Reinkarnasi Ketujuh

Reinkarnasi Ketujuh
Transenden


Otak Ars berpikir dengan kecepatan tinggi dan bahkan melampaui superkomputer kuantum mana pun di bumi, dalam merancang solusi untuk melarikan diri dari pengejarnya.


Meski begitu, semua metodenya tidak berguna.


Ini adalah disparitas kekuatan!


Di hadapan kekuatan mutlak, intrik dan skema tidak berguna.


"Mohon tunggu, Rekan Daois, aku tidak punya niat buruk. Bisakah kamu berhenti melarikan diri? Aku hanya ingin mengobrol dengan mu."


Suara pria terdengar langsung di pikiran Ars.


Itu bukan bahasa negara mana pun di planet bumi, tapi dia bisa memahaminya dengan jelas.


Mempertimbangkan pro dan kontra, Ars berhenti. Bagaimanapun, dia tidak bisa lolos dari kejaran pihak lain, lebih baik bertaruh pihak lain memang hanya ingin mengobrol.


Menoleh ke belakang, Ars melihat sebuah bahtera seukuran Ganymede, bulan terbesar di planet jupiter.


Bahtera tersebut melayang di Kekosongan Tak Berujung dengan kecepatan melebihi cahaya, hanya setelah berjarak lima kilometer dari Ars, itu mulai melambat.


Kemudian seorang pemuda yang tinggi dan sangat tampan melayang keluar dari bahtera.


Wajahnya yang dewasa menunjukkan pesona yang tidak normal. Penampilannya luar biasa, ditambah dengan aura mulianya yang mendominasi dan tidak jelas, dia membangkitkan perasaan baik di hati seorang wanita dengan sangat mudah.


Meski begitu, pemuda tersebut mengenakan jubah putih polos tanpa hiasan apapun yang memberikan kesan sederhana.


Dengan senyum ramah di wajahnya, dia menangkupkan tangan dan berbicara.


"Salam, Rekan Daois, nama ku Tian Shen."


Melihat pihak lain tidak bermusuhan, Ars merasa rileks, lalu juga menangkupkan tangannya.


"Aku Ars. Ada perlu sesuatu?"


"Tidak ada, hanya saja sangat jarang bertemu orang lain di Kekosongan Tak Berujung. Jika kamu tidak keberatan, ayo mengobrol di tempat ku."


"Tentu."


Ars juga penasaran identitas Tian Shen.


"Silahkan ikuti aku."


Tian Shen memimpin jalan kembali ke bahtera, sedangkan Ars mengikuti di belakangnya.


"Array?" Ars sedikit tahu tentang dunia kultivasi.


Bagian dalam bahtera membentuk dunianya sendiri dan dunia bagian dalamnya jauh lebih besar daripada tampilan luar.


Memasuki bahtera, Ars disambut pemandangan pegunungan setinggi awan, padang rumput hijau, sungai mengalir, dan kota kuno bergaya Tiongkok.


Melalui [Divine Sense], dia mengetahui bahwa semua orang di kota adalah kultivator. Hanya saja, Ars tidak tahu ranah mereka berada karena sistem kultivasi yang berbeda.


Ini pertama kali baginya melihat peradaban kultivasi, hingga saat ini, dia hanya telah mengunjungi dunia anime. Ini semua pengalaman baru untuknya.


Tian Shen membawa Ars ke mansion di tengah kota.


Ketika penduduk kota melihat Tian Shen, ekspresi mereka sangat penuh hormat dan fanatik. Melihat dia membawa tamu secara pribadi, membuat mereka bertanya-tanya siapa orang itu.


Mendarat di depan mansion, Tian Shen melihat Ars sambil tersenyum.


"Selamat datang di tempat tinggal ku yang sederhana."


Kemudian lusinan wanita cantik berjalan keluar untuk menyambut Tian Shen.


Tidak ada salahnya mendeskripsikan mereka dengan istilah 'keindahan tiada tara', dan 'keindahan yang menjungkirbalikkan negara'.


Bahkan para model dan aktris di bumi tidak dapat menandingi kecantikan mereka sedikit pun.


Ars terpesona melihat kecantikan wanita di hadapannya. Untungnya, Hati Dao-nya kokoh, dan dia kembali tenang setelah beberapa detik.


"Terkadang, bersikap terlalu rendah hati adalah kesombongan."


"Rekan Daois mengatakan masuk akal, akan aku ingat."


"Ayo masuk, Rekan Daois."


