
"Yang kamu katakan benar, aku bukan Transenden. Alasan ku bisa leluasa menjelajahi Kekosongan Tak Berujung karena aku memiliki kemampuan spesial."
Ars tidak menyangkal pernyataan Tian Shen.
Dari sudut pandang semesta [Idaten], kekuatannya saat ini telah melampaui batas atas semesta tersebut. Namun, dari sudut pandang semesta [Emperor Domination], Kaisar Abadi memang puncak kultivasi, tapi itu masih belum cukup dianggap melampaui sementara itu sendiri.
Jika harus menggambarkan situasinya, Ars merasa sebutan Pseudo-Transenden sangat cocok untuknya.
"Jadi begitu. Aku mengerti, Rekan Daois diberkati kemampuan yang luar biasa. Aku bersulang untuk mu."
Mengangkat cangkirnya, Tian Shen tidak terkejut mendengar itu. Lagipula, ini bukan pertama kalinya dia bertemu individu yang berkeliaran di Kekosongan Tak Berujung tanpa menjadi Transenden.
Harus dikatakan, di semesta yang tak terhitung jumlahnya di Kekosongan Tak Berujung , terdapat banyak hal yang unik dan di luar pemahaman manusia.
Ars dan Tian Shen makan sambil berbicara tentang banyak hal.
Khusus Tian Shen, sudah lama dia bisa berbicara santai dengan orang lain.
Kecuali beberapa istri di haremnya, kebanyakan orang-orang di bahtera tidak berani mengobrol bersama dirinya dengan sikap santai.
Lagipula, basis kultivasinya diluar jangkauan mereka, sehingga tidak berani menganggap setara dengan Tian Shen.
"Rekan Daois, undang juga Roh Senjata mu. Jangan malu-malu."
Bahkan setelah minum selusin anggur, Tian Shen sama sekali tidak mabuk.
"Est, Restia, tunjukkan diri mu." Ars berkata lembut.
Saat berikutnya, dua cahaya muncul di kiri dan kanan Ars, dan berubah menjadi gadis cantik.
"Oh, aku tidak tahu kamu punya hobi khusus seperti itu."
Melihat penampilan gadis kecil pada Restia dan Est, Tian Shen mengusap dagunya, memandang Ars dengan pemahaman baru.
"Kamu salah paham, aku bukan pedofil. Jangan menilai penampilan merek, usia keduanya bahkan jauh lebih tua dari ku."
Menerima tatapan penuh arti Tian Shen, mulut Ars berkedut.
"Ara~, membicarakan usia seorang wanita adalah hal yang tabu, lho." Restia tersenyum tapi aura gelap memancar dari tubuhnya.
"Pedofil?" Est memiringkan kepalanya tampak bingung.
"Cough, Mari makan. Ini adalah makanan kelas atas, kita mungkin tidak akan pernah memakannya lagi. Jangan sia-siakan."
Menggunakan sumpit, Ars memasukkan sepotong daging ke mulut Restia dan Est.
"Ini... Sangat lezat."
Mengunyah daging di mulutnya, Restia merasa makanan yang pernah dimakannya tidak layak disebut makanan.
"Lagi."
Duduk di pangkuan Ars, Est membuka mulut kecilnya, menunggu diberi makan.
Tanpa ada pilihan, Ars mengambil sayuran, lalu menyuapinya.
"Tidak adil, jangan hanya memanjakannya, aku juga mau."
Bertingkah manja, Restia meniru Est, ingin diberi makan.
Akhirnya, Ars memberikan Restia dan Est makan secara bergiliran.
"Apa kamu masih ingin menyangkal, Rekan Daois?"
Mengguncang gelas anggur, Tian Shen tersenyum tipis.
"Terserah, lakukan sesuka mu."
Ars tak mempermasalahkan pihak lain yang menganggapnya pedofil. Yang terpenting, hati nuraninya jernih.
"Atribut Kegelapan dan Atribut Baja. Kombinasi yang menarik."
Sekali melihat saja, Tian Shen melihat esensi dari Restia dan Est. Dengan tingkat kekuatannya, tidak ada yang bisa disembunyikan dari matanya.
"Kamu menebak benar. Est adalah Pedang Suci, sedangkan Restia adalah Pedang Iblis." Ars mengangguk.
Meskipun Est disebut Pedang Suci, faktanya atributnya bukan 'suci', melainkan 'baja'.
Tian Shen hanya merasa aneh. Dia telah hidup miliaran tahun, dan telah melihat banyak hal. Hanya sedikit sesuatu yang bisa menggerakkan hatinya.
"Hanya bisa dikatakan ini adalah takdir."
