
Tidak lama setelah kepergian Hashirama, Ars mendarat di lokasi pertempuran.
Melihat 'mayat' Madara di tanah, Ars berbicara tanpa peduli apakah ada yang mendengarnya atau tidak.
"Aku sudah pernah merasakan kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit adalah berharap pada manusia."
Suasana tetap hening, tidak ada yang menanggapi perkataannya. Meski begitu, Ars tetap melanjutkan pidatonya.
"Prinsip hidupku adalah tidak ada kejahatan mutlak dan kebaikan mutlak. Kebaikan akan di balas dengan kebaikan lebih banyak. Kejahatan akan di balas dengan lebih banyak kejahatan."
Selain suara air mengalir dan angin berhembus, hanya suara Ars yang terdengar di lingkungan yang hancur oleh dua Shinobi terkuat di era ini.
Melihat tidak ada tanggapan, Ars tersenyum tipis dan berkata lembut.
"Izanagi."
*Blub Blub Blub*
Tidak lama setelah dia mengatakan itu, beberapa gelembung muncul di permukaan air, kemudian sosok pria dengan satu mata tertutup muncul ke permukaan.
Pria itu tidak lain adalah Uchiha Madara.
'Mayat' di sebelah Ars tiba-tiba menghilang seolah itu fatamorgana.
"Kamu tidak terlihat dalam kondisi baik, Madara. Kamu kalah." Ars tidak terkejut Madara masih hidup.
"Bagaimana kamu bisa tahu tentang Izanagi?" Madara bersikap waspada.
Dia terluka parah saat ini, dan tidak memiliki keyakinan melawan Ars. Jika pihak lain memberitahu Hashirama bahwa ia masih hidup, itu adalah akhir baginya.
"Jangan terlalu kaget, apa kamu lupa aku telah hidup di dunia ini lebih dari 800 tahun? Aku bahkan telah melihat leluhur pertama Klan Uchiha. Tidak terlalu mengejutkan kalau aku tahu banyak rahasia di dunia ini."
Faktanya, Ars telaah melihat pencipta Jutsu Izanagi di masa lalu.
Izanagi adalah salah satu teknik terlarang yang berasal dari klan Uchiha. Itu memiliki kekuatan yang memungkinkan pengguna untuk mengubah kenyataan sesuai dengan kehendak mereka sendiri.
Dalam pertempuran, Izanagi digunakan untuk mengubah dunia nyata menjadi dunia ilusi yang dapat dikendalikan oleh pengguna. Ini memberikan pengguna kemampuan untuk menghapus atau memodifikasi peristiwa dalam pertempuran sesuai keinginan mereka.
Misalnya dalam kasus Madara, ia mengubah kematiannya menjadi sekedar ilusi.
Namun, penggunaan Izanagi memiliki konsekuensi yang sangat besar. Saat mengaktifkan Izanagi, pengguna harus mengorbankan penglihatan pada salah satu mata mereka. Ini berarti bahwa setelah menggunakan Izanagi, pengguna tidak akan bisa melihat dengan mata tersebut lagi.
Dalam beberapa kasus, pengguna Izanagi juga harus mengorbankan kehidupan mereka sebagai harga dari kekuatan ini.
Karena itulah Madara menutup mata kirinya yang buta akibat efek samping penggunaan Izanagi.
"Apa mau mu?"
Melihat Ars tidak berniat mengambil tindakan, Madara menanyakan tujuannya.
"Aku tidak menyukai masalah, tapi bukan berarti aku takut masalah. Selama 'masa tugas' saya sebagai Wali, kamu tidak boleh membuat masalah di Desa Konohagakure. Jika tidak, aku akan dipaksa untuk mengambil tindakan."
"Kamu tidak membunuh ku?"
"Kamu ingin aku membunuh mu?"
Madara terdiam. Dia sama sekali tidak mengerti cara berpikir Ars.
Jika itu dia, dia tidak akan melepaskan faktor berbahaya yang bisa mengancam stabilitasnya.
"Baiklah, aku setuju." Dia berkompromi.
Dengan kondisinya yang sekarang, tidak mungkin membuat masalah secara langsung. Dia hanya bisa melakukan skema dibalik layar.
"Itu bagus. Kamu tahu kapan harus maju dan mundur."
Ars tidak ingin membunuh Madara. Meski hanya beberapa tahun, ia telah menganggapnya sebagai teman. Dia tidak ingin mempunyai pengalaman membunuh temannya.