"Tentu."


Dengan Tian Shen memimpin jalan, Ars memasuki mansion.


Mansion itu super mewah.


Dinding terbuat dari batu giok kualitas tertinggi, emas dan perak digunakan sebagai ubin, tiang memiliki ukiran Naga Sejati, dan ada banyak material yang Ars tidak ketahui.


Dibandingkan dengan sumber daya yang dia peroleh dari dunia [Dr. Stone], Ars ibarat pengemis yang mengunjungi istana negara.


Keduanya tiba di sebuah aula yang megah dan mewah, di mana tersaji berbagai hidangan yang memancarkan aroma yang menggoda.


"Silahkan duduk, Rekan Daois."


"Um."


Duduk di seberang Tian Shen, Ars tidak menyentuh makanan tanpa izin tuan rumah.


Pintu aula terbuka, sekelompok gadis cantik mengenakan hanfu datang, beberapa gadis memainkan alat musik seperti sitar, seruling, dan lainnya. Sedangkan gadis lainnya mulai menari diiringi musik.


Tian Shen menuangkan anggur ke gelas miliknya, dan yang lainnya untuk Ars.


"Anggur ini disebut Anggur Langit Malam. Itu tidak memabukkan, tapi bisa membuatmu tenggelam dalam pencerahan. Tentu saja, dengan basis kultivasi Rekan Daois, efek anggur ini hanya sebagai minuman biasa."


"Terima kasih atas keramahan mu."


Setelah bersulang, mereka berdua mulai minum.


"Ini lezat." Ars mengangguk sebagai apresiasi, lalu bertanya: "Jadi, apa yang ingin kamu bicarakan?"


"Ini mungkin terdengar agak kasar, aku harap Rekan Daois tidak tersinggung."


Meskipun Tian Shen lebih kuat dari Ars, dia tetap bersikap ramah terhadapnya.


"Jangan sungkan bertanya, aku tidak mudah marah.”


“Baiklah, karena Rekan Daois berkata demikian, aku akan langsung ke pokok permasalahan.”


Menghabiskan anggur di gelasnya, Tian Shen bertanya dengan rasa ingin tahu.


"Rekan Daois jelas belum melampaui dan menjadi Transenden, bagaimana bisa kamu bisa datang ke Kekosongan Tak Berujung?"


"Melampaui? Transenden?"


Ini pertama kalinya Ars mendengar istilah tersebut.


"Ketika seseorang mencapai kekuatan melebihi semesta-nya berasal, orang tersebut akan melampaui semesta dan menjadi Transenden."


"Tentu saja tiap semesta mempunyai nama batas atas kekuatan yang berbeda-beda. Misalnya, Ranah Penciptaan Dunia adalah ranah kultivasi ku, padahal batas atas ranah kultivasi semesta ku hanya hingga Ranah Archaean. Setelah aku melampaui ranah kultivasi semesta ku, aku bisa pergi ke semesta lainnya."


Ars mendengarkan Tian Shen dengan penuh khidmat.


"Itu berarti, orang-orang yang telah melampaui semesta mereka berasal, mereka akan disebut Transenden."


(Dia tidak mempermalukan namanya) Pikir Ars.


Nama Tian Shen memiliki arti "Dewa surga", nama yang menggambarkan seorang pemuda yang mencapai kesempurnaan.


"Um, Rekan Daois cepat memgerti. Sebelumnya, aku telah bertemu Transenden lainnya, dan ranah kultivasinya disebut Ranah Dewa Tertinggi. Kamu harus tahu bahwa pada tingkat ku, semesta tidak terbatas, tidak ada batasan sama sekali. Dan di Kekosongan Tak Berujung yang luas, terdapat sistem dunia sempurna yang tak terhitung jumlahnya. Suatu kali, aku menjelajahi Kekosongan Tak Berujung dan menjelajahi banyak semesta yang berbeda."


"Kekuatan mu tidak lemah, hanya saja kamu masih cukup jauh menjadi Transenden. Jadi, bagaimana Rekan Daois bisa ada di Kekosongan Tak Berujung?"


Sebelumnya, Tian Shen mengira telah bertemu Transenden lainnya. Namun, dia tercengang saat merasakan kekuatan Ars.


Tidak sembarangan orang bisa datang ke Kekosongan Tak Berujung. Hanya Transenden atau orang-orang dengan kemampuan khusus.


Tian Shen lebih condong Ars memiliki kemampuan khusus.