani kehidupan miskin lagi setelah menikmati kehidupan yang kaya. Orang-orang Desa Konohagakure sama, mereka tidak ingin berperang setelah menikmati manisnya kedamaian.
Ars menepuk bahu Hashirama dan berkata: "Sebaiknya kamu bersiap-siap."
"Bersiap untuk apa?" Tanya Hashirama bingung.
Meski Madara telah meninggalkan desa, ia tidak pernah berpikir temannya akan menyerang Desa Konohagakure.
"Kamu akan tahu saat waktunya tiba. Lihat, adik laki-laki mu telah tiba."
Ars mengangkat dagunya sebagai isyarat.
Melihat ke belakang, Hashirama melihat Tobirama datang dengan ekspresi kesal. Kemudian dia diseret oleh adik laki-lakinya ke gedung Hokage untuk menangani tumpukan dokumen.
Menutup pintu, Ars kembali berbaring di sofa, tetapi dia tidak melanjutkan membaca.
"Aku tidak tahu pasti kapan Hashirama dan Madara bertarung di Lembah Akhir, seharusnya beberapa bulan lagi. Kyubi saat ini dimiliki Klan Uzumaki, Madara pasti akan menangkapnya sebagai alat."
Ars tidak yakin bisa mengalahkan Madara dalam kondisinya sekarang. Jika itu tubuh utamanya, tidak sulit mengalahkan Madara yang belum memiliki Rinnegan. Hanya Madara yang telah menjadi Jinchuriki Juubi yang memiliki peluang mengalahkannya.
Namun, Ars saat ini menggunakan klon, dan tubuh utamanya sedang di fase krusial dalama pemahaman Ruang Kriptik. Dia tidak ingin upaya ratusan tahun gagal sekarang.
"Karena campur tanganku, ada kemungkinan besar situasi selanjutnya tidak akan berjalan sesuai plot, lebih baik aku membuat persiapan."
Aura malas pada Ars menghilang dan digantikan keseriusan yang jarang terlihat. Kemudian sosoknya menghilang.
...
Hari-hari berlalu damai.
Tiga bulan kemudian.
Di Desa Konohagakure, warganya terlihat riang dan ceria, anak-anak bermain dengan polos tanpa harus dikirim ke medan perang seperti beberapa tahun sebelumnya, dan veteran perang mulai terbiasa dengan kedamaian.
Dengan sumber daya melimpah, dan di dukung oleh Negara Api, Desa Konohagakure mencapai kemakmuran, yang membuat empat desa lainnya iri.
Desa Kirigakude dikelilingi laut, Desa Sunagakure hanya ada pasir, Desa Iwagakure memiliki tanah bebatuan, dan Desa Kumogakure terletak di perbukitan.
Sederhananya, geografi desa lainnya tidak sebagus Desa Konohagakure.
Bahkan di malam hari, Desa Konohagakure masih ramai dengan aktivitas warga. Namun, ada orang yang ingin menghancurkan kedamaian itu.
"[Kuchiyose no Jutsu (Summoning Technique)]"
Seorang yang mengenakan baju ziarah merah, memukul tanah, tulisan menyebar ke sekitar tanah, dan asap putih tiba-tiba muncul.
Kemudian Bijuu terkuat, Kyubi muncul di tengah-tengah Desa Konohagakure.
Ukurannya sangat besar, melebihi tinggi gedung-gedung di sekitarnya. Kyubi memiliki tinggi dan lebar yang sangat mencolok.
"ROARRR"
Hanya gemuruhnya saja yang menghancurkan bangunan di sekitarnya.
"Arghhh!"
"Itu Kyubi! Lari!"
"Panggil Shodai Hokage!"
Setelah tertegun, warga panik dan lari berhamburan seperti lebah yang sarangnya hancur.
Di sebuah rumah, Ars yang sedang tertidur membuka matanya karena keributan itu.
"Sudah dimulai..."