"Aku percaya pada mu." Madara mengangguk tanpa ragu.
Dia tahu Ars bukan tipe orang yang menarik kata-katanya.
"Karena ini mungkin pertemuan terakhir kita, sebagai teman, aku akan memberi mu dua peringatan sebelum kita berpisah."
"Apa itu?" Madara penasaran.
"Pertama, jangan terlalu mempercayai apa yang tertulis di Tablet Batu. Karena mungkin saja seseorang telah mengubah tulisan asli Rikudou Sennin. Lagipula, bukan hanya aku yang masih bertahan dari zamannya."
Pupil mata Madara menyusut tajam setelah mendebat itu, ia sangat mengerti implikasi dibalik kata-kata Ars.
(Mungkinkah aku telah salah?)
Benih keraguan mulai muncul di hatinya. Alasan ia pola pikirnya berubah karena isi Tablet Batu. Jika yang Ars katakan benar, bukankah berarti ia telah dimanipulasi oleh orang lain?
Ars mengabaikan Madara yang meragukan dirinya sendiri, dan melanjutkan.
"Dan kedua, waspadalah terhadap 'hitam'. Itu saja, selamat tinggal, temanku."
Sebelum Madara menanyakan apa yang dimaksud, sosok Ars telah menghilang.
Hanya Madara yang tersisa di tengah hujan deras yang menerpa dirinya.
"Sudahlah, waktunya mengumpulkan Sel Hashirama."
Dia merasa tubuhnya semakin lemah, jika tidak segera diobati, dia akan mati.
...
Tiga hari telah berlalu.
Orang-orang Konoha bekerja sama untuk memperbaiki kehancuran desa yang disebabkan oleh Kyubi.
Karena luka-luka yang di deritanya, Hashirama memutuskan menyerahkan jabatan Hokage kepada adik laki-lakinya.
Setelah keputusan itu dibuat, pelantikan Tobirama sebagai Hokage Kedua akan dilakukan tujuh hari kemudian. Namun, ia telah bertugas mengurus permasalahan yang ada di desa.
Di sisi lain, Ars menjalani kehidupan yang malas.
"Haaa... Tobirama terlalu waspada padaku. Padahal aku tidak pernah melakukan hal buruk."
Dia tersenyum kecut sambil menghisap rokok di mulutnya.
Tidak seperti Hashirama yang berhubungan baik dengannya, hubungan Ars dengan Tobirama suam-suam kuku.
Jika sebelumnya Ars bisa mengakses informasi rahasia desa, kini tidak bisa. Tobirama membatasi dia dari eselon atas dan memperlakukannya seolah-olah dia tidak ada
Selain bersikap tidak ramah pada Ars, Tobirama juga bersikap tidak ramah pada Klan Uchiha.
Bahkan di masa pemerintahan Hokage Pertama, Tobirama mengkhawatirkan potensi kekuatan Klan Uchiha dan Sharingan mereka. Dia khawatir bahwa kekuatan mereka dapat digunakan untuk mengancam stabilitas desa atau bahkan memicu perang. Oleh karena itu, dia mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mengendalikan Klan Uchiha, termasuk pengawasan yang ketat dan penempatan mereka di unit polisi desa.
Keputusan Tobirama dan perlakuan terhadap Klan Uchiha tidak disukai oleh sebagian besar anggota klan tersebut, termasuk Madara.
Setelah Tobirama menjadi Hokage Kedua, ia mengasingkan Klan Uchiha ke tepi desa sebagai akibat dari insiden yang terjadi setelah pertempuran antara Madara dan Hashirama di Lembah Akhir
"Tanpa sadar, Perang Dunia Shinobi Pertama telah dimulai. Madara, kamu benar-benar membuat dunia kacau." Ars menghela napas.
Dia mendengar bahwa Raikage Pertama, Mizukage Pertama, Tsuchikage Pertama, dan Kazekage Pertama, mereka berempat telah terbunuh oleh Madara.
Alhasil, keempat desa besar lainnya mendeklarasikan perang kepada Desa Konohagakure.
"Tapi itu bukan urusan ku, tugas ku hanya melindungi selama 100 tahun. Setelah itu, aku akan pergi ke dunia selanjutnya." Ars berkata acuh tak acuh, dan melanjutkan merokok.