
"Ada apa? Kamu tidak suka makanan manis?"
Melihat Rea tidak menyentuh kue di atas meja, Ars tiba-tiba teringat sesuatu.
"Mungkin kamu lebih suka ini?"
Dengan menjentikkan jarinya, sepiring penuh daun hydrangea muncul di atas meja.
"Menakjubkan. Kamu mengetahui makanan kesukaan ku."
Alih-alih terkejut dengan kemunculan piring dari ketiadaan, Rea lebih kaget fakta pria di depannya mengetahui makanan favoritnya. Kemudian, dia mengambil sehelai daun dan memakannya tanpa ragu-ragu.
"Tidak ada yang tidak aku ketahui tentang mu, Nona Rea. Aku bisa melihat masa lalu, sekarang, dan bahkan masa depan."
"Seperti peramal?"
"Jangan samakan aku dengan para penipu murahan itu."
Sambil mengelus kepala Est yang sedang duduk di pangkuannya, Ars tidak tahu apakah harus menganggap Rea naif dan bodoh, atau memiliki mental yang luar biasa karena tidak menunjukkan rasa takut padanya.
Jika itu orang biasa, hanya melihat sembilan Bijuu di luar, mereka tidak berani memasuki toko dan kemungkinan besar akan berbalik lari.
Di hadapan yang tidak diketahui, manusia cenderung takut.
"Lalu bisakah Ars-san mengatakan masa lalu ku?"
"Oh, kamu tidak percaya?"
"Um, aku ingin tahu seberapa banyak yang Ars-san ketahui."
Menghabiskan daun hydrangea keempat, Rea menatap Ars dengan antisipasi.
Mengabaikan Restia yang mencubit pinggangnya karena cemburu karena memanjakan Est, Ars mengangguk dan berkata: "Baiklah. Sebagai pelanggan pertama, aku akan memberi pelayanan khusus hanya untuk mu."
"Pelayanan khusus?" Rea memiringkan kepalanya, terlihat bingung.
"Kamu nantikan saja." Ars tersenyum misterius, lalu mulai mengatakan latar belakang Rea.
"74 tahun yang lalu, kamu adalah seorang gadis SMA yang polos dan ceria, tetapi juga menyimpan rahasia kelam. Kamu terlahir di keluarga Sanka, yang merupakan keluarga kelas atas. Ayah mu adalah Sanka Dan'ichiro, seorang pedofil dan Daughter-con, dia memiliki kebiasaan memotret mu di hari ulang tahun mu. Bukan hanya sesi foto biasa tapi ayah my akan mengambil foto telanjang mu dengan alasan mencatat pertumbuhan mu. Dia juga sangat protektif, menyingkirkan teman mu dan mengatakan padan mu bahwa dia adalah satu-satunya hal di dunia ini yang kamu butuhkan. Sederhananya, Sanka Dan'ichiro melihat bayangan istrinya pada putrinya."
Rea mendengarkan dengan penuh perhatian, semakin dia mendengar, wajah cantiknya memerah. Meski begitu, ia tidak menyela Ars.
Restia memandang zombie di depannya dengan simpati. Sedangkan Est, wajahnya selalu tanpa ekspresi.
"Ibu kandung mu dilamar ketika dia berusia 15 tahun. Karena dia lemah, dia meninggal segera setelah melahirkan mu."
"Karena sikap ayah mu yang terlalu protektif, itu membuat mu stres dan memutuskan bunuh diri. Namun, kamu bertemu seorang pria bernama Furuya Chihiro yang mengubah mu menjadi zombie setelah secara tidak sengaja jatuh hingga tewas dari tebing."
"Bla Bla Bla..."
Ars terus berbicara panjang lebar. Mungkin karena ia jarang mengobrol dengan orang lain untuk waktu yang lama, ia banyak berbicara. Tanpa sadar 30 menit telah berlalu.
"Karena merasa bersalah telah memakan jantung pria yang kamu sukai, kamu memilih mengasingkan diri di sebuah vila yang telah ditinggalkan. Bahkan setelah mengetahui Furuya mendapat transplantasi jantung di luar negeri dan dibiayai ayah mu, kamu tidak pernah menunjukkan diri di depan publik lagi untuk mencegah dirimu lepas kendali seperti sebelumnya. Kamu tahu tidak mungkin menjalin hubungan romantis dengan Furuya, jadi kamu biarkan dia menikah dengan teman masa kecilnya sekaligus teman baik mu, Saoji Ranko."