Ars mengangkat bahu, membuka mulutnya untuk menyambut daging yang diberikan Restia padanya.
"Rekan Daois, kultivasi mu terkait Kehendak Surga, kan?"
"Iya. Apakah kamu pernah melihat Transenden yang memiliki Kehendak Surga? Jika kamu tidak keberatan, bisakah kamu menceritakan seperti apa orang itu?"
Setelah Restia dan Est kenyang, keduanya tertidur di paha Ars.
Makanan tersebut mengandung energi yang berguna bagi mereka, sehingga mereka berdua tidur untuk mencerna energi tersebut.
"Tidak masalah, mungkin suatu hari Rekan Daois bertemu dengannya saat menjelajahi Kekosongan Tak Berujung." Tian Shen setuju.
"Namanya adalah Wang Xian, gelarnya Kaisar Abadi Dominasi Surgawi. Tentu saja, karakteristik Kehendak Surga Rekan Daois Wang dan Rekan Daois Ars berbeda. Hmm... Jika aku harus menentukan, Kehendak Surga milik Rekan Daois Wang jauh lebih kuat."
(Wang Xian (Raja Abadi), huh... Nama yang sombong. Ini cukup mengejutkan tidak ada nama standar protagonis muncul.)
Ars mendengar dengan tenang. Dia menebak Wang Xian ini bukan Kaisar Abadi dari semesta [Emperor Domination]. Bagaimanapun, Kehendak Surganya adalah hadiah dari Dao Surgawi sebagai imbalan atas pencaplokan alam semesta [Naruto] ke dalam teritorial semesta [Emperor Domination].
Adapun nama standar protagonis adalah Lin, Ye, Xiao, dan Chu.
"Tentu saja, Kaisar Abadi bukan basis kultivasi Rekan Daois Wang. Kalau tidak salah, dia mengatakan nama basis kultivasi setelah melampaui semestanya disebut Ranah Paragon Tak Terbatas."
Kemudian Tian Shen mulai bercerita tentang Wang Xian.
Misalnya, Wang Xian suka menambah anggota harem dari berbagai semesta yang didatanginya.
Dari yang Ars dengar dari Tian Shen, pertemuan terakhir mereka sekitar 15 juta tahun yang lalu. Saat itu, Wang Xian memiliki 996,76 wanita di dalam haremnya.
Wanita biasa tidak bisa masuk ke pandangan Wang Xian, tiap wanita adalah kecantikan kelas atas dan di dambakan para pria.
(Dia benar-benar tahu cara menikmati hidup)
Ars diam-diam menggelengkan kepalanya.
Dia tidak memandang negatif cara hidup Wang Xian. Bagaimanapun, pihak lain telah mencapai prestasi yang tidak bisa ditiru di semesta asalnya. Dia berhak menikmati hidupnya setelah menjadi tak terkalahkan.
"Ngomong-ngomong, berapa banyak wanita di harem mu?" Tanya Ars penasaran.
Mendengar ini, Tian Shen melambaikan tangannya dan bersikap rendah hati.
"Dibandingkan Rekan Daois Wang, harem ku tidak bisa dibandingkan dengan miliknya. Saat ini harem ku berisi 10.000 wanita, tidak banyak, bukan?"
Mendengar ini, Ars tidak tahu harus berkata apa.
10.000 wanita di harem tidak banyak?
Namun, mengingat kekuatan Tian Shen, itu masuk akal. Selain Transenden lainnya, tidak ada yang bisa menandinginya. Selain itu, Transenden lebih langkah dari panda, biasanya mereka tidak akan pernah memulai pertarungan diantara jenis mereka sendiri kecuali memiliki kebencian mendalam.
"Bagaimana dengan mu sendiri, Rekan Daois Ars. Berapa banyak wanita di harem mu?" Kini giliran Tian Shen bertanya.
"Aku tidak memiliki harem. Aku hanya mencintai satu wanita." Jawab Ars jujur.
"Kamu pasti sangat mencintainya."
"Um."
"Baiklah, mari kita akhir perjamuan hari ini. Kedua gadis mu terlihat lelah. Qing'er, antar Rekan Daois Ars ke kamar tamu."
Tian Shen memanggil salah satu pelayan wanita.
"Tuan, silahkan ikuti aku."
Gadis itu tidak berani tidak bersiap hormat.
"Sampai jumpa besok, Tian Shen. Mengobrol dengan sangat memperluas cakrawala ku."
Menaruh Est dan Restia di bahunya, Ars berterima kasih.
"Aku juga. Sudah beberapa juta tahun aku tidak bertemu orang lain di Kekosongan Tak Berujung." Tian Shen tersenyum.
Kemudian, Ars mengikuti pelayan itu membawanya ke kamar.