"Sigh... Waktu sangat kejam bagi makhluk berumur panjang seperti kita. Aku tahu perasaan yang kamu rasakan."
Setelah menyelesaikan sesi ceritanya, Ars menyerahkan tisu pada Rea yang menangis.
"Hic... Terima kasih."
Menggunakan tisu itu, Rea menyeka air mata di wajahnya.
Ia bukanlah orang yang tidak berperasaan, setelah masa lalunya kembali terlintas di benaknya, ia diliputi kerinduan dan kesedihan.
"Gadis yang malang..." Restia menghela napas.
Bahkan Est bisa merasakan suasana yang melankolis.
"Maaf membuat Ars-san melihat penampilan ku yang jelek."
"Apa salahnya mengungkapkan kesedihan? Jika kamu sedih, menangislah. Tidak apa-apa untuk menangis kadang-kadang dan tidak apa-apa untuk mencurahkan isi hatimu. Itu tidak membuatmu lemah atau rapuh, itu hanya membuktikan bahwa kamu adalah manusia."
Di reinkarnasi ketujuh, Ars hanya perah menangis satu kali, yaitu saat mengetahui fakta bahwa Areishia benar-benar mati dan tidak ada cara untuk membangkitkannya.
Di dunia [Naruto], dia telah menjelajahi dunia dalam bentuk klon selama 1000 tahun. Dia telah menyaksikan orang-orang terdekatnya meninggal karena usia tua atau terbunuh.
Dia telah berkali-kali menghadiri pemakaman teman-temannya. Misalnya Hashirama, Tobirama, Madara, dll.
Dibandingkan harinya yang telah ditempa selama satu milenium, Rea hanya hidup selama 90 tahun dan hatinya mereka berdua tidak bisa dibandingkan.
"Apakah Ars-san dewa? Kamu bahkan bisa membuat ku meneteskan air mata."
Rea menyadari kondisi fisiknya.
Di permukaan, tubuhnya tidak berbeda dengan orang biasa. Namun, pada akhirnya dia adalah zombie. Fisiologinya tidak berbeda dari mayat.
Suhu tubuhnya sangat dingin karena jantungnya tidak lagi berdetak untuk mengedarkan darah, yang mengakibatkan kulitnya menjadi sangat pucat, dan seluruh rambutnya memutih karena sel-sel mati.
Dalam kondisi seperti itu, dia tak mampu lagi menitikkan air mata.
"Kamu benar, itu perbuatanku. Aku merasakan emosi kesedihan padamu, tapi kamu tidak bisa menangis, itu terlalu menyedihkan! Jadi aku menggunakan kekuatanku untuk memulihkan sementara fisiologi tubuhmu. Ngomong-ngomong, aku bukan dewa." Ars mengakui secara terbuka.
"Terima kasih banyak, Ars-san. Saat Furuya-kun dan lainnya meninggal, hatiku merasa sesak dan sakit tapi tidak mampu meneteskan sedikit pun air mata. Itu sangat membuat ku menyesal."
Rea mengungkapkan rasa terima kasihnya dari lubuk hatinya.
"Sama-sama. Kamu dapat menemukan Token Perubahan Takdir, itu menunjukkan ada takdir diantara kita. Sebagai pemilik Klub Perdagangan Takdir, aku bisa mengubah takdir mereka yang ditakdirkan."
"Nah, Nona Rea. Apa keinginan mu? Selain memberimu keabadian, aku bisa mengabulkan permintaan apa pun. Menghidupkan orang mati, memberi harta tak terbatas, membinasakan dunia, memetik matahari dan bintang sekalipun memungkinkan.”
Ars bertindak seperti pedagang yang menawarkan barang dagangannya. Hanya saja, apa yang ditawarkannya melebihi ekspektasi manusia!
Setelah diam sejenak, Rea bertanya: "Itu tidak gratis, kan?"
Dia mungkin naif tapi tidak bodoh. Dengan pengalaman hidupnya, dia tahu tidak akan ada orang menawarkan niat baik tanpa maksud tersembunyi, khusus entitas tidak diketahui seperti Ars.